Rabu, 02 Maret 2011

METODE PEMBELAJARAN INQUIRI

Oleh : Ayati,M.Pd.*)

Kualitas hasil belajar bertujuan untuk meningkatkan Sumber daya manusia, yang mampu berkompetisi dengan bangsa lain..Untuk mencapai hal itu diperlukan sistem pendidikan dan kurikulum yang bersifat fleksibel dan dinamis serta mampu mengakomodasi keanekaragaman kemampuan peserta didik, potensi sekolah, kualitas guru dan sarana pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat.
Menyadari hal itu, pemerintah telah melakukan penyempurnaan sistem pendidikan. Undang-undang RI No.20 tahun 2003 menjelaskan bahwa pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses pembelajaran. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan anak didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berahlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara. Jadi jelas akhir proses pendidikan seharusnya mampu mengukur potensi keseluruhan anak didik dan bukan hanya pada aspek kognitif tetapi menjangkau afektif dan memiliki seperangkat keterampilan.
Pembelajaran yang dilakukan guru umumnya dalam bentuk satu arah dan sementara pesrta didik hanya sebagai pendengar. Hal ini menyebabkan peserta didik kurang aktif dan kreatif. Menurut Nursid Sumaatmaja (1997:1) menyatakan: Sebagai individu yang utuh, anak memiliki dasar mental yang mencirikan vitalitas hidupnya. Dasar mental meliputi dorongan ingin tahu (sense of curosty), minat (sense of interenst), dorongan ingin melihat kenyataan (sense of realitiy), dorongan ingin menemukan sendiri gejala-gejala dalam kehidupan (sense of discovery).
Pembelajaran yang kurang menyentuh dasar mental anak mengakibatkan anak kurang menyenangi salah satu mata pelajaran. Semestinya guru lebih memperhatikan proses pembelajaran di dalam kelas agar mendorong kemampuan peserta didik untuk berpikir dan akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar. Dengan demikian guru dituntut mampu mengembangkan ide atau gagasan kreatif agar dapat mengelola pembelajaran dengan baik. Keterampilan dan kecermatan seorang guru dalam menentukan metode pembelajaran yang dapat mengembangkan kreatifitas berpikir anak adalah salah satu kemampuan yang dituntut dari seorang guru.
Prestasi belajar siswa adalah hasil dari berbagai upaya dan daya yang tercermin dari partisifasinya belajar yang dilakukan siswa dalam mempelajari materi pelajaran yang diajarkan guru. Kuat lemahnya partisifasi belajar yang dilakukan siswa bergantung pada seberapa kuat motivasinya dalam belajar. Dalam hal ini motivasi merupakan unsur yang kuat dalam menentukan hasil belajar siswa karena salah satu fungsi motivasi adalah mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan, dalam hal ini belajar.
Hasil belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku sebagai hasil proses belajar yang mencakup penguasaan peserta didik terhadap seperangkat pengetahuan, keterampilan, setelah peserta didik menjalani proses belajar. Surya (1996 : 19) mengatakan bahwa hasil pembelajaran adalah perubahan perilaku individu secara keseluruhan yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
Untuk menciptakan situasi pembelajaran yang baik, dalam hal ini situasi yang dapat membawa anak mencapai perubahan tingkah laku yang diharapkan maka seorang guru harus dapat memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar yang akan diberikan. Memilih metode pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi peserta didik untuk kreatif berpikir, dapat menggunakan nalar berpikir yang sistematis sehingga menghasilkan hasil belajar yang optimal, adalah tugas guru sebagai pencipta suasana pembelajaran yang kondusif. Guru harus dapat menggali potensi yang ada pada setiap anak, oleh sebab itu pemilihan metode pembelajaran harus benar-benar berpegang pada konsep bahwa siswa memiliki potensi yang hidup yang sedang berkembang. Sebagaimana dikemukakan oleh Oemar Hambalik (2001:170) Siswa adalah suatu organisme yang hidup, di dalam dirinya beraneka ragam kemungkinan dan potensi yang hidup yang sedang berkembang. Di dalam dirinya terdapat prinsip aktif, keinginan untuk berbuat dan bekerja sendiri.
Guru memegang peran yang sangat sentral dalam keseluruhan proses belajar mengajar, guru dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas belajar siswa dalam bentuk kegiatan belajar yang dapat menghasilkan pribadi yang mandiri, pelajar yang aktif, pekerja yang produktif dan anggota masyarakat yang baik. Guru tidak terbatas hanya sebagai pengajar dalam arti penyampai pengetahuan, akan tetapi lebih meningkat sebagai perancang pengajaran, manajer pengajaran, pengevaluasi hasil belajar dan direktur belajar, sebagaimana dikemukakan Muhammad Surya (2004 : 53).
Guru merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pendidikan. Sebaik apapun kurikulum yang dikembangkan dan sarana yang disediakan pada akhirnya guru yang melaksanakannya dalam proses pembelajaran. Karena banyak ahli menyebutkan bahwa guru merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan. Guru yang berperan langsung dalam proses pembelajaran di kelas, metode pembelajaran yang menjadi alat untuk mengaktualisasikan perencanaan pengajaran itu menjadi kunci keberhasilan penyampaian pengajaran. Bagaimana membangkitkan motivasi anak untuk aktif belajar menjadi pertimbangan dalam pemilihan metode pembelajaran, metode pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi anak didik sehingga memperoleh hasil belajar yang optimal.
Pemilihan metode pembelajaran Inquiri diharapkan dapat menggali potensi peserta didik karena metode ini dipandang sebagai metode yang dalam proses belajar anak dituntut untuk mampu mencari dan menemukan informasi belajar baru untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sebagaimana dinyatakan oleh Richard Schuman (1962), bahwa teori mengajar inquiri adalah teori mengajar yang dikembangkan berdasarkan pemikiran bahwa siswa memiliki kemampuan untuk percaya pada diri sendiri dengan cara berpikir dan belajar sendiri sehingga ia mampu menemukan jawaban dan menganalisanya sendiri hingga pada akhirnya mampu menjelaskan hasil belajar sendiri.

Metode Pembelajaran Inquiri
Metode pembelajaran Inquiri merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar pemikiran ilmiah kepada siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreatifitas sendiri dalam memecahkan masalah. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Peranan guru dalam metode Inquiri sebagai fasilisator, tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah.
Di bawah ini akan dikemukakan beberapa pendapat mengenai metode Inquiri menurut bebera ahli :
Mulyasa (2003:234) menyatakan bahwa : Metode Inquiri adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiri menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar yang aktif.

Roestiyah (2001 : 75) menyatakan bahwa : metode Inquiri adalah merupakan suatu teknik atau cara yang dipergunakan guru untuk mengajar di depan kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah kepada siswa di dalam kelas.

Suryo Subroto (2002 : 192) menyatakan bahwa : Metode Inquiri adalah perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam, artinya proses Inquiri mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan masalah, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisa data dan menarik kesimpulan.

Richard Schuman (1962) seperti dikutip oleh Moh.Ali (2007:66) menyatakan bahwa: Metode Inquiri adalah teori mengajar yang dikembangkan berdasarkan pemikiran bahwa siswa memiliki kemampuan untuk percaya pada diri sendiri dengan cara berpikir dan belajar sendiri sehingga ia mampu menemukan jawaban dan analisanya sendiri hingga pada akhirnya mampu menjelaskan hasil belajarnya sendiri.

Dalam mempraktekan metode ini maka seorang guru diharapkan mampu mendekati, mengenali, menggali dan mengembangkan potensi-potensi belajar anak. Berdasarkan pemikiran ini maka teori mengajar inquiri akan lebih bermanfaat dan efektif untuk memberikan kesempatan pada anak agar bisa mandiri dalam belajar dan berfikir tentang sesuatu hingga mereka memiliki pemahaman berdasarkan pola dan proses belajar yang ia alami sendiri.

Walaupun dalam prakteknya aplikasi metode pembelajaran Inquiri sangat beragam,tergantung pada situasi dan kondisi sekolah, namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran melalui Inquiri terdapat lima komponen yang umum yaitu Question, Student Engangement, Cooverative Interaction, Performanvce Evalution, dan Variety of Resoureces (Garton,2005).
Questions : Pembelajaran biasanya dimulai dengan pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan kekaguman siswa akan suatu fenomena.
Student Engangement : keterlibatan siswa merupakan suatu keharusan sedang peran guru adalah sebagai fasilisator, sedangkan siswa dituntut untuk terlibat dalam menemukan jawaban terhadap konsep yang dipelajari.
Cooveratif Interaction : Siswa diminta untuk kooperatif, bekerja dalam kelompok mendiskusikan berbagai gagasan.
Perfomance Evaluation : Dalam menjawab permasalahan, siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dihadapi.
Variaty of Resources : siswa dapat menggunakan berbagai sumber belajar, misalnya buku teks, televise, website, poster, wawancara dan lain sebagainya.
Kendatipun metode ini berpusat pada peserta didik, namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan. Kadang kala guru perlu memberikan komentar dan saran kepada peserta didik. Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif dengan menggunakan pasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi.
Inquiri pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang telah dialami karena itu Inquiri menuntut peserta didik berpikir. Metode pembelajaran ini menuntut peserta didik memproses pengalaman belajar, mencari sesuatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. Dengan demikian melalui metode ini peserta didik dibiasakan untuk produktif, analitis dan kritis.
Langkah-langkah dalam proses Inquiri adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu, mempraduga suatu jawaban, serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan itu untuk menganalisa data yang baru.(Mulyasa,2005:235).

Strategi pelaksanaan Inquiri adalah :
1. Guru memberikan penjelasan, intruksi atau pertanyaan terhadap materi yang diajarkan.
2. Memberi tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa.
3. Guru memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik.
4. Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya.
5. Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.(Mulyasa,2005:236)
Beberapa keunggulan metode Inquiri :
1. Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide dengan lebih baik.
2. Membantu dalam menggunakan ingatan dan transper pada situasi proses belajar yang baru.
3. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikaf jujur, objektif dan terbuka.
4. Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri.
5. Memberi kepuasan yang bersifat instrinsik.
6. Situasi belajar lebih menggairahkan.
7. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu.
8. Memberi kebebasan kepada siswa untuk belajar sendiri.
9. Menghindari diri dari cara belajar tradisional.
10. Dapat memberikan wakktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.(Roestiyah,2001:77)
Beberapa kelemahan metode Inquiri :
1. Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini.
2. Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar.
3. Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional.
4. Mengajar dengan metode ini mungkin akan dipandang sebagai terlalu memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan sikap dan keterampilan.
5. Dalam beberapa ilmu (misalnya IPA) fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide mungkin tidak ada.
6. Strategi ini mungkin tidak akan member kesempatan untuk berpikir kreatif, kalau pengertian-pebgertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru.(Suryosubroto, 2002:201)
Dalam proses belajar siswa memerlukan waktu untuk menggunakan daya otaknya untuk berpikir dan memperoleh pengertian tentang konsep, prinsip dan teknik menyelidik masalah.
Untuk meningkatkan teknik Inquiri dapat ditimbulkan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1) Membimbing kegiatan laboratorium
Guru menyediakan petunjuk yang lebih luas kepada siswa, dan sebagian besar perencanaanya dibuat oleh guru. Di mana siswa melakukan kegiatan percobaan/penyelidikan untuk menemukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang telah ditetapkan guru.

2) Modifikasi Inquiri
Dalam hal ini guru hanya menyediakan masalah-masalah, dan menyediakan bahan/alat yang diperlukan untuk memecahkan masalah secara perseorangan ataupun kelompok. Bantuan yang bisa diberikan harus berupa pertanyaan-pertanyaan , yang memungkinkan siswa dapat berpikir dan menemukan cara-cara penelitian yang tepat.
3) Kebebasan Inquiri
Setelah siswa mempelajari dan mengerti tentang bagaimana memecahkan masalah suatu problema dan memperoleh pengetahuan cukup tentang mata pelajaran tertentu; serta telah melakukan modifikasi inquiri maka siswa telah siap untuk melakukan kegiatan kebebasan inquiri. Dimana guru dapat mengundang siswa untuk melibatkan diri dalam kegiatan kebebasan inquiri dan siswa dapat mengidentifikasi dan merumuskan macam-macam masalah yang akan dipelajari.
4) Inquiri Pendekatan Peranan
Siswa dilibatkan dalam pemecahan proses pemecahan masalah, yang cara-caranya serupa dengan cara-cara yang biasanya diikuti oleh para ilmuwan. Suatu undangan memberikan suatu masalah kepada siswa, dan dengan pertanyaan yang telah direncanakan dengan teliti, mengundang siswa untuk melakukan beberapa kegiatan seperti : merancang eksperimen, merumuskan hipotesa, menetapkan pengawasan dan seterusnya.
5) Mengundang Kedalam Inquiri
Merupakan kegiatan proses belajar mengajar yang melibatkan siswa dalam tim-tim yang masing-masing terdiri dari empat anggota untuk memecahkan masalah, masing-masing anggota diberi tugas suatu peranan yang berbeda-beda seperti : coordinator tim, penasihat teknis, merekam data, proses penilaian. Anggota tim menggambarkan peranan-peranan di atas, bekerja sama untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan topic yang akan dipelajari.
6) Teka-Teki Bergambar
Adalah salah satu teknik untuk mengembangkan motivasi dan perhatian siswa di dalam diskusi kelompok kecil/besar. Gambar, peragaan atau situasi yang sesungguhnya dapat digunakan untuk meningkatkan cara berpikir kritis dan kreatif siswa.
7) Syinestis Lesson
Pendekatan ini untuk menstimulir bakat-bakat kreatif siswa. Misalnya science dan ilmu-ilmu sastra lebih lanjut dikatakan bahwa emosi, efektif dan komponen-komponen a –rasional kreatif pada permulaanya adalah lebih penting dibandingkan dengan pikiran-pikiran rasional. Pada dasarnya “synectics” memusatkan pada keterlibatan siswa untuk membuat berbagai macam bentuk kiasan agar supaya dapat membuka intelegensinya dan mengembangkan daya kreativitasnya. Hal itu dapat dilaksanakan karena kiasan dapat membantu dalam melepaskan ikatan structural mental yang melekat kuat dalam memandang suatu masalah sehingga dapat menunjang timbulnya ide-ide kreatif.
8) Kejelasan Nilai-Nilai
Perlu diadakan evaluasi lebih lanjut tentang keuntungan-keuntungan pendekatan ini, terutama yang menyangkut sikap, nilai-nilai dan pembentukan “self concept” siswa. Ternyata dengan teknik Inquiri siswa melakukan tugas-tugas kognitif lebih baik.
Agar teknik ini dapat dilaksanakn dengan baik memerlukan kondisi-kondisi sebagai berikut :
1. Kondisi yang fleksibel.
2. Kondisi lingkungan yang resfonsif.
3. Kondisi yang memudahkan untuk memusatkan perhatian.
4. Konndisi yang bebas dari tekanan
Dalam teknik Inquiri guru berperan untuk :
1. Menstimulir dan menantang siswa untuk berpikir.
2. Memberi fleksibilitas dan kebebasan untuk berinisiatif dan bertindak.
3. Memberikan dukungan untuk Inquiri.
4. Menentukan diagnose kesulitan-kesulitan siswa dan membantu mengatasinya.
5. Mengidentifikasi dan memnggunakan “teach able moment” sebaik-baiknya.
Hal-hal yang perlu distimulir dalam proses belajar melalui Inquiri :
1) Otonomi siswa.
2) Kebebasan dan dukungan pada siswa.
3) Sikap keterbukaan.
4) Percaya pada diri sendiri dan kesadaran akan harga diri.
5) Self-concept.
6) Pengalaman inquiri, terlibat dalam masalah-masalah.
*) Penulis adalah Guru SMPN 2 Cibeureum Kab. Kuningan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar