<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551</id><updated>2012-02-08T06:38:21.663-08:00</updated><category term='FOTO KEGIATAN MGMP BERMUTU DI RM. LEMBAH CIREMAI'/><title type='text'>SMPN 2 CIBEUREUM KAB. KUNINGAN</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>110</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-7580716890431700722</id><published>2012-02-08T06:29:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T06:38:21.709-08:00</updated><title type='text'>Pemerintah membatasi formasi CPNS baru</title><content type='html'>JAKARTA - Kemen PAN dan RB (Kementerian Pendayaguanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) telah bekerjasama dengan konsorsium 10 PTN. Kerjasama ini digadang cikal bakal terbentuknya sistem rekrtumen CPNS baru bebas KKN. Selain itu juga menjadi tanda-tanda akan segera ada seleksi CPNS baru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wakil Men-PAN dan RB Eko Prasojo di Jakarta, Minggu (29/1) menuturkan, memang tahun ini ada kesempatan bagi daerah untuk menjalankan seleksi CPNS baru. "Tetapi proses pengajuannya kebutuhan sangat ketat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun khusus tahun ini pemerintah juga membatasi formasi CPNS baru. Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas itu menjelaskan, untuk seleksi CPNS baru tahun ini hanya untuk posisi tenaga pendidik dan tenaga medis. Tenaga medis ini meliputi dokter umum, perawat, dan bidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, juga dibuka kesempatan seleksi CPNS baru untuk  posisi pekerjaan yang mendesak. Saat ini, pekerjaan yang mendesak diantaranya adalah sipir atau penjaga lembaga pemasyarakatan (LP).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meski sudah memastikan tahun ini bakal ada seleksi CPNS baru untuk beberapa posisi tadi, Eko belum bisa memberikan kapan persis penyelenggaraannya. "Masih dalam proses," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menuturkan, akhir pekan lalu sudah menggelar pertemuan dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait. Dalam pertemuan ini, semakin menguatkan jika pengadaan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan baru menjadi prioritas rekrutmen CPNS baru tahun ini. Pertemuan ini juga menjadi start identifikasi jumlah kebutuhan pegawai baru di daerah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum menjatuhkan kepastian kapan pelaksanaan CPNS baru tahun ini, Eko mengatakan pihaknya masih menunggu data laporan kebutuhan dari daerah. Informasi laporan kebutuhan ini juga harus dilengkapi dengan laporan analisis jabatan dan analisis beban kerja. "Kita punya beberapa ketentuan dokumen yang harus disetor. Semuanya harus dilengkapi," katanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah dokumen lengkap, tidak serta merta usulan CPNS baru dikabulkan. Tetapi, akan melewati dulu proses verifikasi. Diluar posisi yang sudah ditetapkan tadi, Kemen PAN dan RB juga sudah berancang-ancang untuk  menggelar seleksi CPNS baru untuk seluruh formasi pekerjaan tahun depan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perkembangan usulan CPNS baru bisa dipantau di website Kemen PAN dan RB. Khusus di provinsi Jawa Timur (Jatim) per 20 Januari, rata-rata pemkot dan pemkab di provinsi ini baru menyerahkan form perhitungan kebutuhan PNS baru saja. Masih ada laporan lainnya, seperti proyeksi PNS selama lima tahun, uraian jabatan, analisis beban kerja, redistribusi pegawai, dan form usulan kebutuhan pegawai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagian kecil daerah di Jatim sudah melengkapi dokumen pengajuan CPNS baru dengan laporan analisis beban kerja. Contohnya di Kab. Malang, Kab. Nganjuk, Kab. Ngawi, Kab. Ponorogo, dan Kota Kediri. Sementara di Kota Madiun, Kota Blitar, Kab. Magetan, Kab. Lamongan, Kab Banyuwangi, melaporan dokumen usulan kebutuhan PNS terlebih dahulu. Dokumen yang lain belum mereka masukkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Eko mengatakan memang banyak sekali dokumen laporan yang harus diserahkan daerah untuk bisa menjalankan seleksi CPNS baru. "Seluruhnya harus komplit. Tidak boleh ada satu dokumen yang bolong," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya ini dilakukan dalam rangka profesionalisasi aparatur sipil negara. Dia berharap, formasi PNS baru yang diusulkan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan riil di daerah. Bukan usulan yang mengada-ada seperti periode sebelumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai saat ini, pihak Kemen PAN dan RB terus sosialisasi terkait usulan kebutuhan CPNS baru. Untuk tenaga pendidik seperti guru, sudah diberlakukan aturan tersendiri. Misalnya, untuk guru TKN (Taman Kanak-kanak Negeri) ditetapkan satu guru negeri untuk satu rombongan belajar yang ada di satu kabupaten atau kota.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selanjutnya, untuk guru kelas SDN ditetapkan satu orang untuk satu rombongan belajar di seluruh kabupaten atau kota. Aturan ini juga sama untuk usulan guru SLB Negeri. Sedangkan untuk guru Penjaskes dan agama, dihitung tiga kali jumlah sekolah yang ada di kabupaten atau kota.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara untuk rumus usulan guru bidang studi di SMP, SMU, dan SMK adalah, mengalikan jumlah jam wajib sebuah bidang studi dengan jumlah rombongan belajar, lalu dibagi 24 jam. Untuk guru BP, aturan ditetapkan satu guru untuk 150 siswa. Jadi jika di sebuah sekolah ada 300 siswa, maka guru BP-nya ditetapkan dua orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aturan tersebut tidak berlaku jika di dalam satu sekolah jumlah guru masih mencukupi. Daerah boleh mengusulkan jika ada sekolah yang benar-benar membutuhkan, karena tenaga pendidik yang ada sudah pensiun. (wan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.jpnn.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-7580716890431700722?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/7580716890431700722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/pemerintah-membatasi-formasi-cpns-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7580716890431700722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7580716890431700722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/pemerintah-membatasi-formasi-cpns-baru.html' title='Pemerintah membatasi formasi CPNS baru'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-1097573142187801153</id><published>2012-02-03T15:34:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T15:35:31.059-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Tes Uji Kompetensi Guru TIK, Soal Uji Kompetensi Guru TIK</title><content type='html'>Soal Tes Uji Kompetensi Guru TIK, Soal Uji Kompetensi Guru TIK&lt;br /&gt;1. SCL adalah salah satu inovasi di bidang pendidikan yang bercirikan:&lt;br /&gt;a. Menekankan transfer pengetahuan dari guru ke siswa,&lt;br /&gt;b. Lebih menekankan pada penguasaan materi,&lt;br /&gt;c. Penekanan pada pencapaian kompetensi,&lt;br /&gt;d. Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah,&lt;br /&gt;e. Penekanan pada ketuntasan materi pelajaran.&lt;br /&gt;2. Pemilihan model pembelajaran sangat bergantung pada:&lt;br /&gt;a. Sarana-prasarana,&lt;br /&gt;b. Siswa,&lt;br /&gt;c. Kurikulum,&lt;br /&gt;d. Guru,&lt;br /&gt;e. Semuanya benar.&lt;br /&gt;3. Perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi:&lt;br /&gt;a. Perkembangan model pembelajaran,&lt;br /&gt;b. Cara belajar siswa,&lt;br /&gt;c. Cara mengajar guru,&lt;br /&gt;d. Perkembangan bahan ajar,&lt;br /&gt;e. Semuanya benar.&lt;br /&gt;4. Model pembelajaran yang meminta siswa untuk mengurutkan dan menjelaskan gambar setelah guru menyampaikan materi adalah:&lt;br /&gt;a. Cooperative Script,&lt;br /&gt;b. Metode Jigsaw,&lt;br /&gt;c. Snowball Throwing,&lt;br /&gt;d. Problem Solving,&lt;br /&gt;e. Picture and Picture.&lt;br /&gt;5. Model pembelajaran yang mengedepankan kerjasama sesama guru serta melakukan perencanaan, praktek mengajar, observasi Refleksi/kritikan terhadap pembelajaran adalah:&lt;br /&gt;a. Lesson Study,&lt;br /&gt;b. Cooperative Script,&lt;br /&gt;c. Metode Jigsaw,&lt;br /&gt;d. Snowball Throwing,&lt;br /&gt;e. Inquiry.&lt;br /&gt;6. Model pembelajaran dengan cara membuat pertanyaan yang dituliskan pada kertas lalu diberikan pada ketua kelompok untuk dilempar ke siswa lain untuk dijawab adalah:&lt;br /&gt;a. Lesson Study,&lt;br /&gt;b. Cooperative Script,&lt;br /&gt;c. Metode Jigsaw,&lt;br /&gt;d. Snowball Throwing,&lt;br /&gt;e. Inquiry.&lt;br /&gt;7. Model pembelajaran dimana guru membagi topik tertentu menjadi beberapa subtopik, selanjutnya membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif, setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap subtopik, adalah:&lt;br /&gt;a. Lesson Study,&lt;br /&gt;b. Cooperative Script,&lt;br /&gt;c. Metode Jigsaw,&lt;br /&gt;d. Snowball Throwing,&lt;br /&gt;e. Inquiry.&lt;br /&gt;8. Model pembelajaran yang mempunyai kelebihan mendorong siswa berpikir secara ilmiah, kreatif, intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri, menumbuhkan sikap objektif, jujur dan terbuka, adalah:&lt;br /&gt;a. Role Playing,&lt;br /&gt;b. Inquiry,&lt;br /&gt;c. Problem Solving,&lt;br /&gt;d. Picture and Picture,&lt;br /&gt;e. Metode Jigsaw.&lt;br /&gt;9. Model pembelajaran yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis, adalah:&lt;br /&gt;a. Role Playing,&lt;br /&gt;b. Inquiry,&lt;br /&gt;c. Problem Solving,&lt;br /&gt;d. Picture and Picture,&lt;br /&gt;e. Metode Jigsaw.&lt;br /&gt;10. Model pembelajaran yang mempunyai keunggulan antara lain; berpikir dan bertindak kreatif, memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis, merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat, adalah:&lt;br /&gt;a. Role Playing,&lt;br /&gt;b. Inquiry,&lt;br /&gt;c. Problem Solving,&lt;br /&gt;d. Picture and Picture,&lt;br /&gt;e. Metode Jigsaw.&lt;br /&gt;1. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang&lt;br /&gt;kemajuan belajar siswa, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut, kecuali:&lt;br /&gt;a.Penilaian unjuk kerja&lt;br /&gt;b. Penilaian sikap&lt;br /&gt;c. Penilaian observasi langsung&lt;br /&gt;d. Penggunaan tertulis&lt;br /&gt;2. Dalam Soal tes tertulis peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti berikut, kecuali:&lt;br /&gt;a. Memberi tanda&lt;br /&gt;b. Mewarnai&lt;br /&gt;c. Membaca&lt;br /&gt;d. Menggambar&lt;br /&gt;3. Tes tertulis dalam bentuk mensuplai jawaban dapat dibedakan, kecuali menjadi:&lt;br /&gt;a.multiple choice&lt;br /&gt;b. isian&lt;br /&gt;c. jawaban singkat&lt;br /&gt;d. uraian.&lt;br /&gt;4. Tes ini dapat digunakan untuk menilai kemampuanberfikir tinggi !&lt;br /&gt;a. tes sebab-akibat&lt;br /&gt;b. tes benar – salah&lt;br /&gt;c. tes menjodohkan&lt;br /&gt;d. tes pilihan ganda.&lt;br /&gt;5. Tes tertulis bentuk ini merupakan alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang telah dipelajarinya.&lt;br /&gt;a. jawaban singkat&lt;br /&gt;b. uraian&lt;br /&gt;c. isian&lt;br /&gt;d. pilihan ganda.&lt;br /&gt;6. Dalam menyusun alat penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut, kecuali .........&lt;br /&gt;a. jumlah item&lt;br /&gt;b. karakteristik mata pelajaran&lt;br /&gt;c. materi&lt;br /&gt;d. konstruksi&lt;br /&gt;7. Tes pilihan ganda memiliki beberapa kekurangan diantaranya tersebut berikut ini, kecuali .........&lt;br /&gt;a.peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya&lt;br /&gt;b. menimbulkan kecenderungan anak didik tidak belajar&lt;br /&gt;c. kurang dapat untuk memodifikasi kegiatan pembelajaran&lt;br /&gt;d. banyak digunakan untuk penilaian ketrampilan berbahasa secara formal.&lt;br /&gt;8. Kelemahan tes tertulis bentuk uraian antara lain .....&lt;br /&gt;a. peserta didik dapat mengekspresikan gagasan atau pendapatnya&lt;br /&gt;b. dapat menilai berbagai jenis kompetensi&lt;br /&gt;c. cakupan materi yang ditanyakan terbatas&lt;br /&gt;d. peserta didik dituntut untuk mengemukakan pendapatnya dengan kata-katanya sendiri.&lt;br /&gt;9.Keberhasilan pembelajaran bergantung pada beberapa hal, kecuali ....&lt;br /&gt;a. efektifitas penilaian kelas&lt;br /&gt;b. cost benefit yang besar&lt;br /&gt;c. perancangan penilaian secara sistemasis&lt;br /&gt;d. perlakuan penilaian yang secara terus-menerus dan berkesinambungan.&lt;br /&gt;10. Penilaian kelas yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat, kecuali&lt;br /&gt;a. bagi orang tua, dapat meningkatkan gairah kerjanya agar dapat membiayai sekolah anak-anaknya&lt;br /&gt;b. bagi guru, dapat meningkatkan efektifitas mengajarnya&lt;br /&gt;c. bagi peserta didik, akan meningkatkan kualitas kegiatan/hasil belajarnya&lt;br /&gt;d. mampu memotivasi anak didik meningkatkan terus upaya belajarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. KTSP menuntut adanya perubahan dalam mengelola proses pembelajaran. Oleh karena itu guru harus (a). Inovatip dan Kreatip (b) Paradikma Teaching berubah menjadi learning (c). cara berpikir produktip menjadi reflektip dan (d ). Demonstrating the knowledge. Soal : dari pernyataan tersebut yang tidak sesuai adalah :&lt;br /&gt;A. (a) dan (b) B. (a) dan (d) C. (d) D. (c)&lt;br /&gt;1. Menggunakan media dan menggunakan teknik presentasi merupakan salah satu cara mengelola pembelajaran akan :&lt;br /&gt;(a) menarik perhatian siswa. (b). Membosankan siswa&lt;br /&gt;(c). Meningkatkan daya serap siswa (d). Merepotkan dan membebani guru&lt;br /&gt;Soal : Dari pernyataan tersebut yang benar adalah :&lt;br /&gt;A. (a) dan (b) B. (a) dan (c) C. (b) dan (d) D. (c)dan (d)&lt;br /&gt;3, Sumber belajar adalah segala macam sumber yang memungkinkan siswa belajar. Ada bermacam-macam sumber belajar yaitu yang benar terdiri dari :&lt;br /&gt;A. pesan dan orang B. Alat dan teknik&lt;br /&gt;C. Lingkungan, D. pesan dan bahan&lt;br /&gt;( boleh pilih lebih dari satu jawaban).&lt;br /&gt;4. Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa.&lt;br /&gt;Soal : Pernyataan tersebut merupakan konsep media yang dinyatakan oleh: &lt;br /&gt;A. Palmer, W B. Gagne C. Bright D. AECT&lt;br /&gt;5. Yang termasuk bahan pertimbangan dalam memilih media dalam pembelajaran diantaranya adalah :&lt;br /&gt;A. harus membuat terlebih dulu&lt;br /&gt;B. Kesesuaian dengan tujuan dan bahan&lt;br /&gt;C. harganya mahal dan modern&lt;br /&gt;D. Pengoperasiannya sulit.&lt;br /&gt;6. Manakah media yang paling baik untuk mengajar&lt;br /&gt;A. VCD B. Flip Chart D. OHT E. LCD&lt;br /&gt;7. Fungsi GBIPM (Garis Besar Isi Program Media) adalah&lt;br /&gt;A. instrument perencanaan media dalam pembelajaran&lt;br /&gt;B. Instrument Pengembangan Media dalam pembelajaran&lt;br /&gt;C. Instrument Pemilihan Media dalam pembelajaran&lt;br /&gt;D. Perencanaan Program Media dalam pembelajaran&lt;br /&gt;(boleh pilih lebih dari satu jawaban)&lt;br /&gt;8. Media dalam pembelajaran harus didisain dengan baik dan menarik. Hal ini karena media bukan semata-mata berperan sebagai perantara atau pengantar pesan, tetapi media juga perperan sebagai Perangsang:&lt;br /&gt;A. Pikiran dan Perasaan B. Perhatian dan minat&lt;br /&gt;C. Menarik perhatian D. Menarik Minat.&lt;br /&gt;(boleh memilih dua opsi yang tepat)&lt;br /&gt;9. Pilihlah jenis huruf berikut ini yang menurut saudara paling tepat untuk membuat media OHT/Slide presentasi&lt;br /&gt;A. Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran&lt;br /&gt;B. Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran&lt;br /&gt;C. Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran&lt;br /&gt;D. Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya tulis, kecuali&lt;br /&gt;a. sikap penulis&lt;br /&gt;b. panjang tulisan&lt;br /&gt;c. struktur sajian&lt;br /&gt;d. penggunaan bahasa&lt;br /&gt;2. Struktur sajian suatu karya tulis ilmiah pada umumnya terdiri dari&lt;br /&gt;a. pendahuluan, inti (pokok pembahasan), dan penutup&lt;br /&gt;b. pendahuluan, abstrak, bagian inti, simpulan&lt;br /&gt;c. abstrak, pendahuluan, bagian inti, simpulan&lt;br /&gt;d. abstrak, bagian inti, penutup&lt;br /&gt;3. Bagian penutup suatu karya tulis ilmia, pada umumnya menyajikan&lt;br /&gt;tentang&lt;br /&gt;a. rangkuman dan tindak lanjut&lt;br /&gt;b. simpulan umum&lt;br /&gt;c. rekomendasi penulis&lt;br /&gt;d. simpulan dan saran&lt;br /&gt;4. Substansi suatu karya tulis ilmiah dapat mencakup berbagai hal, dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Berikut ini adalah contoh-contoh subatansi karya tulis ilmiah, kecuali&lt;br /&gt;a. pendidikan&lt;br /&gt;b. kebudayaan&lt;br /&gt;c. pemulung&lt;br /&gt;d. informatika&lt;br /&gt;5. Dalam karya tulis ilmiah, penulis bersikap netral, obyektif, dan tidak memihak. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada, kecuali&lt;br /&gt;a. fakta atau kenyataan&lt;br /&gt;b. argumentasi&lt;br /&gt;c. teori yang diakui kebenarannya&lt;br /&gt;d. data empirik/hasil penelitian&lt;br /&gt;6. Keobyektifan penulis karya tulis ilmiahdicerminkan dalam gaya bahasa yang bersifat&lt;br /&gt;a. resmi&lt;br /&gt;b. baku&lt;br /&gt;c. impersonal&lt;br /&gt;d. personal&lt;br /&gt;7. Komponen suatu karya tulis ilmiah bervariasi sesuai dengan jenis karya tulis ilmiah dan tujuan penulisannya, namun pada umumnya semua karya tulis ilmiah mempunayi komponen&lt;br /&gt;a. daftar pustaka&lt;br /&gt;b. abstrak&lt;br /&gt;c. daftar tabel&lt;br /&gt;d. lampiran&lt;br /&gt;8. Berikut ini adalah ciri-ciri suatu karya tulis ilmiah, kecuali&lt;br /&gt;a. memaparkan bidang ilmu tertentu&lt;br /&gt;b. merupakan deskripsi suatu kejadian&lt;br /&gt;c. menggunakan gaya bahasa resmi&lt;br /&gt;d. disajikan secara sistematis&lt;br /&gt;9. Di antara judul berikut, yang manakah yang paling sesuai untuk judul karya tulis ilmiah?&lt;br /&gt;a. senjata makan tuan&lt;br /&gt;b. kumbang cantik pengisap madu&lt;br /&gt;c. pengaruh gizi pada pertumbuhan anak&lt;br /&gt;d. pengaruh obat bius yang menghebohkan&lt;br /&gt;10 Untuk membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis bukan ilmiah, seseorang dapat mengkaji berbagai aspek tulisan. Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah&lt;br /&gt;a. sistematika tulisan&lt;br /&gt;b. panjang tulisan&lt;br /&gt;c. ragam bahasa yang digunakan&lt;br /&gt;d. pengarang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Artikel dapat dikelompokkan menjadi&lt;br /&gt;a. artikel laporan dan artikel rujukan&lt;br /&gt;b. artikel konseptual dan artikel teoritis&lt;br /&gt;c. artikel hasil telaahan dan artikel teoritis&lt;br /&gt;d. artikel hasil laporan dan artikel hasil telaahan&lt;br /&gt;2. Dari sudut ide, salah satu dari empat faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi adalah&lt;br /&gt;a. kelayakan ide untuk dipublikasikan&lt;br /&gt;b. wacana tentang ide yang sedang berkembang&lt;br /&gt;c. kesiapan ide untuk didiskusikan&lt;br /&gt;d. persamaan persepsi para ahli di bidang yang sama&lt;br /&gt;3. Tulisan analisis konseptual terdiri dari&lt;br /&gt;a. judul, abstrak, data, pembahasan, dan referensi&lt;br /&gt;b. judul, abstrak, pendahuluan, diskusi, referensi&lt;br /&gt;c. judul pendahuluan, diskusi, kesimpulan referensi&lt;br /&gt;d. judul, pendahuluan, temuan, pembahasan, referensi&lt;br /&gt;4. Dalam suatu artikel konseptual, bagaimana teori/konsep yang ditawarkan dapat berkontribusi dalam peta pengetahuan dimuat pada bagian&lt;br /&gt;a. abstrak&lt;br /&gt;b. pendahuluan&lt;br /&gt;c. diskusi&lt;br /&gt;d. referensi&lt;br /&gt;5. Referensi memuat semua rujukan yang&lt;br /&gt;a. pernah dibaca penulis&lt;br /&gt;b. perlu dibaca pembaca&lt;br /&gt;c. dimuat dalam badan tulisan&lt;br /&gt;d. diperlukan dalam pengembangan tulisan&lt;br /&gt;6. Salah satu dari tiga pertanyaan yang harus dijawab di bagian pendahuluan adalah berikut ini&lt;br /&gt;a. apa inti teori/konsep yang dibahas?&lt;br /&gt;b. mengapa konsep itu dibahas?&lt;br /&gt;c. Apa kesimpulan yang dapat ditarik?&lt;br /&gt;d. Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan?&lt;br /&gt;7. Salah satu hal yang harus dihindari pada saat menulis hasil penelitian adalah&lt;br /&gt;a. menjelaskan partisipan&lt;br /&gt;b. menulis masalah yang sudah pernah dibahas&lt;br /&gt;c. memecah satu penelitian menjadi beberapa artikel&lt;br /&gt;d. melaporkan korelasi yang dibahas dalam penelitian&lt;br /&gt;8. Pemilihan penggunaan kata dan kalimat yang tidak provokatif dalam laporan atau artikel merupakan salah satu contoh upaya untuk menjaga kualitasdari aspek&lt;br /&gt;a. panjang tulisan&lt;br /&gt;b. nada tulisan&lt;br /&gt;c. gaya tulisan&lt;br /&gt;d. bahasa tulisan&lt;br /&gt;9. Rekomendasi untuk judul adalah&lt;br /&gt;a. 8-10 kata&lt;br /&gt;b. 10-12 kata&lt;br /&gt;c. 12-15 kata&lt;br /&gt;d. 15-30 kata&lt;br /&gt;10. Dalam suatu laporan atau artikel hasil penelitian, kontribusi penelitian dapat dilihat di bagian&lt;br /&gt;a. pendahuluan&lt;br /&gt;b. metode&lt;br /&gt;c. hasil&lt;br /&gt;d. diskusi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.     Jelaskan beberapa inovasi dalam bidang pendidikan yang bapak/ibu ketahui, apa kelemahan dan keunggulannya.&lt;br /&gt;2.     Jelaskan dampak perkembangan Ipteks pada inovasi bidang pendidikan dan inovasi di bidang pembelajaran.&lt;br /&gt;3.     Buat RPP ringkas untuk mata pelajaran tertentu menggunakan satu atau lebih model pembelajaran inovatif yang bapak/ibu anggap sesuai dengan mapel tersebut.&lt;br /&gt;4.     Dalam praktik pembelajaran, paling banyak dipergunakan teknik penilaian tertulis. Setujukah anda atas pernyataan tersebut ? Mengapa demikian ?&lt;br /&gt;5.     Adakah teknik penilaian yang dapatdipergunakan untuk menilai berbagai kompetensi ? Berikan alasannya !&lt;br /&gt;6.     Berikan alasan! Mengapa Teknik Penilaian Tertulis, khususnya alat penilaian tes pilihan ganda kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian pembelajaran yang otentik dan berkesinambungan ?&lt;br /&gt;7.     Apa alasannya PTK selalu dirancang dalam bentuk tahapan siklus yang berulang-ulang ?&lt;br /&gt;8.     Apa hakekat utama dari penelitian tindakan kelas tersebut ?&lt;br /&gt;9.     Jelaskan makna dan fungsi dilakukannya PTK oleh seorang guru ?&lt;br /&gt;10.  Kenapa PTK tidak tepat dilakukan oleh orang lain ?&lt;br /&gt;11.  Apa tujuan dan manfaatnya jika dalam penelitian tindakan kelas dilakukan secara kolaboratif dengan pihak lain (dosen LPTK) ?&lt;br /&gt;12.  Prinsip-prinsip apa aja yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan sebuah PTK ?&lt;br /&gt;13.  Faedah apa yang dapat dipetik dengan model penelitian yang bersifat siklus dan reflketif ?&lt;br /&gt;14.  Jelaskan ciri-ciri yang dimiliki oleh PTK ?&lt;br /&gt;15.  Sebutkan langkah-langkah pokok dalam menentukan sebuah tema PTK !&lt;br /&gt;16.  Apakah semua masalah dalam pembelajaran dapat diteliti dengan dengan PTK, berikan alasan anda !&lt;br /&gt;17.  Kenapa PTK senantiasa diharuskan bersumber dari guru kelas ?&lt;br /&gt;18.  Sebutkan garis besar struktur dari sebuah proposal PTK !&lt;br /&gt;19.  Pertimbangan-pertimbangan apa saja yang harus diperhitungkan dalam PTK?&lt;br /&gt;20.  Setelah membaca uraian di atas, coba bapak dan ibu simpulkan bagaimana caranya mengenal karakteristik karya tulis ilmiah. Jelaskan mengapa bapak dan ibu menyimpulkan seperti itu?&lt;br /&gt;21.  Sebutkan aspek-aspek yang dapat menggambarkan karakteristik suatu karya tulis ilmiahdan berikan penjelasan singkat untuk setiap aspek. Berdasarkan uraian itu, coba simpulkan karakteristik karya tulis ilmiah!&lt;br /&gt;22.  Secara umum, struktur sajian suatu karya tulis ilmiah terdiri dari bagian awal, inti, dan bagian penutup. Coba jelaskan deskripsi masing-masing bagian dan apa bedanya dengan struktur sajian karya non ilmiah?&lt;br /&gt;23.  Jelaskan mengapa abstrak merupakan bagian terpenting dalam laporan dan artikel penelitian&lt;br /&gt;24.  Sebut dan jelaskan perbedaan karya tulis ilmiah hasil pemikian dan hasil penelitian!&lt;br /&gt;25.  Carilah salah satu artikel hasil penelitian, telaah unsur-unsur yang terdapat pada artikel itu!&lt;br /&gt;Sumber : Buku Materi PLPG, UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-1097573142187801153?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/1097573142187801153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-uji-kompetensi-guru-tik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/1097573142187801153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/1097573142187801153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-uji-kompetensi-guru-tik.html' title='contoh : Soal Tes Uji Kompetensi Guru TIK, Soal Uji Kompetensi Guru TIK'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-3268855818710248062</id><published>2012-02-03T15:12:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T15:13:34.429-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru BK</title><content type='html'>Soal Uji Kompetensi Guru BK&lt;br /&gt;1.     Tunjukkan semua alasan yang saudara ketahui, mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya?&lt;br /&gt;2.     Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik?&lt;br /&gt;3.     Tuliskan semua manfaat memahami konselor bila ia terampil menggunakan bermacam-macam teknik asesmen !&lt;br /&gt;4.     Tuliskan pula bahayanya jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya !&lt;br /&gt;5.     Tuliskan pengertian daftar cek masalah dengan kalimat saudara sendiri&lt;br /&gt;6.     Jelaskan untuk apa biasanya daftar cek digunakan dalam kegiatan bimbingan dan konseling&lt;br /&gt;7.     Jelaskan kelebihan penggunaan daftar cek dibanding dengan interview&lt;br /&gt;8.     Tunjukkan alas an saudara, mengapa dalam analisis daftar cek bukan sekedar melihat kuantitas masalah yang dihadapi siswa, tetapi perlu memahami intensitas masalah &lt;br /&gt;9.     Buatlah rumusan dengan kalimat saudara sendiri, apa yang dimaksud dengan sosiometri&lt;br /&gt;10.  Jelaskan apa kegunaan sosiometri dalam bimbingan dan konseling&lt;br /&gt;11.  Jelaskan dari mana saudara bisa mengetahui bahwa seorang siswa terasing di kelasnya jika saudar melihat data sosiogram.&lt;br /&gt;12.  Mengapa interviu memerlukan waktu yang lebih lama? Jelaskan!&lt;br /&gt;13.  Dalam kegiatan konseling interviu merupakan metode yang utama, Beri penjelasan secukupnya!&lt;br /&gt;14.  Dalam menyusun panduan interviu, hal apa yang harus dikuasai oleh interviuer?&lt;br /&gt;15.  Jelaskan pengertian bimbingan dan konseling kelompok yang menyebutkan pada unsur-unsur pokoknya.&lt;br /&gt;16.  Berikan penjelasan tentang perbandingan antara bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan psikoterapi kelompok ditinjau dari , fungsi, anggota, suasana interaksi, dan jumlah anggota.&lt;br /&gt;17.  Jelaskan tujuan umum dan tujuan khusus konseling kelompok.&lt;br /&gt;18.  Berikan ilustrasi kekuatan konseling kelompok bila dibandingkan dengan konseling individual.&lt;br /&gt;19.  Sebut dan jelaskan tiga bentuk pengumpulan orang-orang secara ringkas.&lt;br /&gt;20.  Jelaskan faktor-faktor yang dapat mewujudkan suatu kelompok.&lt;br /&gt;21.  Jelaskan peran anggota kelompok dalam bimbingan kelompok.&lt;br /&gt;22.  Kemantapan, kekompakan kelompok tergantung pada beberapa hal. Jelaskan.&lt;br /&gt;23.  Sebutkan tahapan –tahapan dalam bimbingan dan konseling kelompok dan tujuannya masing-masing.&lt;br /&gt;24.  Bilamanakah pemimpin kelompok diharapkan dapat tampil sebagai contoh dalam tahap pembentukan .?&lt;br /&gt;25.  Apa ciri khas tahap peralihan?&lt;br /&gt;26.  Kemukakan perbedaan yang prinsip dalam tahapan bimbingan kelompok dan konseling kelompok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-3268855818710248062?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/3268855818710248062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-bk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/3268855818710248062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/3268855818710248062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-bk.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru BK'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-7385852039998120451</id><published>2012-02-03T15:03:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T15:07:33.727-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Ekonomi SMA SMK</title><content type='html'>Soal Uji Kompetensi Guru Ekonomi SMA SMK&lt;br /&gt;1. Tunjukkan salah satu prinsip yang tidak boleh diterapkan guru dalam berinovasi, yaitu:&lt;br /&gt;a. metode tidak boleh mengganggu komitmen mengajar;&lt;br /&gt;b. pengumpulan data yang dapat menambah waktu guru;&lt;br /&gt;c. metodologi menyesuaikan dengan situasi kelas;&lt;br /&gt;d. masalah sendiri di kelas;&lt;br /&gt;e. fokus terhadap kegiatan (semua komponen).&lt;br /&gt;2. Salah satu tahap yang tidak termasuk dalam model pembelajaran        latihan penelitian adalah&lt;br /&gt;a. Menghadapkan masalah;&lt;br /&gt;b. Penyajian data;&lt;br /&gt;c. Mencari dan mengkaji data;&lt;br /&gt;d. Eksperimen dan mengkaji data;&lt;br /&gt;e. Penarikan kesimpulan dan rekomendasi.&lt;br /&gt;3. Tahap-tahap model pembelajaran sinektiks yang dapat dilakukan guru adalah (1) mendiskripsikan kondisi saat ini, (2) Proses analogi personal, (3) proses analogi langsung, (4) Analisis konflik, (5) Analisis langsung lanjut, (6) Kajian tugas. Tunjukkan tata urutan tahap-tahap model pembelajaran sinektiks yang benar. Adapun tata urutan model pembelajaran sinektiks yang benar adalah:&lt;br /&gt;a. Tahap (1), (2), (3), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;b. Tahap (1), (3), (2), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;c. Tahap (1), (5), (2), (3), (4), dan (6).&lt;br /&gt;d. Tahap (1), (5), (4), (3), (2), dan (6).&lt;br /&gt;e. Tahap (1), (2), (5), (4), (3), dan (6).&lt;br /&gt;4. Tahap-tahap model pembelajaran pertemuan kelas dapat dilakukan guru adalah (1) menciptakan suasana yang baik, (2) membuat nilai keputusan personal, (3) menyajikan masalah, (4) mengidentifikasi pilihan tindakan, (5) memberi komentar, (6) menetapkan tindak lanjut. Tunjukkan tata urutan tahap-tahap model pembelajaran pertemuan kelas yang benar. Adapun tata urutan model pembelajaran pertemuan kelas yang benar adalah:&lt;br /&gt;a. Tahap (1), (2), (3), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;b. Tahap (1), (3), (2), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;c. Tahap (1), (5), (2), (3), (4), dan (6).&lt;br /&gt;d. Tahap (1), (5), (4), (3), (2), dan (6).&lt;br /&gt;e. Tahap (1), (2), (5), (4), (3), dan (6).&lt;br /&gt;5. Tahap-tahap model pembelajaran penelitian juresprudential dapat dilakukan guru adalah (1) orientasi kasus, (2) penetapan posisi, (3) identifikasi masalah, (4) contoh dan argumentasi, (5) penyajian posisi, (6) pengetesan asumsi. Tunjukkan tata urutan tahap-tahap model pembelajaran penelitian juresprudential yang benar. Adapun tata urutan model pembelajaran penelitian juresprudential yang benar adalah:&lt;br /&gt;a. Tahap (1), (2), (3), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;b. Tahap (1), (3), (2), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;c. Tahap (1), (5), (2), (3), (4), dan (6).&lt;br /&gt;d. Tahap (1), (5), (4), (3), (2), dan (6).&lt;br /&gt;e. Tahap (1), (2), (5), (4), (3), dan (6).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Media yang berkaitan dengan indera pendengaran adalah :&lt;br /&gt;a. Transparansi&lt;br /&gt;b. Laboratorium Bahasa&lt;br /&gt;c. Mikrofis&lt;br /&gt;d. Flanel Board&lt;br /&gt;2. Dari sisi kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan menjadi :&lt;br /&gt;a. Media asli dan media tiruan&lt;br /&gt;b. Media jadi dan media rancangan&lt;br /&gt;c. Media material dan media audio&lt;br /&gt;d. Media visual dan media audiovisual&lt;br /&gt;3. Di bawah ini adalah penyebab guru memilih media, kecuali :&lt;br /&gt;a. Dapat mendemonstrasikan&lt;br /&gt;b. Familier (terbiasa) dengan media&lt;br /&gt;c. Dapat menjelaskan lebih konkret&lt;br /&gt;d. Menghemat bicara&lt;br /&gt;4. Di bawah ini yang tidak termasuk sumber belajar adalah :&lt;br /&gt;a. Papan tulis&lt;br /&gt;b. Guru&lt;br /&gt;c. Media&lt;br /&gt;d. Buku&lt;br /&gt;5. Di bawah ini dapat mengambarkan pengertian media kecuali&lt;br /&gt;a. Saluran penyampai pesan&lt;br /&gt;b. Instrumen yang dapat merangsang siswa untuk belajar&lt;br /&gt;c. Siswa dalam belajar perlu hiburan&lt;br /&gt;d. Alat untuk menambah perhatian dan minat siswa untuk belajar&lt;br /&gt;6. Dalam pelajaran ekonomi, untuk menerangkan data pertumbuhan penduduk, sangat cocok menggunakan media di bawah ini, kecuali :&lt;br /&gt;a. Globe&lt;br /&gt;b. Grafik&lt;br /&gt;c. Diagram&lt;br /&gt;d. Tabel/bagan&lt;br /&gt;7. Ahli yang mengembangkan media adalah di bawah ini, kecuali :&lt;br /&gt;a. J.B. Say&lt;br /&gt;b. AECT&lt;br /&gt;c. Gagn&lt;br /&gt;d. Brigs&lt;br /&gt;8. Yang termasuk media paling gampang dibuat oleh guru, tanpa menggunakan biaya adalah :&lt;br /&gt;a. Kartun&lt;br /&gt;b. Grafik&lt;br /&gt;c. Transparansi&lt;br /&gt;d. Sketsa&lt;br /&gt;9. Apa yang sebaiknya diperhatikan dalam menyusun media :&lt;br /&gt;a. Material yang mahal&lt;br /&gt;b. Kecanggihan alat&lt;br /&gt;c. Gampang dibuat&lt;br /&gt;d. Aspek desain&lt;br /&gt;10. Dalam rangka pemilihan media, hal yang paling perlu diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;a. Apakah harga bahan pembuatan media terjangkau&lt;br /&gt;b. Apakah materi pelajaran yang mutakhir&lt;br /&gt;c. Apakah relevan dengan tujuan pembelajaran&lt;br /&gt;d. Apakah bisa dikomputerisasikan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya tulis, kecuali&lt;br /&gt;a. sikap penulis&lt;br /&gt;b. panjang tulisan&lt;br /&gt;c. struktur sajian&lt;br /&gt;d. penggunaan bahasa&lt;br /&gt;2. Struktur sajian suatu karya tulis ilmiah pada umumnya terdiri dari&lt;br /&gt;a. pendahuluan, inti (pokok pembahasan), dan penutup&lt;br /&gt;b. pendahuluan, abstrak, bagian inti, simpulan&lt;br /&gt;c. abstrak, pendahuluan, bagian inti, simpulan&lt;br /&gt;d. abstrak, bagian inti, penutup&lt;br /&gt;3. Bagian penutup suatu karya tulis ilmia, pada umumnya menyajikan tentang&lt;br /&gt;a. rangkuman dan tindak lanjut&lt;br /&gt;b. simpulan umum&lt;br /&gt;c. rekomendasi penulis&lt;br /&gt;d. simpulan dan saran&lt;br /&gt;4. Substansi suatu karya tulis ilmiah dapat mencakup berbagai hal, dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Berikut ini adalah contoh-contoh subatansi karya tulis ilmiah, kecuali&lt;br /&gt;a. pendidikan&lt;br /&gt;b. kebudayaan&lt;br /&gt;c. pemulung&lt;br /&gt;d. informatika&lt;br /&gt;5. Dalam karya tulis ilmiah, penulis bersikap netral, obyektif, dan tidak memihak. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada, kecuali&lt;br /&gt;a. fakta atau kenyataan&lt;br /&gt;b. argumentasi&lt;br /&gt;c. teori yang diakui kebenarannya&lt;br /&gt;d. data empirik/hasil penelitian&lt;br /&gt;6. Keobyektifan penulis karya tulis ilmiahdicerminkan dalam gaya bahasa yang bersifat&lt;br /&gt;a. resmi&lt;br /&gt;b. baku&lt;br /&gt;c. impersonal&lt;br /&gt;d. personal&lt;br /&gt;7. Komponen suatu karya tulis ilmiah bervariasi sesuai dengan jenis karya tulis ilmiah dan tujuan penulisannya, namun pada um,umnya semua karya tulis ilmiah mempunayi komponen&lt;br /&gt;a. daftar pustaka&lt;br /&gt;b. abstrak&lt;br /&gt;c. daftar tabel&lt;br /&gt;d. lampiran&lt;br /&gt;8. Berikut ini adalah ciri-ciri suatu karya tulis ilmiah, kecuali&lt;br /&gt;a. memaparkan bidang ilmu tertentu&lt;br /&gt;b. merupakan deskripsi suatu kejadian&lt;br /&gt;c. menggunakan gaya bahasa resmi&lt;br /&gt;d. disajikan secara sistematis&lt;br /&gt;9. Di antara judul berikut, yang manakah yang paling sesuai untuk judul karya tulis ilmiah?&lt;br /&gt;a. senjata makan tuan&lt;br /&gt;b. kumbang cantik pengisap madu&lt;br /&gt;c. pengaruh gizi pada pertumbuhan anak&lt;br /&gt;d. pengaruh obat bius yang menghebohkan&lt;br /&gt;10. Untuk membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis bukan ilmiah, seseorang dapat mengkaji berbagai aspek tulisan. Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah&lt;br /&gt;a. sistematika tulisan&lt;br /&gt;b. panjang tulisan&lt;br /&gt;c. ragam bahasa yang digunakan&lt;br /&gt;d. pengarang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Artikel dapat dikelompokkan menjadi&lt;br /&gt;a. artikel laporan dan artikel rujukan&lt;br /&gt;b. artikel konseptual dan artikel teoritis&lt;br /&gt;c. artikel hasil telaahan dan artikel teoritis&lt;br /&gt;d. artikel hasil laporan dan artikel hasil telaahan&lt;br /&gt;2. Dari sudut ide, salah satu dari empat faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi adalah&lt;br /&gt;a. kelayakan ide untuk dipublikasikan&lt;br /&gt;b. wacana tentang ide yang sedang berkembang&lt;br /&gt;c. kesiapan ide untuk didiskusikan&lt;br /&gt;d. persamaan persepsi para ahli di bidang yang sama&lt;br /&gt;3. Tulisan analisis konseptual terdiri dari&lt;br /&gt;a. judul, abstrak, data, pembahasan, dan referensi&lt;br /&gt;b. judul, abstrak, pendahuluan, diskusi, referensi&lt;br /&gt;c. judul pendahuluan, diskusi, kesimpulan referensi&lt;br /&gt;d. judul, pendahuluan, temuan, pembahasan, referensi&lt;br /&gt;4. Dalam suatu artikel konseptual, bagaimana teori/konsep yang ditawarkan dapat berkontribusi dalam peta pengetahuan dimuat pada bagian&lt;br /&gt;a. abstrak&lt;br /&gt;b. pendahuluan&lt;br /&gt;c. diskusi&lt;br /&gt;d. referensi&lt;br /&gt;5. Referensi memuat semua rujukan yang&lt;br /&gt;a. pernah dibaca penulis&lt;br /&gt;b. perlu dibaca pembaca&lt;br /&gt;c. dimuat dalam badan tulisan&lt;br /&gt;d. diperlukan dalam pengembangan tulisan&lt;br /&gt;6. Salah satu dari tiga pertanyaan yang harus dijawab di bagian pendahuluan adalah berikut ini&lt;br /&gt;a. apa inti teori/konsep yang dibahas?&lt;br /&gt;b. mengapa konsep itu dibahas?&lt;br /&gt;c. Apa kesimpulan yang dapat ditarik?&lt;br /&gt;d. Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan?&lt;br /&gt;7. Salah satu hal yang harus dihindari pada saat menulis hasil penelitian adalah&lt;br /&gt;a. menjelaskan partisipan&lt;br /&gt;b. menulis masalah yang sudah pernah dibahas&lt;br /&gt;c. memecah satu penelitian menjadi beberapa artikel&lt;br /&gt;d. melaporkan korelasi yang dibahas dalam penelitian&lt;br /&gt;8. Pemilihan penggunaan kata dan kalimat yang tidak provokatif dalam laporan atau artikel merupakan salah satu contoh upaya untuk menjaga kualitasdari aspek&lt;br /&gt;a. panjang tulisan&lt;br /&gt;b. nada tulisan&lt;br /&gt;c. gaya tulisan&lt;br /&gt;d. bahasa tulisan&lt;br /&gt;9. Rekomendasi untuk judul adalah&lt;br /&gt;a. 8-10 kata&lt;br /&gt;b. 10-12 kata&lt;br /&gt;c. 12-15 kata&lt;br /&gt;d. 15-30 kata&lt;br /&gt;10 Dalam suatu laporan atau artikel hasil penelitian, kontribusi penelitian dapat dilihat di bagian&lt;br /&gt;a. pendahuluan&lt;br /&gt;b. metode&lt;br /&gt;c. hasil&lt;br /&gt;d. diskusi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.     Diketahui PDB (GDP) suatu negara (dalam milyar rupiah) Rp1.000,00; Transfer Luar Negeri Rp250,00; Penyusutan Barang Modal Rp150,00; Pajak Tidak Langsung Rp100,00; Laba Ditahan Rp50,00; Pajak Perseroan Rp 25,00; Biaya Jaminan Sosial Rp25,00; Pembayaran Transfer dan Bunga (pembayaran tanpa kontra prestasi) Rp20,00; Pajak Langsung Rp50,00. Hitunglah tiap-tiap konsep pendapatan nasionalnya!&lt;br /&gt;2.     Sebutkan dan jelaskan beberapa tujuan ldalam perhitungan pendapatan nasional selain yang disebutkan di atas?&lt;br /&gt;3.     Sebutkan dan jelaskan beberapa manfaat dalam perhitungan pendapatan nasional selain yang telah disebutkan di atas?&lt;br /&gt;4.     PT. Jaya Abadi Perkasa, Tbk mempunyai bangunan gedung Anjungan Plaza di lokasi pusat pertokoan kota Surabaya, yang menyewakan ruangan-ruangan gedungnya. Tanggal 4 April 2000 menyewakan beberapa ruangan di bangunan gedungnya senilai Rp 2.400.000.000,- untuk masa kontrak 2 tahun. Uang kontrak diterima seluruhnya padapenandatanganan kontrak.&lt;br /&gt;Pertanyaan :&lt;br /&gt;a. Jurnal penerimaan uang kontrak&lt;br /&gt;b. Jurnal penyesuaian akhir periode tahun 2000&lt;br /&gt;c. Jurnal penutup akhir periode tahun 2000&lt;br /&gt;d. Jurnal penyesuaian kembali awal periode tahun 2001 (jika perlu)&lt;br /&gt;e. Jurnal penyesuaian akhir tahun 2001&lt;br /&gt;f. Jurnal penutup akhir tahun 2001&lt;br /&gt;g. Jurnal penyesuaian kembali awal tahun 2002 (jika perlu)&lt;br /&gt;Catata : PT Jaya Abadi Perkasa memakai metode pendekatan&lt;br /&gt;laba/rugi&lt;br /&gt;5.     Inovasi pendidikan seperti yang dikemukakan para akhli tidak lain&lt;br /&gt;adalah: “the introduction a new idea, method or device in curriculum, educational administration, etc. Dari definisi ini dapat kita pahami mengenai pengertian inovasi pendidikan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan inovasi pendidikan itu?&lt;br /&gt;6.     Pengertian-pengertian perubahan dan inovasi pendidikan memiliki cakupan luas dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan-tujuan pendidikan. Perannya cukup signifikan jika dapat dikembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai situasi pendidikan baik dalam settingformal maupun informal. Untuk itu jelaskan cakupan dan spectrum implementasi yang menyebabkan mengapa inovasi pendidikan harus menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan umumnya dan interaksi edukatif khususnya?&lt;br /&gt;7.     Inovasi pendidikan bukan merupakan hal baru di Indonesia, namun agar kita dapat memahami dengan baik persoalan inovasi pendidikan perlu dikaji kelemahan-kelemahan inovasi pendidikan yang ada selama ini. Salah satu kendala adalah akibat adanya sentralisasi pendidikan. Jelaskan mengapa hal ini dapat terjadi?&lt;br /&gt;8.     Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru. Guru harus mampu menjadi seorang inovator guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik. Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas. Kunci utama yang harus dipegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang dilakukan dan dihasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa. Oleh karena itu, agar guru mampu berinovasi memerlukan persyaratan tertentu, yaitu bagaimana mereka mampu mengembangkan kreatifitas. Jelaskan bagaimana caranya guru dapat mengembangkan kreativitasnya?&lt;br /&gt;9.     Berkaitan dengan kompetensi dasar (kompetensi pedagogi, profesional, kepribadian, dan sosial) yang harus dimiliki seorang guru, maka guru sebagai seorang inovator dituntut memiliki beberapa kemampuan. Sebut dan jelaskan kemampuan yang dimaksud?&lt;br /&gt;10.  Bandingkan hasil yang diperoleh siswa paling sedikit 10 siswa untuk mengukur ranah kognitif, afektif dan psikomotor untuk materi pelajaran tertentu (Tentukan terlebih dahulu materi pelajaran yang akan dikaji).Berikan alasan/dasar dari hasil yang diperoleh dari masing-masing Siswa&lt;br /&gt;11.  Implementasikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat rencana tes hasil belajarpada materi yang Bapak/Ibu ampu &lt;br /&gt;12.  Buatlah minimal 5 untuk tes obyektif dengan pilihan ganda (opsion jawaban 5) dan 3 untuk tes uraian dengan jawaban tebatas.&lt;br /&gt;13.  Jelaskan dan gambarkan proses komunikasi yang gagal dan proses komunikasi yang berhasil dengan adanya peran media.&lt;br /&gt;14.  Berikan contoh media yang efektif dalam pembelajaran dengan mengambil tiga kompetensi dasar dari mata pelajaran yang Saudara ampu.&lt;br /&gt;15.  bagaimana caranya mengenal karakteristik karya tulis ilmiah. Jelaskan mengapa bapak dan ibu menyimpulkan seperti itu?&lt;br /&gt;16.  Sebutkan asspek-aspek yang dapat menggambarkan karakteristik suatu karya tulis ilmiahdan berikan penjelasan singkat untuk setiap aspek. Berdasarkan uraian itu, coba simpulkan karakteristik karya tulis ilmiah!&lt;br /&gt;17.  Secara umum, struktur sajian suatu karya tulis ilmiah terdiri dari bagian awal, inti, dan bagian penutup. Coba jelaskan deskripsi masing-masing bagian dan apa bedanya dengan struktur sajian karya non ilmiah?&lt;br /&gt;18.  Jelaskan mengapa abstrak merupakan bagian terpenting dalam laporan dan artikel penelitian&lt;br /&gt;19.  Sebut dan jelaskan perbedaan karya tulis ilmiah hasil pemikian dan hasil penelitian!&lt;br /&gt;20.  Carilah salah satu artikel hasil penelitian, telaah unsur-unsur yang terdapat pada artikel itu!&lt;br /&gt;Sumber: Buku Materi PLPG UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-7385852039998120451?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/7385852039998120451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7385852039998120451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7385852039998120451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-ekonomi.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Ekonomi SMA SMK'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-2556217492918259876</id><published>2012-02-03T14:57:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T15:00:43.318-08:00</updated><title type='text'>Soal Tes Kompetensi Guru Profesi Bahasa Inggris, Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Inggris</title><content type='html'>Soal Tes Kompetensi Guru Profesi Bahasa Inggris, Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Inggris&lt;br /&gt;Hydrogen is the most common element in the universe and was perhaps the first to form. It is among the ten most common elements on Earth as well and one of the most useful for industrial purposes. Under normal conditions of temperature, hydrogen is a gas. Designated as H, hydrogen is the first element in the periodic table because it contains only one proton. Hydrogen can combine with a large number of other elements, forming more compounds than any of the others. Pure hydrogen seldom occurs naturally, but it exists in most organic compounds, that is, compounds that contain carbon,  which account for a very large number of compounds. Moreover, hydrogen is found in inorganic compounds. For example, when hydrogen burns in the presence of oxygen, it forms water.&lt;br /&gt;The lightest and simplest of the elements, hydrogen has several properties that make it valuable for many industries. &lt;br /&gt;It releases more heat per unit of weight than any other fuel. In rocket engines, tons of hydrogen and oxygen are burned, and hydrogen is used with oxygen for welding torches that produce temperatures as high as 4,000 degrees F. and can be used in cutting steel. Fuel cells to&lt;br /&gt;Generate electricity operate on hydrogen and oxygen.&lt;br /&gt;Hydrogen also serves to prevent metals from tarnishing during heat treatments by removing the oxygen from them. Although it would be difficult to remove the oxygen by itself, hydrogen readily combines with oxygen to form water, which can be heated to steam and easily removed. Furthermore, hydrogen is one of the coolest  refrigerants. It does not become a liquid until it reaches&lt;br /&gt;Temperatures of -425 degrees F. Pure hydrogen gas is used in large electric generators to cool the coils.&lt;br /&gt;Future uses of hydrogen include fuel for cars, boats, planes, and other forms of transportation that currently require petroleum  products. These fuels would be lighter, a distinct advantage in the aerospace industry, and they would also be cleaner, thereby reducing pollution in the atmosphere.&lt;br /&gt;Hydrogen is also useful in the food industry for a process known as hydrogenation. Products such as margarine and cooking oils are changed from liquids to semisolids by combining hydrogen with their molecules. Soap manufacturers also use hydrogen for this purpose. In addition, in the chemical industry, hydrogen is used to produce ammonia, gasoline, methyl alcohol, and many other&lt;br /&gt;important products.&lt;br /&gt;1. What is the author’s main purpose in the passage?&lt;br /&gt;A. To explain the industrial uses of hydrogen&lt;br /&gt;B. To describe the origin of hydrogen in the universe&lt;br /&gt;C. To discuss the process of hydrogenation&lt;br /&gt;D. To give examples of how hydrogen and oxygen&lt;br /&gt;2. How can hydrogen be used to cut steel?&lt;br /&gt;A. By cooling the steel to a very low temperature&lt;br /&gt;B. By cooling the hydrogen with oxygen to a very low temperature&lt;br /&gt;C. By heating the steel to a very high temperature&lt;br /&gt;D. By heating the hydrogen with oxygen to a very high temperature&lt;br /&gt;3. The word ‘readily’ in line 22 could be best be replaced by&lt;br /&gt;A. completely&lt;br /&gt;B. slowly&lt;br /&gt;C. easily&lt;br /&gt;D. usually&lt;br /&gt;4. The ‘combining’ in line 35 is closest in meaning to&lt;br /&gt;A. trying&lt;br /&gt;B. changing&lt;br /&gt;C. adding&lt;br /&gt;D. finding&lt;br /&gt;5. The word ‘them’ in line 21 refers to&lt;br /&gt;A. fuel cells&lt;br /&gt;B. metals&lt;br /&gt;C. treatments&lt;br /&gt;D. products&lt;br /&gt;6. Where in the passage does the author explain why hydrogen is used as a refrigerant?&lt;br /&gt;A. Lines 8-10&lt;br /&gt;B. Lines 15-18&lt;br /&gt;C. Lines 20-21&lt;br /&gt;D. Lines 24-26&lt;br /&gt;7. What does the author mean by the statement in lines 21-24: Although it ..................... easily removed’?&lt;br /&gt;A. It is easy to form steam by heating water.&lt;br /&gt;B. Water can be made by combining hydrogen and oxygen.&lt;br /&gt;C. Hydrogen cannot be separated from oxygen because it is too difficult.&lt;br /&gt;D. Oxygen is removed by combining it with hydrogen and heating it.&lt;br /&gt;8. How does hydrogen generally occur?&lt;br /&gt;A. It is freely available in nature.&lt;br /&gt;B. It is contained in many compounds.&lt;br /&gt;C. It is often found in pure form.&lt;br /&gt;D. It is released during hydrogenation.&lt;br /&gt;9. The author mentions all of the following as uses for hydrogen EXCEPT&lt;br /&gt;A. to remove tarnish from metals&lt;br /&gt;B. to produce fuels such as gasoline and methyl alcohol&lt;br /&gt;C. to operate fuel cells that generate electricity&lt;br /&gt;D. to change solid foods to liquids&lt;br /&gt;10. It can be inferred from the passage that hydrogen&lt;br /&gt;A. is too dangerous to be used for industrial purposes&lt;br /&gt;B. has many purposes in a variety of industries&lt;br /&gt;C. has limited industrial uses because of its dangerous properties&lt;br /&gt;D. is used in many industries for basically the same purpose&lt;br /&gt;sumber : www.ptkguru.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-2556217492918259876?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/2556217492918259876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/soal-tes-kompetensi-guru-profesi-bahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2556217492918259876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2556217492918259876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/soal-tes-kompetensi-guru-profesi-bahasa.html' title='Soal Tes Kompetensi Guru Profesi Bahasa Inggris, Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Inggris'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-7907292754185175153</id><published>2012-02-03T14:52:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:57:33.677-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Tes Kompetensi Guru Profesi Mapel Sejarah SMA MA SMK,</title><content type='html'>Soal Tes Kompetensi Guru Profesi Mapel Sejarah SMA MA SMK, Soal Uji Kompetensi Guru Sejarah&lt;br /&gt;1. Salah satu ciri perkembangan IPTEK pada kurun waktu 8000 SM - 1700 M adalah …&lt;br /&gt;a. Penggunaan tenaga dari baterai hidup dan baterai alamiah&lt;br /&gt;b. Penggunaan teknologi untuk mengeksplorasi sumberdaya alam dari fosil&lt;br /&gt;c. Pemanfaatan energi yang tidak dapat diperbaharui&lt;br /&gt;d. Munculnya pemikiran akan rekayasa genetika dan bioteknologi&lt;br /&gt;2. Pemikir pertama dari Yunani yang berusaha membuktikan ketidakkebenaran suatu mitos adalah …&lt;br /&gt;a. Phytagoras&lt;br /&gt;b. Thales&lt;br /&gt;c. Aristoteles&lt;br /&gt;d. Socrates&lt;br /&gt;3. Perkembangan ilmu pada masa abad tengah tidak pesat, karena …&lt;br /&gt;a. Tidak ada tokoh-tokoh pemikir yang lahir pada masa itu&lt;br /&gt;b. Alat dan sarana pendukung tidak tersedia&lt;br /&gt;c. Ilmu menjadi abdi agama&lt;br /&gt;d. Ilmuwan merangkap pastor&lt;br /&gt;4. Pada masa modern muncul beberapa pendekatan dalam melihat suatu masalah. Salah satunya&lt;br /&gt;adalah dialektika, yang diartikan sebagai suatu pemikiran yang menyatakan …&lt;br /&gt;a. Perkembangan pemikiran mengikuti hukum positif yang dapat dibuktikan kebenarannya.&lt;br /&gt;b. Perkembangan segala sesuatu berlangsung secara lambat&lt;br /&gt;c. Perkembangan pemikiran mengikuti garis dialog antara tesis, antithesis menuju sintesis&lt;br /&gt;d. Perkembangan ilmu mengikuti ilmu-ilmu alam.&lt;br /&gt;5. Salah satu ciri perkembangan IPTEK pada masa gelombang kedua adalah…&lt;br /&gt;a. Penggunaan energi yang dapat diperbaharui&lt;br /&gt;b. Penggunaan tenaga dari baterai hidup dan baterai alamiah&lt;br /&gt;c. Penggunaan mesin-mesin untuk produksi barang secara massal&lt;br /&gt;d. Pemikiran akan rekayasa genetika dan bioteknologi&lt;br /&gt;6. Era Pasca Perang Dingin dimulai dari peristiwa runtuhnya Tembok Berlin pada ......&lt;br /&gt;a.Tahun 1989 c. Tahun 1991&lt;br /&gt;b.Tahun 1990 d. Tahun 1992&lt;br /&gt;7. Setelah Perang Dingin berakhir, tata hubungan internasional cenderung berbentuk:&lt;br /&gt;a. Multi-polar c. Bi-polar&lt;br /&gt;b. Uni-polar d. Multi-polar dan bi-polar&lt;br /&gt;8. Pasca Perang Dingin terjadi kecenderungan baru berupa ketergantungan ekonomi dan perdagangan antar negara. Hal ini misalnya tercermin dari pembentukan:&lt;br /&gt;a. GNB c. APEC&lt;br /&gt;b. ASEAN d. SAARC&lt;br /&gt;9. Sebelum munculnya Uni Soviet, wilayah tersebut dikuasai oleh Dinasti Romanof secara turun-temurun&lt;br /&gt;selama....&lt;br /&gt;a. Empat abad c. Lima abad&lt;br /&gt;b. Tiga abad d. Dua abad&lt;br /&gt;10. Negara yang paling akhir bergabung dalam Uni Soviet adalah....&lt;br /&gt;a. Georgia c. Armenia&lt;br /&gt;b. Estonia d. Latvia&lt;br /&gt;11. Krisis ekonomi dan politik yang dialami Uni Soviet taun 1980-an merupakan akumulasi kegagalan&lt;br /&gt;kebijakan semasa pemerintahan .......&lt;br /&gt;a. Leonid Bresnev              c. Yuri Andropov&lt;br /&gt;b. konstantin Chernenko     d. Nikita Kruschev&lt;br /&gt;Sumber : Buku Materi PLPG UNNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-7907292754185175153?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/7907292754185175153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-kompetensi-guru-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7907292754185175153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7907292754185175153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-kompetensi-guru-profesi.html' title='contoh : Soal Tes Kompetensi Guru Profesi Mapel Sejarah SMA MA SMK,'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-2919978265583946143</id><published>2012-02-03T14:49:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:52:40.366-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru PKn SMA</title><content type='html'>Soal Tes Kompetensi Guru PKn , Soal Uji Kompetensi Guru PKn SMA&lt;br /&gt;1. Faktor apakah yang mendorong manusia selalu ingin berhubungan dengan manusia lain ?&lt;br /&gt;A. Manusia selalu ingin berteman&lt;br /&gt;B. Manusia tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya&lt;br /&gt;C. Manusia adalah makhluk sosial&lt;br /&gt;D. Manusia ingin memiliki keturunan&lt;br /&gt;2. Apakah yang menjadi dasar lahirnya kaidah-kaidah dan lembaga-lembaga sosial yang membentuk budaya masyarakat ?&lt;br /&gt;A. Kesepakatan-kesepakatan bersama yang di masyarakat&lt;br /&gt;B. Kepentingan-kepentingan semua golongan yang ada dimasyarakat&lt;br /&gt;C. Nilai sosial dasar yang berkembang di masyarakat&lt;br /&gt;D. Pandangan tokoh-tokoh masyarakat.&lt;br /&gt;3. Berikut ini menurut Abraham Maslowadalah menjadi kebutuhan manusia, KECUALI ….&lt;br /&gt;A. Kelangsungan hidup&lt;br /&gt;B. Diakui lingkungan&lt;br /&gt;C. Keamanan&lt;br /&gt;D. Dihormati&lt;br /&gt;4. Kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa, dan wilayah tertentu di muka bumi disebut ….&lt;br /&gt;A. Bangsa&lt;br /&gt;B. Penduduk&lt;br /&gt;C. Masyarakat&lt;br /&gt;D. Suku&lt;br /&gt;5. Siapakah yang menyatakan Bangsa lahir karena adanya kehendak ingin bersatu (kesatuan solidaritas) ?&lt;br /&gt;A. Ir. Soekarno&lt;br /&gt;B. Ben Anderson&lt;br /&gt;C. Moh. Hatta&lt;br /&gt;D. Otto Bauer&lt;br /&gt;6. Sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama, disebut ….&lt;br /&gt;A. Suku&lt;br /&gt;B. Penduduk&lt;br /&gt;C. Bangsa&lt;br /&gt;D. Masyarakat&lt;br /&gt;7. Apakah yang menjadi unsur-unsur pembentuk identitas suatu bangsa ?&lt;br /&gt;A. Agama, Suku Bangsa, Bahasa, dan Kebudayaan&lt;br /&gt;B. Tujuan bersama, suku bangsa, bahasa, dam kebudayaan&lt;br /&gt;C. Suku Bangsa, Tujuan bersama, Agama, dan kebudayaan&lt;br /&gt;D. Kebudayaan, Suku Bangsa, Tujuan Bersama dan Bahasa&lt;br /&gt;8. Apakah yang alasan yang paling mendasar bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang menegara ?&lt;br /&gt;A. Karena ingin membeskan diri dari penjajahan&lt;br /&gt;B. Karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa&lt;br /&gt;C. Karena penjajahan bertentangan dengan peri kemanusiaan&lt;br /&gt;D. Karena ingin setara dengan bangsa-bangsa lain&lt;br /&gt;9. Apakah yang menjadi cita-cita Indonesia setelah mencapai kemerdekaan ?&lt;br /&gt;A. Mendirikan negara Indonesia yang sederajat dengan bangsabangsa lain&lt;br /&gt;B. Mengejar ketertinggalan bangsa indonesia dari bangsa lain&lt;br /&gt;C. Menyelenggarakan pembangunan nasional.&lt;br /&gt;D. Bersatu, berdaulat, adil dan makmur&lt;br /&gt;10. Kelompok manusia yang terikat oleh suatu kebudayaan, hubungan darah, atau adanya kesamaan tempat tinggal, disebut ….&lt;br /&gt;A. Penduduk&lt;br /&gt;B. Suku&lt;br /&gt;C. Masyarakat&lt;br /&gt;D. Rakyat&lt;br /&gt;11. Salah satu yang membedakan negara dengan organisasi social lainnya adalah….&lt;br /&gt;A. Ada pengurusnya&lt;br /&gt;B. Memiliki alat/tata tertip yang memaksa&lt;br /&gt;C. Memiliki tujuan&lt;br /&gt;D. Memiliki alat kelengkapan organisasi.&lt;br /&gt;12. Yang disebut dengan pengurus dalam organisasi negara adalah ….&lt;br /&gt;A. Alat-alat kelembagaan negara&lt;br /&gt;B. Semua lembaga-lembaga negara&lt;br /&gt;C. Pemerintah&lt;br /&gt;D. Pamong Praja&lt;br /&gt;13. Pengakuan bukanlah sebagai unsur negara hanya sebagai menerangkan saja.&lt;br /&gt;A. Pengakuan sebagai unusr Constitutive&lt;br /&gt;B. Pengakuan sebagai unsur convensional&lt;br /&gt;C. Pengakuan sebagai unsur Definitif&lt;br /&gt;D. Pengakuan sebagai unsur Declaratif&lt;br /&gt;14. Terbentuknya negara dengan cara negara lama terpecah dan lenyap, kemudian lahir negara baru, disebut terbentuknya negara dengan cara….?&lt;br /&gt;A. Innovation&lt;br /&gt;B. Peleburan (Fusi)&lt;br /&gt;C. Accopatie&lt;br /&gt;D. Proklamasi&lt;br /&gt;15. Negara yang pemerintahannya diterletak ditangan sejumlah orang dari golongan feodal disebut negara …..&lt;br /&gt;A. Monarchie&lt;br /&gt;B. Autocratie&lt;br /&gt;C. Oligarchie&lt;br /&gt;D. Aristocratie&lt;br /&gt;16. Negara yang berada di bawah perlindungan negara lain disebut Negara ….&lt;br /&gt;A. Mandat&lt;br /&gt;B. Perwalian&lt;br /&gt;C. Dominion&lt;br /&gt;D. Protektorat&lt;br /&gt;17. Negara Perwalian dapat diberlakukan pada ….&lt;br /&gt;A. Wilayah yang dipisahkan dari negara yang kalah pada perang dunia II&lt;br /&gt;B. Wilayah yang dipisahkan dari negara yang kalah pada perang dunia I&lt;br /&gt;C. Negara yang masih dijajah negara lain&lt;br /&gt;D. Negara-negara yang tidak mampu mengurus dirinya sendiri.&lt;br /&gt;18. Gabungan negara yang kepala negara dan perlengkapan negaranya ditetapkan secara pemilihan disebut negara ….&lt;br /&gt;A. Serikat Negara&lt;br /&gt;B. Uni Riil&lt;br /&gt;C. Uni Personil&lt;br /&gt;D. Negara Serikat&lt;br /&gt;19. Apakah fungsi negara yang paling utama ?&lt;br /&gt;A. Menjaga keutuhan bangsa dan negara&lt;br /&gt;B. Melaksanakan pembangunan nasional&lt;br /&gt;C. Menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara&lt;br /&gt;D. Mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat&lt;br /&gt;20. Bagaimanakah caranya Indonesia membentuk negara RI?&lt;br /&gt;A. Melaui meja perundingan (KMB)&lt;br /&gt;B. Melalui kerjasama dengan PBB&lt;br /&gt;C. Melepaskan diri dari kekuasaan Belanda&lt;br /&gt;C. Melalui cara Innovatien (pembentukan baru)&lt;br /&gt;1. Jelaskan perbedaan antara organisasi negara dengan organisasiorganisasi sosial lainnya.&lt;br /&gt;2. Apakah yang dimaksud dengan kekuasaan ? Beri contohnya.&lt;br /&gt;3. Ada dua pandangan mengenai Pengakuan sebagai unsur negara. Jelaskan. !&lt;br /&gt;4. Bagaimanakah caranya untuk memenuhi unsur-unsur negara ? Jelaskan !&lt;br /&gt;5. Jelaskan fungsi utama negara Indonesia.&lt;br /&gt;Sumber : Materi PLPG PKn SMA, Unnes, 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-2919978265583946143?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/2919978265583946143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-pkn-sma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2919978265583946143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2919978265583946143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-pkn-sma.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru PKn SMA'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-2417487072416661241</id><published>2012-02-03T14:45:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:49:19.117-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Tes Uji Kompetensi Guru Sosiologi Antropologi</title><content type='html'>Soal Tes Uji Kompetensi Guru Sosiologi Antropologi&lt;br /&gt;1.     Sebutkan dan jelaskan pokok pikiran interaksionisme simbolis menurut Blumer !&lt;br /&gt;2.     Sebutkan dan jelaskan pendekatan intraksionisme simbolis menurut Mead !&lt;br /&gt;3.     Mengapa manusia perlu menginterpretasikan tindakannya dalam berinteraksi ?&lt;br /&gt;4.     Sebutkan dan jelaskan aspek-aspek interaksi social !&lt;br /&gt;5.     Jelaskan apa yang dimaksud dengan analisis situasi!&lt;br /&gt;6.     Berikan contoh tentang penilaian diri !&lt;br /&gt;7.     Sebutkan syarat-syarat interaksi!&lt;br /&gt;8.     Sebutkan jenis-jenis interaksi social!&lt;br /&gt;9.     Sebutkan tiga bentuk kontak social&lt;br /&gt;10.  Jelaskan apa yang dimaksud dengan komunikasi searah dan dua arah !&lt;br /&gt;11.  Jelaskan apa yang dimaksud situasi social dan penafsiran situasi&lt;br /&gt;12.  Jelaskan pengertian imitasi !&lt;br /&gt;13.  3.Jelaskan pendapat Freud tentang identifikasi !&lt;br /&gt;14.  Asimilasi merupakan salah satu bentuk interaksi, jelaskan !&lt;br /&gt;15.  Jelaskan tujuan akomodasi !&lt;br /&gt;16.  Jelaskan perbedaan arbitration !&lt;br /&gt;17.  Jelaskan pengertian bargaining !&lt;br /&gt;18.  1 Definisikan perubahan sosial dan perubahan kebudayaan!&lt;br /&gt;19.  2 Jelaskan teori-teori perubahan sosial dan perubahan kebudayaan!&lt;br /&gt;20.  Jenjelaskan perubahan lambat dan perubahan cepat!&lt;br /&gt;21.  Identifikasi faktor-faktor perubahan dari dalam masyarakat!&lt;br /&gt;Sumber: Buku Materi PLPG, UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-2417487072416661241?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/2417487072416661241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-uji-kompetensi-guru_1764.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2417487072416661241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2417487072416661241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-uji-kompetensi-guru_1764.html' title='contoh : Soal Tes Uji Kompetensi Guru Sosiologi Antropologi'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-9187790995436142551</id><published>2012-02-03T14:42:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:45:45.244-08:00</updated><title type='text'>contoh :  Soal Uji Kompetensi Guru Teknik Otomotif</title><content type='html'>Contoh Soal Uji Kompetensi Guru Teknik Otomotif&lt;br /&gt;1. Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan motor bakar.&lt;br /&gt;2. Jelaskan secara singkat yang dimaksud motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam.&lt;br /&gt;3. Jelaskan maksud motor 2 langkah dan motor 4 langkah&lt;br /&gt;4. Sebutkan 7 perbedaan motor bensin dengan disel&lt;br /&gt;5. Jelaskan yang terjadi di bawah dan diatas piston pada motor bensin dua langkah pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB&lt;br /&gt;6. Jelaskan dua kemungkinan yang terjadii di dalam silinder motor bensin 4 langkah saat piston bergerak dari TMB ke TMA.&lt;br /&gt;9. Sebutkan 5 jumlah silinder motor yang paling banyak digunakan pada kendaraan.&lt;br /&gt;10. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari susunan silindernya.&lt;br /&gt;11. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari mekanisme katupnya.&lt;br /&gt;12. Sebutkan 4 macam engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya.&lt;br /&gt;13. Sebutkan 8 komponen engine beserta fungsinya masingmasing.&lt;br /&gt;14. Sebutkan 4 jenis ruang bakar motor bensin.&lt;br /&gt;15. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi langsung.&lt;br /&gt;16. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi tak langsung.&lt;br /&gt;17. Sebutkan 3 jenis penggerak mekanik katup.&lt;br /&gt;18. Sebutkan 6 komponen kelengkapan piston beserta fungsinya masing-masing.&lt;br /&gt;19. Sebutkan 3 jenis penyambungan pena piston.&lt;br /&gt;20. Sebutkan fungsi crank shaft dan cam shaft.&lt;br /&gt;21. Sebutkan fungsi roda penerus.&lt;br /&gt;22. Sebutkan 2 fungsi panci oli.&lt;br /&gt;23. Sebutkan fungsi oil drain pada panci oli.&lt;br /&gt;24. Sebutkan 5 komponen sistem pelumasan engine.&lt;br /&gt;25. Sebutkan 7 komponen sistem pendinginan air&lt;br /&gt;26. Sebutkan fungsi karburator pada engine bensin.&lt;br /&gt;27. Sebutkan fungsi pompa priming pada pompa injeksi.&lt;br /&gt;28. Sebutkan fungsi cendimeter pada sistem bahan bakar engine disel&lt;br /&gt;29. Sebutkan fungsi nozel pada sistem bahan bakar engine disel&lt;br /&gt;30. Sebutkan 7 komponen pada sistem pengapian konvensional engine bensin.&lt;br /&gt;Sumber: Buku Materi PLPG, UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-9187790995436142551?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/9187790995436142551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-teknik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/9187790995436142551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/9187790995436142551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-teknik.html' title='contoh :  Soal Uji Kompetensi Guru Teknik Otomotif'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-5194061719191320629</id><published>2012-02-03T14:38:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:42:06.401-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Akuntansi</title><content type='html'>Soal Uji Kompetensi Guru Akuntansi&lt;br /&gt;1. Berikut ini adalah jaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan kredit, kecuali:&lt;br /&gt;a. Prosedur order penjualan&lt;br /&gt;b. Prosedur persetujuan kredit&lt;br /&gt;c. Prosedur pengiriman barang&lt;br /&gt;d. Prosedur penerimaan kas&lt;br /&gt;2. Dalam pengelolaan order penjualan kredit, bagian penagihan berfungsi:&lt;br /&gt;a. Memberikan otorisasi pemberian kredit kepada langganan.&lt;br /&gt;b. Menerima order dari pembeli, mengisi faktur penjualan tunai dan menyerahkan faktur tersebut kepada bagian kassa via pembeli.&lt;br /&gt;c. Melakukan pencatatan berdasarkan faktur penjualan dan dokumen pendukungnya.&lt;br /&gt;d. Membuat dan mengirimkan faktur penjualan kepada pelanggan,serta menyediakan copy faktur untuk kepentingan pencatatantransaksi penjualan oleh bagian akuntansi.&lt;br /&gt;3. Laporan yang dipakai sebagai dasar untuk menentukan daerah penjalan mana yang membutuhkan perhatian khusus adalah&lt;br /&gt;a. Account receivable aging schedule&lt;br /&gt;b. Profitability analysis&lt;br /&gt;c. Sales analysis&lt;br /&gt;d. Cash budget&lt;br /&gt;4. Bukti yang dipakai sebagai dasar untuk mencatat transaksi penjualan ke dalam jurnal penjualan adalah:&lt;br /&gt;a. Purchase order&lt;br /&gt;b. Sales order&lt;br /&gt;c. Shipping notice&lt;br /&gt;d. Sales invoice&lt;br /&gt;5. Picking tiket digunakan untuk&lt;br /&gt;a. mengirim barang&lt;br /&gt;b. menagih&lt;br /&gt;c. membuat faktur&lt;br /&gt;d. mengambil barang dari gudang&lt;br /&gt;6. Dokumen yang dikirimkan bersama-sama dengan barang disebut:&lt;br /&gt;a. Picking tiket&lt;br /&gt;b. socket&lt;br /&gt;c. packing slip&lt;br /&gt;d. purchase requisition&lt;br /&gt;7. Berikut ini adalah dokumen yang digunakan dalam penjualan kredit, kecuali:&lt;br /&gt;a. Sales order&lt;br /&gt;b. Shipping notice&lt;br /&gt;c. Remittance advice&lt;br /&gt;d. Sales invoice&lt;br /&gt;8. Laporan berikut ini adalah contoh laporan khusus siklus pendapatan, kecuali:&lt;br /&gt;a. Aged account receivable trial balance&lt;br /&gt;b. Remittance list&lt;br /&gt;c. Cash requirement report&lt;br /&gt;d. Sales analysis report&lt;br /&gt;9. Surat order penjualan biasanya dibuat oleh&lt;br /&gt;a. Bagian pembelian&lt;br /&gt;b. Bagian penjualan&lt;br /&gt;c. Bagian penerimaan barang&lt;br /&gt;d. Bagian gudang&lt;br /&gt;10. Faktur penjualan biasanya dibuat oleh&lt;br /&gt;a. Bagian penerimaan kas&lt;br /&gt;b. Bagian kredit&lt;br /&gt;c. Bagian penagihan&lt;br /&gt;d. Bagian gudang&lt;br /&gt;11. Tunjukkan salah satu prinsip yang tidak boleh diterapkan guru dalam berinovasi, yaitu:&lt;br /&gt;a. metode tidak boleh mengganggu komitmen mengajar;&lt;br /&gt;b. pengumpulan data yang dapat menambah waktu guru;&lt;br /&gt;c. metodologi menyesuaikan dengan situasi kelas;&lt;br /&gt;d. masalah sendiri di kelas;&lt;br /&gt;e. fokus terhadap kegiatan (semua komponen).&lt;br /&gt;12. Salah satu tahap yang tidak termasuk dalam model pembelajaran latihan penelitian adalah&lt;br /&gt;a. Menghadapkan masalah;&lt;br /&gt;b. Penyajian data;&lt;br /&gt;c. Mencari dan mengkaji data;&lt;br /&gt;d. Eksperimen dan mengkaji data;&lt;br /&gt;e. Penarikan kesimpulan dan rekomendasi.&lt;br /&gt;13. Tahap-tahap model pembelajaran sinektiks yang dapat dilakukan guru adalah (1) mendiskripsikan kondisi saat ini, (2) Proses analogi personal, (3) proses analogi langsung, (4) Analisis konflik, (5) Analisis langsung lanjut, (6) Kajian tugas. Tunjukkan tata urutan tahap-tahap model pembelajaran sinektiks yang benar. Adapun tata urutan model pembelajaran sinektiks yang benar adalah:&lt;br /&gt;a. Tahap (1), (2), (3), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;b. Tahap (1), (3), (2), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;c. Tahap (1), (5), (2), (3), (4), dan (6).&lt;br /&gt;d. Tahap (1), (5), (4), (3), (2), dan (6).&lt;br /&gt;e. Tahap (1), (2), (5), (4), (3), dan (6).&lt;br /&gt;14. Tahap-tahap model pembelajaran pertemuan kelas dapat dilakukan guru adalah (1) menciptakan suasana yang baik, (2) membuat nilai keputusan personal, (3) menyajikan masalah, (4) mengidentifikasi pilihan tindakan, (5) memberi komentar, (6) menetapkan tindak lanjut. Tunjukkan tata urutan tahap-tahap model pembelajaran pertemuan kelas yang benar. Adapun tata urutan model pembelajaran pertemuan kelas yang benar adalah:&lt;br /&gt;a. Tahap (1), (2), (3), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;b. Tahap (1), (3), (2), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;c. Tahap (1), (5), (2), (3), (4), dan (6).&lt;br /&gt;d. Tahap (1), (5), (4), (3), (2), dan (6).&lt;br /&gt;e. Tahap (1), (2), (5), (4), (3), dan (6).&lt;br /&gt;15. Tahap-tahap model pembelajaran penelitian juresprudential dapat dilakukan guru adalah (1) orientasi kasus, (2) penetapan posisi, (3) identifikasi masalah, (4) contoh dan argumentasi, (5) penyajian posisi, (6) pengetesan asumsi. Tunjukkan tata urutan tahap-tahap model pembelajaran penelitian juresprudential yang benar. Adapun tata urutan model pembelajaran penelitian juresprudential yang benar adalah:&lt;br /&gt;a. Tahap (1), (2), (3), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;b. Tahap (1), (3), (2), (4), (5), dan (6).&lt;br /&gt;c. Tahap (1), (5), (2), (3), (4), dan (6).&lt;br /&gt;d. Tahap (1), (5), (4), (3), (2), dan (6).&lt;br /&gt;e. Tahap (1), (2), (5), (4), (3), dan (6).&lt;br /&gt;16. Media yang berkaitan dengan indera pendengaran adalah :&lt;br /&gt;a. Transparansi&lt;br /&gt;b. Laboratorium Bahasa&lt;br /&gt;c. Mikrofis&lt;br /&gt;d. Flanel Board&lt;br /&gt;17. Dari sisi kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan menjadi :&lt;br /&gt;a. Media asli dan media tiruan&lt;br /&gt;b. Media jadi dan media rancangan&lt;br /&gt;c. Media material dan media audio&lt;br /&gt;d. Media visual dan media audiovisual&lt;br /&gt;18. Di bawah ini adalah penyebab guru memilih media, kecuali :&lt;br /&gt;a. Dapat mendemonstrasikan&lt;br /&gt;b. Familier (terbiasa) dengan media&lt;br /&gt;c. Dapat menjelaskan lebih konkret&lt;br /&gt;d. Menghemat bicara&lt;br /&gt;19. Di bawah ini yang tidak termasuk sumber belajar adalah :&lt;br /&gt;a. Papan tulis&lt;br /&gt;b. Guru&lt;br /&gt;c. Media&lt;br /&gt;d. Buku&lt;br /&gt;20. Di bawah ini dapat mengambarkan pengertian media kecuali&lt;br /&gt;a. Saluran penyampai pesan&lt;br /&gt;b. Instrumen yang dapat merangsang siswa untuk belajar&lt;br /&gt;c. Siswa dalam belajar perlu hiburan&lt;br /&gt;d. Alat untuk menambah perhatian dan minat siswa untuk belajar&lt;br /&gt;21. Dalam pelajaran ekonomi, untuk menerangkan data pertumbuhan penduduk, sangat cocok menggunakan media di bawah ini, kecuali :&lt;br /&gt;a. Globe&lt;br /&gt;b. Grafik&lt;br /&gt;c. Diagram&lt;br /&gt;d. Tabel/bagan&lt;br /&gt;22. Ahli yang mengembangkan media adalah di bawah ini, kecuali :&lt;br /&gt;a. J.B. Say&lt;br /&gt;b. AECT&lt;br /&gt;c. Gagn&lt;br /&gt;d. Brigs&lt;br /&gt;23. Yang termasuk media paling gampang dibuat oleh guru, tanpa menggunakan biaya adalah :&lt;br /&gt;a. Kartun&lt;br /&gt;b. Grafik&lt;br /&gt;c. Transparansi&lt;br /&gt;d. Sketsa&lt;br /&gt;24. Apa yang sebaiknya diperhatikan dalam menyusun media :&lt;br /&gt;a. Material yang mahal&lt;br /&gt;b. Kecanggihan alat&lt;br /&gt;c. Gampang dibuat&lt;br /&gt;d. Aspek desain&lt;br /&gt;25. Dalam rangka pemilihan media, hal yang paling perlu diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;a. Apakah harga bahan pembuatan media terjangkau&lt;br /&gt;b. Apakah materi pelajaran yang mutakhir&lt;br /&gt;c. Apakah relevan dengan tujuan pembelajaran&lt;br /&gt;d. Apakah bisa dikomputerisasikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Jelaskan bagian-bagian yang terlibat dalam pelaksanaan system penjualan yang dilaksanakan secara manual.&lt;br /&gt;2.     Uraikan urut-urutan kegiatan yang dilakukan oleh bagian penjualan dalam pengelolaan order penjualan.&lt;br /&gt;3.     Jelaskan aktivitas pengendalian dalam sistem penjualan kredit yang terkait dengan pengamanan aktiva dan catatan.&lt;br /&gt;4.     Jelaskan dokumen-dokumen yang digunakan dalam system penerimaan kas dari penjualan tunai yang dilaksanakan secara manual.&lt;br /&gt;5.     Inovasi pendidikan seperti yang dikemukakan para akhli tidak lain adalah: “the introduction a new idea, method or device in curriculum, educational administration, etc. Dari definisi ini dapat kita pahami mengenai pengertian inovasi pendidikan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan inovasi pendidikan itu?&lt;br /&gt;6.     Pengertian-pengertian perubahan dan inovasi pendidikan memiliki cakupan luas dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan-tujuan pendidikan. Perannya cukup signifikan jika dapat dikembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai situasi pendidikan baik dalam setting formal maupun informal. Untuk itu jelaskan cakupan dan spectrum implementasi yang menyebabkan mengapa inovasi pendidikan harus menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan umumnya dan interaksi edukatif khususnya?&lt;br /&gt;7.     Inovasi pendidikan bukan merupakan hal baru di Indonesia, namun agar kita dapat memahami dengan baik persoalan inovasi pendidikan perlu dikaji kelemahan-kelemahan inovasi pendidikan yang ada selama ini. Salah satu kendala adalah akibat adanya sentralisasi pendidikan. Jelaskan mengapa hal ini dapat terjadi?&lt;br /&gt;8.     Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru. Guru harus mampu menjadi seorang inovator guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik. Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas. Kunci utama yang harus dipegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang dilakukan dan dihasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa. Oleh karena itu, agar guru mampu berinovasi memerlukan persyaratan tertentu, yaitu bagaimana mereka mampu mengembangkan kreatifitas. Jelaskan bagaimana caranya guru dapat mengembangkan kreativitasnya?&lt;br /&gt;9.     Berkaitan dengan kompetensi dasar (kompetensi pedagogi, profesional, kepribadian, dan sosial) yang harus dimiliki seorang guru, maka guru sebagai seorang inovator dituntut memiliki beberapa kemampuan. Sebut dan jelaskan kemampuan yang dimaksud?&lt;br /&gt;10.  Jelaskan dan gambarkan proses komunikasi yang gagal dan proses komunikasi yang berhasil dengan adanya peran media.&lt;br /&gt;11.  Berikan contoh media yang efektif dalam pembelajaran dengan mengambil tiga kompetensi dasar dari mata pelajaran yang Saudara ampu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kasus 1&lt;br /&gt;Beikut data keuangan pada PD ‘JAYA’ selama bulan Juli 2002, dalam melakukan pencatata akan persediaan barang dagangannya PD’JAYA’ menggunakan metode fisik :&lt;br /&gt;Juli 2 Dibeli dengan kredit barang dari Tk Anda Rp 2 juta&lt;br /&gt;Juli 5 Dibeli barang dari Tk Suka Rp 5 juta syarat 3/10,n/30&lt;br /&gt;Juli 7 Dijual barang kepada Tn Gumilang Rp 8 juta syarat 1/10,n/30&lt;br /&gt;Juli 8 Diterima kembali barang yang telah dijual kepada Tn Ali karena rusak. Atas pengembalian tersebut dikirim nota kredit Rp 500 ribu&lt;br /&gt;Juli 15 Dijual barang kepada Nn Rina Rp 7,5 juta syarat 1/10,n/40&lt;br /&gt;Juli 20 Dibeli barang dariTk Aya Rp 3,6 juta syarat 5/10,n/30&lt;br /&gt;Juli 22 Dikirim kembali barang yang dibeli dari Tk Aya karena rusak dengan menggunakan nota debebt Rp 1 juta. Atas pengembalian tersebuit diterima nota kredit&lt;br /&gt;Juli 25 Dijual barang kepada Tn Adi Nugroho Rp 4,5 juta syarat 2/10,n/30&lt;br /&gt;Juli 30 Dibeli barang dari Tk Suka Rp 8,3 juta syarat 2/10,n/30 &lt;br /&gt;Pertanyaan :&lt;br /&gt;A. Catat dalam jurnal pembelian, penjualan dan jurnal umum.&lt;br /&gt;B. Posting ke buku besar dan buku tambahan&lt;br /&gt;Saldo utang per 1 juli :&lt;br /&gt;Tk Anda Rp 1 juta&lt;br /&gt;Tk Suka Rp 2 juta&lt;br /&gt;Saldo Piutang per 1 Juli :&lt;br /&gt;Tn Adi Nugroho Rp 2 juta&lt;br /&gt;Tk Budi Rp 3 juta&lt;br /&gt;Sumber: Buku Materi PLPG UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-5194061719191320629?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/5194061719191320629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru_5429.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5194061719191320629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5194061719191320629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru_5429.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Akuntansi'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-8903235835519985571</id><published>2012-02-03T14:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:38:31.373-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Kimia</title><content type='html'>Soal Uji Kompetensi Guru Kimia&lt;br /&gt;Tentukan bilangan oksidasi: &lt;br /&gt;1.     H2, H2SO4, Fe, FeSO4, NO3&lt;br /&gt;2.     H dalam H2SO4 ;&lt;br /&gt;3.     S dalam H2SO4 ;&lt;br /&gt;4.     H dalam Aluminium hidrida ;&lt;br /&gt;5.     H dalam NH3 ;&lt;br /&gt;6.     O dalam perhidrol ;&lt;br /&gt;7.     Cl dalam ClF5 ;&lt;br /&gt;8.     Cr dalam ion bikhromat ;&lt;br /&gt;9.     O dalam F2O.&lt;br /&gt;10.  Cl dalam asam perkhlorat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.     Mengapa dalam konsep klasik reaksi Na + Cl2 → NaCl tidak termasuk reaksi redoks. Bagaimana defini reaksi oksidasi dan reduksi dalam konsep klasik? Berikan 5 contoh reaksi oksidasi dan 5 contoh reaksi reduksi menurut konsep klasik.&lt;br /&gt;2.     Dalam pandangan modern terdapat dua konsep redoks, yaitu redoks berdasarkan perpindahan elektronm dan redok berdasarkan konsep bilangan oksidasi. Jelaskan perbedaan di antara keduanya.&lt;br /&gt;3.     Dapatkah reaksi oksidasi berlangsung terpisah? Jelaskan berdasarkan tiga konsep redoks yang anda kenal.&lt;br /&gt;4.     Apakah yang dimaksud dengan oksidator menurut masingmasing konsep.&lt;br /&gt;5.     Berikan 4 contoh oksidator yang berasal dari unsur dan reaksi reduksinya.&lt;br /&gt;6.     Berikan 4 contoh oksidator yang berasal dari oksida dan reaksi reduksinya.&lt;br /&gt;7.     Berikan 4 contoh oksidator yang berasal dari asam dan reaksi reduksinya.&lt;br /&gt;8.     Berikan 4 contoh oksidator yang berasal dari unsur dan reaksi reduksinya.&lt;br /&gt;9.     Berikan 4 contoh reduktor yang berasal dari garam dan reaksi oksidasinya.&lt;br /&gt;10.  Berikan 4 contoh reduktor yang berasal dari oksida dan reaksioksidasinya.&lt;br /&gt;11.  Berikan 4 contoh reduktor yang berasal dari asam dan reaksioksidasinya.&lt;br /&gt;12.  Berikan 4 contoh reduktor yang berasal dari garam dan reaksioksidasinya.&lt;br /&gt;13.  Tulis perubahan oksidasi / reduksi dari reduktor/oksidator berikut&lt;br /&gt;a.     asam sulfat pekat&lt;br /&gt;b.    asam nitrat encer&lt;br /&gt;c.     asam nitrat pekat&lt;br /&gt;d.    gas khlor&lt;br /&gt;e.     ion khorida&lt;br /&gt;f.     batu kawi&lt;br /&gt;g.    KMnO4 suasana asam&lt;br /&gt;h.     KMnO4 alkalis&lt;br /&gt;i.      Kalium bikhromat&lt;br /&gt;j.      Logam Zn&lt;br /&gt;k.     Fero oksida&lt;br /&gt;l.      asam nitrit&lt;br /&gt;m.   kupro sulfat&lt;br /&gt;n.     kupri sulfit&lt;br /&gt;14.  Redoks atau bukan redoks-kah reaksi berikut. Jika redoks tentukan okdator dan reduktornya&lt;br /&gt;a.     Zn + O2 → ZnO&lt;br /&gt;b.    CaO + H2SO4 → CaSO4 + H2O&lt;br /&gt;c.     Na + HCl → NaCl + H2&lt;br /&gt;d.    Al + H2SO4 → Al2(SO4)3 + H2O + SO2&lt;br /&gt;e.     KMnO4 + H2SO4 + H2C2O4 → K2SO4 + MnSO4 + H2O + CO2&lt;br /&gt;f.     Zn + HCl + HNO3 → ZnCl2 + H2O + NO&lt;br /&gt;g.    MnO2 + HCl → MnCl2 + H2O + Cl2&lt;br /&gt;15.  Setarakan reaksi redoks berikut dengan cara aljabar:&lt;br /&gt;a.     Zn + O2 → ZnO&lt;br /&gt;b.    Na + HCl → NaCl + H2&lt;br /&gt;c.     Al + H2SO4 → Al2(SO4)3 + H2O + SO2&lt;br /&gt;d.    KMnO4 + H2SO4 + H2C2O4 → K2SO4 + MnSO4 + H2O + CO2&lt;br /&gt;e.     Zn + HCl + HNO3 → ZnCl2 + H2O + NO&lt;br /&gt;f.     MnO2 + HCl → MnCl2 + H2O + Cl2&lt;br /&gt;16.  Setarakan reaksi redoks berikut dengan cara bilangan oksidasi:&lt;br /&gt;a.     Na + HCl → NaCl + H2&lt;br /&gt;b.    Al + H2SO4 → Al2(SO4)3 + H2O + SO2&lt;br /&gt;c.     KMnO4 + H2SO4 + H2C2O4 → K2SO4 + MnSO4 + H2O + CO2&lt;br /&gt;d.    Zn + HCl + HNO3 → ZnCl2 + H2O + NO&lt;br /&gt;e.     MnO2 + HCl → MnCl2 + H2O + Cl2&lt;br /&gt;17.  Setarakan reaksi redoks berikut dengan cara setengah reaksi/ion elektron:&lt;br /&gt;a.     Na + HCl → NaCl + H2&lt;br /&gt;b.    Al + H2SO4 → Al2(SO4)3 + H2O + SO2&lt;br /&gt;c.     KMnO4 + H2SO4 + H2C2O4 → K2SO4 + MnSO4 + H2O + CO2&lt;br /&gt;d.    Zn + HCl + HNO3 → ZnCl2 + H2O + NO&lt;br /&gt;e.     MnO2 + HCl → MnCl2 + H2O + Cl2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Gambarkan skema sel volta lengkap dengan jembatan garamnya, jika suatu sel volta elektrodanya terdiri atas logam L dalam larutan L2+ dan logam M dalam larutan M3+&lt;br /&gt;2.     Lanjutan soal nomor 1. Jika diketahui pula Eo L2+/L = ï€¬3,4 Volt sedang Eo M3+/M = ï€¬5,6 Volt maka:&lt;br /&gt;a.     Anodanya adalah logam . . . . . .&lt;br /&gt;b.    Katodanya adalah . . . . ..&lt;br /&gt;c.     Elektroda negatifnya adalah . . . . .&lt;br /&gt;d.    Elektroda positifnya adalah . . . . .&lt;br /&gt;e.     Reaksi oksidasinya :&lt;br /&gt;f.     Reaksi reduksinya :&lt;br /&gt;g.    Reaksi selnya :&lt;br /&gt;h.     elektron mengalir dari . . . . . ke . . . . .&lt;br /&gt;i.      Jika jembatan garamnya terbuat dari salmiak, maka ion NH4 + akan&lt;br /&gt;j.      masuk keruang . . . . . sedang ion Cl− akan masuk ke ruang . . . .&lt;br /&gt;k.     Potensial selnya = . . .&lt;br /&gt;3.     Sel volta tanpa jembatan garam hanya menghasilkan listrik sesaat, meskipun logam elektroda masih tercelup dalam elektrolit. Mengapa? Apakah fungsi jembatan garam pada sel volta?&lt;br /&gt;4.     Jika suatu sel volta, elektrodanya terdiri atas Zn dalam Zn2+ dan Fe dalam Fe2+, maka:&lt;br /&gt;a.     Anodanya adalah logam . . . . . .&lt;br /&gt;b.    Katodanya adalah . . . . ..&lt;br /&gt;c.     Elektroda negatifnya adalah . . . . .&lt;br /&gt;d.    Elektroda positifnya adalah . . . . .&lt;br /&gt;e.     Reaksi oksidasinya :&lt;br /&gt;f.     Reaksi reduksinya :&lt;br /&gt;g.    Reaksi selnya :&lt;br /&gt;h.     elektron mengalir dari . . . . . ke . . . . .&lt;br /&gt;i.      Jika jembatan garamnya terbuat dari garam dapur , maka ke ruang anoda akan masuk ion . . . . sedang ke ruang katoda akan masuk ion . . .&lt;br /&gt;j.      Dengan melihat tabel potensial elektroda, berapakah potensial selnya?&lt;br /&gt; 1.     Apakah perbedaan sel volta dengan sel elektrolisis?&lt;br /&gt;2.     Pada elektrolisis larutan, di ruang katoda terjadi persaingan reduksi antara kation elektrolit dan H2O.&lt;br /&gt;a.     Kapan H2O memenangkan persaingan. Bagaimana reaksi reduksi H2O yang terjadi.&lt;br /&gt;b.    Kapan kation memenangkan persaingan, dan bagaimana rekasi reduksinya?&lt;br /&gt;3.     Pada elektrolisis leburan elektrolit, siapakah yang mengalami reduksi di ruang katoda?&lt;br /&gt;4.     Pada ruang anoda, terjadi persaingan oksidasi antara batang anoda , H2O dan anion.&lt;br /&gt;a.     Kapan anoda memenangkan persaingan, bagaimana reaksi oksidasinya?&lt;br /&gt;b.    Jika anodanya pasif persaingan terjadi antara H2O dan ion negatif.&lt;br /&gt;5.     Kapan H2O memenangkan persaingan? Bagaimana reaksi oksidasi H2O?&lt;br /&gt;6.     Jika anionnya OH-, yang berpeluang mengalami oksidasi adalah . . . . sedang reaksi oksidanya adalah . . . . .&lt;br /&gt;7.     Jika anionnya Cl-, yang berpeluang mengalami oksidasi adalah . . . . sedang reaksi oksidanya adalah . . . . .&lt;br /&gt;8.     Jika anionnya ion it, yang berpeluang mengalami oksidasi adalah . . . . sedang reaksi oksidanya adalah . . . . .&lt;br /&gt;9.     Jika anionnya ion at, yang berpeluang mengalami oksidasi adalah . . . . sedang reaksi oksidanya adalah . . . . .&lt;br /&gt;10.  Tulis reaksi elektrolisis larutan Na2SO4 dengan elektroda karbon.&lt;br /&gt;11.  Jika pada reaksi nomor 5, digunakan listrik 5 Amper selama 2 jam, berapa liter gas yang terbentuk di ruang anoda, jika suhu ruang 27oC dan tekanan ruang 1 atm&lt;br /&gt;12.  Jika leburan NaCl di elektrolisis, dapatkah terbentuk gar H2 di ruang katoda, mengapa?&lt;br /&gt;13.  Tulis reaksi elektrolisis CuSO4 dengan elektrode tembaga. Jika proses dilakukan selama dua jam dan ternyata betang katoda beratnya bertambah 3,175 mgram, berapa amper arus yang dipoergunakan?&lt;br /&gt;14.  Pada kasus nomor 5, dihasilkan O2 di ruang anoda. Apakah pada kasus nomor 8, juga dihasilkanO2 di ruang anoda? Mengapa?&lt;br /&gt;15.  Kapan elektrolisis disebut penyepuhan? Bagaimana skema melapis logam perak dengan emas.&lt;br /&gt; 1.     Apakah korosi itu? Dalam sudut pandang kimia, korosi adalah peristiwa redoks. Dalam hal ini yang berfungsi sebagai oksidator adalah . . . . . dan reduktornya adalah . . . .&lt;br /&gt;2.     Bagaimana prinsip mencegah terjadinya korosi? Berikan contohcontoh pencegahan korosi.&lt;br /&gt;3.     Bagaimanakah arah aliran kalor pada reaksi eksoterm ?&lt;br /&gt;4.     Ditehui reaksi : R → P merupakan reaksi eksoterm.&lt;br /&gt;a.     Zat manakah ( R atau P ) yang mempunyai entalpi lebih besar ?&lt;br /&gt;b.    Bagaimanakan tanda (negatif / positif) untuk _H reaksi tersebut ?&lt;br /&gt;5.     Bagaimanakah tanda ΔH untuk reaksi berikut ?&lt;br /&gt;a.     H2O(l) → H2O(g)&lt;br /&gt;b.    CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + H2O(g)&lt;br /&gt;c.     CaO(s) + H2O(l) → Ca(OH)2(aq)&lt;br /&gt;d.    Fe(s) + S(s) → FeS(s)&lt;br /&gt;e.     Ba(OH)2.8H2O(s) + 2NH4Cl(s) → BaCl2.2H2O(s) + 2NH3(g) + 8H2O(l)&lt;br /&gt;(Sumber : Buku Materi PLPG UNNES 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-8903235835519985571?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/8903235835519985571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-kimia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/8903235835519985571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/8903235835519985571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-kimia.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Kimia'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-8459696888712733767</id><published>2012-02-03T14:32:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:34:57.453-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Tes Uji Kompetensi Guru Penjas SMA</title><content type='html'>Soal Tes Uji Kompetensi Guru Penjas SMA&lt;br /&gt;1. Aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya tulis, kecuali&lt;br /&gt;a. sikap penulis&lt;br /&gt;b. panjang tulisan&lt;br /&gt;c. struktur sajian&lt;br /&gt;d. penggunaan bahasa&lt;br /&gt;2. Struktur sajian suatu karya tulis ilmiah pada umumnya terdiri dari&lt;br /&gt;a. pendahuluan, inti (pokok pembahasan), dan penutup&lt;br /&gt;b. pendahuluan, abstrak, bagian inti, simpulan&lt;br /&gt;c. abstrak, pendahuluan, bagian inti, simpulan&lt;br /&gt;d. abstrak, bagian inti, penutup&lt;br /&gt;3. Bagian penutup suatu karya tulis ilmia, pada umumnya menyajikan tentang&lt;br /&gt;a. rangkuman dan tindak lanjut&lt;br /&gt;b. simpulan umum&lt;br /&gt;c. rekomendasi penulis&lt;br /&gt;d. simpulan dan saran&lt;br /&gt;4. Substansi suatu karya tulis ilmiah dapat mencakup berbagai hal, dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Berikut ini adalah contoh-contoh subatansi karya tulis ilmiah, kecuali&lt;br /&gt;a. pendidikan&lt;br /&gt;b. kebudayaan&lt;br /&gt;c. pemulung&lt;br /&gt;d. informatika&lt;br /&gt;5. Dalam karya tulis ilmiah, penulis bersikap netral, obyektif, dan tidak memihak. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada, kecuali&lt;br /&gt;a. fakta atau kenyataan&lt;br /&gt;b. argumentasi&lt;br /&gt;c. teori yang diakui kebenarannya&lt;br /&gt;d. data empirik/hasil penelitian&lt;br /&gt;6. Keobyektifan penulis karya tulis ilmiahdicerminkan dalam gaya bahasa yang bersifat&lt;br /&gt;a. resmi&lt;br /&gt;b. baku&lt;br /&gt;c. impersonal&lt;br /&gt;d. personal&lt;br /&gt;7. Komponen suatu karya tulis ilmiah bervariasi sesuai dengan jenis karya tulis ilmiah dan tujuan penulisannya, namun pada umumnya semua karya tulis ilmiah mempunayi komponen&lt;br /&gt;a. daftar pustaka&lt;br /&gt;b. abstrak&lt;br /&gt;c. daftar tabel&lt;br /&gt;d. lampiran&lt;br /&gt;8. Berikut ini adalah ciri-ciri suatu karya tulis ilmiah, kecuali&lt;br /&gt;a. memaparkan bidang ilmu tertentu&lt;br /&gt;b. merupakan deskripsi suatu kejadian&lt;br /&gt;c. menggunakan gaya bahasa resmi&lt;br /&gt;d. disajikan secara sistematis&lt;br /&gt;9. Di antara judul berikut, yang manakah yang paling sesuai untuk judul karya tulis ilmiah?&lt;br /&gt;a. senjata makan tuan&lt;br /&gt;b. kumbang cantik pengisap madu&lt;br /&gt;c. pengaruh gizi pada pertumbuhan anak&lt;br /&gt;d. pengaruh obat bius yang menghebohkan&lt;br /&gt;10 Untuk membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis bukan ilmiah, seseorang dapat mengkaji berbagai aspek tulisan. Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah&lt;br /&gt;a. sistematika tulisan&lt;br /&gt;b. panjang tulisan&lt;br /&gt;c. ragam bahasa yang digunakan&lt;br /&gt;d. pengarang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Artikel dapat dikelompokkan menjadi&lt;br /&gt;a. artikel laporan dan artikel rujukan&lt;br /&gt;b. artikel konseptual dan artikel teoritis&lt;br /&gt;c. artikel hasil telaahan dan artikel teoritis&lt;br /&gt;d. artikel hasil laporan dan artikel hasil telaahan&lt;br /&gt;2. Dari sudut ide, salah satu dari empat faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi adalah&lt;br /&gt;a. kelayakan ide untuk dipublikasikan&lt;br /&gt;b. wacana tentang ide yang sedang berkembang&lt;br /&gt;c. kesiapan ide untuk didiskusikan&lt;br /&gt;d. persamaan persepsi para ahli di bidang yang sama&lt;br /&gt;3. Tulisan analisis konseptual terdiri dari&lt;br /&gt;a. judul, abstrak, data, pembahasan, dan referensi&lt;br /&gt;b. judul, abstrak, pendahuluan, diskusi, referensi&lt;br /&gt;c. judul pendahuluan, diskusi, kesimpulan referensi&lt;br /&gt;d. judul, pendahuluan, temuan, pembahasan, referensi&lt;br /&gt;4. Dalam suatu artikel konseptual, bagaimana teori/konsep yang ditawarkan dapat berkontribusi dalam peta pengetahuan dimuat pada bagian&lt;br /&gt;a. abstrak&lt;br /&gt;b. pendahuluan&lt;br /&gt;c. diskusi&lt;br /&gt;d. referensi&lt;br /&gt;5. Referensi memuat semua rujukan yang&lt;br /&gt;a. pernah dibaca penulis&lt;br /&gt;b. perlu dibaca pembaca&lt;br /&gt;c. dimuat dalam badan tulisan&lt;br /&gt;d. diperlukan dalam pengembangan tulisan&lt;br /&gt;6. Salah satu dari tiga pertanyaan yang harus dijawab di bagian pendahuluan adalah berikut ini&lt;br /&gt;a. apa inti teori/konsep yang dibahas?&lt;br /&gt;b. mengapa konsep itu dibahas?&lt;br /&gt;c. Apa kesimpulan yang dapat ditarik?&lt;br /&gt;d. Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan?&lt;br /&gt;7. Salah satu hal yang harus dihindari pada saat menulis hasil penelitian adalah&lt;br /&gt;a. menjelaskan partisipan&lt;br /&gt;b. menulis masalah yang sudah pernah dibahas&lt;br /&gt;c. memecah satu penelitian menjadi beberapa artikel&lt;br /&gt;d. melaporkan korelasi yang dibahas dalam penelitian&lt;br /&gt;8. Pemilihan penggunaan kata dan kalimat yang tidak provokatif dalam laporan atau artikel merupakan salah satu contoh upaya untuk menjaga kualitasdari aspek&lt;br /&gt;a. panjang tulisan&lt;br /&gt;b. nada tulisan&lt;br /&gt;c. gaya tulisan&lt;br /&gt;d. bahasa tulisan&lt;br /&gt;9. Rekomendasi untuk judul adalah&lt;br /&gt;a. 8-10 kata&lt;br /&gt;b. 10-12 kata&lt;br /&gt;c. 12-15 kata&lt;br /&gt;d. 15-30 kata&lt;br /&gt;10. Dalam suatu laporan atau artikel hasil penelitian, kontribusi penelitian dapat dilihat di bagian&lt;br /&gt;a. pendahuluan&lt;br /&gt;b. metode&lt;br /&gt;c. hasil&lt;br /&gt;d. diskusi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.     Jelaskan mengapa abstrak merupakan bagian terpenting dalam laporan dan artikel penelitian&lt;br /&gt;2.     Sebut dan jelaskan perbedaan karya tulis ilmiah hasil pemikian dan hasil penelitian!&lt;br /&gt;3.     Carilah salah satu artikel hasil penelitian, telaah unsur-unsur yang terdapat pada artikel itu!&lt;br /&gt;4.     Jelaskan bahwa pendidikan jasmani bukan pendidikan untuk jasmani melainkan pendidikan melalui jasmani&lt;br /&gt;5.     Mengapa tarian sebagai kesenian dapat dipakai sebagai aktivitas pendidikan jasmani?&lt;br /&gt;6.     Apa yang dimaksud dengan kawasan-kawasan:&lt;br /&gt;a.     organik&lt;br /&gt;b.    Motorik&lt;br /&gt;7.     Jelaskan pengaruh sikap dalam pembelajaran pendidikan jasmani&lt;br /&gt;8.     Jelaskan faktor yang mempengaruhi tingkat aktivitas anak dalam pendidikan jasmani&lt;br /&gt;9.     Jelaskan dampak positif dari pembelajaran pendidikan jasmani&lt;br /&gt;10.  Jelaskan proses pembelajaran pendidikan jasmani yang berbasis masalah gerak!&lt;br /&gt;11.  Jelaskan konsep pendidikan jasmani menurut Bart Crum!&lt;br /&gt;12.  Jelaskan maksud dari pendidikan jsmani adalah sistem hubungan individu dengan lingkungan!&lt;br /&gt;13.  Jelaskan apa cirri-ciri suatu interaksi edukatif!&lt;br /&gt;14.  Jelaskan peran guru dalam pembelajaran !&lt;br /&gt;15.  Apa yang dimaksud dengan pembelajaran inovatif?&lt;br /&gt;16.  Jelaskan tujuan yang harus dicapai dalam pendidikan jasmani!&lt;br /&gt;17.  Jelaskan apa yang dimaksud dengan model pembelajaran dan model pembelajaran inovatif!&lt;br /&gt;18.  Jelaskan beberapa bentuk penyajian materi pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pengembangan model pembelajaran inovatif&lt;br /&gt;19.  Jelaskan bagaimana anda mendapat suatu permasalahan dalam pembelajaran!&lt;br /&gt;20.  Bagaimana anda membuat prioritas suatu masalah?&lt;br /&gt;21.  Apa yang harus dilakukan oleh guru pendidikan jasmani dalam menyelesaikan suatu masalah dalam pembelajaran?&lt;br /&gt;22.  Jelaskan mengapa enjoyment penting dalam pendidikan jasmani dan kesehatan di sekolah!&lt;br /&gt;23.  Jelaskan apa perbedaan motivasi intrinsic dan ekstrinsik dalam meningkatkan motivasi!&lt;br /&gt;24.  Menurut anda apakah unsur kesenangan/enjoyment dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif? Jelaskan!&lt;br /&gt;25.  Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyusun suatu RPP pembelajaran inovatif?&lt;br /&gt;26.  Dari contoh RPP di atas, apakah dapat disebut sebagai pembelajaran yang inovatif? Jelaskan!&lt;br /&gt;27.  Sebutkan metode atau inovasi lain yang dapat diterapkan pada pembelajaran siswa SMA kelas II dan III&lt;br /&gt;28.  Jelaskan arti media dan arti media pembelajaran!&lt;br /&gt;29.  Apakah fungsi media dalam proses komunikasi? Jelaskan&lt;br /&gt;30.  Mengapa media dapat mencegah atau mengurangi hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran? Jelaskan&lt;br /&gt;31.  Sebutkan secara rinci fungsi media pembelajaran dan beri contoh.&lt;br /&gt;32.  Jelaskan arti ”teknologi dalam pendidikan” kaitannya dengan pemanfaatan media dalam pembelajaran?&lt;br /&gt;33.  Jelaskan bahwa dengan wawasan teknologi pembelajaran berarti mendorong para guru untuk memanfaatkan media pembelajaran!&lt;br /&gt;34.  Jelaskan bahwa dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian pemilihan media dengan karakteristik siswa akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Beri contoh!&lt;br /&gt;35.  Jelaskan minimal tiga prinsip dalam menggunakan media  pembelajaran.&lt;br /&gt;36.  Jelaskan kelebihan dan kelemahan media audio!&lt;br /&gt;37.  Bandingkan penggunaan radio dan rekaman sebagai media pembelajaran! Mana yang lebih menguntungkan?&lt;br /&gt;Sumber : Buku Materi PLPG Unnes 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-8459696888712733767?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/8459696888712733767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-uji-kompetensi-guru_03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/8459696888712733767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/8459696888712733767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-uji-kompetensi-guru_03.html' title='contoh : Soal Tes Uji Kompetensi Guru Penjas SMA'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-4561642835605482677</id><published>2012-02-03T14:26:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:31:34.449-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Tes Uji Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMA</title><content type='html'>Soal Tes Uji Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMA&lt;br /&gt;Choose the correct answer.&lt;br /&gt;1. I saw the coach on the field after the game, and he seemed ……&lt;br /&gt;A. real angry B. very angrily C. angrily D. angry&lt;br /&gt;2. Doreen was so furious that she almost stopped playing the piano because her teacher insisted that she …… her scales&lt;br /&gt;A. to practice B. practice C. practicing D. practiced&lt;br /&gt;3. Little Mary did not go to the party. I understand that she was unhappy that …..&lt;br /&gt;A. she could not go B. she would not be able to go&lt;br /&gt;C. can’t go D. is not able to go&lt;br /&gt;4. I am still here because I …… my plane to Jakarta.&lt;br /&gt;A. just miss B. just am missing&lt;br /&gt;C. just missed D. almost missed&lt;br /&gt;5. Ms. Conover? She is the person …… to that man in the corner.&lt;br /&gt;A. who is talking B. which is talking C. who talks D. who talked&lt;br /&gt;6. The parcels I just brought into the house …… on the table.&lt;br /&gt;A. are laying B. are lying C. lying D. laying&lt;br /&gt;7. The workers are all gone. Because of the bad weather, the boss permitted them …… early.&lt;br /&gt;A. leave B. to leaving C. to be going D. to leave&lt;br /&gt;8. Many people have seen that film several times. I saw it and found it not very ……&lt;br /&gt;A. interested B. interesting C. of interest D. interest&lt;br /&gt;9. The bank refused to cash your check because you …… it.&lt;br /&gt;A. don’t sign B. didn’t sign C. are not signing D. shall not sign&lt;br /&gt;10. Son, I’d really like you …… a little harder in school.&lt;br /&gt;A. studying B. to be studying C. study D. to study&lt;br /&gt;11. He has just finished fixing the door and it looks as though …… a very hard job.&lt;br /&gt;A. to be B. it was C. it must have been D. it must be&lt;br /&gt;12. How was your weekend, Terry? It .... well.&lt;br /&gt;A. go B. goes C. going D. went&lt;br /&gt;13. Probably ...... little oil left under the North Sea by the year of 2010.&lt;br /&gt;A. will be B. there will be C. it will be D. will there be&lt;br /&gt;14. Do you like these trousers? No, .... look very nice.&lt;br /&gt;A. it doesn’t B. that doesn’t C. they don’t D. there don’t&lt;br /&gt;15. Napoleon ...... the West Indian Island of Santo Domingo in 1801.&lt;br /&gt;A. attacking B. attacked C. is attacking D. has attacked&lt;br /&gt;16. On Mercator’s maps, the far northern and southern polar regions are&lt;br /&gt;......&lt;br /&gt;A. greatly exaggerated in area B. exaggerating greatly in area&lt;br /&gt;C. greatly exaggerate in area D. great exaggeration in area&lt;br /&gt;17. Reading is your hobby, ....?&lt;br /&gt;A. aren’t you B. are you C. is it D. isn’t it&lt;br /&gt;18. ...... , the match had to be postponed.&lt;br /&gt;A. Because snowing B. Because was snowing&lt;br /&gt;C. Because there was snowing D. Because it was snowing&lt;br /&gt;19. When I looked into his room, he .... soundly in his bed.&lt;br /&gt;A. slept B. was sleeping C. was slept D. had slept&lt;br /&gt;20. Is it necessary .... the book immediately?&lt;br /&gt;A. for him to return B. that he return C. his returning D. him to return&lt;br /&gt;21. Lightning rarely ...... twice in the same place.&lt;br /&gt;A. is striking B. strikes C. does it strike D. it strikes&lt;br /&gt;22. The new teacher in our class .... the exercises.&lt;br /&gt;A. made the students do B. has the students doing&lt;br /&gt;C. gets the students do D. made the students to do&lt;br /&gt;23. The package containing books and records .... last week.&lt;br /&gt;A. is delivered B. was delivered C. are delivered D. were delivered&lt;br /&gt;24. The two new students .... during the coffee break.&lt;br /&gt;A. being acquainted B. got acquainted&lt;br /&gt;C. acquainting themselves D. made known to each other&lt;br /&gt;25. .... five laps around the track, Kenny was too tired to attend his English class.&lt;br /&gt;A. To run B. He ran C. After running D. Running&lt;br /&gt;26. Not only ......, but he also owned a movie studio.&lt;br /&gt;A. Hughes owned Las Vegas hotels B. did Hughes own Las Vegas hotels&lt;br /&gt;C. owned Hughes Las Vegas hotels D. Las Vegas hotels owned Hughes&lt;br /&gt;27. .... if we walk on the grass?&lt;br /&gt;A. Do you want B. Are you minded C. Do you mind D. Do you think&lt;br /&gt;28. It’s Robert’s job .... the dogs and put out the cats.&lt;br /&gt;A. food B. to feed C. having fed D. has fed&lt;br /&gt;29. People usually can get a sufficient amount of the calcium their bodies&lt;br /&gt;...... from the food they consume.&lt;br /&gt;A. need B. needs C. needing D. to need&lt;br /&gt;30. We are proud .... the success of our effort.&lt;br /&gt;A. to announce B. announcing C. for announcing D. to be announcing&lt;br /&gt;31. It would be disastrous .... that.&lt;br /&gt;A. for John doing B. for John to do C. for John did&lt;br /&gt;D. for John do&lt;br /&gt;32. So far there is no vaccine ...... in sight for the common cold.&lt;br /&gt;A. or cure B. has cured C. or curing D. having cured&lt;br /&gt;33. One of the librarian’s duties .... helping students.&lt;br /&gt;A. are B. is C. has to be D. will&lt;br /&gt;34. When did she dial the operator?&lt;br /&gt;A. Tomorrow morning. B. After she finishes her study.&lt;br /&gt;C. Next week. D. After she had had dinner.&lt;br /&gt;35. Only one foreign student .... Indonesian food yet.&lt;br /&gt;A. isn’t used to eat B. isn’t used to eating&lt;br /&gt;C. isn’t used to be eating D. didn’t use to eating&lt;br /&gt;36. In the past, the elderly couple .... than stayed at home.&lt;br /&gt;A. would rather travel B. would have rather travelled&lt;br /&gt;C. would rather travelled D. would rather have travelled&lt;br /&gt;37. I want to see you tomorrow. What .... at ten o’clock tomorrow?&lt;br /&gt;A. will you do B. will you be doing&lt;br /&gt;C. have you done D. are you going to do&lt;br /&gt;38. This morning I .... the book there.&lt;br /&gt;A. couldn’t find B. could not be found C. cannot find D. can find&lt;br /&gt;39. Kitchen appliances called blenders became ...... in the 1930s, when Stephen J. Poplawski developed a machine that excelled at making his favorite drink.&lt;br /&gt;A. establish B. establishing C. established D. which establish&lt;br /&gt;40. Our furniture .... of excellent teak.&lt;br /&gt;A. makes B. is made C. is making D. has made&lt;br /&gt;Sumber : Buku Materi PLPG UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-4561642835605482677?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/4561642835605482677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-uji-kompetensi-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4561642835605482677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4561642835605482677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-uji-kompetensi-guru.html' title='contoh : Soal Tes Uji Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMA'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-2712754645562657031</id><published>2012-02-03T14:24:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:26:18.052-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Indonesia SMA</title><content type='html'>Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Indonesia SMA&lt;br /&gt;1.     Model , metode, dan teknik membaca apakah yang dapat digunakan untuk membaca cepat teks nonsastra? Jelaskan cara menerapkannya!&lt;br /&gt;2.     Model , metode, dan teknik membaca apakah yang dapat digunakan untuk membaca memindai buku? Jelaskan cara menerapkannya!&lt;br /&gt;3.     Model , metode, dan teknik membaca apakah yang dapat digunakan untuk membaca memindai grafik? Jelaskan cara menerapkannya!&lt;br /&gt;4.     Model , metode, dan teknik membaca apakah yang dapat digunakan untuk membaca pemahaman teks sastra? Jelaskan cara menerapkannya!&lt;br /&gt;5.     Model , metode, dan teknik membaca apakah yang dapat digunakan untuk membaca kritis teks sastra? Jelaskan cara menerapkannya!&lt;br /&gt;6.     Model , metode, dan teknik membaca apakah yang dapat digunakan untuk membaca pparagrafaf? Jelaskan cara menerapkannya!&lt;br /&gt;7.     Model , metode, dan teknik membaca apakah yang dapat digunakan untuk membaca artikel? Jelaskan cara menerapkannya!&lt;br /&gt;8.     Model , metode, dan teknik membaca apakah yang dapat digunakan untuk membaca buku biografi? Jelaskan cara menerapkannya!&lt;br /&gt;9.     Jelaskan ciri-ciri puisi!&lt;br /&gt;10.  Jelaskan unsur-unsur puisi!&lt;br /&gt;11.  Jelaskan pengertian drama sebagai karya dalam dua dimensi!&lt;br /&gt;12.  Jelaskan unsur-unsur drama dalam dimensi sastra!&lt;br /&gt;13.  Kemukakan dan jelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian kelas!&lt;br /&gt;14.  Kemukakan dan jelaskan manfaat penilaian kelas!&lt;br /&gt;15.  Kemukakan dan jelaskan fungsi penilaian kelas!&lt;br /&gt;16.  Coba Anda kemukakan dan jelaskan kriteria penilaian kelas!&lt;br /&gt;17.  Coba jelaskan prinsip-prinsip penilaian kelas!&lt;br /&gt;18.  Jelaskan ranah yang dinilai dalam penilaian kelas!&lt;br /&gt;19.  Jelaskan bagaimana pelaksanaan penilaian kelas!&lt;br /&gt;20.  Jelaskan teknik-teknik penilaian yang dapat digunakan untuk penilaian Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA/MA!&lt;br /&gt;21.  Sebutkan salah satu tes keterampilan berbicara yang dapat menghemat waktu pelaksanaannya?&lt;br /&gt;22.  Buatlah salah satu bentuk daftar cek yang berisikan skill-skill yang menurut anda layak dikuasai oleh siswa setelah tamat kelas XII SMA/MA?&lt;br /&gt;23.  Dari beberapa tes pengetahuan dan sikap, cara mana yang menurut anda paling cocok buat anda sendiri?&lt;br /&gt;24.  Selain bentuk yang sudah diuraikan di atas, coba anda diskusikan salah satu bentuk tes pengetahuan dan sikap yang berhubungan dengan materi kesegaran jasmani? Perhatikan pelaksanaan tes tersebut harus menghemat waktu!&lt;br /&gt;25.  Jelaskan cara-cara yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data informasi hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia peserta didik di SMA?&lt;br /&gt;26.  Jelaskan bagaimana cara pengolahan data cara-cara penilaian berikut ini.&lt;br /&gt;a.     tertulis,&lt;br /&gt;b.    lisan,&lt;br /&gt;c.     unjuk kerja,&lt;br /&gt;d.    produk,&lt;br /&gt;e.     porfolio,&lt;br /&gt;f.     observas, dan .&lt;br /&gt;g.    penilaian diri&lt;br /&gt;27.  Jelaskan apa saja yang harus diperhatikan dalam menentukan KKM!&lt;br /&gt;28.  Jelaskan bagaimana seorang anak dikatakan telah menuntaskan hasil belajar KD!&lt;br /&gt;29.  Sebutkan aspek-aspek yang dapat menggambarkan karakteristik suatu karya tulis ilmiahdan berikan penjelasan singkat untuk setiap aspek. Berdasarkan uraian itu, coba simpulkan karakteristik karya tulis ilmiah!&lt;br /&gt;30.  Secara umum, struktur sajian suatu karya tulis ilmiah terdiri dari bagian awal, inti, dan bagian penutup. Coba jelaskan deskripsi masing-masing bagian dan apa bedanya dengan struktur sajian karya non ilmiah?&lt;br /&gt;31.  Jelaskan mengapa abstrak merupakan bagian terpenting dalam laporan dan artikel penelitian&lt;br /&gt;32.  Sebut dan jelaskan perbedaan karya tulis ilmiah hasil pemikian dan hasil penelitian!&lt;br /&gt;Sumber : Buku Materi PLPG UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-2712754645562657031?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/2712754645562657031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-bahasa_03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2712754645562657031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2712754645562657031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-bahasa_03.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Indonesia SMA'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-7350588210805726545</id><published>2012-02-03T14:23:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:24:10.213-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Matematika SMA MA SMK</title><content type='html'>Soal Uji Kompetensi Guru Matematika SMA MA SMK&lt;br /&gt;1. Misalkan dipunyai data nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur sebagai berikut. 80, 60, 70, 50, 70, 80, 70, 80, 70, 60, 60, 70, 80, 90, 40, 70, 90, 50, 90, 70. Mean nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 70 b. 80 c. 75 d. 85&lt;br /&gt;2. Dengan data pada soal nomor 1 Modus nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 70 b. 80 c. 75 d. 85&lt;br /&gt;3. Dengan data pada soal nomor 1 Median nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 70 b. 80 c. 75 d. 85&lt;br /&gt;4. Dengan data pada soal nomor 1 kuartil ke-3 nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 75,5 b. 77,5 c. 85,7 d. 87,5&lt;br /&gt;5. Dengan data pada soal nomor 1 rentang nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 40 b. 50 c. 55 d. 60&lt;br /&gt;6. Dengan data pada soal nomor 1 simpangan baku nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 12,67 b. 12, 76 c. 13,76 d. 13,87&lt;br /&gt;7. Dua puluh pelajar terdiri 12 puteri dan 8 putera. Rata-rata nilai matematika pelajar keseluruhan 80. Jika rata-rata nilai matematika pelajar puteri saja 75 , maka rata-rata nilai matematika pelajar putera adalah ....&lt;br /&gt;a. 67.5 b. 77,7 c. 87,5 d. 89,5&lt;br /&gt;8. Nilai UAN matematika sebanyak 30 siswa mempunyai rata-rata 80, jika nilai seorang siswa tidak diikutkan maka nilai rata-rata menjadi 81, berapa nilai siswa tersebut.&lt;br /&gt;a. 47 b. 51 c. 63 d. 73&lt;br /&gt;9. Rata-rata berat badan 50 anak 65 kg, jika ditambah dengan berat badan si Andi dan Narti maka rata-rata berat badan tetap 65, jika perbandingan berat badan Andi dan Narti 6:4, berapa berat badan Andi?&lt;br /&gt;a. 67 b. 68 c. 77 d. 78&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;10. Berikut ini yang merupakan instrumen penelitian dalam PTK adalah ....&lt;br /&gt;a. kisi-kisi soal tes&lt;br /&gt;b. RPP&lt;br /&gt;c. kamera untuk merekam kegiatan belajar siswa&lt;br /&gt;d. LKS&lt;br /&gt;11. Observasi terstruktur menggunakan instrumen observasi yang dengan aspek yang diamati ....&lt;br /&gt;a. menggunakan lembar kosong untuk mencatat hal-hal penting&lt;br /&gt;b. menggunakan alat perekam, misalnya kamera&lt;br /&gt;c. tertulis pada pokok-pokok masalahnya saja&lt;br /&gt;d. tertulis berdasar kerangka teoritis dan siap digunakan oleh pengamat&lt;br /&gt;12. Dalam PTK keguanaan peneliti melakukan refleksi adalah ....&lt;br /&gt;a. untuk menetapkan taraf keberhasilan atau kegagalan alternative tindakan.&lt;br /&gt;b. dilaksanakan guna menentukan langkah lebih lanjut dalam rangka mencapai tujuan penelitian&lt;br /&gt;c. untuk menganalisis kinerja pengamat&lt;br /&gt;d. untuk memperbaiki hipotesis tindakan&lt;br /&gt;13. Secara teknis refleksi dilakukan dengan pendekatan ....&lt;br /&gt;a. jenis penelitian dan olah data&lt;br /&gt;b. analitis, sintetis dan pendekatan berpikir induktif dan deduktif&lt;br /&gt;c. individual dan kerjasama&lt;br /&gt;d. aplikatif, analisis, dan eveluatif&lt;br /&gt;14. Dalam rangka menetapkan langkah lanjutan untuk melaksanakan siklus berikutnya, hendaknya beberapa hal berikut dipertimbangkan, kecuali ....&lt;br /&gt;a. kondisi saat pelaksanaan tindakan terdahulu dengan segala hasilnya&lt;br /&gt;b. taraf peluang keberhasilan alternatif tindakan yang dipilih untuk siklus lanjutan&lt;br /&gt;c. dukungan sarana dan prasarana yang diperlukan&lt;br /&gt;d. pokok materi pelajaran yang dipilih harus sama dengan pokok materi pelajaran pada siklus sebelumnya&lt;br /&gt;15. Salah satu teknik mengumpulkan data adalah dengan teknik wawancara. Yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan wawancara adalah ....&lt;br /&gt;a. harus rileks&lt;br /&gt;b. dilaksanakan di dalam kelas&lt;br /&gt;c. tidak perlu rencana wawancara&lt;br /&gt;d. memberi memotivasi belajar siswa&lt;br /&gt;16. Tahapan dalam analsis data penelitian adalah ....&lt;br /&gt;a. memeriksa hasil observasi, meringkas, menyajikan data&lt;br /&gt;b. reduksi, pemaparan, dan penarikan kesimpulan&lt;br /&gt;c. menyusun instrumen, mengambil data, menganalis data&lt;br /&gt;d. merencanakan, melaksanakan, merekam data&lt;br /&gt;17. Paparan data dapat dilakukan dengan tampilan dalam bentuk ....&lt;br /&gt;a. rekaman dan catatan harian&lt;br /&gt;b. instrumen, kamera, dan dokumentasi&lt;br /&gt;c. narasi, grafik, tabel, dan matriks&lt;br /&gt;d. skema, analisis data, dan pembahasan&lt;br /&gt;18. Berkaitan dengan analisis data, penyimpulan merupakan proses pengambilan intisari atas ....&lt;br /&gt;a. pelaksanaan observasi di kelas&lt;br /&gt;b. sajian data yang telah dipaparkan ke dalam bentuk pertanyaan atau formula yang singkat, padat, tetapi mengandung pengertian luas.&lt;br /&gt;c. refeksi terhadap apa yang telah dilakukan dan akan dilakukan&lt;br /&gt;d. saran-saran yang akan diberikan&lt;br /&gt;19. Teknik observasi klinis menggunakan tiga fase, yaitu ...&lt;br /&gt;a. bertemu siswa di kelas, wawancara, dan merekam data&lt;br /&gt;b. rencana pembuatan RPP, melaksankan pembelajaran, dan melakukan perbaikan&lt;br /&gt;c. rencana membuat instrumen, mencobakan, dan merevisi&lt;br /&gt;d. rapat perencanaan, observasi kelas, dan rapat umpan balik&lt;br /&gt;20.Teknik penilaian yang cocok digunakan untuk menilai ranah psikomotor adalah&lt;br /&gt;a. tes&lt;br /&gt;b. proyek&lt;br /&gt;c. produk&lt;br /&gt;d. unjuk kerja&lt;br /&gt;21. Alat yang digunakan untuk mengamati unjuk kerja siswa adalah&lt;br /&gt;a. daftar hadir&lt;br /&gt;b. daftar cek&lt;br /&gt;c. dahtar nilai&lt;br /&gt;d. presentasi&lt;br /&gt;22. Berikut adalah teknik yang yang digunakan untuk menilai sikap siswa kecuali ...&lt;br /&gt;a. pengamatan perilaku&lt;br /&gt;b. pertanyaan langsung&lt;br /&gt;c. laporan pribadi&lt;br /&gt;d. tes lisan&lt;br /&gt;23. Berikut adalah contoh-contoh kegiatan siswa dalam penilaian proyek matematika kecuali...&lt;br /&gt;a. mengerjakan PR soal-soal yang ada di LKS&lt;br /&gt;b. penelitian sederhana mengenai banyaknya kendaraan yang lewat di jalan raya dalam suatu waktu&lt;br /&gt;c. Membuat karya ilmiah dipresentasikan&lt;br /&gt;d. Melakukan kegiatan pengukuran dengan menggunakan alat klinometer&lt;br /&gt;24. Penilaian produk dalam pembelajaran matematika yang sangat mendukung pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika adalah&lt;br /&gt;a. pembuatan ringkasan matematika&lt;br /&gt;b. pembuatan alat peraga matematika&lt;br /&gt;c. pembuatan peta konsep matematika&lt;br /&gt;d. pembuatan diagram alur matematika&lt;br /&gt;25. Buatlah contoh soal matematika SMA yang mengukur suatu indikator dari kompetensi dasar tertentu mengenai aspek pemecahan masalah lengkap dengan kunci jawaban dan pedoman penskoran.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;1. Tulislah teorema tentang garis tegak lurus bidang, kemudian buktikan teorema tersebut.&lt;br /&gt;2. Proyeksi garis lurus pada bidang datar merupakan garis lurus. Buktikan.&lt;br /&gt;3. Jelaskan relasi antara titik dan parabola.&lt;br /&gt;4. Jelaskan operasi antara garis dan lingkaran.&lt;br /&gt;5. Tulislah definisi obyek geometri berikut ini sebagai himpunan titik-titk pada suatu bidang datar.&lt;br /&gt;a. Ruas garis AB.&lt;br /&gt;b. Sudut&lt;br /&gt;c. Segitiga&lt;br /&gt;6. Buatlah contoh soal matematika SMA yang mengukur suatu indikator dari kompetensi dasar tertentu mengenai aspek pemecahan masalah lengkap dengan kunci jawaban dan pedoman penskoran&lt;br /&gt;7. Tentukan panjang ketiga garis tinggi pada segitiga ABC, jika koordinat titik-titik sudutnya adalah A(2, 5), B (0,1), dan C( -3, 8).&lt;br /&gt;8. Tentukanlah jenis irisan kerucut yang memiliki persamaan berikut ini kemudian lukislah grafiknya.&lt;br /&gt;i. y2 = 16 + 4x2&lt;br /&gt;ii. x2 – 2y = 0&lt;br /&gt;9. Tentukanlah koordinat pusat dan puncak obyek geometri berikut ini, kemudian lukislah grafiknya.&lt;br /&gt;1) 9x2 – 16y2 + 18x – 32y -151 = 0&lt;br /&gt;2) x2 - y2 – 4x = 0&lt;br /&gt;3) x2 – 2xy + 4y2 + x + y = 0 &lt;br /&gt;1. Misalnya judul penelitian: ”Mengoptimalkan Hasil Belajar Siswa melalui Pembelajaran Peta Konsep pada Materi Pokok Fungsi Kuadrat di Kelas XI SMA Pepandaian Semarang.”&lt;br /&gt;a. Apakah judul tersebut mencerminkan PTK? mengapa?&lt;br /&gt;b. Tindakan apa yang tersirat dalam judul di atas? Tulislah contoh hipotesis tindakannya.&lt;br /&gt;2. Tulislah sistematika laporan penelitian&lt;br /&gt;3. a. Apa keterkaitan antara masalah penelitian dan simpulan?&lt;br /&gt;b. Apa keterkaitan antara saran dan simpulan?&lt;br /&gt;Sumber: Buku Materi PLPG UNNES 208&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-7350588210805726545?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/7350588210805726545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru_6749.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7350588210805726545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7350588210805726545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru_6749.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Matematika SMA MA SMK'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-4985056425962798041</id><published>2012-02-03T14:20:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:22:35.929-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Biologi,SMA MA</title><content type='html'>Soal Uji Kompetensi Guru Biologi,SMA MA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Gen atau DNA mengontrol sifat makhluk hidup dengan cara&lt;br /&gt;A. melakukan pembelahan sel&lt;br /&gt;B. mensintesis protein&lt;br /&gt;C. menentukan fenotip&lt;br /&gt;D. menentukan genotip&lt;br /&gt;2. Hubungan gen dengan kromosom dapat ditunjukkan oleh pernyataan berikut , kecuali ..............&lt;br /&gt;A. gen menempati lokus-lokus tertentu dalam kromosom&lt;br /&gt;B. gen terdapat dalam kromosom&lt;br /&gt;C. gen/DNA bersama protein histon membentuk struktur kromatin&lt;br /&gt;D. gen/DNA bersama-sama kromosom menentukan sifat makhluk hidup&lt;br /&gt;3. Informasi genetik yang dimiliki oleh DNA ditentukan oleh .....&lt;br /&gt;A. urutan basa-basa yang menyusun DNA&lt;br /&gt;B. ikatan basa – gula – fosfat&lt;br /&gt;C. jumlah basa yang menyusun DNA&lt;br /&gt;D. nukleotida penyusun DNA&lt;br /&gt;4. Unit terkecil dari DNA adalah.......&lt;br /&gt;A. nukleotida&lt;br /&gt;B. nukleosida&lt;br /&gt;C. nukleosom&lt;br /&gt;D. nukleoid&lt;br /&gt;5. Dalam suatu molekul DNA jumlah basa purin = jumlah basa pirimidin sebab&lt;br /&gt;A. basa A selalu berpasangan dengan T, basa G selalu berpasangan dengan C&lt;br /&gt;B. jumlah A = T, jumlah G = C&lt;br /&gt;C. basa A + G = basa T + C&lt;br /&gt;D. semua jawaban benar&lt;br /&gt;6. Kromosom yang memiliki 2 lengan sama panjang disebut .......&lt;br /&gt;A. kromosom metasentrik&lt;br /&gt;B. kromosom sub meta sentrik&lt;br /&gt;C. kromosom akrosentrik&lt;br /&gt;D. kromosom telosentrik&lt;br /&gt;7. Yang membedakan kariotip laki-laki dengan perempuan adalah&lt;br /&gt;A. Laki-laki memiliki kromosom akrosentrik lebih sedikit disbanding perempuan&lt;br /&gt;B. kromosom kelompok C pada wanita terdiri dari kromosom nomor 6-12 + 2 kromosom X&lt;br /&gt;C. kromosom pada laki-laki berjumlah 45 pada wanita berjumlah 46&lt;br /&gt;D. perempuan memiliki kromosom submetasentrik lebih sedikit dibanding laki-laki&lt;br /&gt;8. Bagian ujung – ujung kromosom yang dapat membedakan sel muda dan sel yang sudah tua adalah............&lt;br /&gt;A. centromer&lt;br /&gt;B. lengan&lt;br /&gt;C. telomer&lt;br /&gt;D. kromatin&lt;br /&gt;9. Yang dimaksud genom adalah&lt;br /&gt;A. seluruh DNA yang dimiliki individu&lt;br /&gt;B. seluruh DNA dalam kromosom haploid&lt;br /&gt;C. DNA yang ada di dalam sel soma&lt;br /&gt;D. Seluruh DNA yang ada dalam kromosom diploid&lt;br /&gt;10. Urutan organisasi pengemasan DNA yang benar adalah ........&lt;br /&gt;A. kromosom – kromatin – gen – DNA&lt;br /&gt;B. DNA – gen – kromatin – krom osom&lt;br /&gt;C. DNA – nukleosom – solenoid – kromatin – kromosom&lt;br /&gt;D. Kromatin – kromosom – nukleosom – DNA II. Soal Essai&lt;br /&gt;11. Informasi genetik yang dimiliki makhluk hidup tingkat tinggi terdapat dalam bentuk&lt;br /&gt;A. kromosom&lt;br /&gt;B. RNA&lt;br /&gt;C. DNA&lt;br /&gt;D. DNA dan RNA&lt;br /&gt;12. Pernyataan yang paling tepat untuk hubungan gen dengan DNA&lt;br /&gt;A. gen adalah DNA sedangkan DNA belum tentu gen&lt;br /&gt;B. DNA adalah material genetik yang menentukan fungsi gen&lt;br /&gt;C. Gen menentukan sifat makhluk hidup dengan bantuan DNA&lt;br /&gt;D. Urutan basa DNA menentukan fungsi gen&lt;br /&gt;13. Replikasi DNA terjadi secara semi konservatif, hal ini mengandung arti&lt;br /&gt;A. dua pita DNA akan memisah, salah satu pita akan mencetak pita DNA baru&lt;br /&gt;B. dua pita DNA akan memisah dan masing-masing berfungsi sebagai cetakan pita DNA baru&lt;br /&gt;C. dua pita DNA akan mencetak pita DNA baru&lt;br /&gt;D. pita DNA induk akan mencetak pita baru secara berselangseling&lt;br /&gt;14. Pernyataan berikut benar tentang proses pencetakan RNAm oleh DNA, kecuali ........&lt;br /&gt;A. prosesnya dikenal sebagai proses transkripsi&lt;br /&gt;B. pita DNA cetakan adalah pita 3’ – 5’&lt;br /&gt;C. pita RNAm yang dicetak adalah pita 5’ – 3’&lt;br /&gt;D. prosesnya dikatalisis oleh enzim DNA polimerase&lt;br /&gt;15. Bila pita DNA cetakan mengandung basa AAG GCC TTC TGC maka RNAm yang ditranskrip akan memiliki urutan basa ......................&lt;br /&gt;A. TTC CGG AAG ACG&lt;br /&gt;B. AAG GCC TTC TGC&lt;br /&gt;C. UUC CGG UUC ACG&lt;br /&gt;D. TTC GCC AAC TCG&lt;br /&gt;16. Struktur DNA double helix menurut Watson &amp; Crick adalah hal-hal berikut ini, kecuali&lt;br /&gt;A. basa nitrogen akan berikatan dengan gula pada C nomor 1&lt;br /&gt;B. nukleotida satu dengan lainnya dihubungkan oleh ikatan fosfodiester&lt;br /&gt;C. basa-basa saling berpasangan A – G,dan C – T&lt;br /&gt;D. basa nitrogen yang satu dihubungkan dengan basa lainnya melalui ikatan hidrogen&lt;br /&gt;17. Pada tahap inisiasi translasi terjadi hal-hal berikut, kecuali&lt;br /&gt;A. RNAm menempatkan diri didalam ribosom sub unit kecil&lt;br /&gt;B. RNAm ditransfer keluar dari inti&lt;br /&gt;C. Ribosom membaca kodon-kodon pada RNAm&lt;br /&gt;D. Terjadi penggabungan ribosom sub unit kecil dan besar&lt;br /&gt;18. Dimanakah proses replikasi, transkripsi dan translasi berlangsung?&lt;br /&gt;A. replikasi dan transkripsi terjadi di inti sel, translasi terjadi di sitoplasma&lt;br /&gt;B. replikasi terjadi di inti sel, transkripsi dan translasi di sitoplasma&lt;br /&gt;C. replikasi terjadi di sitoplasma, transkripsi dan translasi di intisel&lt;br /&gt;D. transkripsi terjadi di inti sel, replikasi dan translasi di sitoplasma&lt;br /&gt;19. Pada proses replikasi DNA arah 3’-5’ terjadi secara diskontinyu, sebab&lt;br /&gt;A. proses replikasi terjadi secara semikonservatif&lt;br /&gt;B. proses perpanjangan DNA selalu dalam arah 5’ – 3’&lt;br /&gt;C. terbentuk fragmen okazaki&lt;br /&gt;D. dikatalisis oleh enzim DNA polimerase&lt;br /&gt;20. Informasi genetik dipindahkan dari satu sel induk ke sel anak melalui proses...&lt;br /&gt;A. pembelahan sel&lt;br /&gt;B. replikasi&lt;br /&gt;C. transkripsi&lt;br /&gt;D. translasi&lt;br /&gt;21. Yang dimaksud mutasi adalah.........&lt;br /&gt;A. perubahan sifat pada makhluk hidup&lt;br /&gt;B. perubahan pada gen yang sifatnya menetap dan dapat menyebabkan perubahan genotip&lt;br /&gt;C. proses yang menyebabkan munculnya sifat abnormal&lt;br /&gt;D. proses yang menyebabkan terjadinya evolusi&lt;br /&gt;22. Mutasi dapat terjadi secara spontan maupun diinduksi. Berikut ini adalah contoh sifat yang timbul karena mutasi yang diinduksi&lt;br /&gt;A. penyakit kanker kulit&lt;br /&gt;B. kelainan hemoglobin&lt;br /&gt;C. semangka tidak berbiji&lt;br /&gt;D. varietas padi unggul&lt;br /&gt;23. Mutagen atau agen penyebab mutasi yang dayanya rendah adalah .....&lt;br /&gt;A. sinar alfa&lt;br /&gt;B. neutron&lt;br /&gt;C. asam nitrat&lt;br /&gt;D. sinar ultra violet&lt;br /&gt;24. Kodon AUG berubah menjadi AUA. Ini merupakan contoh mutasi......&lt;br /&gt;A. mutasi salah arti (missens mutation)&lt;br /&gt;B. mutasi tanpa arti (nonsense mutation)&lt;br /&gt;C. mutasi insersi&lt;br /&gt;D. mutasi semu (silent mutation)&lt;br /&gt;25. Berikut ini mana contoh mutasi transversi&lt;br /&gt;A. AG CT&lt;br /&gt;B. AT GC&lt;br /&gt;C. AT CG&lt;br /&gt;D. GC AT&lt;br /&gt;26. Mutasi berikut ini mana yang disebabkan oleh mutagen HNO2&lt;br /&gt;A. deaminasi adenin menjadi hipoxantin&lt;br /&gt;B. deamionasi citosin menjadi xantin&lt;br /&gt;C. perubahan AG menjadi TC&lt;br /&gt;D. perubahan Timin menjadi urasil&lt;br /&gt;27. Mutagen dibawah ini mana yang mengakibatkan mutasi Timin dimer?&lt;br /&gt;A. ion radioaktif&lt;br /&gt;B. sinar ultra violet&lt;br /&gt;C. sinar infra merah&lt;br /&gt;D. sinar X&lt;br /&gt;28. Perubahan kodon triplet dari CTT menjadi CTA ataupun CTG tidak berpengaruh terhadap protein yang disintesis sebab ketiganya mengkode asam amino yang sama yaitu leusin. Kasus mutasi ini dikenal dengan istilah.....&lt;br /&gt;A. mutasi silent&lt;br /&gt;B. mutasi nonsens&lt;br /&gt;C. mutasi missens&lt;br /&gt;D. mutasi frameshift&lt;br /&gt;29. Penyakit anemia sel sabit merupakan salah satu contoh kejadian mutasi. Berikut ini mana pernyataan yang tidak benar&lt;br /&gt;A. terjadi perubahan kode pada basa ke enam rantai beta&lt;br /&gt;B. penderita memiliki eritrosit berbentuk sabit&lt;br /&gt;C. penderita mengalami kelainan hemoglobin&lt;br /&gt;D. hemoglobin penderita dikenal sebagai hemoglobin A (HbA)&lt;br /&gt;30. Contoh penyakit akibat mutasi oleh sinar ultra violet&lt;br /&gt;A. kanker hati&lt;br /&gt;B. kanker kulit&lt;br /&gt;C. eritrosit bentuk sel sabit&lt;br /&gt;D. hemoglobin abnormal&lt;br /&gt;B. SOAL ESSAY&lt;br /&gt;Sumber: Buku Materi PLPG UNNES 208&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-4985056425962798041?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/4985056425962798041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru_03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4985056425962798041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4985056425962798041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru_03.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Biologi,SMA MA'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-2570420601196823544</id><published>2012-02-03T14:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T14:19:56.494-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru PKn SMA MA SMK</title><content type='html'>Soal Uji Kompetensi Guru PKn SMA MA SMK&lt;br /&gt;1. Salah satu yang membedakan negara dengan organisasi social lainnya adalah….&lt;br /&gt;A. Ada pengurusnya&lt;br /&gt;B. Memiliki alat/tata tertip yang memaksa&lt;br /&gt;C. Memiliki tujuan&lt;br /&gt;D. Memiliki alat kelengkapan organisasi.&lt;br /&gt;2. Yang disebut dengan pengurus dalam organisasi negara adalah ….&lt;br /&gt;A. Alat-alat kelembagaan negara&lt;br /&gt;B. Semua lembaga-lembaga negara&lt;br /&gt;C. Pemerintah&lt;br /&gt;D. Pamong Praja&lt;br /&gt;3. Pengakuan bukanlah sebagai unsur negara hanya sebagai menerangkan saja.&lt;br /&gt;A. Pengakuan sebagai unusr Constitutive&lt;br /&gt;B. Pengakuan sebagai unsur convensional&lt;br /&gt;C. Pengakuan sebagai unsur Definitif&lt;br /&gt;D. Pengakuan sebagai unsur Declaratif&lt;br /&gt;4. Terbentuknya negara dengan cara negara lama terpecah dan lenyap, kemudia lahir negara baru, disebut terbentuknya negara dengan cara….?&lt;br /&gt;A. Innovation&lt;br /&gt;B. Peleburan (Fusi)&lt;br /&gt;C. Accopatie&lt;br /&gt;D. Proklamasi&lt;br /&gt;5. Negara yang pemerintahannya diterletak ditangan sejumlah orang dari golongan feodal disebut negara …..&lt;br /&gt;A. Monarchie&lt;br /&gt;B. Autocratie&lt;br /&gt;C. Oligarchie&lt;br /&gt;D. Aristocratie&lt;br /&gt;6. Negara yang berada di bawah perlindungan negara lain disebut Negara ….&lt;br /&gt;A. Mandat&lt;br /&gt;B. Perwalian&lt;br /&gt;C. Dominion&lt;br /&gt;D. Protektorat&lt;br /&gt;7. Negara Perwalian dapat diberlakukan pada ….&lt;br /&gt;A. Wilayah yang dipisahkan dari negara yang kalah pada perang dunia II&lt;br /&gt;B. Wilayah yang dipisahkan dari negara yang kalah pada perang dunia I&lt;br /&gt;C. Negara yang masih dijajah negara lain&lt;br /&gt;D. Negara-negara yang tidak mampu mengurus dirinya sendiri.&lt;br /&gt;8. Gabungan negara yang kepala negara dan perlengkapan negaranya ditetapkan secara pemilihan disebut negara ….&lt;br /&gt;A. Serikat Negara&lt;br /&gt;B. Uni Riil&lt;br /&gt;C. Uni Personil&lt;br /&gt;D. Negara Serikat&lt;br /&gt;9. Apakah fungsi negara yang paling utama ?&lt;br /&gt;A. Menjaga keutuhan bangsa dan negara&lt;br /&gt;B. Melaksanakan pembangunan nasional&lt;br /&gt;C. Menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara&lt;br /&gt;D. Mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat&lt;br /&gt;10. Bagaimanakah caranya Indonesia membentuk neg?ara RI&lt;br /&gt;A. Melaui meja perundingan (KMB)&lt;br /&gt;B. Melalui kerjasama dengan PBB&lt;br /&gt;C. Melepaskan diri dari kekuasaan Belanda&lt;br /&gt;C. Melalui cara Innovatien (pembentukan baru)&lt;br /&gt;1. Demokrasi dapat dipahami secara normatif dan secara empirik. Demokrasi secara empirik artinya adalah:&lt;br /&gt;a. demokrasi dalam praktek&lt;br /&gt;b. demokrasi dalam teori&lt;br /&gt;c. demokrasi sesuai aturan&lt;br /&gt;d. demokrasi yang dipaksakan&lt;br /&gt;e. demokrasi secara konseptual&lt;br /&gt;2. Secara empirik terdapat keanekaragaman berdemokrasi di berbagai negara. Hal itu antara lain disebabkan oleh disebabkan oleh:&lt;br /&gt;a. jumlah penduduk yang berbeda,&lt;br /&gt;b. kondisi geografis yang berbeda&lt;br /&gt;c. kondisi sosial budaya dan ideologi yang berbeda&lt;br /&gt;d. potensi sumber daya yang berbeda&lt;br /&gt;e. pengaruh lingkungan yang berbeda.&lt;br /&gt;3. Setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah harus sesuai dengan aspirasi rakyat dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat. Hal itu sesuai dengan indicator demokrasi:&lt;br /&gt;a. rekruitmen politik yang terbuka&lt;br /&gt;b. akuntabilitas,&lt;br /&gt;c. rotasi kekuasaan,&lt;br /&gt;d. fleksibilitas,&lt;br /&gt;e. penghargaan HAM.&lt;br /&gt;4. Pengisian jabatan publik dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berkompetisi. Hal itu sesuai dengan indikator demokrasi:&lt;br /&gt;a. akuntabilitas,&lt;br /&gt;b. rotasi kekuasaan,&lt;br /&gt;c. fleksibilitas,&lt;br /&gt;d. penghargaan HAM.&lt;br /&gt;e. rekruitmen politik yang terbuka&lt;br /&gt;5. Pada kurun waktu setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai menjelang Orde Baru 1966, Indonesia menerapkan sistem:&lt;br /&gt;a. demokrasi liberal&lt;br /&gt;b. demokrasi parlementer&lt;br /&gt;c. demokrasi rakyat&lt;br /&gt;d. demokrasi sosialis&lt;br /&gt;e. demokrasi Pancasila&lt;br /&gt;1. Budaya politik parokial ditandai oleh hal-hal sebagai berikut, kecuali:&lt;br /&gt;a. adanya spesialisasi dalam masyarakat yang sangat kecil,&lt;br /&gt;b. diferensiasi terbatas,&lt;br /&gt;c. orientasi politik sempit dari warga masyarakat,&lt;br /&gt;d. aktor politik sekaligus menjalankan berbagai peran yang lain.&lt;br /&gt;e. kesadaran politik yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;2. Kuatnya sentiment kedaerahan, kesukuan, dan keagamaan dalam masyarakat Indonesia, merupakan indikator budaya politik Indonesia yang masih diwarnai oleh:&lt;br /&gt;a. primordialisme&lt;br /&gt;b. paternalisme&lt;br /&gt;c. patrimonial&lt;br /&gt;d. tradisionalisme&lt;br /&gt;e. modernisme.&lt;br /&gt;3. Masyarakat Indonesia yang masih membawakan pola panutan, untuk melakukan sesuatu yang diharapkan, memerlukan figure yang bisa dijadikan sebagai acuan. Hal itu manandakan budaya politik Indonesia yang membawakan ciri:&lt;br /&gt;a. primordialisme&lt;br /&gt;b. paternalisme&lt;br /&gt;c. patrimonial&lt;br /&gt;d. tradisionalisme&lt;br /&gt;e. modernisme.&lt;br /&gt;4. Hampir setiap orang menganggap dirinya dan orang lain sebagai anggota aktif dalam kehidupan poltik, dan masing-masing sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan politik. Hal itu merupakan indikator budaya politik:&lt;br /&gt;a. tradisional,&lt;br /&gt;b. modern,&lt;br /&gt;c. parochial,&lt;br /&gt;d. partisipan.&lt;br /&gt;e. subyek,&lt;br /&gt;5. Dengan memperhatikan pendapat para pakar, dapat dikemukakan beberapa ciri budaya jawa yang sangat berpengaruh terhadap budaya politik Indonesia. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut, kecuali:&lt;br /&gt;a. cenderung tidak berada dalam situasi konflik,&lt;br /&gt;b. mudah tersinggung.&lt;br /&gt;c. kompetitif dan terbuka&lt;br /&gt;d. menilai tinggi ketenangan sikap.&lt;br /&gt;e. kuatnya rasa kebersamaan.&lt;br /&gt;1. Penandatanganan penjanjian bilateral merupakan bentuk pengakuan suatu negara yang bersifat….&lt;br /&gt;a. pengakuan kepala pemerintahan&lt;br /&gt;b. pengakuan kepala Negara&lt;br /&gt;c. pengakuan de facto&lt;br /&gt;d. pengakuan de jure&lt;br /&gt;2. Salah satu bentuk Negara yang diakui oleh masyarakat internasional adalah ….&lt;br /&gt;a. Konfederasi,&lt;br /&gt;b. Federasi,&lt;br /&gt;c. Kondominium,&lt;br /&gt;d. Anggota Persemakmuran.&lt;br /&gt;1. Perserikatan Bangsa-bangsa termasuk organisasi internasional yang bersifat ….&lt;br /&gt;a. global&lt;br /&gt;b. regional&lt;br /&gt;c. lokal&lt;br /&gt;d. terbatas&lt;br /&gt;2. ASEAN merupakan organisasi internasional yang didirikan oleh bangsa-bangsa Asia Tenggara dengan sifat ....&lt;br /&gt;a. global&lt;br /&gt;b. regional&lt;br /&gt;c. lokal&lt;br /&gt;d. terbatas&lt;br /&gt;1. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan pembelajaran, yang disusun untuk....&lt;br /&gt;a. mencapai tujuan pembelajaran&lt;br /&gt;b. memudahkan guru mengajar&lt;br /&gt;c. memberi pedoman keterlibatan siswa&lt;br /&gt;d. memperjelas materi pembelajaran&lt;br /&gt;2. Metode ceramah bukan satu-satunya metode yang dapat dilakukan untuk menerapkan strategi ekspositori, melainkan ada metode lain, seperti ....&lt;br /&gt;a. demosntrasi&lt;br /&gt;b. simulasi&lt;br /&gt;c. diskusi atau curah gagasan&lt;br /&gt;d. penelusuran informasi&lt;br /&gt;3. Menurut Joyce dan Weil, bahwa pada hakikatnya pembelajaran adalah membantu para peserta didik memperoleh&lt;br /&gt;a. informasi dan ide tertentu&lt;br /&gt;b. keterampilan&lt;br /&gt;c. nilai dan cara berfikir&lt;br /&gt;d. jawaban a, b, dan c benar&lt;br /&gt;4. Strategi tegi pembelajaran yang pada dasarnya menitikberatkan pada cara-cara memperkuat dorongan internal manusia untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data adalah....&lt;br /&gt;a. strategi pengelolaan informasi&lt;br /&gt;b. strategi personal&lt;br /&gt;c. strategi sosial&lt;br /&gt;d. strategi sistem perilaku&lt;br /&gt;5. Manusia mengembangkan kepribadian yang unik dan melihat dunia dari sudut pandangnya yang juga unik. Hal ini sejalan dengan penggunaan strategi ...&lt;br /&gt;a. pengelolaan informasi&lt;br /&gt;b. personal&lt;br /&gt;c. sosial&lt;br /&gt;d. sistem perilaku&lt;br /&gt;6. Setiap konsep memiliki empat elemen, yaitu nama, contoh atau eksemplar, ciri-ciri (atribut) esensial dan tidak esensial, serta ....&lt;br /&gt;a. bukan contoh&lt;br /&gt;b. definisi&lt;br /&gt;c. nilai dari cir-ciri&lt;br /&gt;d. unsur dari ciri-ciri&lt;br /&gt;7. Proses berfikir yang bergerak dari fakta-fakta yang khusus menuju ke generalisasi yang bersifat umum mendasari model pembelajaran....&lt;br /&gt;a. induktif&lt;br /&gt;b deduktif&lt;br /&gt;c konstruktivistik&lt;br /&gt;d. klarifikasi nilai&lt;br /&gt;8. Model ini cocok untuk mengajarkan nilai-nilai yang menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, yaitu model pembelajaran....&lt;br /&gt;a. pengungkapan perasaan&lt;br /&gt;b. analogi&lt;br /&gt;c. pilihan rasional&lt;br /&gt;d. analisis rasional&lt;br /&gt;9. Tenggang rasa atau empati dapat dibutuhkan dengan cara mengandaikan dirinya berada pada posisi orang lain. Hal ini merupakan pandangan yang mendasari model pembelajaran....&lt;br /&gt;a. pembelantukan kepedulian&lt;br /&gt;b. analogi&lt;br /&gt;c. pilihan rasional&lt;br /&gt;d. pengungkapan perasaan&lt;br /&gt;10. Siswa harus membuat rencana kerja (proposal) dan mencari dukungan orang lain (advokasi) untuk menyukseskan programnya. Merupakan langkah pembelajaran dengan model....&lt;br /&gt;a. pembelantukan kepedulian&lt;br /&gt;b. aksi sosial&lt;br /&gt;c. pilihan rasional&lt;br /&gt;d. pengungkapan perasaan&lt;br /&gt; 11. Kegiatan menetapkan siswa naik kelas atau tidak naik kelas adalah kegiatan ….&lt;br /&gt;A. Pengukuran&lt;br /&gt;B. Membandingkan&lt;br /&gt;C. Penilaian&lt;br /&gt;D. Mengevaluasi&lt;br /&gt;12. Sebutkan dua kegian yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan penilaian pembelajaran !&lt;br /&gt;A. Pengukuran dan penafsiran&lt;br /&gt;B. Pengukuran dan penilaian&lt;br /&gt;C. Penilaian dan penafsiran&lt;br /&gt;D. Penilaian dan evaluasi&lt;br /&gt;13. Pedoman yang digunakan guru dalam mengembangkan alat evaluasi adalah ….&lt;br /&gt;A. Kurikulum&lt;br /&gt;B. Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;C. Buku Pelajaran&lt;br /&gt;D. Kisi-kisi tes&lt;br /&gt;14. Salah satu manfaat penilaian yang dilaksanakan secara kontinu adalah ….&lt;br /&gt;A. Hasilnya lebih valid&lt;br /&gt;B. Hasilnya lebih reliabel&lt;br /&gt;C. Hasilnya lebih akurat&lt;br /&gt;D. Hasilnya memuaskan semua pihak&lt;br /&gt;15. Penilaian yang bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa disebut …..&lt;br /&gt;A. Selection tes&lt;br /&gt;B. Placement tes&lt;br /&gt;C. Achievement tes&lt;br /&gt;D. Diagnostic tes&lt;br /&gt;16. Manfaat hasil penilaian bagi siswa adalah sebagai berikut, KECUALI:&lt;br /&gt;A. Mengetahui kesesuaian materi pelajaran dengan kemampuan siswa&lt;br /&gt;B. Mendorong siswa belajar&lt;br /&gt;C. Mengetahui ketepatan cara belajar&lt;br /&gt;D. Mengetahui kemajuan belajar&lt;br /&gt;17. Langkah pertama yang ditetapkan guru dalam merencanakan penilaian adalah …..&lt;br /&gt;A. Menetapkan aspek-aspek yang akan diukur&lt;br /&gt;B. Menetapkan metode penilaian yang akan digunakan&lt;br /&gt;C. Menetapkan kriteria penilaian&lt;br /&gt;D. Menetapkan tujuan penilaian&lt;br /&gt;18. Tes yang materinya sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan guru disebut ….&lt;br /&gt;A. Tes yang reliabel&lt;br /&gt;B. Tes yang valid&lt;br /&gt;C. Tes yang memiliki daya beda&lt;br /&gt;D. Tes yang memiliki derajat kesukaran yang memadai.&lt;br /&gt;19. Apakah kriteria yang sebaiknya digunakan guru dalam memilih metode penilaian yang akan digunakannya ?&lt;br /&gt;A. Aspek/ranah yang akan diukur&lt;br /&gt;B. Jumlah siswa&lt;br /&gt;C. Materi pelajaran&lt;br /&gt;D. Waktu yang tersedia&lt;br /&gt;10. Siapa sajakah yang dapat memanfaatkan hasil penilaian ?&lt;br /&gt;A. Guru dan siswa&lt;br /&gt;B. Guru dan sekolah/lembaga&lt;br /&gt;C. Sekolah dan siswa&lt;br /&gt;D. Siswa, guru, dan Sekolah&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Perhatikan pertanyaan-pertanyaan berikut! Jawablah dengan singkat dan&lt;br /&gt;jelas!&lt;br /&gt;1. Jelaskan perbedaan mendasar antara strategi dan model pembelajaran.&lt;br /&gt;2. Pilih salah satu kompetensi dasar yang dapat dicapai melalui penggunaan strategi pembelajaran deduktif!&lt;br /&gt;3. Rumuskan indikator dan pengalaman belajar siswa berdasarkan pilihan KD pada soal nomor 2 tersebut.&lt;br /&gt;4. Pilih salah satu kompetensi dasar yang dapat dicapai melalui penggunaan model pembelajaran pembentukan konsep!&lt;br /&gt;5. Rumuskan indikator dan pengalaman belajar siswa berdasarkan pilihan KD pada soal nomor 4 tersebut.&lt;br /&gt;Sumber: Buku Materi PLPG UNNES 208&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-2570420601196823544?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/2570420601196823544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/soal-uji-kompetensi-guru-pkn-sma-ma-smk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2570420601196823544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2570420601196823544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/soal-uji-kompetensi-guru-pkn-sma-ma-smk.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru PKn SMA MA SMK'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-7734125668469143274</id><published>2012-02-02T16:32:00.001-08:00</published><updated>2012-02-03T15:47:29.346-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Tes Kompetensi Guru Profesional untuk Guru TK</title><content type='html'>Soal Tes Kompetensi Guru Profesional untuk Guru TK&lt;br /&gt;SOAL PILIHAN GANDA&lt;br /&gt;1.     Perkembangan motorik adalah &lt;br /&gt;A.    Gerakan yang dilakukan oleh seluruh tubuh &lt;br /&gt;B.    Perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerakan tubuh &lt;br /&gt;C.    Berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot &lt;br /&gt;D.    Hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem di dalam tubuh yang dikontrol otak &lt;br /&gt;2.     Ada lima pusat kontrol yang mengatur setiap gerak anak. Salah satunya yaitu bagian yang mengatur pergerakkan seluruh tubuh dan koordinasi gerakan tubuh, adalah &lt;br /&gt;A.    Cerebral cortex &lt;br /&gt;B.    Batang otak &lt;br /&gt;C.    Cerebellum &lt;br /&gt;D.    Basal ganglia &lt;br /&gt;3.     Karakteristik perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun &lt;br /&gt;A.    Menggambar dengan gerakan naik turun bersambung (seperti gunung atau bukit) &lt;br /&gt;B.    Menggambar garis lingkaran dan garis silang (garis tegak dan datar) &lt;br /&gt;C.    Menggambar garis lurus &lt;br /&gt;D.    Menggambar coret-coretan &lt;br /&gt;4.     Karakteristik perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun &lt;br /&gt;A.    Melompat-lompat dengan kaki bergantian &lt;br /&gt;B.    Melompat dengan dua kaki sekaligus di atas bak/ hamparan pasir &lt;br /&gt;C.    Melompati parit &lt;br /&gt;D.    Melompat dengan satu kaki &lt;br /&gt;5.     Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik-motorik &lt;br /&gt;A.    Kematangan dan pengendalian gerakan tubuh &lt;br /&gt;B.    Melibatkan fungsi-fungsi atau modalitas otak lainnya&lt;br /&gt;C.    Keterampilan dan kemampuan mengingat gerak yang sesuai dengan urut-urutan tumbuh kembang otak &lt;br /&gt;D.    Sifat dasar genetik termasuk bentuk tubuh dan kecerdasan&lt;br /&gt;6.     Perkembangan sosial adalah \&lt;br /&gt;A.    Penerimaan sosial yang sesuai dengan tuntutan kelompok &lt;br /&gt;B.    Perolehan kemajuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial &lt;br /&gt;C.    Belajar bergaul dengan orang lain atau anak &lt;br /&gt;D.    Penyesuaian sosial sebagai anggota kelompok sosial &lt;br /&gt;7.     Proses sosialisasi adalah &lt;br /&gt;A.    Menyesuaikan perilaku dengan patokan yang dapat diterima setiap kelompok sosial &lt;br /&gt;B.    Memainkan peran sosial yang dapat diterima setiap kelompok sosial &lt;br /&gt;C.    Belajar berperilaku yang dapat diterima setiap kelompok sosial &lt;br /&gt;D.    Belajar berperilaku yang sesuai dengan standar perilaku yang diterima &lt;br /&gt;8.     Bagaimanakah gambaran orang yang sosial? &lt;br /&gt;A.    Orang yang menginginkan kehadiran orang lain &lt;br /&gt;B.    Orang yang kesepian jika berada seorang diri di suatu tempat &lt;br /&gt;C.    Orang yang merasa puas semata-mata karena berada bersama orang lain &lt;br /&gt;D.    Orang yang perilakunya mecerminkan keberhasilan dalam proses sosialisasi &lt;br /&gt;9.     Mengapa   keluarga   mempunyai   peran   penting   dalam   proses &lt;br /&gt;sosialisasi anak?&lt;br /&gt;1. Keluarga sebagai lingkungan sosial pertama kali dan anak menerima pendidikan pertama dan utama&lt;br /&gt;1. Keluarga mempunyai kewajiban mendidik anak-anaknya &lt;br /&gt;1. Keluarga mempunyai kewajiban memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya &lt;br /&gt;1. Keluarga merupakan kelompok kecil yang anggota-anggotanya berinteraksi secara tatap muka dan relatif tetap&lt;br /&gt;10.  Gaya pengasuhan yang mendorong anak-anak agar mandiri tetapi masih menetapkan batas-batas dan pengendalian atas tindakannya adalah &lt;br /&gt;A.    Pengasuhan permissive-indulgent &lt;br /&gt;B.    Pengasuhan otoritatif &lt;br /&gt;C.    Pengasuhan permissive-indefferent &lt;br /&gt;D.    Pengasuhan otoriter &lt;br /&gt;11.  Emosi menurut Goleman adalah &lt;br /&gt;A.    Perasaan yang ada dalam diri seseorang, berupa senang atau tidak senang, benci atau cinta &lt;br /&gt;B.    Berbagai perasaan yang kuat, yakni benci, takut, marah, senang dan sedih &lt;br /&gt;C.    Sebagai perasaan atau afeksi yang melibatkan suatu campuran antara gejolak fisiologis dan perilaku yang tidak tampak &lt;br /&gt;D.    Merujuk pada suatu perasaan atau pikiran-pikiran khasnya suatu keadaan biologis dan psikologis, serta serangkaian kecenderungan untuk bertindak &lt;br /&gt;12.  Anak-anak menggunakan emosi untuk menginformasikan orang lain tentang perasaan dan kebutuhan mereka termasuk dalam fungsi emosi sebagai &lt;br /&gt;A.    Pengaturan (regulation) &lt;br /&gt;B.    Komunikasi (communication) &lt;br /&gt;C.    Kelangsungan hidup (survival) &lt;br /&gt;D.    Penyesuaian diri (adaptation) &lt;br /&gt;13.  Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perkembangan emosi pada anak &lt;br /&gt;A.    Faktor keturunan dan lingkungan &lt;br /&gt;B.    Faktor bawaan dan pendidikan &lt;br /&gt;C.    Faktor kematangan dan belajar &lt;br /&gt;D.    Faktor intelektual dan sosial &lt;br /&gt;14.  Apabila tuntutan dari luar berlawanan dengan keinginan maka seseorang akan mengalami emosi &lt;br /&gt;A.    Marah &lt;br /&gt;B.    Gembira atau senang &lt;br /&gt;C.    Sedih &lt;br /&gt;D.    Takut &lt;br /&gt;15.  Mampu memuji, memberi semangat, atau menolong anak lain termasuk tugas perkembangan emosi anak berusia &lt;br /&gt;A.    5 tahun &lt;br /&gt;B.    5 tahun 6 bulan &lt;br /&gt;C.    4 tahun &lt;br /&gt;D.    4 tahun 6 bulan&lt;br /&gt;16.  Menurut Jean Piaget, anak yang membangun kemampuan kognitif melalui interaksi dengan dunia sekitar disebut &lt;br /&gt;A.    Strukturalisme &lt;br /&gt;B.    Konstruktivisme &lt;br /&gt;C.    Behaviorisme &lt;br /&gt;D.            Progressivisme &lt;br /&gt;17.  Anak usia taman kanak-kanak berada pada tahap perkembangan &lt;br /&gt;A.    Praoperasional &lt;br /&gt;B.    Formal operasional &lt;br /&gt;C.    Konkrit operasional &lt;br /&gt;D.    Sensorimotor &lt;br /&gt;18.  Proses penyerapan informasi baru ke dalam informasi yang telah ada di dalam skemata (struktur kognitif) anak adalah &lt;br /&gt;a.     Ekuilibrium &lt;br /&gt;b.    Akomodasi &lt;br /&gt;c.     Adaptasi &lt;br /&gt;d.    Asimilasi &lt;br /&gt;19.  Anak yang sudah mulai dapat membedakan antara fantasi dan kenyataan yang sebenarnya, berada dalam rentang usia &lt;br /&gt;A.    4-5 tahun &lt;br /&gt;B.    2-3 tahun &lt;br /&gt;C.    3-4 tahun &lt;br /&gt;D.    5-6 tahun &lt;br /&gt;20.  Pembelajaran yang paling tepat untuk mengembangkan kognitif anak usia 5-6 tahun adalah &lt;br /&gt;A.    Mengajar membaca, menulis dan berhitung &lt;br /&gt;B.    Memberi kesempatan pada anak untuk memperoleh pengalaman langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran &lt;br /&gt;C.    Memberikan pekerjaan rumah agar anak dapat belajar di rumah &lt;br /&gt;D.    Memberi pelajaran sebagai persiapan masuk sekolah dasar&lt;br /&gt;21.  Bagaimanakah cara anak memperoleh bahasa ketika berusia kurang dari satu tahun? &lt;br /&gt;A.    Mendengarkan orang dewasa berbicara &lt;br /&gt;B.    Meniru ucapan orang dewasa &lt;br /&gt;C.    Memperhatikan muka orang dewasa dan menanggapi dengan bahasa mereka &lt;br /&gt;D.    Bermain-main dengan bunyi (mengoceh) &lt;br /&gt;22.  Salah satu komponen bahasa yang menekankan pada penggunaan bahasa dalam konteks komunikatif adalah &lt;br /&gt;A.    Morfologi &lt;br /&gt;B.    Fonologi &lt;br /&gt;C.    Semantik &lt;br /&gt;D.    Pragmatik&lt;br /&gt;23.  Semantik sebagai salah satu komponen bahasa adalah &lt;br /&gt;a.     Susunan kata, organisasi kalimat, dan elemen lain suatu kalimat &lt;br /&gt;b.    Suatu pengertian yang mengacu pada susunan internal yang terdapat dalam sebuah kata &lt;br /&gt;c.     Suatu sistem aturan yang mengatur suatu pengertian atau visi dari suatu kata atau kombinasi beberapa kata &lt;br /&gt;d.    Berkaitan dengan kaidah yang membentuk struktur, distribusi dan urutan ujaran, dan susunan suku kata &lt;br /&gt;24.  Teori yang menyatakan bahwa semua anak dilahirkan dengan memiliki kemampuan untuk menggunakan bahasa adalah &lt;br /&gt;A.    Sosiokultural &lt;br /&gt;B.    Genetik &lt;br /&gt;C.    Behavioristik &lt;br /&gt;D.    Konstruktivistik &lt;br /&gt;25.  Yang tidak termasuk dalam prinsip-prinsip DAP (Developmentally Appropriate Practice) yang diterapkan sebagai acuan bagi pembelajaran anak usia dini agar sesuai dengan tahap perkembangan anak adalah &lt;br /&gt;A.    Membuat lingkungan yang saling asuh &lt;br /&gt;B.    Pembelajaran untuk membantu perkembangan dan belajar anak &lt;br /&gt;C.    Menyusun kurikulum yang sesuai &lt;br /&gt;D.    Memacu perkembangan anak dengan memberikan pelajaran baca dan menulis &lt;br /&gt;26.  Yang tidak termasuk kreativitas adalah &lt;br /&gt;A.    Kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatannya &lt;br /&gt;B.    Dapat berupa kegiatan imajinatif sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman Cara berpikir yang bersifat logis/rasional, analitis, konvergen, teratur, dan linier Cara berpikir yang bersifat divergen, intuitif, holistik, multidimensional, dan human &lt;br /&gt;C.    Salah satu unsur kreativitas adalah Merupakan suatu cara berpikir, tidak sinonim dengan kecerdasan yang mencakup kemampuan mental selain berpikir Mempunyai maksud dan tujuan yang ditentukan, bukan fantasi semata Ditandai oleh banyak (lebih dari satu) kemungkinan jawaban dalam menghadapi persoalan Dapat berbentuk produk seni, kesusastraan, produk ilmiah, atau bersifat prosedural/metodologis &lt;br /&gt;27.  Pengembangan kreativitas akan berhasil jika &lt;br /&gt;1. Pelaksanaan pembelajaran pada anak usia dini berorientasi pada pelajaran membaca, menulis, dan berhitung, maka fungsi imajinasi pada belahan otak kanan terabaikan &lt;br /&gt;B.    Membebani belahan otak kiri pada anak dengan tugas-tugas hafalan dan bersifat akademis &lt;br /&gt;C.    Pembelajaran pada anak usia dini dilaksankan secara seimbang dan harmonis dalam mengembangkan kedua belahan otak &lt;br /&gt;D.    Pembelajaran anak usia dini kurang memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi &lt;br /&gt;28.  Yang tidak termasuk dalam karakteristik kepribadian kreatif adalah &lt;br /&gt;A.    Mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi juga bisa tenang dan rileks, bergantung pada situasinya &lt;br /&gt;B.    Mempunyai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah &lt;br /&gt;C.    Sangat bersemangat (passionate) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat objektif dalam penilaian karyanya &lt;br /&gt;D.    Sikap keterbukaan dan sensitivitas sering membuatnya menderita jika mendapat banyak kritik dan serangan terhadap hasil jerih payahnya, namun di saat yang sama juga merasakan kegembiraan yang luar biasa &lt;br /&gt;29.  Yang tidak termasuk dalam strategi empat P dalam pengembangan kreativitas adalah &lt;br /&gt;A.    Pribadi  &lt;br /&gt;B.    Proses&lt;br /&gt;C.    Pendorong        &lt;br /&gt;D.    Prosedur&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; SOAL URAIAN&lt;br /&gt;1.     Jelaskan apa hakikat anak usia dini?&lt;br /&gt;2.     Jelaskan makna pendidikan anak usia dini?&lt;br /&gt;3.     Sebutkan dan jelaskan fungsi pendidikan anak usia dini?&lt;br /&gt;4.     Apa yang dimaksud dengan otoaktivitas? Dan menurut anda bagaimana memunculkan otoaktivitas pada anak!&lt;br /&gt;5.     Mengapa pendidikan anak usia dini mengembangakan fungsi panca indra?&lt;br /&gt;6.     Menurut pendapat anda prinsip apa saja yang paling mendasar dalam memberikan kegiatan dalam pembelajaran anak usia dini?&lt;br /&gt;7.     Apa yang dimaksud belajar dalam pendidikan anak usia dini?&lt;br /&gt;8.     Jelaskan pengembangan kurikulum yang dapat diberikan pada pendidikan anak usia dini?&lt;br /&gt;9.     Sebutkan dan Jelaskan metode pembelajaran yang dapat diberikan untuk anak usia dini?&lt;br /&gt;10.  Jelaskan pandangan dasar yang dikemukakan oleh Pestalozzi, Frobel dan Jan Lighthart?&lt;br /&gt;11.  Menurut pendapat anda apa perbedaan dan persamaan sistem pengajaran dari ketiga tokoh tersebut?&lt;br /&gt;12.  Jelaskan suasana yang harus diciptakan dalam pengajaran Frobel, serta berikan contoh kongkritnya?&lt;br /&gt;13.  Konsep dasar apa yang dikembangkan pada pengajaran barang sesungguhnya yang dikemukakan oleh Jan Lighthart?&lt;br /&gt;14.  Sebutkan dan jelaskan persamaan dan perbedaan model pengajaran Montessori, Helen Parkhust, dan John Dewey?&lt;br /&gt;15.  Jelaskan apa yang dimaksud dengan masa peka?&lt;br /&gt;16.  Apa yang dimaksud dengan kebebasan dalam model pengajaran Montessori?&lt;br /&gt;17.  Apa yang dimaksud dengan ‘learning by doing’?&lt;br /&gt;18.  Menurut pendapat anda mengapa dalam pengajaran Montessori, panca indra merupakan pintu gerbang masuknya pengetahuan?&lt;br /&gt;19.  Sebutkan dan jelaskan persamaan dan perbedaan model pembelajaran Kilpatrick dan Decroly?&lt;br /&gt;20.  Menurut pendapat anda model pengajaran simbiotis sama dengan barang sesungguhnya atau tidak? Berikan alasannya!&lt;br /&gt;21.  Menurut pendapat anda anak usia dini dapat diberikan pengenalan membaca, menulis, serta berhitung permulaan?&lt;br /&gt;22.  Apa yang dimaksud dengan keterkaitan dalam model pengajaran Decroly?&lt;br /&gt;23.  Berikan contoh kongkrit dari bentuk pengajaran proyek Kilpatrick?&lt;br /&gt;24.  Jelaskan secara singkat inti dari proses sosialisasi! Beri contoh!&lt;br /&gt;25.  Jelaskan secara singkat faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri dengan tuntutan sosial pada anak usia dini!&lt;br /&gt;26.  Jelaskan tentang peran keluarga dalam proses sosialisasi!&lt;br /&gt;27.  Menurut Anda, gaya pengasuhan yang mana yang paling tepat digunakan didalam keluarga untuk dapat mengembangkan kompetensi sosial anak usia dini?&lt;br /&gt;28.  Mengapa guru TK perlu memahami perkembangan emosi anak usia dini? Jelaskan secara singkat dan beri contoh!&lt;br /&gt;29.  Bagaimanakah cara mengetahui anak yang sedang gembira dan sedih? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;30.  Bagaimanakah cara menangani anak yang sedang marah karena diganggu oleh temannya? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;31.  Bagaimanakan perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;32.  Bagaimanakah sebaiknya orangtua melatih anak untuk mengembangkan bahasa anak sejak dini? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;33.  Mengapa kreativitas perlu dikembangkan? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;34.  Bagaimanakah cara mengembangkan kreativitas anak? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;Sumber : PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2008 TAMAN KANAK-KANAK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-7734125668469143274?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/7734125668469143274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-kompetensi-guru_02.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7734125668469143274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7734125668469143274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-kompetensi-guru_02.html' title='contoh : Soal Tes Kompetensi Guru Profesional untuk Guru TK'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-641762564929805672</id><published>2012-02-02T16:32:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T16:33:35.561-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Tes Kompetensi Guru Profesional untuk Guru Taman Kanak-Kanak , Soal Uji Kompetensi Guru TK</title><content type='html'>Soal Tes Kompetensi Guru Profesional untuk Guru Taman Kanak-Kanak , Soal Uji Kompetensi Guru TK&lt;br /&gt;SOAL PILIHAN GANDA&lt;br /&gt;1.     Perkembangan motorik adalah &lt;br /&gt;A.    Gerakan yang dilakukan oleh seluruh tubuh &lt;br /&gt;B.    Perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerakan tubuh &lt;br /&gt;C.    Berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot &lt;br /&gt;D.    Hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem di dalam tubuh yang dikontrol otak &lt;br /&gt;2.     Ada lima pusat kontrol yang mengatur setiap gerak anak. Salah satunya yaitu bagian yang mengatur pergerakkan seluruh tubuh dan koordinasi gerakan tubuh, adalah &lt;br /&gt;A.    Cerebral cortex &lt;br /&gt;B.    Batang otak &lt;br /&gt;C.    Cerebellum &lt;br /&gt;D.    Basal ganglia &lt;br /&gt;3.     Karakteristik perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun &lt;br /&gt;A.    Menggambar dengan gerakan naik turun bersambung (seperti gunung atau bukit) &lt;br /&gt;B.    Menggambar garis lingkaran dan garis silang (garis tegak dan datar) &lt;br /&gt;C.    Menggambar garis lurus &lt;br /&gt;D.    Menggambar coret-coretan &lt;br /&gt;4.     Karakteristik perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun &lt;br /&gt;A.    Melompat-lompat dengan kaki bergantian &lt;br /&gt;B.    Melompat dengan dua kaki sekaligus di atas bak/ hamparan pasir &lt;br /&gt;C.    Melompati parit &lt;br /&gt;D.    Melompat dengan satu kaki &lt;br /&gt;5.     Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik-motorik &lt;br /&gt;A.    Kematangan dan pengendalian gerakan tubuh &lt;br /&gt;B.    Melibatkan fungsi-fungsi atau modalitas otak lainnya&lt;br /&gt;C.    Keterampilan dan kemampuan mengingat gerak yang sesuai dengan urut-urutan tumbuh kembang otak &lt;br /&gt;D.    Sifat dasar genetik termasuk bentuk tubuh dan kecerdasan&lt;br /&gt;6.     Perkembangan sosial adalah \&lt;br /&gt;A.    Penerimaan sosial yang sesuai dengan tuntutan kelompok &lt;br /&gt;B.    Perolehan kemajuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial &lt;br /&gt;C.    Belajar bergaul dengan orang lain atau anak &lt;br /&gt;D.    Penyesuaian sosial sebagai anggota kelompok sosial &lt;br /&gt;7.     Proses sosialisasi adalah &lt;br /&gt;A.    Menyesuaikan perilaku dengan patokan yang dapat diterima setiap kelompok sosial &lt;br /&gt;B.    Memainkan peran sosial yang dapat diterima setiap kelompok sosial &lt;br /&gt;C.    Belajar berperilaku yang dapat diterima setiap kelompok sosial &lt;br /&gt;D.    Belajar berperilaku yang sesuai dengan standar perilaku yang diterima &lt;br /&gt;8.     Bagaimanakah gambaran orang yang sosial? &lt;br /&gt;A.    Orang yang menginginkan kehadiran orang lain &lt;br /&gt;B.    Orang yang kesepian jika berada seorang diri di suatu tempat &lt;br /&gt;C.    Orang yang merasa puas semata-mata karena berada bersama orang lain &lt;br /&gt;D.    Orang yang perilakunya mecerminkan keberhasilan dalam proses sosialisasi &lt;br /&gt;9.     Mengapa   keluarga   mempunyai   peran   penting   dalam   proses &lt;br /&gt;sosialisasi anak?&lt;br /&gt;1. Keluarga sebagai lingkungan sosial pertama kali dan anak menerima pendidikan pertama dan utama&lt;br /&gt;1. Keluarga mempunyai kewajiban mendidik anak-anaknya &lt;br /&gt;1. Keluarga mempunyai kewajiban memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya &lt;br /&gt;1. Keluarga merupakan kelompok kecil yang anggota-anggotanya berinteraksi secara tatap muka dan relatif tetap&lt;br /&gt;10.  Gaya pengasuhan yang mendorong anak-anak agar mandiri tetapi masih menetapkan batas-batas dan pengendalian atas tindakannya adalah &lt;br /&gt;A.    Pengasuhan permissive-indulgent &lt;br /&gt;B.    Pengasuhan otoritatif &lt;br /&gt;C.    Pengasuhan permissive-indefferent &lt;br /&gt;D.    Pengasuhan otoriter &lt;br /&gt;11.  Emosi menurut Goleman adalah &lt;br /&gt;A.    Perasaan yang ada dalam diri seseorang, berupa senang atau tidak senang, benci atau cinta &lt;br /&gt;B.    Berbagai perasaan yang kuat, yakni benci, takut, marah, senang dan sedih &lt;br /&gt;C.    Sebagai perasaan atau afeksi yang melibatkan suatu campuran antara gejolak fisiologis dan perilaku yang tidak tampak &lt;br /&gt;D.    Merujuk pada suatu perasaan atau pikiran-pikiran khasnya suatu keadaan biologis dan psikologis, serta serangkaian kecenderungan untuk bertindak &lt;br /&gt;12.  Anak-anak menggunakan emosi untuk menginformasikan orang lain tentang perasaan dan kebutuhan mereka termasuk dalam fungsi emosi sebagai &lt;br /&gt;A.    Pengaturan (regulation) &lt;br /&gt;B.    Komunikasi (communication) &lt;br /&gt;C.    Kelangsungan hidup (survival) &lt;br /&gt;D.    Penyesuaian diri (adaptation) &lt;br /&gt;13.  Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perkembangan emosi pada anak &lt;br /&gt;A.    Faktor keturunan dan lingkungan &lt;br /&gt;B.    Faktor bawaan dan pendidikan &lt;br /&gt;C.    Faktor kematangan dan belajar &lt;br /&gt;D.    Faktor intelektual dan sosial &lt;br /&gt;14.  Apabila tuntutan dari luar berlawanan dengan keinginan maka seseorang akan mengalami emosi &lt;br /&gt;A.    Marah &lt;br /&gt;B.    Gembira atau senang &lt;br /&gt;C.    Sedih &lt;br /&gt;D.    Takut &lt;br /&gt;15.  Mampu memuji, memberi semangat, atau menolong anak lain termasuk tugas perkembangan emosi anak berusia &lt;br /&gt;A.    5 tahun &lt;br /&gt;B.    5 tahun 6 bulan &lt;br /&gt;C.    4 tahun &lt;br /&gt;D.    4 tahun 6 bulan&lt;br /&gt;16.  Menurut Jean Piaget, anak yang membangun kemampuan kognitif melalui interaksi dengan dunia sekitar disebut &lt;br /&gt;A.    Strukturalisme &lt;br /&gt;B.    Konstruktivisme &lt;br /&gt;C.    Behaviorisme &lt;br /&gt;D.            Progressivisme &lt;br /&gt;17.  Anak usia taman kanak-kanak berada pada tahap perkembangan &lt;br /&gt;A.    Praoperasional &lt;br /&gt;B.    Formal operasional &lt;br /&gt;C.    Konkrit operasional &lt;br /&gt;D.    Sensorimotor &lt;br /&gt;18.  Proses penyerapan informasi baru ke dalam informasi yang telah ada di dalam skemata (struktur kognitif) anak adalah &lt;br /&gt;a.     Ekuilibrium &lt;br /&gt;b.    Akomodasi &lt;br /&gt;c.     Adaptasi &lt;br /&gt;d.    Asimilasi &lt;br /&gt;19.  Anak yang sudah mulai dapat membedakan antara fantasi dan kenyataan yang sebenarnya, berada dalam rentang usia &lt;br /&gt;A.    4-5 tahun &lt;br /&gt;B.    2-3 tahun &lt;br /&gt;C.    3-4 tahun &lt;br /&gt;D.    5-6 tahun &lt;br /&gt;20.  Pembelajaran yang paling tepat untuk mengembangkan kognitif anak usia 5-6 tahun adalah &lt;br /&gt;A.    Mengajar membaca, menulis dan berhitung &lt;br /&gt;B.    Memberi kesempatan pada anak untuk memperoleh pengalaman langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran &lt;br /&gt;C.    Memberikan pekerjaan rumah agar anak dapat belajar di rumah &lt;br /&gt;D.    Memberi pelajaran sebagai persiapan masuk sekolah dasar&lt;br /&gt;21.  Bagaimanakah cara anak memperoleh bahasa ketika berusia kurang dari satu tahun? &lt;br /&gt;A.    Mendengarkan orang dewasa berbicara &lt;br /&gt;B.    Meniru ucapan orang dewasa &lt;br /&gt;C.    Memperhatikan muka orang dewasa dan menanggapi dengan bahasa mereka &lt;br /&gt;D.    Bermain-main dengan bunyi (mengoceh) &lt;br /&gt;22.  Salah satu komponen bahasa yang menekankan pada penggunaan bahasa dalam konteks komunikatif adalah &lt;br /&gt;A.    Morfologi &lt;br /&gt;B.    Fonologi &lt;br /&gt;C.    Semantik &lt;br /&gt;D.    Pragmatik&lt;br /&gt;23.  Semantik sebagai salah satu komponen bahasa adalah &lt;br /&gt;a.     Susunan kata, organisasi kalimat, dan elemen lain suatu kalimat &lt;br /&gt;b.    Suatu pengertian yang mengacu pada susunan internal yang terdapat dalam sebuah kata &lt;br /&gt;c.     Suatu sistem aturan yang mengatur suatu pengertian atau visi dari suatu kata atau kombinasi beberapa kata &lt;br /&gt;d.    Berkaitan dengan kaidah yang membentuk struktur, distribusi dan urutan ujaran, dan susunan suku kata &lt;br /&gt;24.  Teori yang menyatakan bahwa semua anak dilahirkan dengan memiliki kemampuan untuk menggunakan bahasa adalah &lt;br /&gt;A.    Sosiokultural &lt;br /&gt;B.    Genetik &lt;br /&gt;C.    Behavioristik &lt;br /&gt;D.    Konstruktivistik &lt;br /&gt;25.  Yang tidak termasuk dalam prinsip-prinsip DAP (Developmentally Appropriate Practice) yang diterapkan sebagai acuan bagi pembelajaran anak usia dini agar sesuai dengan tahap perkembangan anak adalah &lt;br /&gt;A.    Membuat lingkungan yang saling asuh &lt;br /&gt;B.    Pembelajaran untuk membantu perkembangan dan belajar anak &lt;br /&gt;C.    Menyusun kurikulum yang sesuai &lt;br /&gt;D.    Memacu perkembangan anak dengan memberikan pelajaran baca dan menulis &lt;br /&gt;26.  Yang tidak termasuk kreativitas adalah &lt;br /&gt;A.    Kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatannya &lt;br /&gt;B.    Dapat berupa kegiatan imajinatif sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman Cara berpikir yang bersifat logis/rasional, analitis, konvergen, teratur, dan linier Cara berpikir yang bersifat divergen, intuitif, holistik, multidimensional, dan human &lt;br /&gt;C.    Salah satu unsur kreativitas adalah Merupakan suatu cara berpikir, tidak sinonim dengan kecerdasan yang mencakup kemampuan mental selain berpikir Mempunyai maksud dan tujuan yang ditentukan, bukan fantasi semata Ditandai oleh banyak (lebih dari satu) kemungkinan jawaban dalam menghadapi persoalan Dapat berbentuk produk seni, kesusastraan, produk ilmiah, atau bersifat prosedural/metodologis &lt;br /&gt;27.  Pengembangan kreativitas akan berhasil jika &lt;br /&gt;1. Pelaksanaan pembelajaran pada anak usia dini berorientasi pada pelajaran membaca, menulis, dan berhitung, maka fungsi imajinasi pada belahan otak kanan terabaikan &lt;br /&gt;B.    Membebani belahan otak kiri pada anak dengan tugas-tugas hafalan dan bersifat akademis &lt;br /&gt;C.    Pembelajaran pada anak usia dini dilaksankan secara seimbang dan harmonis dalam mengembangkan kedua belahan otak &lt;br /&gt;D.    Pembelajaran anak usia dini kurang memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi &lt;br /&gt;28.  Yang tidak termasuk dalam karakteristik kepribadian kreatif adalah &lt;br /&gt;A.    Mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi juga bisa tenang dan rileks, bergantung pada situasinya &lt;br /&gt;B.    Mempunyai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah &lt;br /&gt;C.    Sangat bersemangat (passionate) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat objektif dalam penilaian karyanya &lt;br /&gt;D.    Sikap keterbukaan dan sensitivitas sering membuatnya menderita jika mendapat banyak kritik dan serangan terhadap hasil jerih payahnya, namun di saat yang sama juga merasakan kegembiraan yang luar biasa &lt;br /&gt;29.  Yang tidak termasuk dalam strategi empat P dalam pengembangan kreativitas adalah &lt;br /&gt;A.    Pribadi  &lt;br /&gt;B.    Proses&lt;br /&gt;C.    Pendorong        &lt;br /&gt;D.    Prosedur&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; SOAL URAIAN&lt;br /&gt;1.     Jelaskan apa hakikat anak usia dini?&lt;br /&gt;2.     Jelaskan makna pendidikan anak usia dini?&lt;br /&gt;3.     Sebutkan dan jelaskan fungsi pendidikan anak usia dini?&lt;br /&gt;4.     Apa yang dimaksud dengan otoaktivitas? Dan menurut anda bagaimana memunculkan otoaktivitas pada anak!&lt;br /&gt;5.     Mengapa pendidikan anak usia dini mengembangakan fungsi panca indra?&lt;br /&gt;6.     Menurut pendapat anda prinsip apa saja yang paling mendasar dalam memberikan kegiatan dalam pembelajaran anak usia dini?&lt;br /&gt;7.     Apa yang dimaksud belajar dalam pendidikan anak usia dini?&lt;br /&gt;8.     Jelaskan pengembangan kurikulum yang dapat diberikan pada pendidikan anak usia dini?&lt;br /&gt;9.     Sebutkan dan Jelaskan metode pembelajaran yang dapat diberikan untuk anak usia dini?&lt;br /&gt;10.  Jelaskan pandangan dasar yang dikemukakan oleh Pestalozzi, Frobel dan Jan Lighthart?&lt;br /&gt;11.  Menurut pendapat anda apa perbedaan dan persamaan sistem pengajaran dari ketiga tokoh tersebut?&lt;br /&gt;12.  Jelaskan suasana yang harus diciptakan dalam pengajaran Frobel, serta berikan contoh kongkritnya?&lt;br /&gt;13.  Konsep dasar apa yang dikembangkan pada pengajaran barang sesungguhnya yang dikemukakan oleh Jan Lighthart?&lt;br /&gt;14.  Sebutkan dan jelaskan persamaan dan perbedaan model pengajaran Montessori, Helen Parkhust, dan John Dewey?&lt;br /&gt;15.  Jelaskan apa yang dimaksud dengan masa peka?&lt;br /&gt;16.  Apa yang dimaksud dengan kebebasan dalam model pengajaran Montessori?&lt;br /&gt;17.  Apa yang dimaksud dengan ‘learning by doing’?&lt;br /&gt;18.  Menurut pendapat anda mengapa dalam pengajaran Montessori, panca indra merupakan pintu gerbang masuknya pengetahuan?&lt;br /&gt;19.  Sebutkan dan jelaskan persamaan dan perbedaan model pembelajaran Kilpatrick dan Decroly?&lt;br /&gt;20.  Menurut pendapat anda model pengajaran simbiotis sama dengan barang sesungguhnya atau tidak? Berikan alasannya!&lt;br /&gt;21.  Menurut pendapat anda anak usia dini dapat diberikan pengenalan membaca, menulis, serta berhitung permulaan?&lt;br /&gt;22.  Apa yang dimaksud dengan keterkaitan dalam model pengajaran Decroly?&lt;br /&gt;23.  Berikan contoh kongkrit dari bentuk pengajaran proyek Kilpatrick?&lt;br /&gt;24.  Jelaskan secara singkat inti dari proses sosialisasi! Beri contoh!&lt;br /&gt;25.  Jelaskan secara singkat faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri dengan tuntutan sosial pada anak usia dini!&lt;br /&gt;26.  Jelaskan tentang peran keluarga dalam proses sosialisasi!&lt;br /&gt;27.  Menurut Anda, gaya pengasuhan yang mana yang paling tepat digunakan didalam keluarga untuk dapat mengembangkan kompetensi sosial anak usia dini?&lt;br /&gt;28.  Mengapa guru TK perlu memahami perkembangan emosi anak usia dini? Jelaskan secara singkat dan beri contoh!&lt;br /&gt;29.  Bagaimanakah cara mengetahui anak yang sedang gembira dan sedih? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;30.  Bagaimanakah cara menangani anak yang sedang marah karena diganggu oleh temannya? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;31.  Bagaimanakan perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;32.  Bagaimanakah sebaiknya orangtua melatih anak untuk mengembangkan bahasa anak sejak dini? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;33.  Mengapa kreativitas perlu dikembangkan? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;34.  Bagaimanakah cara mengembangkan kreativitas anak? Jelaskan dan beri contoh!&lt;br /&gt;Sumber : PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2008 TAMAN KANAK-KANAK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-641762564929805672?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/641762564929805672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-kompetensi-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/641762564929805672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/641762564929805672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-kompetensi-guru.html' title='contoh : Soal Tes Kompetensi Guru Profesional untuk Guru Taman Kanak-Kanak , Soal Uji Kompetensi Guru TK'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-6067900782047668099</id><published>2012-02-02T16:27:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T16:29:24.008-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMP</title><content type='html'>Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMP&lt;br /&gt;Choose the correct answer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    With new technology, cameras can take pictures of underwater valleys ...... color.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    within B. for C. in D. by&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Physical fitness exercises can cause injuries ...... the participants are not careful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    that B. and C. for D. if&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Black, red, and even bright pink diamonds ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    occasionally to find B. occasionally found&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    have occasionally been found D. have occasionally found&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    He is very proficient ...... English, but very deficient ...... mathematics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    in - in B. in - with C. with - in D. at - for&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    An actress’s life is in many ways ...... other women.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    alike that of B. like that of C. like of that D. alike of that&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    In order for people to work together effectively, they need ...... each other’s needs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    to be sensitive to B. is sensitive for C. sensitivity D. sensitive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    ...... great was the distruction that the South took decades to recover.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    Very B. Too C. Such D. So&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.    I think my answer on the exam ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    the possible best choice B. the best possible choice&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    the better of all choices D. best beyond all choices&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.    I will talk to the children ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    one and then the other B. in singles&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    first one then the next D. one by one&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Despite of his broken leg, Allen can walk .... get around.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    good enough to B. well enough to C. good to D. fine enough to&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  ...... a person wears eyeglasses, the more dependent on them he or she tends to become.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    When B. The longest C. The longer D. If&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  This milk is ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    not enough cool to drink B. not cool enough to drink&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    not enough cool for drinking D. not to drink enough cool&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.  In the West, the birth of a girl is welcomed with an enthusiasm ...... to that of a boy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    equally B. they are equal C. equal D. and equal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.  ...... united effort is needed if the problem of the ‘underground economy’ is to be resolved.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    It is a B. A C. There is a D. An&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.  The teacher spoke .... I couldn’t understand him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    rapidly so that B. that so rapidly C. so rapidly that D. rapidly that so&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.  We will not leave .... she arrives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    until B. for C. since D. during&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.  He is .... thoroughly selfish man; he wouldn’t lift .... finger to help anyone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    the - a B. a - the C. the - the D. a - a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.  In recent times, the invention which has most changed the face of the world, most influenced the industrial development of the world, and ...... is the automobile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    most affected its culture B. most affecting its culture&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    with most effect o its culture D. most to affect its culture&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.  He is so honorable that I believe he is .... telling a lie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    uncapable of B. incapable of C. incapable to D. impossible of&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.  His grandfather owns a large .... in the country.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    vegetable’s farm B. vegetable farm’s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    farm’s vegetable D. vegetable farm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.  ...... problems in sailing in tropical seas is the coral reefs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    The biggest one B. Of the biggest one&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    One of the biggest D. There are the biggest&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.  Generic medications are just as ...... and much less expensive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    effectively brand-name products B. brand-name products effective&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    brand-name products as effective D. effective as brand-name products&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.  He was laughing so hard that we thought that he was ...... hysterical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    real B. really C. that like real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.  The professor sometimes makes remarks that are not ...... the topic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    relevant with B. relevant to C. relating to D. relevant for&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.  I have paid for so many traffic violations that I ...... a regular customer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    have almost become B. almost have become&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    almost became D. have almost to become&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.  Frank was very lucky to have escaped with his life; he almost did not get ...... in time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    out from the room B. from the room out&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    out to the room D. out of the room&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.  Her husband has a habit of speaking ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    mostly bluntly B. most blunt C. very bluntly D. very blunt-like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.  It is difficult to understand many British actors, but some of them ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    speak more clear than others B. speak more clearly than others&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    speak clearer from others D. speak clearer than others&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.  Why do you feel you effended your our hostess last night? I ...... anything wrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    wasn’t not aware of B. wasn’t aware from&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    wasn’t aware of D. wasn’t aware to&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30.  People in other lands laugh at our fashions because they probably cannot .... the styles&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    adjust with B. be adjusted C. adjusting to D. adjust to&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Buku Materi PLPG UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-6067900782047668099?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/6067900782047668099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-bahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/6067900782047668099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/6067900782047668099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-bahasa.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMP'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-5085809636054717557</id><published>2012-02-02T16:21:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T16:22:58.046-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Seni Budaya</title><content type='html'>Soal Uji Kompetensi Guru Seni Budaya&lt;br /&gt;1. Pendidikan seni multi kultural pada dasarnya diberikan kepada anak didik dalam usaha membantu mengatasi ………&lt;br /&gt;a. masalah perbedaan sosial budaya&lt;br /&gt;b. masalah selera seni&lt;br /&gt;c. masalah kulrikulum sekolah&lt;br /&gt;d. masalah apresiasi&lt;br /&gt;2. Memberikan kebebasan siswa untuk berapresiasi dan berkreasi seni berdasar seni budayanya sendiri termasuk model pembelajaran inovatif yang berhubungan dengan ……………..&lt;br /&gt;a. model pengenalan c. model perombakan&lt;br /&gt;b. model pengamalan d. model campuran&lt;br /&gt;3. Ketika guru mengajak menganalisis kondisi lingkungan siswa, guru tersebut akan menerapkan model pembelajaran ………….&lt;br /&gt;a. pengamalan            c. perombakan&lt;br /&gt;b. pengenalan             d. penjelajahan&lt;br /&gt;4. Mengenalkan seni yang dimiliki berbagai daerah kepada siswa, berarti seorang guru menerapkan model pembelajaran …..&lt;br /&gt;a. Perombakan           c. Pengalaman&lt;br /&gt;b. Pengenalan             d. Perompakan&lt;br /&gt;5. Kadang siswa merasa terlecehkan jika berkesenian menggunakan seni budayanya sendiri dalam pembelajaran di kelas. Hal ini karena guru tidak menerapkan model pembelajaran inovatif yang berhubungan dengan model pembelajaran ……..&lt;br /&gt;a. analisis sintesis        c. perombakan&lt;br /&gt;b. pengamalan            d. Pengenalan&lt;br /&gt;6. Demokratisasi dalam pembelajaran kesenian dengan siswa diberikan kebebasan dalam berkesenian menggunakan bahan dan alat sendiri sesuai kondisi sosial budaya yang dianut siswa, termasuk mengikuti model pembelajaran……..&lt;br /&gt;a. Pengembaraan       c. Perombakan&lt;br /&gt;b. Pengenalan             d. Variasi&lt;br /&gt;7. Kondisi yang tepat dalam menerapkan model pembelajaran inovatif pengamalan, jika kondisi kelas siswanya …………&lt;br /&gt;a. hiterogen     c. hortikultura&lt;br /&gt;b. homogen     d. multi homogen&lt;br /&gt;8. Kadang-kadang guru dalam mengajarkan kesenian menerapkan model pembelajaran perombakan. Pengertian perombakan di sini adalah ……&lt;br /&gt;a. menerapkan semangat demokratisasi dalam berkesenian&lt;br /&gt;b. mengekang demokratisasi&lt;br /&gt;c. seni yang sudah ada dirombak&lt;br /&gt;d. membuat sensasi&lt;br /&gt;9. Suatu pembelajaran yang memberikan apresiasi seni dari berbagai daerah dan etnis tertentu kepada anak didik, tidak mesti disukai setiap siswa. jika demikian berarti guru belum berhasil dalam menerapkan model pembelajaran ……..&lt;br /&gt;a. Pengamalan            c. Perombakan&lt;br /&gt;b. Pengenalan             d. Pengubahan&lt;br /&gt;10. Pendidikan seni multi kultural mempunyai misi pendidikan……&lt;br /&gt;a. martabat seni          c. murni&lt;br /&gt;b. nilai              d. apresiasi&lt;br /&gt;11. Dalam pendidikan seni budaya ada beberapa pendekatan yang bisa dipakai dalam proses pembelajaran kecuali. :&lt;br /&gt;a. Pembelajaran seni melalui pendekatan ekspresi bebas&lt;br /&gt;b. Pembelajaran seni melalui pendekatan diseiplin&lt;br /&gt;c. Pembelajaran seni melalui pendekatan multikultural&lt;br /&gt;d. Pembelajaran seni melalui pendekatan multidimensional&lt;br /&gt;12. Metode pengajaran menggambar yang mengutamakan anak untuk terampil menggambar lambat laun dianggap tidak layak untuk dilakukan. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, kecuali :&lt;br /&gt;a. Temuan berbagai studi tentang anak&lt;br /&gt;b. Pengaruh pandangan Freud&lt;br /&gt;c. Terjadinya gerakan pembaharuan dalam seni rupa&lt;br /&gt;d. Kelompok yang menentang&lt;br /&gt;13. Kurikulum yang tidak dirancang sebelumnya tetapi berkembang sesuai keinginan anak disebut :&lt;br /&gt;a. emerging curriculum           c. horisontal curricullum&lt;br /&gt;b. vertical curricullum             d. ekspress curriculum&lt;br /&gt;14. Dua tokoh seni yang mendukung konsep pendekatan ekspresi bebas adalah :&lt;br /&gt;a. Viktor Lowenfeld dan Herbert Read&lt;br /&gt;b. Viktor Lowenfeld dan Eisner&lt;br /&gt;c. Viktor Lowenfeld dan Freud&lt;br /&gt;d. Herbert Read dan Eisner&lt;br /&gt;15. Konsep pendidikan seni yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan emosinya adalah penting, tetapi juga tidak boleh mengabaikan kegiatan mempalajari ilmunya, disebut pendekatan:&lt;br /&gt;a. Pendidikan ekspresi bebas&lt;br /&gt;b. Pendidikan displin&lt;br /&gt;c. Pendidikan multikultural&lt;br /&gt;d. semuanya benar&lt;br /&gt;16. Ada beberapa faktor yang melatar belakangi lahirnya pendekatan multikultural, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;a. Ketidakadilan dalam Masyarakat&lt;br /&gt;b. Kebutuhan akan Identitas Diri&lt;br /&gt;c. Keadaan Demografis yang Berubah&lt;br /&gt;d. Semua benar&lt;br /&gt;17. Ada tiga model dalam pembelajaran multikultural yaitu :&lt;br /&gt;a. Model pengenalan, pengamalan, perombakan&lt;br /&gt;b. Model pengenalan, penjiplakan, perombakan&lt;br /&gt;c. Model pengenalan, observasi, perombakan&lt;br /&gt;d. Semua salah&lt;br /&gt;18. Cara untuk memperluas wawasan murid agar dapat memahami orang lain dan karya seni yang diciptakannya disebut :&lt;br /&gt;a. Model perombakan&lt;br /&gt;b. Model pengamalan&lt;br /&gt;c. Model pengenalan&lt;br /&gt;d. Model penjiplakan&lt;br /&gt;19. Pembelajaran multikultural adalah model pembelajaran yang menekankan pada :&lt;br /&gt;a. budaya&lt;br /&gt;b. seni&lt;br /&gt;c. seni budaya daerah lain&lt;br /&gt;d. seni budaya daerah sendiri&lt;br /&gt;20. Pendekatan ekspresi bebas adalah pendekatan :&lt;br /&gt;a. ekspresi sebebas-bebasnya&lt;br /&gt;b. ekspresi bebas tapi terikat&lt;br /&gt;c. ekspresi bebas dengan panduan&lt;br /&gt;d. ekspresi bebas dengan syarat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.     Jelaskan hakekat pendidikan seni di sekolah!&lt;br /&gt;2.     Mengapa pengembangan sensitivitas estetik penting sebagai bekal berapresiasi seni rupa?&lt;br /&gt;3.     Sebutkan beberapa bentuk pembelajaran apresiasi seni rupa sesuai dengan kurikulum yang berlaku sekarang!&lt;br /&gt;4.     Berikan contoh agar pembelajaran apresiasi seni rupa di sekolah dapat berhasil!&lt;br /&gt;5.     Dengan cara apa pengembangan kepekaan estetik siswa dapat dilaksanakan?&lt;br /&gt;6.     Mengapa tahapan deskripsi merupakan tahapan yang penting dalam mengapresiasi karya seni?&lt;br /&gt;7.     Dilihat dari bentuknya ada berapa jenis karya seni rupa? Berikan masing-masing contohnya!&lt;br /&gt;8.     Dilihat dari fungsinya seni rupa dapat dibedakan menjadi berapa? Berikan masing-masing contohnya!&lt;br /&gt;9.     Sebutkan beberapa contoh kegiatan apresiasi dalam pembelajaran seni rupa!&lt;br /&gt;10.  Jelaskan mengapa kegiatan apresiasi seni lebih baik ditindaklanjuti dengan penulisan hasil apresiasi?&lt;br /&gt;11.  Pengalaman estetik apa yang diperoleh siswa dalam menyelenggarakan kegiatan pameran?&lt;br /&gt;12.  Persiapan apa yang harus dilakukan oleh guru dalam mengajarkan apresiasi seni rupa kepada siswanya?&lt;br /&gt;13.  Jelaskan fungsi dan tujuan pendidikan seni di sekolah!&lt;br /&gt;14.  Mengapa kebutuhan berekspresi dan berkreasi pada anak sangat penting untuk dipenuhi dalam pendidikan seni?&lt;br /&gt;15.  Sebutkan beberapa pembelajaran praktik seni rupa yang memberikan peluang sebagai sarana berekspresi!&lt;br /&gt;16.  Berikan contoh-contoh karya-karya seni rupa nusantara yang memiliki keunikan dalam hal gagasan, bentuk, dan tekniknya!&lt;br /&gt;17.  Jelaskan fungsi akor dalam posisi terbuka dan akor dalam posisi tertutup!&lt;br /&gt;18.  Jelaskan jarak antara masing masing jenis suara!&lt;br /&gt;19.  Jelaskan dengan singkat bagaimanakah konsep dasar ekspresi bebas?&lt;br /&gt;20.  Jelaskan dengan singkat bagaimanakah penerapan pendekatan ekspresi bebas dalam pembelajaran seni tari?&lt;br /&gt;21.   Jelaskan dengan singkat bagaimanakah konsep pendidikan seni berbasis disiplin?&lt;br /&gt;22.  Bagaimanakah perbedaan antara pendekatan ekspresi bebas dengan pendekatan disiplin !&lt;br /&gt;23.  Jelaskan dengan singkat bagaimanakah konsep dasar pendekatan multikultural ?&lt;br /&gt; Sumber : Buku Materi PLPG UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-5085809636054717557?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/5085809636054717557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-seni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5085809636054717557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5085809636054717557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-seni.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Seni Budaya'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-635822865124300120</id><published>2012-02-02T16:20:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T16:21:27.719-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Matematika SMP</title><content type='html'>Soal Uji Kompetensi Guru Matematika SMP&lt;br /&gt;1. Misalkan dipunyai data nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur sebagai berikut. 80, 60, 70, 50, 70, 80, 70, 80, 70, 60, 60, 70, 80, 90, 40, 70, 90, 50, 90, 70. Mean nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 70&lt;br /&gt;b. 80 &lt;br /&gt;c. 75 &lt;br /&gt;d. 85&lt;br /&gt;2. Dengan data pada soal nomor 1 Modus nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 70 &lt;br /&gt;b. 80 &lt;br /&gt;c. 75 &lt;br /&gt;d. 85&lt;br /&gt;3. Dengan data pada soal nomor 1 Median nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 70 &lt;br /&gt;b. 80 &lt;br /&gt;c. 75 &lt;br /&gt;d. 85&lt;br /&gt;4. Dengan data pada soal nomor 1 kuartil ke-3 nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 75,5 &lt;br /&gt;b. 77,5 &lt;br /&gt;c. 85,7 &lt;br /&gt;d. 87,5&lt;br /&gt;5. Dengan data pada soal nomor 1 rentang nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 40 &lt;br /&gt;b. 50 &lt;br /&gt;c. 55 &lt;br /&gt;d. 60&lt;br /&gt;6. Dengan data pada soal nomor 1 simpangan baku nilai ulangan harian matematika kelas VI SD Majumakmur adalah .....&lt;br /&gt;a. 12,67 &lt;br /&gt;b. 12, 76 &lt;br /&gt;c. 13,76 &lt;br /&gt;d. 13,87&lt;br /&gt;7. Dua puluh pelajar terdiri 12 puteri dan 8 putera. Rata-rata nilai matematika pelajar keseluruhan 80. Jika rata-rata nilai matematika pelajar puteri saja 75 , maka rata-rata nilai matematika pelajar putera adalah ....&lt;br /&gt;a. 67.5 &lt;br /&gt;b. 77,7 &lt;br /&gt;c. 87,5 &lt;br /&gt;d. 89,5&lt;br /&gt;8. Nilai UAN matematika sebanyak 30 siswa mempunyai rata-rata 80, jika nilai seorang siswa tidak diikutkan maka nilai rata-rata menjadi 81, berapa nilai siswa tersebut.&lt;br /&gt;a. 47 &lt;br /&gt;b. 51 &lt;br /&gt;c. 63 &lt;br /&gt;d. 73&lt;br /&gt;9. Rata-rata berat badan 50 anak 65 kg, jika ditambah dengan berat badan si Andi dan Narti maka rata-rata berat badan tetap 65, jika perbandingan berat badan Andi dan Narti 6:4, berapa berat badan Andi?&lt;br /&gt;a. 67 &lt;br /&gt;b. 68 &lt;br /&gt;c. 77 &lt;br /&gt;d. 78&lt;br /&gt;10. Suatu data sebanyak n mempunyai rata-rata adalah p, jika tiap data dikurangi s, berapa rata-rata data sekarang?&lt;br /&gt;a. p-n                &lt;br /&gt;b. sp                &lt;br /&gt;c. p+s               &lt;br /&gt;d. p-s&lt;br /&gt;11. Sebuah daddu ditos 1 kali. Peluang muncul mata dadu lebih dari 1 adalah...&lt;br /&gt;a) 5/6&lt;br /&gt;b) 4/6&lt;br /&gt;c) 3/6&lt;br /&gt;d) 1/6&lt;br /&gt;12. Dalam suatu kotak terdapat 4 kelereng merah, 5 kelereng hijau, 6 kelereng kuning. Bila diambil sebuah kelereng secara acak peluang terambil kelereng merah adalah&lt;br /&gt;a)1/15&lt;br /&gt;b)2/15&lt;br /&gt;c)3/15&lt;br /&gt;d)4/15&lt;br /&gt;13. Dari soal nomor 2, peluang terambil kelereng warna kuning adalah...&lt;br /&gt;a) 1/5&lt;br /&gt;b) 2/5&lt;br /&gt;c) 3/5&lt;br /&gt;d) 4/5&lt;br /&gt;14. Dua buah dadu warna merah dan putih ditos satu kali. Banyaknya anggota ruang sampel ada.... buah.&lt;br /&gt;a) 6&lt;br /&gt;b) 12&lt;br /&gt;c) 18&lt;br /&gt;d) 36&lt;br /&gt;15. Tiga uang logam ditos bersama-sama 1 kali. Peluang muncul 3 gambar adalah....&lt;br /&gt;a) 1/8&lt;br /&gt;b) 2/8&lt;br /&gt;c) 3/8&lt;br /&gt;d) 4/8&lt;br /&gt;16. Dari soal no 5, peluang muncul 2 angka adalah&lt;br /&gt;A) 4/8&lt;br /&gt;b) 3/8&lt;br /&gt;c)2/8&lt;br /&gt;d) 1/8&lt;br /&gt;17. Sebuah dadu dan sebuah mata uang ditos bersama-sama . maka peluang muncul bukan mata 3 pada dadu.&lt;br /&gt;a) 2/6&lt;br /&gt;b) 3/6&lt;br /&gt;c) 4/6&lt;br /&gt;d) 5/6&lt;br /&gt;18. Bila peluang besok akan hujan 0,35 maka peluang besok tidak hujan adalah...&lt;br /&gt;a)0,35&lt;br /&gt;b) 0,45&lt;br /&gt;c) 0,55&lt;br /&gt;d) 0,65&lt;br /&gt;19. Pada percobaan mengetos sebuah dadu sebanyak 150 kali maka diharapkan muncul mata dadu kelipatan 3 sebanyak ... kali.&lt;br /&gt;a) 10&lt;br /&gt;b) 30&lt;br /&gt;c) 50&lt;br /&gt;d) 60&lt;br /&gt;20. Suatu perusahaan asuransi memperkirakan besar kemungkinan sopir mengalami kecelakaan dalam 1 tahun 0,12. Dari 300 sopir berapa yang mengalami kecelakaan dalam satu tahun?&lt;br /&gt;a) 46&lt;br /&gt;b) 36 &lt;br /&gt;c) 26&lt;br /&gt;d) 16&lt;br /&gt;21. Suku pertama suatu barisan aritmetika dengan b=½ dan u9 = 5 ialah&lt;br /&gt;a. ½ &lt;br /&gt;b. 1 &lt;br /&gt;c. 1 ½ &lt;br /&gt;d. 2½&lt;br /&gt;22. Beda suatu barisan aritmetika jika diketahui u1= 2 dan suku ke u9 =6 adalah&lt;br /&gt;a. 2 &lt;br /&gt;b. 1 ½ &lt;br /&gt;c. 1 &lt;br /&gt;d. ½&lt;br /&gt;23. Suku ke 11 dari suatu barisan aritmetika dengan b= -½ dan u1 = 5 ialah&lt;br /&gt;a. ½ &lt;br /&gt;b. 0 &lt;br /&gt;c. - ½ &lt;br /&gt;d. -1&lt;br /&gt;24. Suku pertama suatu barisan geometri dengan r = -½ dan u7 = 1/8 ialah&lt;br /&gt;a. 16 &lt;br /&gt;b. 8 &lt;br /&gt;c. -16 &lt;br /&gt;d. -8.&lt;br /&gt;5. Rasio suatu barisan geometri dengan u1 = -16 dan u8 = 1/8 ialah&lt;br /&gt;a. 2 &lt;br /&gt;b. -2 &lt;br /&gt;c. -½ &lt;br /&gt;d. ½.&lt;br /&gt;26. Suku ke 8 dari suatu barisan geometri dengan b= -1/3 dan u1 = 27 ialah&lt;br /&gt;a. 1/27 &lt;br /&gt;b. – 1/27 &lt;br /&gt;c. – 1/81 &lt;br /&gt;d. 1/81&lt;br /&gt;27. U9 dari deret 4, 3½, 3, 2½, 2, ....ialah&lt;br /&gt;a. 0 &lt;br /&gt;b. – 1/2 &lt;br /&gt;c. ½ &lt;br /&gt;d. 1&lt;br /&gt;28. S17 dari deret 16, -8, 4, -2. 1, -1/2. 1/4,... ialah&lt;br /&gt;a.3 348/32 &lt;br /&gt;b. 347/32 &lt;br /&gt;c. 342/32 &lt;br /&gt;d. 341/32&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.     Jika 2 buah dadu dilemparkan /ditos bersamaan, maka tentukan peluang angka pada salah satu dadu yang merupakan pembagi mata dadu yang lain .&lt;br /&gt;2.     Tersedia 15 kunci berbeda dan ada 1 kunci yang dapat digunakan untuk membuka sebuah pintu. Kunci diambil satu persatu tanpa pengembalian. Tentukan peluang kunci yang terambil dapat digunakan untuk membuka pintu pada pengambilan ke-10.&lt;br /&gt;3.     Pada ulangan matematika , diketahui rata-rata nilai kelas 58. Ratarata nilai matematika siswa pria 65 sedang rata-rata nilai siswa wanita 54. Tentukan perbandingan banyaknya siswa pria dan siswa wanita .&lt;br /&gt;4.     Kejadian A dan B saling bebas tetapi tidak saling lepas. Bila P(A) = 1/3 , P(A U B) = 3/5. Tentukan P(B).&lt;br /&gt;5.     Sebuah kartu diambil secara acak dari satu kartu bridge. Tentukan berapa peluang yang terambil itu kartu skop atau kartu berwarna merah?&lt;br /&gt;6.     Pada pengetosan sebuah dadu 1 kali, tentukan berapa peluang muncul mata dadu prima atau mata dadu ganjil?&lt;br /&gt;7.     Buatlah tabel dan grafik hubungan antara banyaknya bensin yang digunakan dan jarak yang dilalui oleh kendaran, jika setiap 1 liter premium dapat menempuh jarak 25 km.&lt;br /&gt;8.     Sebuah pabrik roti akan membuat adonan roti seberat 10 kwintal yang merupakan campuran antara mentega dan terigu. Banyaknya mentega maupun terigu yang dimasukkan ke dalam adonan kelipatan dari 10 kg. Buatlah tabel dan grafik hubungan antara banyaknya mentega dan terigu!&lt;br /&gt;9.     Suku-suku suatu barisan adalah V5, (5 + V5), (10 + V5), .... Tentukan rumus jumlah n suku yang pertama!&lt;br /&gt;10.  Dua orang karyawan pabrik menerima gaji Rp 1000.000,- per bulan selama setahun. Setiap tahun pada tahun berikutnya karyawan yang pertama memperoleh kenaikan gaji Rp 50.000,- setiap tahun dan yang kedua memperoleh kenaikan Rp150.000,- setiap dua tahun. Tentukan pengeluaran total untuk menggaji dua karyawan tersebut selama 6 tahun pertama bekerja.&lt;br /&gt;Sumber: Buku Materi PLPG UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-635822865124300120?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/635822865124300120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/635822865124300120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/635822865124300120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru.html' title='contoh : Soal Uji Kompetensi Guru Matematika SMP'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-3794065175892718267</id><published>2012-02-02T16:19:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T16:20:29.250-08:00</updated><title type='text'>contoh : Test Kompetensi Guru IPS SMP, Soal Uji Kompetensi Guru IPS SMP</title><content type='html'>Test Kompetensi Guru IPS SMP, Soal Uji Kompetensi Guru IPS SMP&lt;br /&gt;1.     Jelaskan fungsi dan peranan peta dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Jelaskan pula makna kata “dipilih” yang terkandung dalam peta.&lt;br /&gt;2.     Jelaskan kegunaan skala peta bagi para pengguna peta.&lt;br /&gt;3.     Mengapa antara judul peta dan isi peta harus sama?&lt;br /&gt;4.     Jelaskan mengapa atlas merupakan suatu buku acuan, apa kebaikan dan kelemahan atlas?&lt;br /&gt;5.     Bagaimana cara mengukur skala globe? Lakukan pengukuran dengan menggunakan benang jarak antara dua tempat pada Globe, berapakah jarak sebenarnya dari dua tempat tersebut?&lt;br /&gt;6.     Apakah kegunaan peta sebagai media pembelajaran?&lt;br /&gt;7.     Apakah yang disebut peta umum dan peta tematik itu?&lt;br /&gt;8.     Apakah kegunaan Globe itu?&lt;br /&gt;9.     Jelaskan semboyan kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia&lt;br /&gt;10.  Jelaskan kegiatan VOC di Indonesoa bagian Timur, bagaimana pula kegiatan di Jawa Jelaskan pemerintah kolonial berusaha merombak tatanan politik kerajaan- kerajaan pribumi&lt;br /&gt;11.  Jelaskan jasa-jasa Rafles selama berkuasa di Indonesia pula kegiatan di Jawa Terangkan Pengaruh Tanam Paksa bagi masyarakat pribumi&lt;br /&gt;12.  Jelaskan pengertian dari interaksi sosial!&lt;br /&gt;13.  Jelaskan syarat-syarat terjadinya interasi sosial!&lt;br /&gt;14.  Berikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial yang anda ketahui!&lt;br /&gt;15.  Uraikan definisi apa yang anda ketahui tentang struktur sosial!&lt;br /&gt;16.  Jelaskan ciri-ciri dari struktur sosial!&lt;br /&gt;17.  Berikan contoh dari fungsi struktur sosial yang anda ketahui!&lt;br /&gt;18.  Uraikan definisi dari sosialisasi!&lt;br /&gt;19.  Jelaskan bentuk-bentuk sosialisasi yang anda ketahui!&lt;br /&gt;20.  Berikan contoh bentuk-bentuk sosialisasi yang pernah anda alami!&lt;br /&gt;21.  Uraikan definisi dari kebudayaan&lt;br /&gt;22.  Jelaskan fungsi kebudayaan bagi manusia!&lt;br /&gt;23.  Jelaskan apa yang anda ketahui tentang gerak kebudayaan!&lt;br /&gt;24.  Apa yang anda ketahui tentang perubahan sosial dan budaya&lt;br /&gt;25.  Jelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan sosial dan Budaya&lt;br /&gt;26.  Jelaskan bentuk-bentuk perubahan sosial budaya yang anda ketahui!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-3794065175892718267?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/3794065175892718267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-test-kompetensi-guru-ips-smp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/3794065175892718267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/3794065175892718267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-test-kompetensi-guru-ips-smp.html' title='contoh : Test Kompetensi Guru IPS SMP, Soal Uji Kompetensi Guru IPS SMP'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-5196753377388052334</id><published>2012-02-02T16:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T16:19:28.768-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Tes Kompetensi Guru PKn SMP, Soal Uji Kompetensi Guru PKn SMP</title><content type='html'>Soal Tes Kompetensi Guru PKn SMP, Soal Uji Kompetensi Guru PKn SMP&lt;br /&gt;1. Di bawah ini merupakan harapan-harapan dalam terciptanya kehidupan yang demokratis, kecuali....&lt;br /&gt;a. Pemerintahan yang bebas.&lt;br /&gt;b. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak.&lt;br /&gt;c. Pelaksanaan pemilu yang bebas.&lt;br /&gt;d. Kebebasan untuk beroposisi.&lt;br /&gt;2. Demokrasi langsung dapat terselenggara secara efektif karena beberapa faktor di bawah ini, kecuali……&lt;br /&gt;a. Wilayah negara yang terbatas.&lt;br /&gt;b. Permasalahan tidak terlalu kompleks.&lt;br /&gt;c. Majelis yang hanya terdiri dari 5000 sampai 6000 orang saja.&lt;br /&gt;d. Tidak adanya penduduk yang berjumlah besar&lt;br /&gt;3. Demokrasi Pancasila adalah…..&lt;br /&gt;a. Demokrasi yang berketuhanan&lt;br /&gt;b. Demokrasi yang tidak langsung&lt;br /&gt;c. Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat&lt;br /&gt;d. Demokrasi berdasarkan paham kekeluargaan dan gotong royong yang ditujukan pada kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;4. Dalam demokrasi Pancasila terkandung aspek yang mengemukakan gambaran manusia dan mengakui harkat dan martabatnya serta menjamin terwujudnya manusia Indonesia sesuai dengan gambaran harkat dan martabat manusia. Ini adalah aspek……&lt;br /&gt;a. Aspek materiil&lt;br /&gt;b. Aspek normatif&lt;br /&gt;c. Aspek kodrati&lt;br /&gt;d. Aspek hukum&lt;br /&gt;5. Pemilu pertama di Indonesia, terselenggara dengan sistem……&lt;br /&gt;a. Dwi partai&lt;br /&gt;b. Multipartai&lt;br /&gt;c. Partai tunggal&lt;br /&gt;d. Semi multi partai&lt;br /&gt;6. Di bawah ini merupakan kondisi yang lahir dari penerapan demokrasi terpimpin.&lt;br /&gt;a. Dominasi parlemen yang kuat&lt;br /&gt;b. Peranan partai politik dan pers yang sangat terbatas&lt;br /&gt;c. Pertikaian antar partai politik&lt;br /&gt;d. Tidak adanya kepastian hukum.&lt;br /&gt;7. Di bawah ini termasuk soko guru demokrasi, kecuali ….&lt;br /&gt;a. Kedaulatan rakyat&lt;br /&gt;b. Jaminan hak asasi manusia&lt;br /&gt;c. Hak-hak mayoritas&lt;br /&gt;d. Kekuasaan mayoritas&lt;br /&gt;8. Pada akhir masa Orde Baru, terdapat penyelewengan-penyelewengan terhadap prinsip-prinsip demokrasi, yakni…..&lt;br /&gt;a. Diakuinya hak-hak mayoritas&lt;br /&gt;b. Tidak adanya pembatasan pemerintah secara konstitusional&lt;br /&gt;c. Terdapat pluralisme sosial, ekonomi dan politik&lt;br /&gt;d. Hanya ada tiga patai politik&lt;br /&gt;9. Dalam pemilu akan dipilih……&lt;br /&gt;a. DPR, DPRD Propinsi dan DPRD Kota/Kabupaten&lt;br /&gt;b. DPR, MPR, presiden dan wakil presiden&lt;br /&gt;c. Presiden dan wakilnya, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kota/kabupaten&lt;br /&gt;d. DPD, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten, presiden dan wakil presiden.&lt;br /&gt;10. Perilaku yang menunjukkan dukungan terhadap tegaknya prinsipprinsip demokrasi adalah....&lt;br /&gt;a.     Musyawarah untuk mufakat&lt;br /&gt;b.    Menggunakan hak pilih dalam pemilu&lt;br /&gt;c.     Mengunakan haknya dengan seluas mungkin&lt;br /&gt;d.    Menghormati kekuasaan mayoritas&lt;br /&gt;11. Demokrasi dimana rakyat menyalurkan kehendaknya dengan memilih wakil-wakilnya untuk duduk dalam dewan perwakilan rakyat, dinamakan . . . .&lt;br /&gt;a. demokrasi langsung&lt;br /&gt;b. demokrasi perwakilan&lt;br /&gt;c. demokrasi gabungan&lt;br /&gt;d. demokrasi sosialis&lt;br /&gt;12. Salah satu asas demokrasi Pancasila adalah asas kerakyatan, yang artinya . . . .&lt;br /&gt;a. kesadaran akan cinta kepada rakyat, bersikap merakyat, berjiwa kerakyatan .&lt;br /&gt;b. pemerintah harus memperhatikan dan memperjuangkan aspirasi rakyat.&lt;br /&gt;c. keputusan dengan menampung berbagai aspirasi dan kehendak seluruh rakyat.&lt;br /&gt;d. suatu tata cara pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mufakat.&lt;br /&gt;13. Keterlibatan rakyat sebagai pelaksana kedaulatan menurut UUD 1945 adalah dalam hal sebagai berikut, kecuali . . . .&lt;br /&gt;a. Mengisi keanggotaan DPRD melalui pemilihan umum.&lt;br /&gt;b. Mengisi keanggotaan DPR melalui pemilihan umum.&lt;br /&gt;c. Mengisi keanggotaan DPD melalui pemilihan umum.&lt;br /&gt;d. Mengajukan calon Presiden dan Wakil Presiden.&lt;br /&gt;14. Lembaga negara yang berwenang melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum adalah . . . .&lt;br /&gt;a. MPR&lt;br /&gt;b. DPR&lt;br /&gt;c. Mahkamah Agung&lt;br /&gt;d. Mahkamah Konstitusi&lt;br /&gt;15. Menurut UUD 1945 , Mahkamah Konstitusi memiliki kewenangan untuk . . . .&lt;br /&gt;a. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum.&lt;br /&gt;b. memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum&lt;br /&gt;c. memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan&lt;br /&gt;d. menguji secara materiil peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang.&lt;br /&gt;16. DPR merupakan lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga negara dan mempunyai fungsi . . . .&lt;br /&gt;a. legislatif, eksekutif, dan yudikatif&lt;br /&gt;b. legislatif, eksekutif, dan anggaran&lt;br /&gt;c. eksekutif, legislatif , dan pengawasan&lt;br /&gt;d. legislatif, anggaran, dan pengawasan&lt;br /&gt;17. Kekuasaan untuk membentuk undang-undang disebut . . . .&lt;br /&gt;b. legislatif&lt;br /&gt;c. eksekutif&lt;br /&gt;d. yudikatif&lt;br /&gt;e. federatif&lt;br /&gt;18. Anggota DPD dari setiap propinsi ditetapkan sebanyak empat orang dan jumlah seluruh anggota DPD tidak lebih dari . . . .&lt;br /&gt;a. 1/2 anggota DPR&lt;br /&gt;b. 1/3 anggota DPR&lt;br /&gt;c. 1/4 anggota DPR&lt;br /&gt;d. 1/5 anggota DPR&lt;br /&gt;19. Hasil pemeriksaan BPK diserahkan kepada . . . .&lt;br /&gt;a. Presiden dan DPR sesuai dengan kewenangannya&lt;br /&gt;b. DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangannya&lt;br /&gt;c. Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi&lt;br /&gt;d. MPR, DPR, DPD sesuai dengan kewenangannya.&lt;br /&gt;20. Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertanggungjawab atas penyelenggaraan pemilu dan menyampaikan laporan secara bertahap atas pelaksanaan tugasnya kepada ….&lt;br /&gt;a. DPR dan Presiden&lt;br /&gt;b. Presiden dan MPR&lt;br /&gt;c. MA dan Mahkamah Konstitusi&lt;br /&gt;d. Presiden dan MA&lt;br /&gt;1.     Siapakah pemegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan demokrasi?&lt;br /&gt;2.     Sebutkan syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang demokratis di bawah rule of law!&lt;br /&gt;3.     Sebutkan prinsip-prinsip pelaksanaan demokrasi Pancasila!&lt;br /&gt;4.     Sebut dan jelaskan aspek-aspek yang terkandung dalam demokrasi Pancasila!&lt;br /&gt;5.     Jelaskan perbandingan pelaksanaan demokrasi antara era Orde lama, orde baru, dan orde reformasi.&lt;br /&gt;6.     Jelaskan makna kedaulatan rakyat!&lt;br /&gt;7.     Jelaskan pemegang kedaulatan rakyat menurut UUD 1945!&lt;br /&gt;8.     Bagaimanakah wujud keterlibatan rakyat sebagai pemegang kedaulatan rakyat?&lt;br /&gt;9.     Jelaskan perbedaan tugas antara DPR dan DPD.&lt;br /&gt;10.  Bagaimana mekanismenya jika ada kemungkinan pemberhentian presiden pada masa jabatannya?&lt;br /&gt;Sumber : Materi PLPG PKn SMP, Unnes, 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-5196753377388052334?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/5196753377388052334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-kompetensi-guru-pkn-smp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5196753377388052334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5196753377388052334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-kompetensi-guru-pkn-smp.html' title='contoh : Soal Tes Kompetensi Guru PKn SMP, Soal Uji Kompetensi Guru PKn SMP'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-2574982261422855945</id><published>2012-02-02T16:15:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T16:17:09.250-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Tes Uji Kompotensi Guru SD, Soal Uji Kompotensi Guru SD</title><content type='html'>Soal Tes Uji Kompotensi Guru SD, Soal Uji Kompotensi Guru SD&lt;br /&gt;1.     Gambarlah penjumlahan 5 + (– 3) dengan menggunakan kartu 2 warna yang berbeda: (hitam dan putih)&lt;br /&gt;2.     Gambarlah perkalian 5 − 3 dengan menggunakan garis Bilangan&lt;br /&gt;3.     Buktikan bahwa perkalian 5 X (– 3) = - 15 dengan menggunakan pendekatan pola bilangan&lt;br /&gt;4.     Gambarlah perkalian - 3 x 2 dengan menggunakan garis Bilangan&lt;br /&gt;5.     Buatlah jaring-jaring makanan yang terdiri dari 5 rantai makanan!&lt;br /&gt;6.     Mengapa jamur termasuk heterotrof?&lt;br /&gt;7.     Dalam sebuah ekosistem terjadi hubungan timbal balik antara komponen biotik dengan abiotik. Berikanlah sebuah contoh yang menunjukkan hubungan tersebut!&lt;br /&gt;8.     Jelaskan perbedaan antara ekosistem alami dengan ekosistem buatan serta berikan contohnya masing-masing!&lt;br /&gt;9.     Apa yang terjadi pada ekosistem sungai bila ada pencemaran yang berupa buangan air panas ke sungai?&lt;br /&gt;10.  Jelaskan bahwa pemakaian DDT yang berlebihan sebagai bahan buangan yang nonbiodegradable akan menyebabkan air lingkungan ikut tercemar!&lt;br /&gt;11.  Apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca!&lt;br /&gt;12.  Mengapa karbon monoksida atau CO sangat berbahaya kalau terhirup manusia?&lt;br /&gt;13.  Secara historis epistemologis terdapat kesilatan untuk menelusuri perkembangan pemikiran PIPS di Indonesia. Jelaskan mengapa ?&lt;br /&gt;14.  Coba anda jelaskan tentang pertama kali munculnya istilah IPS ?&lt;br /&gt;15.  Perkembangan pemikiran pendidikan IPS yang tertuang dalam, kurikulum sampai dengan tahun 1990-an, pendidikan IPS di Indonesia disajikan dalam dua tradisi. Tunjukkan dan jelaskan!&lt;br /&gt;16.  Mengapa kurikulum PPSP dianggap sebagai pilar dalam perkembangan pemikiran pendidikan IPS ?&lt;br /&gt;17.  Dikatakan bahwa IPS dapat memberikan dampak positif kepada kewargaan global (mendunia). Dimana untung rugi dampak tersebut kepada kepribadian siswa? Diskusikan dengan teman!&lt;br /&gt;18.  Jelaskan pengertian pendekatan dalam pembelajaran bahasa Indonesia !&lt;br /&gt;19.  Bandingkanlah pendekatan tujuan dan pendekatan struktural!&lt;br /&gt;20.  Apa yang dimaksud dengan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran bahasa Indonesia?&lt;br /&gt;21.  Apa yang dimaksud dengan pendekatan Whole language?&lt;br /&gt;22.  Bagaimanakah guru melakukan penilaian dalam kelas Whole language?&lt;br /&gt;Sumber : Materi PLPG SD, Unnes, 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-2574982261422855945?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/2574982261422855945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-uji-kompotensi-guru-sd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2574982261422855945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2574982261422855945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-uji-kompotensi-guru-sd.html' title='contoh : Soal Tes Uji Kompotensi Guru SD, Soal Uji Kompotensi Guru SD'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-1920630076688145956</id><published>2012-02-02T16:14:00.001-08:00</published><updated>2012-02-02T16:15:12.182-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Test Uji Kompotensi Guru Penjas Orkes SD, Soal Uji Kompotensi Guru Penjas Orkes SD</title><content type='html'>Soal Test Uji Kompotensi Guru Penjas Orkes SD, Soal Uji Kompotensi Guru Penjas Orkes SD&lt;br /&gt; Soal Pilihan Ganda&lt;br /&gt;1. Prinsip evaluasi meliputi hal-hal sebagai berikut ini kecuali :&lt;br /&gt;a. objektivitas&lt;br /&gt;b. kontinuitas&lt;br /&gt;c. integritas&lt;br /&gt;d. keefektifan&lt;br /&gt;2. Ciri-ciri evaluasi yang baik adalah :&lt;br /&gt;a. keefektifan dan efisiensi&lt;br /&gt;b. objektifitas dan integritas&lt;br /&gt;c. keshahihan dan keandalan&lt;br /&gt;d. komprehensif dan kooperatif&lt;br /&gt;3. Pernyataan yang benar adalah :&lt;br /&gt;a. kedua pernyataan di bawah salah&lt;br /&gt;b. evaluasi acuan patokan unggul dalam pemaparan penguasaan tuntas&lt;br /&gt;c. kekurangannya yakni pada patokan yang digunakan dan hal itu tergantung pada pertimbangan guru yang bersangkutan&lt;br /&gt;d. pernyataan di atas semuanya benar&lt;br /&gt;4. Pernyataan yang salah di bawah ini adalah :&lt;br /&gt;a. antara PAP dan PAN, masing-masing memiliki kelebihan&lt;br /&gt;b. antara PAP dan PAN, masing-masing memiliki kelemahan&lt;br /&gt;c. pernyataan keduanya benar&lt;br /&gt;d. pernyataan keduanya salah&lt;br /&gt;5. Berikut ini pernyataan yang benar adalah :&lt;br /&gt;a. mutu evaluasi bergantung pada mutu asesmen, termasuk tes dan pengukuran&lt;br /&gt;b. mutu evaluasi bergantung pada mutu asesmen&lt;br /&gt;c. mutu evaluasi bergantung pada tes dan pengukuran&lt;br /&gt;d. pernyataan a, b dan c salah&lt;br /&gt;6. Berikut ini pernyataan yang benar adalah :&lt;br /&gt;a. tes adalah awal dari evaluasi&lt;br /&gt;b. tes adalah bagian dari pengukuran&lt;br /&gt;c. tes adalah sebuah instrumen&lt;br /&gt;d. ketiga pernyataan benar&lt;br /&gt;7. Diantara bentuk soal berikut, mana yang paling menguntungkan untuk mengukur sasaran yang meminta siswa mengingat informasi, tidak hanya mengenalinya :&lt;br /&gt;a. jawaban pendek&lt;br /&gt;b. menjodohkan&lt;br /&gt;c. benar salah&lt;br /&gt;d. pilihan ganda&lt;br /&gt;8. Diantara jenis soal ini, mana yang paling cocok untuk mengukur perilaku kreatif :&lt;br /&gt;a. penilaian produk&lt;br /&gt;b. benar salah&lt;br /&gt;c. pilihan ganda&lt;br /&gt;d. menjodohkan&lt;br /&gt;9. Dari jenis soal ini, mana yang paling dihindari sebagai tes satu soal :&lt;br /&gt;a. penilaian produk&lt;br /&gt;b. benar salah&lt;br /&gt;c. pilihan ganda&lt;br /&gt;d. menjodohkan&lt;br /&gt;10. Kalau tes sudah dibakukan, maka tes itu :&lt;br /&gt;a. sudah diuji lapangan&lt;br /&gt;b. absah&lt;br /&gt;c. mahal&lt;br /&gt;d. merupakan ukuran bakat&lt;br /&gt;11. Aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya tulis, kecuali&lt;br /&gt;a. sikap penulis&lt;br /&gt;b. panjang tulisan&lt;br /&gt;c. struktur sajian&lt;br /&gt;d. penggunaan bahasa&lt;br /&gt;12. Struktur sajian suatu karya tulis ilmiah pada umumnya terdiri dari&lt;br /&gt;a. pendahuluan, inti (pokok pembahasan), dan penutup&lt;br /&gt;b. pendahuluan, abstrak, bagian inti, simpulan&lt;br /&gt;c. abstrak, pendahuluan, bagian inti, simpulan&lt;br /&gt;d. abstrak, bagian inti, penutup&lt;br /&gt;13. Bagian penutup suatu karya tulis ilmia, pada umumnya menyajikan tentang&lt;br /&gt;a. rangkuman dan tindak lanjut&lt;br /&gt;b. simpulan umum&lt;br /&gt;c. rekomendasi penulis&lt;br /&gt;d. simpulan dan saran&lt;br /&gt;14. Substansi suatu karya tulis ilmiah dapat mencakup berbagai hal, dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Berikut ini adalah contoh-contoh subatansi karya tulis ilmiah, kecuali&lt;br /&gt;a. pendidikan&lt;br /&gt;b. kebudayaan&lt;br /&gt;c. pemulung&lt;br /&gt;d. informatika&lt;br /&gt;15. Dalam karya tulis ilmiah, penulis bersikap netral, obyektif, dan tidak memihak. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada, kecuali&lt;br /&gt;a. fakta atau kenyataan&lt;br /&gt;b. argumentasi&lt;br /&gt;c. teori yang diakui kebenarannya&lt;br /&gt;d. data empirik/hasil penelitian&lt;br /&gt;16. Keobyektifan penulis karya tulis ilmiahdicerminkan dalam gaya bahasa yang bersifat&lt;br /&gt;a. resmi&lt;br /&gt;b. baku&lt;br /&gt;c. impersonal&lt;br /&gt;d. personal&lt;br /&gt;17. Komponen suatu karya tulis ilmiah bervariasi sesuai dengan jenis karya tulis ilmiah dan tujuan penulisannya, namun pada umumnya semua karya tulis ilmiah mempunayi komponen&lt;br /&gt;a. daftar pustaka&lt;br /&gt;b. abstrak&lt;br /&gt;c. daftar tabel&lt;br /&gt;d. lampiran&lt;br /&gt;18. Berikut ini adalah ciri-ciri suatu karya tulis ilmiah, kecuali&lt;br /&gt;a. memaparkan bidang ilmu tertentu&lt;br /&gt;b. merupakan deskripsi suatu kejadian&lt;br /&gt;c. menggunakan gaya bahasa resmi&lt;br /&gt;d. disajikan secara sistematis&lt;br /&gt;19. Di antara judul berikut, yang manakah yang paling sesuai untuk judul karya tulis ilmiah?&lt;br /&gt;a. senjata makan tuan&lt;br /&gt;b. kumbang cantik pengisap madu&lt;br /&gt;c. pengaruh gizi pada pertumbuhan anak&lt;br /&gt;d. pengaruh obat bius yang menghebohkan&lt;br /&gt;20. Untuk membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis bukan ilmiah, seseorang dapat mengkaji berbagai aspek tulisan. Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah&lt;br /&gt;a. sistematika tulisan&lt;br /&gt;b. panjang tulisan&lt;br /&gt;c. ragam bahasa yang digunakan&lt;br /&gt;d. pengarang&lt;br /&gt;21. Artikel dapat dikelompokkan menjadi&lt;br /&gt;a. artikel laporan dan artikel rujukan&lt;br /&gt;b. artikel konseptual dan artikel teoritis&lt;br /&gt;c. artikel hasil telaahan dan artikel teoritis&lt;br /&gt;d. artikel hasil laporan dan artikel hasil telaahan&lt;br /&gt;22. Dari sudut ide, salah satu dari empat faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi adalah&lt;br /&gt;a. kelayakan ide untuk dipublikasikan&lt;br /&gt;b. wacana tentang ide yang sedang berkembang&lt;br /&gt;c. kesiapan ide untuk didiskusikan&lt;br /&gt;d. persamaan persepsi para ahli di bidang yang sama&lt;br /&gt;23. Tulisan analisis konseptual terdiri dari&lt;br /&gt;a. judul, abstrak, data, pembahasan, dan referensi&lt;br /&gt;b. judul, abstrak, pendahuluan, diskusi, referensi&lt;br /&gt;c. judul pendahuluan, diskusi, kesimpulan referensi&lt;br /&gt;d. judul, pendahuluan, temuan, pembahasan, referensi&lt;br /&gt;24. Dalam suatu artikel konseptual, bagaimana teori/konsep yang ditawarkan dapat berkontribusi dalam peta pengetahuan dimuat pada bagian&lt;br /&gt;a. abstrak&lt;br /&gt;b. pendahuluan&lt;br /&gt;c. diskusi&lt;br /&gt;d. referensi&lt;br /&gt;25. Referensi memuat semua rujukan yang&lt;br /&gt;a. pernah dibaca penulis&lt;br /&gt;b. perlu dibaca pembaca&lt;br /&gt;c. dimuat dalam badan tulisan&lt;br /&gt;d. diperlukan dalam pengembangan tulisan&lt;br /&gt;26. Salah satu dari tiga pertanyaan yang harus dijawab di bagian pendahuluan adalah berikut ini&lt;br /&gt;a. apa inti teori/konsep yang dibahas?&lt;br /&gt;b. mengapa konsep itu dibahas?&lt;br /&gt;c. Apa kesimpulan yang dapat ditarik?&lt;br /&gt;d. Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan?&lt;br /&gt;27. Salah satu hal yang harus dihindari pada saat menulis hasil penelitian adalah&lt;br /&gt;a. menjelaskan partisipan&lt;br /&gt;b. menulis masalah yang sudah pernah dibahas&lt;br /&gt;c. memecah satu penelitian menjadi beberapa artikel&lt;br /&gt;d. melaporkan korelasi yang dibahas dalam penelitian&lt;br /&gt;28. Pemilihan penggunaan kata dan kalimat yang tidak provokatif dalam laporan atau artikel merupakan salah satu contoh upaya untuk menjaga kualitasdari aspek&lt;br /&gt;a.    panjang tulisan&lt;br /&gt;b.    nada tulisan&lt;br /&gt;c.    gaya tulisan&lt;br /&gt;d.    bahasa tulisan&lt;br /&gt;29. Rekomendasi untuk judul adalah&lt;br /&gt;a. 8-10 kata&lt;br /&gt;b. 10-12 kata&lt;br /&gt;c. 12-15 kata&lt;br /&gt;d. 15-30 kata&lt;br /&gt;30. Dalam suatu laporan atau artikel hasil penelitian, kontribusi&lt;br /&gt;penelitian dapat dilihat di bagian&lt;br /&gt;a. pendahuluan&lt;br /&gt;b. metode&lt;br /&gt;c. hasil&lt;br /&gt;d. diskusi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.    Jelaskan bahwa pendidikan jasmani bukan pendidikan untuk jasmani melainkan pendidikan melalui jasmani&lt;br /&gt;2.    Mengapa tarian sebagai kesenian dapat dipakai sebagai aktivitas pendidikan jasmani?&lt;br /&gt;3.    Apa yang dimaksud dengan kawasan-kawasan:&lt;br /&gt;a.    Organik&lt;br /&gt;b.    Motorik&lt;br /&gt;4.    Jelaskan pengaruh sikap dalam pembelajaran pendidikan jasmani&lt;br /&gt;5.    Jelaskan faktor yang mempengaruhi tingkat aktivitas anak dalam pendidikan jasmani&lt;br /&gt;6.    Jelaskan dampak positif dari pembelajaran pendidikan jasmani&lt;br /&gt;7.    Jelaskan proses pembelajaran pendidikan jasmani yang berbasis masalah gerak!&lt;br /&gt;8.    Jelaskan konsep pendidikan jasmani menurut Bart Crum!&lt;br /&gt;9.    Jelaskan maksud dari pendidikan jsmani adalah sistem hubungan individu dengan lingkungan!&lt;br /&gt;10.  Apa fungsi evaluasi secara psikologis ?&lt;br /&gt;11.  Apa alasannya statistika merupakan alat penting dalam proses pengukuran dan evaluasi ?&lt;br /&gt;12.  Pelaksanaan evaluasi bertitik tolak dari kooperatif, jelaskan maksudnya&lt;br /&gt;13.  Bagaimana langkah-langkah dalam mengidentifikasi masalah&lt;br /&gt;14.  Jelaskan empat langkah dalam siklus PTK&lt;br /&gt;15.  Sebutkan aspek-aspek yang dapat menggambarkan karakteristik suatu karya tulis ilmiahdan berikan penjelasan singkat untuk setiap aspek. Berdasarkan uraian itu, coba simpulkan karakteristik karya tulis ilmiah!&lt;br /&gt;16.  Secara umum, struktur sajian suatu karya tulis ilmiah terdiri dari bagian awal, inti, dan bagian penutup. Coba jelaskan deskripsi masing-masing bagian dan apa bedanya dengan struktur sajian karya non ilmiah?&lt;br /&gt;17.  Jelaskan mengapa abstrak merupakan bagian terpenting dalam laporan dan artikel penelitian&lt;br /&gt;18.  Sebut dan jelaskan perbedaan karya tulis ilmiah hasil pemikian dan hasil penelitian!&lt;br /&gt;19.  Carilah salah satu artikel hasil penelitian, telaah unsur-unsur yang terdapat pada artikel itu!&lt;br /&gt;Sumber: Buku Materi PLPG UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-1920630076688145956?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/1920630076688145956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-test-uji-kompotensi-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/1920630076688145956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/1920630076688145956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-test-uji-kompotensi-guru.html' title='contoh : Soal Test Uji Kompotensi Guru Penjas Orkes SD, Soal Uji Kompotensi Guru Penjas Orkes SD'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-4302255945330966398</id><published>2012-02-02T16:11:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T16:13:54.551-08:00</updated><title type='text'>contoh : Soal Tes dan Uji Kompetensi Guru Profesi Mata Pelajaran IPA, Soal Uji Kompetensi Guru IPA</title><content type='html'>Soal Tes dan Uji Kompetensi Guru Profesi Mata Pelajaran IPA, Soal Uji Kompetensi Guru IPA&lt;br /&gt;Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !&lt;br /&gt;1.       Buktikan bahwa udara memiliki massa dan menempati ruang !&lt;br /&gt;2.       Bagaimana cara menentukan massa jenis benda yang bentuknya tak teratur misalnya batu ?&lt;br /&gt;3.        Sebuah kubus dengan rusuk 5 cm memiliki massa 100 gram. Hitunglah massa jenisnya&lt;br /&gt;4.       Berdasarkan wujudnya zat dibagi menjadi berapa ? Sebutkan dan berilah masing-masing dua contoh !&lt;br /&gt;5.       Jelaskan terjadinya proses perubahan wujud zat ditinjau dari teori partikel zat ! &lt;br /&gt;6.       Peristiwa apakah yang menyebabkan es menjadi air dan air menjadiuap air ? Apa yang menyebabkan terjadinya peristiwa tersebut ?&lt;br /&gt;7.       Apakah zat cair lainnya misalnya minyak tanah dan minyak goring juga dapat berada dalam tiga wujud zat ? Jelaskan !&lt;br /&gt;8.       Jelaskan mengapa gas memiliki volume dan bentuk berubah-ubah !&lt;br /&gt;9.       Bagaimana bentuk permukaan zat cair dalam tabung reaksi yang bagian dalam diolesi dengan minyak diisi dengan air ? Jelaskan !&lt;br /&gt;10.    Apa yang dimaksud dengan kapilaritas ? Sebutkan tiga contoh dalam kehidupan sehari-hari !&lt;br /&gt;11.  Sebutkan perubahan energi yang terjadi pada alat-alat berikut :&lt;br /&gt;a.     loud speaker mengubah energi …………. menjadi ………….&lt;br /&gt;b.    mikrofon mengubah energi …………. menjadi ………….&lt;br /&gt;c.     kipas angin mengubah energi …………. menjadi ………….&lt;br /&gt;d.    Menyetrum aki mengubah energi ……… . menjadi ………….&lt;br /&gt;e.     Kompor listrik mengubah energi ……… . menjadi ………….&lt;br /&gt;f.     Setrika listrik mengubah energi …………. menjadi ………….&lt;br /&gt;12.  Berikut ini terdapat contoh peristiwa yang berhubungan dengan energy kinetik dan energi potensial. Tuliskan EK di depan pernyataan yang berhubungan dengan energi kinetik, dan EP bila berhubungan dengan energi potensial&lt;br /&gt;a.     .………. Sebuah perahu yang sedang bergerak&lt;br /&gt;b.    . ...……. Bola basket melaju masuk ke ring&lt;br /&gt;c.     ….……. Buah durian menggantung pada pohonnya&lt;br /&gt;d.    .………. Angin yang bertiup&lt;br /&gt;e.      .………. Lampu yang menggantung pada atap rumah&lt;br /&gt;13.  Sebuah lampu massanya 500 gram menggantung pada ketinggian 3 meter , bila gravitasi tempat itu 10 m/s2 berapakah energi potensial yang dimiliki lampu ?&lt;br /&gt;14.  Sebuah motor yang massnya 100 kg bergerak dengan laju 40 m/s. Berapa energi kinetik yang dimiliki motor yang sedang melaju tersebut ?&lt;br /&gt;Sumber : Buku Materi PLPG UNNES 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-4302255945330966398?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/4302255945330966398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-dan-uji-kompetensi-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4302255945330966398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4302255945330966398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-tes-dan-uji-kompetensi-guru.html' title='contoh : Soal Tes dan Uji Kompetensi Guru Profesi Mata Pelajaran IPA, Soal Uji Kompetensi Guru IPA'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-911756491787350151</id><published>2012-02-02T16:10:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T16:11:44.367-08:00</updated><title type='text'>contoh soal : Uji Kompetensi Guru Profesi Mapel Bahasa Indonesia SMP,Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Indonesia SMP</title><content type='html'>Uji Kompetensi Guru Profesi Mapel Bahasa Indonesia SMP,Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Indonesia SMP&lt;br /&gt;Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat&lt;br /&gt;1.     Artikel dapat dikelompokkan menjadi&lt;br /&gt;a.     artikel laporan dan artikel rujukan&lt;br /&gt;b.    artikel konseptual dan artikel teoritis&lt;br /&gt;c.     artikel hasil telaahan dan artikel teoritis&lt;br /&gt;d.    artikel hasil laporan dan artikel hasil telaahan&lt;br /&gt;2.     Dari sudut ide, salah satu dari empat faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi adalah&lt;br /&gt;a.     kelayakan ide untuk dipublikasikan&lt;br /&gt;b.    wacana tentang ide yang sedang berkembang&lt;br /&gt;c.     kesiapan ide untuk didiskusikan&lt;br /&gt;d.    persamaan persepsi para ahli di bidang yang sama&lt;br /&gt;3.     Tulisan analisis konseptual terdiri dari&lt;br /&gt;a.     judul, abstrak, data, pembahasan, dan referensi&lt;br /&gt;b.    judul, abstrak, pendahuluan, diskusi, referensi&lt;br /&gt;c.     judul pendahuluan, diskusi, kesimpulan referensi&lt;br /&gt;d.    judul, pendahuluan, temuan, pembahasan, referensi&lt;br /&gt;4.     Dalam suatu artikel konseptual, bagaimana teori/konsep yang ditawarkan dapat berkontribusi dalam peta pengetahuan dimuat pada bagian&lt;br /&gt;a.     abstrak&lt;br /&gt;b.    pendahuluan&lt;br /&gt;c.     diskusi&lt;br /&gt;d.    referensi&lt;br /&gt;5.     Referensi memuat semua rujukan yang&lt;br /&gt;a.     pernah dibaca penulis&lt;br /&gt;b.    perlu dibaca pembaca&lt;br /&gt;c.     dimuat dalam badan tulisan&lt;br /&gt;d.    diperlukan dalam pengembangan tulisan&lt;br /&gt;6.     Salah satu dari tiga pertanyaan yang harus dijawab di bagian pendahuluan adalah berikut ini&lt;br /&gt;a.     apa inti teori/konsep yang dibahas?&lt;br /&gt;b.    mengapa konsep itu dibahas?&lt;br /&gt;c.     Apa kesimpulan yang dapat ditarik?&lt;br /&gt;d.    Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan?&lt;br /&gt;7.     Salah satu hal yang harus dihindari pada saat menulis hasil penelitian adalah&lt;br /&gt;a.     menjelaskan partisipan&lt;br /&gt;b.    menulis masalah yang sudah pernah dibahas&lt;br /&gt;c.     memecah satu penelitian menjadi beberapa artikel&lt;br /&gt;d.    melaporkan korelasi yang dibahas dalam penelitian&lt;br /&gt;8.     Pemilihan penggunaan kata dan kalimat yang tidak provokatif dalam laporan atau artikel merupakan salah satu contoh upaya untuk menjaga kualitasdari aspek&lt;br /&gt;a.     panjang tulisan&lt;br /&gt;b.    nada tulisan&lt;br /&gt;c.     gaya tulisan&lt;br /&gt;d.    bahasa tulisan&lt;br /&gt;9.     Rekomendasi untuk judul adalah&lt;br /&gt;a.     8-10 kata&lt;br /&gt;b.    10-12 kata&lt;br /&gt;c.     12-15 kata&lt;br /&gt;d.    15-30 kata&lt;br /&gt;10.  Dalam suatu laporan atau artikel hasil penelitian, kontribusi penelitian dapat dilihat di bagian&lt;br /&gt;a.     pendahuluan&lt;br /&gt;b.    metode&lt;br /&gt;c.     hasil&lt;br /&gt;d.    diskusi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Soal Isian&lt;br /&gt;1.     Jelaskan mengapa abstrak merupakan bagian terpenting dalam laporan dan artikel penelitian&lt;br /&gt;2.     Sebut dan jelaskan perbedaan karya tulis ilmiah hasil pemikian dan hasil penelitian!&lt;br /&gt;3.     Carilah salah satu artikel hasil penelitian, telaah unsur-unsur yang terdapat pada artikel itu!&lt;br /&gt;4.     Perlu Anda pahami, apakah yang dimaksud silabus?&lt;br /&gt;5.     Prinsip apasajakah yang harus diperhatikan dalam mengembangkan silabus?&lt;br /&gt;6.     Langkah apasajakah yang Anda lakukan untuk mengembangkan silabus?&lt;br /&gt;7.     Susunlah silabus pembelajaran inovatif bahasa Indonesia aspek berbicara sastra!&lt;br /&gt;8.     Perlu Anda pahami, apakah yang dimaksud RPP inovatif?&lt;br /&gt;9.     Prinsip apasajakah yang harus diperhatikan dalam mengembangkan silabus?&lt;br /&gt;10.  Langkah apasajakah yang Anda lakukan untuk mengembangkan silabus?&lt;br /&gt;11.  Susunlah RPP pembelajaran inovatif bahasa Indonesia aspek menulis!&lt;br /&gt;12.  Kemukakan dan jelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian kelas!&lt;br /&gt;13.  Kemukakan dan jelaskan manfaat penilaian kelas!&lt;br /&gt;14.  Kemukakan dan jelaskan fungsi penilaian kelas!&lt;br /&gt;15.  Coba Anda kemukakan dan jelaskan kriteria penilaian kelas!&lt;br /&gt;16.  Coba jelaskan prinsip-prinsip penilaian kelas!&lt;br /&gt;17.  Jelaskan ranah yang dinilai dalam penilaian kelas!&lt;br /&gt;18.  Jelaskan bagaimana pelaksanaan penilaian kelas!&lt;br /&gt;19.  Jelaskan teknik-teknik penilaian yang dapat digunakan untuk penilaian Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP/MTs!&lt;br /&gt;20.  Sebutkan salah satu tes keterampilan berbicara yang dapat menghemat waktu pelaksanaannya?&lt;br /&gt;21.  Buatlah salah satu bentuk daftar cek yang berisikan skill-skill yang menurut anda layak dikuasai oleh siswa setelah kelas IX SMP/MTs?&lt;br /&gt;22.  Dari beberapa tes pengetahuan dan sikap, cara mana yang menurut anda paling cocok buat anda sendiri?&lt;br /&gt;23.  Selain bentuk yang sudah diuraikan di atas, coba anda diskusikan salah satu bentuk tes pengetahuan dan sikap yang berhubungan dengan materi kesegaran jasmani? Perhatikan pelaksanaan tes tersebut harus menghemat waktu!&lt;br /&gt;24.  Jelaskan cara-cara yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data informasi hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia peserta didik di SMP?&lt;br /&gt;25.  Jelaskan bagaimana cara pengolahan data cara-cara penilaian berikut ini.&lt;br /&gt;a.     tertulis,&lt;br /&gt;b.    lisan,&lt;br /&gt;c.     unjuk kerja,&lt;br /&gt;d.    produk,&lt;br /&gt;e.     porfolio,&lt;br /&gt;f.     observas, dan .&lt;br /&gt;g.    penilaian diri&lt;br /&gt;26.  Jelaskan apa saja yang harus diperhatikan dalam menentukan KKM!&lt;br /&gt;27.  Jelaskan bagaimana seorang anak dikatakan telah menuntaskan hasil belajar KD!&lt;br /&gt;Sumber : Buku Materi PLPG UNNES2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-911756491787350151?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/911756491787350151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/911756491787350151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/911756491787350151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-uji-kompetensi-guru-profesi.html' title='contoh soal : Uji Kompetensi Guru Profesi Mapel Bahasa Indonesia SMP,Soal Uji Kompetensi Guru Bahasa Indonesia SMP'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-8148355752825344016</id><published>2012-02-02T16:07:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T16:09:13.333-08:00</updated><title type='text'>contoh : SOAL TEST KOMPETENSI GURU PROFESIONAL</title><content type='html'>SOAL TEST KOMPETENSI GURU PROFESIONAL&lt;br /&gt;1. Guru merupakan suatu profesi artinya………………&lt;br /&gt;2. Sebutkan persyaratan suatu profesi……………………&lt;br /&gt;3. Kompetensi ialah………………………………………&lt;br /&gt;4. Kompetensi Profesional ialah…………………………&lt;br /&gt;5. Kompetensi Kepribadian ialah …………&lt;br /&gt;6. Kompetensi Pedagogik ………………………&lt;br /&gt;7. Kompetensi Sosial ……………………………&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-8148355752825344016?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/8148355752825344016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-test-kompetensi-guru.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/8148355752825344016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/8148355752825344016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2012/02/contoh-soal-test-kompetensi-guru.html' title='contoh : SOAL TEST KOMPETENSI GURU PROFESIONAL'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-7667256046275048790</id><published>2011-12-07T04:03:00.000-08:00</published><updated>2011-12-07T04:04:40.121-08:00</updated><title type='text'>PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN (1)</title><content type='html'>OLEH : SUBAGIO,M.Pd&lt;br /&gt;(KEPALA SMPN 2 CIBEUREUM KAB. KUNINGAN)&lt;br /&gt; Pada tingkat paling operasional, kepala sekolah adalah orang yang berada di garis  terdepan yang mengkoordinasikan upaya meningkatkan pembelajaran yang bermutu. Kepala   sekolah diangkat untuk menduduki jabatan yang bertanggung jawab mengkoordinasikan       upaya bersama mencapai tujuan pendidikan pada level sekolah masing-masing. &lt;br /&gt;Kepala sekolah merupakan kunci keberhasilan dalam memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekolah untuk itu sebagai seorang pemimpin kepala sekolah diharapkan mampu untuk berusaha membina, mengelola dan mengembangkan sumber daya-sumber daya yang ada di sekolah. Kepemimpinan merupakan hal yang penting dalam meningkatkan program-program pendidikan dan kepemimpinan pendidikan merupakan kegiatan yang memfasilitasi pencapaian tujuan pendidikan. Kepemimpinan disini merujuk kepada kepala sekolah dimana seorang kepala sekolah diharapkan mampu berperan dan memfasilitasi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah (Politis, D. Jhon, 2002).&lt;br /&gt;            Tugas kepala sekolah dalam manajemen pembelajaran yaitu mengadakan buku kurikulum pedoman-pedomannya buku umum maupun khusus, bersama-sama guru memahami dan menjabarkan tujuan-tujuan pendidikan meliputi: tujuan umum, tujuan instruksional, tujuan kurikuler dan tujuan-tujuan khusus. Bersama-sama dengan guru menyusun program-program kurikuler dan kegiatan-kegiatan tambahannya, termasuk dalam hal ini program tahunan, bersama-sama dengan guru mengembangkan alat-alat pengajaran, menyusun jadwal dan pembagian tugas, mengembangkan sistem evaluasi belajar, melakukan pengawasan terhadap kegiatan proses belajar mengajar, menyusun norma kenaikan kelas, mengembangkan perpustakaan sebagai ilmu dan tempat belajar (Soewadji Lazaruth, 1992).&lt;br /&gt;            Kepala sekolah diharapkan dapat memotivasi guru yaitu dengan memberi dorongan kepada guru-guru agar aktif bekerja menurut prosedur dan metode tertentu sehingga pekerjaan itu berjalan dengan lancar mencapai sasaran. Tugas memotivasi dan mengaktifkan ini lebih dilengkapi dengan usaha mensejahteraan guru, diyakini akan memberikan hasil yang menggembirakan. Kesejahteraan itu sebagian dapat direalisasikan melalui kegiatan-kegiatan memotivasi dan mengaktifkan (Politis, D. Jhon, 2002).&lt;br /&gt;           Sebagai pemimpin pembelajaran kepala sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurut Blase, kepemimpinan oleh kepala sekolah ditandai oleh perhatian yang seksama terhadap kualitas pengajaran. Penekanannya adalah bagaimana kepala sekolah melakukan kegiatannya agar para guru bisa melaksanakan pengajarannya dengan kualitas yang tinggi. Brookover menyatakan bahwa kepala sekolah berperan aktif sebagai pemimpin pengajaran yang berupaya meningkatkan pengajaran secara efektif, dan meningkatkan prestasi akademik siswanya menjadi tinggi.&lt;br /&gt;           Menurut Caldwell dan Spinks bahwa dengan otonomi yang lebih besar, maka kepala sekolah memiliki wewenang yang lebih besar dalam mengelola sekolahnya. Secara khusus, keputusan-keputusan didesentralisasi adalah yang secara langsung berpengaruh pada siswa dan kepala sekolah mempunyai tanggung jawab terhadap pengetahuan (knowledge), desentralisasi keputusan berkaitan dengan kurikulum, termasuk keputusan mengenai tujuan dan sasaran pembelajaran; teknologi (technology), desentralisasi keputusan mengenai sarana belajar mengajar; kekuasaan (power), desentraliasi kewenangan dalam membuat keputusan; material (material), desentralisasi keputusan mengenai penggunaan fasilitas, pengadaan dan peralatan alat-alat sekolah; manusia (people), desentralisasi keputusan mengenai sumber daya manusia, termasuk pengembangan profesionalisme dalam hal-hal berkaitan dengan proses belajar mengajar, serta dukungan terhadap proses belajar mengajar; waktu (time), desentralisasi keputusan mengenai lokasi waktu; keuangan (finance), desentralisasi keputusan mengenai alokasi keuangan (Duhou, 2002).&lt;br /&gt;          Pasal 12 ayat 1 PP 28 Tahun 2009 bahwa kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Sedikitnya terdapat lima sifat layanan yang dituntut untuk diwujudkan oleh kepala sekolah agar pelanggan puas, yakni layanan sesuai dengan yang dijanjikan (reliability), mampu menjamin kualitas pembelajaran (assurance), iklim sekolah yang kondusif (tangible), memberikan perhatian penuh kepada siswa (emphaty), cepat tanggap terhadap kebutuhan siswa (responsiveness) (E. Mulyasa, 2004).&lt;br /&gt;Kepala sekolah diharapkan mampu berperan sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Kepala sekolah diharapkan dapat berperan/bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. Sebagai manajer ia diharapkan mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah mampu melakukan/melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dengan baik, meliputi: (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) pelaksanaan; dan (4) pengawasan, &lt;br /&gt;Kepemimpinan pembelajaran sangat cocok diterapkan di sekolah karena misi utama sekolah adalah mendidik semua siswa dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi orang dewasa yang sukses dalam menghadapi masa depan yang belum diketahui dan yang diperlukan untuk menjadi orang dewasa yang sukses dalam menghadapi masa depan yang belum diketahui dan yang sarat dengan tantangan-tantangan yang sangat turbulen. Misi inilah yang kemudian menuntut sekolah sebagai organisasi harus memfokuskan pada pembelajaran (learning focused schools), yang meliputi kurikulum,proses belajar mengajar, dan penilaian hasil belajar (asesmen)&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan dibahas secara spesifik tentang kepemimpinan pembelajaran yang meliputi antara lain : arti, tujuan, dan pentingnya kepemimpinan pembelajaran, karaktersitik kepemimpinan pembelajaran efektif; bidang garapan kepemimpinan pembelajaran dan strategi pelaksanaan kepemimpinan pembelajaran.&lt;br /&gt;Pengaruh kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) terhadap peningkatan hasil belajar siswa sudah tidak diragukan lagi. Sejumlah ahli pendidikan telah melakukan penelitian tentang pengaruh kepemimpinan pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar &lt;br /&gt;Dari kutipan-kutipan tersebut di atas dapat disarikan bahwa peningkatan hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan pembelajaran. Artinya, jika hasil belajar siswa ingin dinaikkan, maka kepemimpinan yang menekankan pada pembelajaran harus diterapkan.&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya : Arti, tujuan, dan pentingnya kepemimpinan pembelajaran, karaktersitik kepemimpinan pembelajaran efektif; bidang garapan kepemimpinan pembelajaran dan strategi pelaksanaan kepemimpinan pembelajaran, akan diuaraikan dalam bagian kedua tulisan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-7667256046275048790?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/7667256046275048790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/12/peran-kepala-sekolah-sebagai-pemimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7667256046275048790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7667256046275048790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/12/peran-kepala-sekolah-sebagai-pemimpin.html' title='PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN (1)'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-8274973980239856502</id><published>2011-11-04T01:39:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T01:43:57.162-07:00</updated><title type='text'>PENILAIAN KINERJA GURU</title><content type='html'>Oleh : Subagio,M.Pd.&lt;br /&gt;Kebijakan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan profesi guru diprioritaskan untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang telah ditindaklanjuti dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis  Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.&lt;br /&gt;Salah satu bagian penting dalam penetapan jabatan fungsional guru dan penetapan angka kreditnya adalah Penilaian Kinerja Guru (PK Guru). PK Guru dimaksudkan untuk menjaga profesionalitas guru dalam melaksanakan tugasnya, disamping itu PK Guru juga berdampak pada pembinaan karir, peningkatan kompetensi, dan pemberian tunjangan profesi guru.&lt;br /&gt;Penilain kinerja guru dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan, hal ini dimungkinkan sepertinya kinerja guru masih diragukan oleh pihak-pihak tertentu. Banyak hal dan kegiatan yang intinya mengacu pada peningkatan profesionalisme guru. Berbagai pelatihan, workshop, seminar, studi banding, dan banyak kegiatan lain yang nama dan istilahnya berbeda.&lt;br /&gt;Seiring regulasi pemerintah atas kebijakan penilaian kinerja guru, sistem penilaian kinerja yang akan dilakukan mulai efektif pada 1 Januari 2013 akan mengalami perubahan, bukan lagi hal yang sederhana sistem penilaian guru yang dilakukan, karena itu sosialisasi untuk sistem tersebut telah dilakukan pada berbagai tingkatan dan kegiatan, seperti yang digulirkan oleh lembaga-lembaga peningkatan mutu guru. Salah kegiatan tersebut diantaranya NCT (National Core Team), PCT (Province Core Team), dan DCT (Distric Core Team).&lt;br /&gt;Kegiatan tersebut semuanya bertujuan untuk pengembangan kinerja guru yang mengarah pada sistem penilaian kinerja. Para Kepala Satuan Pendidikan dituntut dapat melakukan sistem penilaian kinerja dengan tingkat dan proses kegiatan yang cukup panjang. Seorang guru dalam satu tahun harus memperoleh penilaian kinerja dua kali, masing-masing pada awal tahun dan akhir tahun pembelajaran.Kegiatan ini disebut dengan PK Guru (Penilaian Kinerja Guru), dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan).Salah satu kegiatan diklat penilaian yang penulis ikuti adalah kegiatan ToT DCT Assesor PK Guru yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan melalui LPMP Jawa Barat, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 11 s.d 15 Oktober 2011 di Hotel Pesona Bamboe Lembang. Ke depan kegiatan PK Guru dan PKB merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan Kepala Satuan Pendidikan (Kepala Sekolah) terhadap guru yang ada di sekolahnya. Jika melihat pada sistem penilaian, seorang guru dapat naik tingkat setelah 4 tahun karena pada periode ini akumulasi nilai guru masuk dalam katagori sangat baik. Sistem perhitungan angka kredit untuk guru melibatkan berbagai unsur kegiatan sehingga pengumpulan angka kredit perolehan guru jika dilakukan penilaian yang akuntabel akan menjadi sebuah rangkaian kegiatan yang tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan program ini akan memberikan sebuah motivasi bagi peningkatan profesionalisme guru, dan bukan hanya mengedepankan senioritas dari seorang pegawai. Dalam menyongsong regulasi ini seyogyanya guru mempersiapkan diri agar pada saat berberlakuan kebijakan ini (2013. red) sosok guru sudah siap dengan berbagai resiko dari sebuah kebijakan yang digulirkan pemerintah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-8274973980239856502?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/8274973980239856502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/11/penilaian-kinerja-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/8274973980239856502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/8274973980239856502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/11/penilaian-kinerja-guru.html' title='PENILAIAN KINERJA GURU'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-7994133584895910059</id><published>2011-11-04T00:59:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T01:01:56.072-07:00</updated><title type='text'>Persyaratan UMUM SERTIFIKASI 2012</title><content type='html'>Persyaratan UMUM SERTIFIKASI 2012&lt;br /&gt;1. Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;2. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan.&lt;br /&gt;3. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan:&lt;br /&gt;* bagi pengawas satuan pendidikan selain dari guru yang diangkat sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), atau&lt;br /&gt;* bagi pengawas selain dari guru yang diangkat setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru harus pernah memiliki pengalaman formal sebagai guru.&lt;br /&gt;4. Guru bukan PNS pada sekolah swasta yang memiliki SK sebagai guru tetap dari penyelenggara pendidikan (guru tetap yayasan), sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK pengangkatan sebagai guru dari Bupati/Walikota atau dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota.&lt;br /&gt;5. sudah menjadi guru pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditetapkan (30 Desember 2005).&lt;br /&gt;6. Pada tanggal 1 Januari 2013 belum memasuki usia 60 tahun.&lt;br /&gt;7. Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).&lt;br /&gt;8. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang BELUM memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila:&lt;br /&gt;* pada 1 Januari 2012 sudah mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau&lt;br /&gt;* mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a (dibuktikan dengan SK kenaikan pangkat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar calon peserta sertifikasi guru tersebut diurutkan berdasar kriteria berturut turut usia, masa kerja, dan golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika data diri saudara belum tertera dalam daftar layak calon peserta padahal saudara memenuhi syarat, anda dapat melakukan pengecekan dan perbaikan data ke dinas pendidikan kabupaten/kota setempat, dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur perbaikan data NUPTK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Guru membawa salinan dokumen sebagai bukti fisik perbaikan data ke dinas pendidikan setempat&lt;br /&gt;* Dinas pendidikan kabupaten/kota melakukan perbaikan database NUPTK guru tersebut dan mengirimkan salinan dokumen tersebut ke LPMP&lt;br /&gt;* LPMP melakukan persetujuan (approval) terhadap perbaikan data tersebut berdasarkan salinan dokumen yang dikirim oleh dinas kabupaten/kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;info dari :&lt;br /&gt; http://www.sergur.pusbangprodik.org/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-7994133584895910059?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/7994133584895910059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/11/persyaratan-umum-sertifikasi-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7994133584895910059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7994133584895910059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/11/persyaratan-umum-sertifikasi-2012.html' title='Persyaratan UMUM SERTIFIKASI 2012'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-200329640572937471</id><published>2011-09-13T04:52:00.000-07:00</published><updated>2011-09-13T04:53:48.497-07:00</updated><title type='text'>Alokasi Dana BOS 2012 Naik 40,5%</title><content type='html'>Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2011/8/17/bos-naik.aspx&lt;br /&gt;Jakarta-Pemerintah  berencana menaikkan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi Rp 23,6 triliun pada Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2012. Anggaran ini mengalami kenaikan sebanyak Rp 6,8 triliun atau 40,5 persen dari pagu APBN-P tahun ini.&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada kesempatan menyampaikan pidato pokok-pokok kebijakan dan RAPBN 2012 pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2011-2012 di Gedung Nusantara Majelis Permusyawaratan Rakyat, Jakarta, Selasa (16/08/2011).&lt;br /&gt;Presiden SBY menyampaikan, alokasi dana BOS tersebut merupakan bagian dari dana penyesuaian yang mencapai Rp 58,4 triliun yang mengalami peningkatan Rp 3,9 triliun dari pagu APBN-P 2011 Rp 54,5 juta. Dana penyesuaian ini, kata Presiden, dimaksudkan sebagai stimulus bagi daerah dan bukan sebagai pengganti kewajiban daerah untuk menyediakan dana pendidikan BOS daerah.&lt;br /&gt;“Saya mendengar ada  permasalahan dalam penyelenggaraan dana BOS ke daerah pada tahun ini. Saya tidak ingin perolehan dana BOS bagi anak-anak yang berhak mendapatkannya menjadi terlambat. Saya berharap pada tahun mendatang hal-hal yang menghambat penyaluran dana BOS harus ditiadakan,” kata Presiden SBY.&lt;br /&gt;Disamping dana BOS, pemerintah juga merencanakan alokasi dana  tunjangan profesi guru pegawai negeri sipil (PNS) daerah sebesar Rp 30,6 triliun. Jumlah itu naik sebesar Rp 12,1 triliun atau lebih dari 65 persen dari pagu APBN-P 2011. Sementara, untuk memenuhi kebijakan perbaikan pendapatan guru PNS daerah menjadi minimal Rp 2 juta per bulan, pemerintah juga tetap menyediakan anggaran untuk tunjangan tambahan penghasilan guru PNS daerah yang belum mendapatkan tunjangan profesi guru, yang keseluruhannya mencapai Rp 2,9 triliun.&lt;br /&gt;“Dengan peningkatan kesejahteraan guru ini diharapkan para guru dapat memberikan kontribusi peningkatan pendidikan yang lebih baik sesuai dengan tanggung jawabnya,” pungkas Presiden SBY.(agung/grace)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-200329640572937471?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/200329640572937471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/09/alokasi-dana-bos-2012-naik-405.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/200329640572937471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/200329640572937471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/09/alokasi-dana-bos-2012-naik-405.html' title='Alokasi Dana BOS 2012 Naik 40,5%'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-3917669048734711419</id><published>2011-08-07T05:40:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T05:58:19.246-07:00</updated><title type='text'>Perpisahan Tahun 2011</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-3917669048734711419?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/3917669048734711419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/08/perpisahan-tahun-2011.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/3917669048734711419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/3917669048734711419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/08/perpisahan-tahun-2011.html' title='Perpisahan Tahun 2011'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-7796160743086126252</id><published>2011-08-07T05:24:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T05:39:32.080-07:00</updated><title type='text'>MOS TAHUN 2011/2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-JuIEFF8U-GA/Tj6G-ddhKPI/AAAAAAAAAKE/bw5e19eKXTA/s1600/MOS%2B12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-JuIEFF8U-GA/Tj6G-ddhKPI/AAAAAAAAAKE/bw5e19eKXTA/s200/MOS%2B12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638092191132887282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-spVkX1QO5Hg/Tj6G-EN55zI/AAAAAAAAAJ8/s5pg12aBGdM/s1600/MOS%2B13.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-spVkX1QO5Hg/Tj6G-EN55zI/AAAAAAAAAJ8/s5pg12aBGdM/s200/MOS%2B13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638092184356513586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-GB4a2RdIBTY/Tj6G-P-PfDI/AAAAAAAAAJ0/czrHLPqmfoc/s1600/MOS%2B14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-GB4a2RdIBTY/Tj6G-P-PfDI/AAAAAAAAAJ0/czrHLPqmfoc/s200/MOS%2B14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638092187512044594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-yE2hjk_HK04/Tj6G9w82SNI/AAAAAAAAAJs/vlGPUQ-TNjs/s1600/MOS%2B15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-yE2hjk_HK04/Tj6G9w82SNI/AAAAAAAAAJs/vlGPUQ-TNjs/s200/MOS%2B15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638092179184699602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-iUSHAcZAmvo/Tj6G96gVAwI/AAAAAAAAAJk/pXRPm8r7S9w/s1600/MOS%2B16.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-iUSHAcZAmvo/Tj6G96gVAwI/AAAAAAAAAJk/pXRPm8r7S9w/s200/MOS%2B16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638092181749433090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-7796160743086126252?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/7796160743086126252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/08/mos-tahun-20112012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7796160743086126252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/7796160743086126252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/08/mos-tahun-20112012.html' title='MOS TAHUN 2011/2012'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JuIEFF8U-GA/Tj6G-ddhKPI/AAAAAAAAAKE/bw5e19eKXTA/s72-c/MOS%2B12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-5053277360357765747</id><published>2011-07-20T08:58:00.001-07:00</published><updated>2011-07-20T08:58:49.309-07:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN KARAKTER SECARA TERPADU MELALUI MANAJEMEN SEKOLAH (1)</title><content type='html'>Oleh : Subagio,M.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan SMP yang berkarakter baik, selain dibentuk melalui proses pembelajaran di kelas dan kegiatan ekstrakurikuler, juga sangat dipengaruhi oleh pola manajemen sekolah. Manajemen sekolah, khususnya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dapat dengan subur memfasilitasi peserta didik dan warga sekolah pada umumnya untuk menginternalisasi karakter yang baik. Keterbukaan, tanggungjawab, kerjasama, partisipasi, dan mandiri merupakan nilai-nilai dalam manajemen sekolah yang memandu kepala sekolah dalam mengelola sekolah yang bernuansa pendidikan karakter. Nilai-nilai itu yang memandu baik bagi kepala sekolah sendiri, para guru karyawan dan pendidik di sekolah, para stakeholder sekolah yang bersangkutan. &lt;br /&gt;     Tujuan pendidikan karakter melalui manajemen sekolah ini adalah agar sekolah:&lt;br /&gt;1. Merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi seluruh komponen sekolah (pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, peserta didik, dan biaya pendidikan) yang dijiwai oleh nilai-nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan nilai-nilai kebangsaan.&lt;br /&gt;2. Memadukan nilai-nilai dalam manajemen berbasis sekolah seperti kemandirian, kerjasama, partisipasi, transparansi dan akuntabilitas dengan nilai-nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan nilai-nilai kebangsaan.&lt;br /&gt;3. Menginternalisasi dan membiasakan tingkah laku yang berkarakter dalam proses pendidikan di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari melalui manajemen berbasis sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Manajemen Sekolah yang Berkarakter&lt;br /&gt;Manajemen adalah pemanfaatan dan pemberdayaan seluruh sumber daya (manusia dan sumber-sumber lainnya), melalui suatu proses dan pendekatan dalam rangka mencapai tujuan secara efisien dan efektif. Dalam manajemen, proses ini terkait dan melibatkan organisasi, arahan, koordinasi dan evaluasi orang-orang guna mencapai tujuan tersebut. Proses tersebut meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Esensi manajemen adalah bekerja dengan orang lain agar mencapai hasil yang diharapkan. Melalui manajemen, dilakukan proses pengintegrasian berbagai sumber daya dan tugas untuk mencapai berbagai tujuan yang telah ditentukan. Dalam kaitannya dengan pengelolaan sekolah, tujuan yang dimaksud adalah tujuan kurikuler yang dirumuskan berdasarkan tujuan kelembagaan dan tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;Manajemen sekolah yang berkarakter baik (mengandung nilai-nilai karakter) adalah pemanfaatan dan pemberdayaan seluruh sumber daya yang dimiliki sekolah, melalui proses dan pendekatan dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien, berdasarkan dan mencerminkan nilai-nilai dan norma-norma yang luhur, baik terhadap Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, berbangsa maupun lingkungan. Dalam pengertian ini pendidikan karakter tidak dimaksudkan sebagai payung manajemen sekolah, melainkan sebagai upaya menerapkan nilai-nilai karakter dalam penyelenggaraan manajemen di sekolah, atau dengan kata lain bahwa nilai-nilai karakter ditanamkan secara terpadu ke dalam pengelolaan sekolah.&lt;br /&gt;B. Prinsip-prinsip Implementasi Manajemen Sekolah yang Berkarakter &lt;br /&gt;Dalam implementasi manajemen sekolah yang mengandung nilai-nilai karakter terdapat prinsip-prinsip yang hendaknya diterapkan oleh sekolah antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kejelasan tugas dan pertanggungjawaban&lt;br /&gt;Prinsip ini menekankan bahwa di sekolah hendaknya ada kejelasan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) setiap person yang ada, sehingga tertuang secara jelas tugas masing-masing personil di sekolah. Dalam mengimplementasikan prinsip ini, hendaknya tercermin antara lain nilai-nilai amanah, terbuka, dan tanggung jawab. Artinya, pada saat seseorang diberi tugas maka yang menjadi dasar penugasan tersebut adalah, apakah orang yang akan diberi tugas itu amanah atau tidak, bukan karena faktor kedekatan atau pilih kasih. Terbuka, artinya memberikan kesempatan kepada semua orang yang memenuhi kriteria untuk diberi tugas itu. Kemudian, pihak-pihak yang terkait dengan hal tersebut hendaknya melakukan prosedur dan mekanisme secara bertanggung jawab sehingga hasil dari keseluruhan proses dapat dipertanggung jawabkan.  &lt;br /&gt;2. Pembagian kerja berdasarkan the right man on the right place&lt;br /&gt;Prinsip ini mengarahkan bahwa dalam memberikan tugas atau pekerjaan kepada seseorang, hendaknya didasarkan pada keahlian dan kemampuan yang bersangkutan. Penempatan seseorang dalam suatu jabatan harus sesuai dengan tuntutan job discription dari posisi yang akan ditempati, dan orang yang akan diberi tugas hendaknya memenuhi kriteria yang disyaratkan. Dalam mengimplementasikan prinsip ini, hendaknya tercermin antara lain nilai-nilai rasional, komitmen, dan berpikir jauh ke depan. Artinya, penempatan orang pada posisi tertentu hendaknya didasarkan pada pertimbangan yang masuk akal karena yang bersangkutan memiliki komitmen yang tinggi dan hal tersebut diarahkan pada tercapainya tujuan yang hendak dicapai di masa depan.&lt;br /&gt;3. Kesatuan arah kebijakan&lt;br /&gt;Prinsip ini menegaskan bahwa dalam penyelenggaraan sekolah, hendaknya ada kesatuan arah kebijakan yang dapat dijadikan dasar pelaksanaan bagi warga sekolah sehingga tidak terjadi simpang siur dan kebingungan. Atau dengan kata lain perlu dihindari terjadinya kebijakan yang tumpang tindih dan kontradiktif. Dalam mengimplementasikan prinsip ini, hendaknya tercermin antara lain nilai-nilai bijaksana, demokratis, dan manusiawi. Artinya, penetapan kesatuan arah kebijakan tersebut hendaknya dilaksanakan secara bijaksana, dengan mempertimbangkan dan mengakomodasikan masukan dan aspirasi yang berkembang serta dilakukan secara persuasif dan manusiawi. &lt;br /&gt;4. Teratur&lt;br /&gt;Prinsip ini menekankan bahwa dalam penyelenggaraan sekolah, hendaknya ada aturan yang disepakati dan menjadi pijakan bagi semua warga sekolah dalam melaksanakan tugas-pokok-fungsi dan interaksi di antara mereka sehingga terwujud keteraturan. Dalam mengimplementasikan prinsip ini, hendaknya tercermin antara lain nilai-nilai kebersamaan, kooperatif dan dinamis.  Artinya, keteraturan itu muncul karena kesamaan perasaan dan tujuan yang hendak dicapai, yang diwujudkan secara konkrit dalam bentuk kemauan dan kerja bersama-sama dengan semua warga sekolah. Di samping itu keteraturan bersifat dinamis, yakni tetap mangakomodir perubahan-perubahan yang positif dan konstruktif sehingga semakin lama semakin meningkat kualitas keteraturannya.&lt;br /&gt;5. Disiplin&lt;br /&gt;Prinsip ini mengharuskan setiap warga sekolah untuk selalu taat asas, patuh dan konsisten terhadap aturan yang dibuat dan disepakati bersama. Dalam mengimplementasikan prinsip ini, hendaknya tercermin antara lain nilai-nilai kukuh hati, menghargai waktu dan berani berbuat benar. Artinya, kedisiplinan yang dilakukan tersebut merupakan perwujudan dari sikap dan tindakan kukuh pada hukum dan menghargai waktu, karena terdorong oleh semangat berani berbuat benar dan bukan faktor takut pada pimpinan atau terhadap sanksi.&lt;br /&gt;6. Adil (Seimbang)&lt;br /&gt;Prinsip keadilan mengarah pada terwujudnya keseimbangan antara hak dengan kewajiban, penghargaan dengan hasil karya, punishment dengan tingkat kesalahan, baik yang dilakukan oleh guru, staf tata usaha maupun para peserta didik dan warga sekolah lainnya. Dalam mengimplementasikan prinsip ini, hendaknya tercermin antara lain nilai-nilai empati, lugas dan pemaaf. Artinya, keadilan (keseimbangan) yang hendak diupayakan dan ditegakkan di sekolah itu dilandasi oleh adanya pengertian, kepedulian dan kemauan untuk dapat menempatkan sesuatu pada posisi yang tepat, tanpa mengurangi sikap lugas pada aturan yang berlaku dan sifat pemaaf kepada yang menyadari akan kekhilafan dan kesalahannya.&lt;br /&gt;7. Inisiatif &lt;br /&gt;Prinsip ini menekankan bahwa setiap orang yang ada di sekolah hendaknya memiliki keinginan, pikiran dan gagasan untuk terus menerus mengambil prakarsa, melakukan hal-hal baru yang positif.  Kemampuan berinisiatif sangat menunjang keberhasilan sekolah dalam meraih tujuan yang ditetapkan. Dalam mengimplementasikan prinsip ini, hendaknya tercermin antara lain nilai-nilai berani mengambil resiko, rendah hati, dan sabar.  Artinya, inisiatif tersebut dilakukan demi pengembangan dan kemajuan sekolah. Oleh karena itu kepala sekolah, pendidik, dan peserta didik harus berani mengambil resiko. Namun demikian tetap dengan sikap rendah hati dan sabar dalam menyikapi perubahan dan kemajuan yang diharapkan.&lt;br /&gt;8. Semangat kebersamaan&lt;br /&gt;Prinsip ini menekankan kesadaran kepada setiap warga sekolah adalah sebagai bagian yang integral dan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan bagian lainnya. Rasa kebersamaan (the common) merupakan modal sosial (social capital) yang hendaknya dikembangkan di sekolah. Kebersamaan merupakan aset sosial sekolah yang sangat berharga, karena dengan kebersamaan itu suatu pekerjaan akan lebih mudah dan cepat diselesaikan. Dalam mengimplementasikan prinsip ini, hendaknya tercermin antara lain nilai-nilai baik sangka, saling menghormati dan mandiri. Artinya, semangat kebersamaan tersebut dilandasi dan dibarengi dengan sikap baik sangka dan saling menghormati antar sesama warga sekolah dan antara warga sekolah dengan stakeholders lainnya, dengan tetap menjaga dan mempertahankan sifat kemandiriannya.&lt;br /&gt;9. Sinergis&lt;br /&gt;Prinsip ini menekankan bahwa pengelolaan sekolah hendaknya dilakukan secara terpadu, saling mengisi dan melengkapi antara satu bidang dengan bidang atau urusan lainnya.  Dalam kenyataannya, tidak ada bidang atau urusan yang berdiri sendiri dan terpisah dengan lainnya. Dalam mengimplementasikan prinsip ini, hendaknya tercermin antara lain nilai-nilai menghargai karya orang lain, tenggang rasa dan rela berkorban.  Artinya, dalam pengelolaan dan penanganan sesuatu masing-masing pihak yang terkait mau menghargai karya orang lain, tenggang rasa dan ada kemungkinan dituntut kerelaannya untuk berkorban. &lt;br /&gt;10. Ikhlas&lt;br /&gt;Prinsip ini mengarahkan bahwa pekerjaan yang telah diberikan hendaknya dilaksanakan dengan tekat sungguh-sungguh untuk berbuat sebaik mungkin dan dengan penuh kesadaran. Di samping itu, ada kemungkinan bahwa yang dilakukannya itu semata-mata sebagai wujud tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan kepadanya. Dalam mengimplementasikan prinsip ini, hendaknya tercermin antara lain nilai-nilai pengabdian, tawakal dan syukur. Artinya, segala yang dilakukannya itu diapresiasikan sebagai pengejawantahan pengabdiannya kepada Allah Yang Maha Kuasa, bakti kepada bangsa dan negara serta kemaslahatan untuk sesama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-5053277360357765747?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/5053277360357765747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/07/pendidikan-karakter-secara-terpadu_20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5053277360357765747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5053277360357765747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/07/pendidikan-karakter-secara-terpadu_20.html' title='PENDIDIKAN KARAKTER SECARA TERPADU MELALUI MANAJEMEN SEKOLAH (1)'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-2828389506697313691</id><published>2011-07-20T08:55:00.000-07:00</published><updated>2011-07-20T08:57:53.531-07:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN KARAKTER SECARA TERPADU MELALUI MANAJEMEN SEKOLAH (2)</title><content type='html'>Oleh : Subagio,M.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Implementasi Manajemen Sekolah yang Berkarakter &lt;br /&gt;Sekolah diharapkan mampu melakukan perencanaan, melaksanakan kegiatan, dan evaluasi terhadap tiap-tiap komponen pendidikan yang di dalamnya memuat nilai-nilai karakter secara terintegrasi (terpadu). Pengertian terpadu lebih menunjuk kepada pembinaan nilai-nilai karakter pada tiap komponen pendidikan sesuai dengan ciri khas masing-masing sekolah.  Sekolah dapat melaksanakan pendidikan karakter yang terpadu dengan sistem pengelolaan sekolah itu sendiri.  Artinya, sekolah mampu merencanakan pendidikan (program dan kegiatan) yang menanamkan nilai-nilai karakter, melaksanakan program dan kegiatan yang berkarakter, dan melakukan pengendalian mutu sekolah secara berkarakter.  Keterkaitan antara berbagai komponen, proses manajemen berbasis sekolah dan nilai-nilai karakter yang melandasinya dapat dilihat pada gambar berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diamanatkan dalam berbagai peraturan perundangan pendidikan bahwa semua sekolah harus memenuhi SNP, yaitu meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Upaya-upaya yang ditempuh untuk pemenuhan SNP tersebut melalui manajemen sekolah dilaksanakan dengan merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan semua program dan kegiatan agar komponen-komponen SNP dapat terpenuhi. Implementasi manajemen sekolah inilah diharapkan dapat diintegrasikan dengan perilaku yang berkarakter, baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun pengendalian program sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Integrasi nilai-nilai karakter dalam perencanaan program&lt;br /&gt;Penyusunan rencana program sekolah harus dapat mengakomodir berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan nilai-nilai, seperti disiplin, hormat, cinta tanah air, cinta ilmu, dan lain sebagainya. Selain itu, penyusunan rencana program sekolah harus melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan (stake holder), misalnya guru, siswa, tata usaha/karyawan, orangtua siswa, tokoh masyarakat yang memiliki perhatian kepada sekolah. Dengan cara itu diharapkan rencana pengembangan sekolah menjadi “milik” semua warga sekolah dan pihak lain yang terkait. Keterlibatan berbagai unsur sesuai dengan kemampuan masing-masing akan mewujudkan “rasa terwakili” dan “rasa memiliki” terhadap hasil sehingga pada akhirnya merasa wajib untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;Perencanaan program dan kegiatan sekolah dilakukan melalui pengembangan dan penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) untuk jangka menengah/panjang dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) untuk jangka pendek atau tahunan. Dalam upaya pendidikan karakter, sekolah harus bersama-sama dengan pemangku kepentingan menyusun RKS dan RKAS ini melalui berbagai proses yang dapat menumbuhkembangkan nilai-nilai karakter.  Melalui proses perencanaan yang baik diharapkan akan memunculkan berbagai nilai karakter yang baik pula.&lt;br /&gt;Nilai-nilai karakter yang yang dapat diimplementasikan secara terpadu dalam proses perencanaan sekolah seperti: tingkat ketergantungan rendah, adaptif dan antisipatif/proaktif untuk mengurangi terjadinya penyimpangan; memiliki jiwa kewirausahaan tinggi (ulet, inovatif, gigih) sehingga mampu dan berani mengambil resiko; bertanggungjawab terhadap keberhasilan perencanaan program dan kegiatan; memiliki kontrol kualitas, kualifikasi, dan spesifikasi yang kuat; memiliki kontrol yang kuat terhadap waktu, target, tempat, sasaran, dan pendanaan; serta komitmen yang tinggi pada dirinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Integrasi nilai-nilai karakter dalam pelaksanaan program&lt;br /&gt;Minimal ada tiga nilai karakter yang dapat diintegrasikan ke dalam pelaksanaan program dan kegiatan di sekolah, yaitu efektif, efisien, dan produktif. Nilai karakter efektif muncul di sekolah apabila hasil-hasil yang dicapai dalam pemenuhan SNP sesuai dengan tujuan yang diharapkan.  Nilai karakter efisien dapat dicapai apabila program dan kegiatan yang dijalankan menghasilkan atau memenuhi SNP sesuai tujuan dengan biaya yang tersedia, atau dengan biaya yang rasional hasil SNP makin maksimal. Sedangkan nilai karakter produktif bisa didapatkan apabila pelaksanaan program dan kegiatan dalam pemenuhan SNP hasilnya secara kuantitatif dan kualitatif sesuai dengan tujuan. &lt;br /&gt;Dari sisi masing-masing individu, para pelaksana program dan kegiatan di sekolah diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai karakter seperti: percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif, inovatif, mandiri, bertanggung jawab, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, malu berbuat salah, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, sportif, tabah, terbuka, dan tertib.&lt;br /&gt;Untuk mengimplementasikan manajemen sekolah yang terpadu dengan nilai-nilai karakter, diperlukan pengelolaan sumber daya manusia secara baik, antara lain melalui: (a) perencanaan penerimaan (recruitment) guru dan staf sesuai dengan kebutuhan sekolah, (b) mengorganisasikan kegiatan guru dan staf sesuai  dengan bidang kerja masing-masing, (c) memberikan pengarahan kepada para guru dan staf agar bekerjasama untuk tercapainya tujuan, (d) melakukan pengawasan (control)  terhadap pekerjaan para guru dan staf agar mereka bekerja sesuai dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan bersama, (e) meningkatkan profesionalisme para guru dan staf, baik teknis maupn non-teknis, melaksanakan pembinaan karir dan kesejahteraan, serta menerapkan sistim penghargaan dan hukuman (reward and punishment system). &lt;br /&gt;Di samping itu, keberhasilan implementasi program ini tidak terlepas dari peran orangtua dan komite sekolah dalam mendukung program yang dijalankan. Sekolah perlu menjalin hubungan kerjasama guna mendapatkan dukungan.  Sekolah tidak mungkin dapat melaksanakan sendiri kegiatan yang sudah diprogramkan, sehingga perlu dicarikan solusi dan pemecahannya bersama komite sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Integrasi nilai-nilai karakter dalam pengendalian/ pengawasan program&lt;br /&gt;Pengendalian (controlling) dalam pengelolaan sekolah meliputi supervisi, monitoring, dan evaluasi terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan hasil-hasil pemenuhan SNP.  Pengendalian lebih menekankan kepada upaya-upaya sekolah untuk menghasilkan atau menjamin keterlaksanaan program dan keberhasilan tujuan. Supervisi merupakan bantuan untuk memberikan solusi terhadap suatu permasalahan yang timbul selama pelaksanaan program.  Sedangkan monitoring merupakan upaya untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan terhadap hambatan atau penyimpangan.  Evaluasi adalah menilai kinerja sekolah secara keseluruhan atas berbagai keberhasilan program pemenuhan SNP.&lt;br /&gt;Proses pengendalian dalam manajemen sekolah ini hendaknya juga diiringi dengan nilai-nilai karakter pelaku (pengendali) itu sendiri, antara lain: jujur, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif, inovatif, dapat dipercaya, adil, ulet, teliti, visioner, dedikatif, terbuka, tertib, sportif, dan taat peraturan.  Sedangkan apabila dilihat dari sisi manajerial atau kelembagaan, maka nilai-nilai karakter yang dapat dikembangkan/muncul dalam pengendalian ini antara lain adalah nilai-nilai terbuka, obyektif, adil, terukur (standar), dan bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Manajemen Sekolah yang Berkarakter in Action&lt;br /&gt;Berikut beberapa contoh praktik yang baik (good practices) dalam penanaman nilai-nilai karakter yang terintegrasi dan dapat diimplementasikan dalam manajemen sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peningkatan  pengetahuan dan pemahaman nilai-nilai karakter yang terintegrasi dalam manajemen sekolah&lt;br /&gt;a. Penugasan kepada warga sekolah untuk melakukan kajian-kajian ajaran agama dalam bentuk penelitian, penulisan karya ilmiah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;b. Pengiriman warga sekolah ke perguruan keagamaan untuk belajar dan mendalami nilai-nilai karakter. &lt;br /&gt;c. Sekolah memiliki perangkat instrumen yang disusun dan dikembangkan berdasarkan pada pengetahuan dan pemahaman nilai-nilai karakter pengetahuan moral, untuk dipakai sebagai acuan sekolah dalam menilai pemahaman karakter tersebut dan untuk menilai kijerja (DP3) bagi warganya;&lt;br /&gt;d. Sekolah mengadakan seminar atau workshop yang menghadirkan nara sumber praktisi atau pemuka agama yang dipandang telah melaksanakan nilai-nilai karakter dengan baik atau sebagai orang yang memiliki pengetahuan lebih.&lt;br /&gt;e. Sekolah memiliki referensi, panduan, tata tertib, dan lain-lain yang mengandung nilai-nilai karakter pengetahuan moral. &lt;br /&gt;f. Sekolah mengadakan kegiatan-kegiatan yang tepat untuk warga sekolah dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang nilai-nilai moral terhadap dirinya seperti: reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, dan tertib.&lt;br /&gt;g. Sekolah mengadakan kegiatan yang sesuai untuk warga sekolah dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang nilai-nilai moral terhadap sesama seperti taat pada peraturan, toleran, peduli, kebersamaan (kooperatif), demokratis, apresiatif, santun, bertanggung jawab, menghormati orang lain, menyayangi orang lain, pemurah dan dermawan, mengajak berbuat baik, berbaik sangka, empati, dan konstruktif. &lt;br /&gt;h. Sekolah mengadakan kegiatan untuk warga sekolah dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang nilai-nilai moral terhadap kebangsaan yaitu: taat peraturan pemerintah, toleran antar umat beragama-suku-ras-lainnya, peduli sesama manusia yang berbeda agama-suku-ras, kebersamaan (kooperatif), demokratis, apresiatif, santun, bertanggung jawab, konstruktif, nasionalis, loyal, komit, rela berkorban, cinta tanah air, bela negara,dan lain-lain untuk berbakti pada bangsa dan negara.&lt;br /&gt;i. Sekolah melaksanakan evaluasi pemahaman atau pengetahuan yang mengandung nilai-nilai karakter pengetahuan moral  untuk mengetahui tingkat pemahaman karakter tersebut. Hal ini diharapkan menjadi budaya sekolah dalam membina warganya tentang pemahaman nilai-nilai karakter ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penumbuhan kesadaran mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam manajemen sekolah &lt;br /&gt;a. Sekolah mengadakan kegiatan ESQ untuk menyadarkan warga sekolah terhadap nilai-nilai karakter;&lt;br /&gt;b. Sekolah mengadakan kegiatan renungan dalam waktu-waktu tertentu dengan materi keagamaan khususnya nilai-nilai taat kepada Tuhan YME, syukur  (berterima kasih), ikhlas, sabar (kepada Tuhan), dan tawakkal, untuk merubah sikap yang lebih baik atas dasar kemauan dirinya (tanpa paksaan atau tekanan);&lt;br /&gt;c. Sekolah mengadakan kunjungan ke tempat-tempat khusus (misalnya ziarah) yang dapat membangkitkan kesadaran pentingnya nilai-nilai karakter. Hasilnya juga dapat dipergunakan untuk merubah kondisi sekolah yang menumbuhkan dan membangkitkan kesadaran diri dan emosinya terhadap nilai-nilai karakter tersebut; &lt;br /&gt;d. Sekolah bekerjasama dengan lembaga keagamaan/pondok/lainnya untuk memberikan motivasi tentang praktik kehidupan nyata yang mengandung nilai-nilai karakter. Potret dan pengalaman sikap baik dari orang lain, emosional yang baik dari orang lain dapat memberikan penguatan sikap yang baik pula;&lt;br /&gt;e. Sekolah mengadakan kegiatan outbond dengan tema-tema yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter untuk memberikan kesadaran, introspeksi, dan merubah sikap menjadi lebih baik;&lt;br /&gt;f. Sekolah melakukan kunjungan dan mengkaji fenomena ke lembaga-lembaga sosial seperti panti asuhan, lembaga pemasyarakatan, penampungan anak, dan sebagainya untuk memberikan muatan tentang sikap moral yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter sehingga dapat memberikan inspirasi dalam bersikap yang dilandasi oleh nilai-nilai tersebut; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengimplementasian perilaku (tindakan) yang berkarakter terintegrasi dalam manajemen sekolah &lt;br /&gt;a. Sekolah memfasilitasi “waktu dan kesempatan” untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan dan agama sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah, sehingga secara lahiriah telah terjadi gerakan moral yang diwujudkan dalam perbuatan beribadah secara nyata.  Ke sekolah bukan hanya untuk mencari ilmu, tetapi juga untuk mengamalkan ilmu, sehingga menghasilkan sesuatu yang terukur dan terlihat nyata bermanfaat; Sekolah menciptakan “budaya” beribadah secara kongkret; &lt;br /&gt;b. Sekolah menugaskan secara bergilir kepada guru-guru untuk memimpin peribadatan sesuai dengan keyakinan dan agama masing-masing pada kegiatan rutin, insedental, maupun terprogram; &lt;br /&gt;c. Sekolah mengadakan kegiatan pembiasaan bagi para guru dan tenaga kependidikan lainnya bahwa dalam setiap kegiatan pengembangan kompetensi lulusan adalah tanggungjawab mereka yang tidak didasari semata-mata oleh materi; &lt;br /&gt;d. Sekolah memiliki perangkat instrumen dan tim khusus yang mengawasi dan menilai secara proporsional tentang perilaku warga sekolah yang berkaitan dengan nilai-nilai ketaatan kepada Tuhan YME, syukur (berterima kasih), ikhlas, sabar (kepada Tuhan), dan tawakkal; &lt;br /&gt;e. Terdapat sanksi moral dari sekolah, sanksi administrasi, dan sangat dimungkinkan sanksi yuridis apabila terdapat warga sekolah yang tidak taat agama dan banyak tuntutan yang berlebihan; &lt;br /&gt;f. Sekolah melaksanakan ibadah bersama (misalnya bagi pemeluk Agama Islam sholat berjamaah) secara rutin setiap hari sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.  Peribadatan ini dipimpin oleh salah seorang warga sekolah secara bergantian menurut tata aturan yang diyakini;&lt;br /&gt;g. Sekolah mengadakan pelatihan dan lomba-lomba pendalaman agama dan ibadah lain yang tidak menyalahi ajaran masing-masing;&lt;br /&gt;h. Terdapat upaya tertentu yang diciptakan oleh kepala sekolah apabila terdapat penyimpangan, kesalahan, dan lainnya yang dilakukan guru pada saat menjalankan tugasnya.&lt;br /&gt;i. Sekolah mengawasi dan menilai secara proporsional perilaku warga sekolah dengan perangkat instrumen dan tim khusus pada saat warga sekolah melaksanakan tugas-tugasnya yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter. &lt;br /&gt;j. Sekolah selalu mengkondisikan (membudayakan) suasana kerja adalah sebagai bentuk ibadah, yaitu sebuah tindakan menyerahkan atau memberikan (the act of giving) kepada Tuhan atau atau bagian dari tawakkal, mengandung makna keagungan dalam pengabdian yang terwujud dalam suatu kesadaran yang dapat mempengaruhi ikatan batin pekerja, motivasi, kebiasaan, dan bahkan karakter pekerja, sehingga akan memiliki kualitas kerja tinggi dan akan ditempatkan pada posisi pekerja yang maksimal dan diberi imbalan materi lebih tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Implementasi keterpaduan nilai-nilai karakter kemandirian, keterbukaan, akuntabilitas, kerjasama/ kemitraan, dan partisipasi dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) &lt;br /&gt;Nilai-nilai karakter yang ada dalam pengelolaan sekolah ini pada dasarnya sama dengan prinsip-prinsip manajemen pendidikan yang baik, yaitu mandiri, terbuka, bertanggungjawab, kerjasama/kemitraan, dan partisipatif. Semua nilai karakter ini sering disebut dengan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS. Dengan demikian, dapat dimaknai bahwa apabila sekolah telah melaksanakan MBS dengan baik, pada dasarnya sekolah tersebut telah berkarakter baik, yaitu mampu mengelola sekolah karena mengandung nilai-nilai moral tersebut.&lt;br /&gt;Implementasi pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam MBS ini antara lain: &lt;br /&gt;1. Mandiri. Dalam penyusunan RKS dan RKAS, pelaksanaan program dan evaluasi, sekolah diharapkan mampu tanpa banyak ditentukan oleh pihak lain, tidak tergantung, tidak menunggu, tidak mengharapkan, tidak “didekte”, serta tidak hanya sekedar mencontoh atau meniru dan mengambil dari pihak lain. Semua yang direncanakan oleh sekolah memang sesuai kebutuhan sekolah dan atas dasar inisiasi sekolah tanpa melanggar peraturan perundangan yang ada;&lt;br /&gt;2. Bermitra atau bekerjasama. Dalam menyusun RKS dan RKAS, melaksanakan dan evaluasi program dituntut adanya masukan-masukan atau sekaligus bantuan secara langsung dari para pemangku kepentingan.  Namun demikian, kemitraan dalam arti luas tetap menerima dan memerlukan kerjasama dengan pihak lain; &lt;br /&gt;3. Partisipatif. Makna partisipasi diantaranya adalah, dalam penyusunan RKS dan RKAS, pelaksanaan program serta evaluasi kegiatan, stakeholders terlibat aktif, tercipta kondisi yang terbuka dan demokratis, yaitu semua warga sekolah didorong untuk terlibat secara langsung dalam penyusunan sampai evaluasi program dan kegiatan sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan, &lt;br /&gt;4. Terbuka.  Setiap orang yang terkait dengan penyusunan RKS dan RKAS, pelaksanaan dan evaluasi program/kegiatan sekolah dapat mengetahui proses dan hasil akhirnya secara keseluruhan; &lt;br /&gt;5. Akuntabel.  Sekolah berkewajiban mempertanggungjawabkan proses dan hasil penyusunan RKS dan RKAS, pelaksanaan, evaluasi, dan hasil-hasil program sekolah kepada pihak-pihak terkait atau publik yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kepemimpinan yang mengembangkan/membangun nilai-nilai karakter di sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan era demokrasi, seorang pemimpin di sekolah (yaitu kepala sekolah) hendaknya melakukan tindakannya berdasarkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang demokratis, yakni adanya kebebasan berbicara, bertanya, memberi penghargaan kepada sesama, terbuka, dan setara. Prinsip-prinsip tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memiliki visi yang strategis dan jelas&lt;br /&gt;Hal ini menekankan bahwa seorang kepala sekolah hendaknya memiliki visi yang jelas. Visi tersebut harus mencerminkan aspirasi dan harapan seluruh warga sekolah dan dalam jangkauan untuk mewujudkannya. Apa yang akan dilakukan oleh kepala sekolah tidak akan terarah jika tidak didukung oleh visi yang strategis dan jelas. Visi yang strategis dan jelas mampu memberikan gambaran masa depan, memotivasi,  membangun kebanggaan dan komitmen. &lt;br /&gt;b. Memiliki kompetensi dan komitmen&lt;br /&gt;Kompetensi mengarah pada kemampuan yang dimiliki seorang pemimpin, baik kemampuan teknis maupun non-teknis. Kemampuan teknis menunjuk pada keterampilan pemimpin, sedangkan kemampuan non-teknis menunjuk pada penguasaan pemimpin terhadap bidang keilmuan dan seni kepemimpinan yang dimiliki. Sementara komitmen mengarah pada rasa memiliki (sense of belonging) seorang pemimpin terhadap apa yang diamanahkan kepada kepala sekolah.&lt;br /&gt;c. Bertanggung jawab&lt;br /&gt;Hal ini menunjuk kepada kemampuan (ability) dalam menjawab (response)  pertanyaan-pertanyaan terkait dengan kemampuan dalam memimpin dan terhadap apa yang dilakukan sebagai pemimpin. Tanggung jawab seorang pemimpin sekolah bukan hanya terhadap sesuatu yang ia kerjakan dan upayakan, tetapi juga terhadap apa yang dilakukan bawahannya dalam mencapai tujuan sekolah.&lt;br /&gt;d. Dapat dipercaya (amanah)&lt;br /&gt;Seorang kepala sekolah hendaknya dapat dipercaya, baik perkataannya, sikap dan perbuatannya maupun kebijakan yang diambilnya dalam menyelenggarakan sekolah ke arah tujuan yang ditetapkan.  Agar kepala sekolah memperoleh kepercayaan (trust), hendaknya menjalankan tugas dengan benar dan baik.  Di samping itu, kepala sekolah harus bersikap terbuka kepada orang lain. Sikap terbuka kepada orang lain berarti menyampaikan sesuatu yang seharusnya disampaikan kepada orang lain (bawahannya), sedangkan terbuka bagi orang lain berarti siap mendengarkan dan menyimak apa saja yang disampaikan orang lain (bawahannya).&lt;br /&gt;e. Memberikan otonomi&lt;br /&gt;Pemberian otonomi kepada sekolah bukan berarti bebas tak terbatas.  Pemberian otonomi berarti pemberian kebebasan untuk berapresiasi diri secara kreatif dan positif, sesuai minat dan bakat bawahannya.  Otonomi dalam proses pembelajaran merupakan hak seorang guru dalam mengelola kelas tanpa harus melepaskan diri dari pengawasan yang wajar dari kepala sekolah.&lt;br /&gt;f. Mampu memberikan motivasi&lt;br /&gt;Motivasi yang dimiliki seseorang tidak selalu muncul karena dorongan dari dalam dirinya sendiri (faktor internal), tetapi terkadang muncul karena pengaruh atau dorongan dari orang lain (faktor eksternal).  Oleh karena itu, peranan kepala sekolah sebagai pemimpin sangat penting dalam memotivasi orang-orang yang dipimpinannya.  Dalam budaya paternalistik sebagaimana yang ada di Indonesia, kemampuan pemimpin dalam memberikan motivasi sangatlah urgen. &lt;br /&gt;g. Bersikap adil&lt;br /&gt;Seorang pemimpin hendaknya bersikap adil, karena sikap tidak adil hanya akan mendatangkan sikap tidak percaya (distrust) dari anak buahnya. Kepala sekolah yang adil akan memberi dampak bagi bawahan antara lain: bertambahnya semangat kerja, merasa dihargai, dan citra manajemen yang menyenangkan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas kinerja.&lt;br /&gt;h. Berani mengambil keputusan&lt;br /&gt;Seorang pemimpin hendaknya tidak boleh takut mengambil keputusan terhadap persoalan yang harus diputuskan. Keberanian mengambil keputusan berarti juga berani mengambil risiko.  Oleh karena itu keberanian di sini bukan tanpa nalar, tanpa perhitungan dan tanpa alasan yang kuat, tetapi justru seorang pemimpin harus secara bijak mempertimbangkan semua aspek dalam mengambil keputusan. Pemimpin yang ragu-ragu mengambil keputusan akan terkesan lamban dan dapat kehilangan momentum atau kesempatan untuk berbuat.&lt;br /&gt;i. Kreatif dan inovatif&lt;br /&gt;Pemimpin yang kreatif dan inovatif adalah pemimpin yang dapat menemukan atau menciptakan dan mengembangkan hal-hal baru untuk meningkatkan kualitas organisasi yang dipimpinnya. Kreativitas seorang kepala sekolah biasanya akan memiliki nilai lebih terutama dalam upaya meningkatkan ragam kegiatan dan hasil-hasilnya. Kreativitas dan inovasi kepala sekolah sangat dipengaruhi oleh sikap ingin tahu, ingin maju, dan ingin wawasan yang luas.&lt;br /&gt;j. Partisipatif&lt;br /&gt;Setiap kepala sekolah bertanggungjawab “memberdayakan” warga sekolah supaya mampu berpartisipasi secara konstruktif. Kemauan berpartisipasi warga sekolah sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah. Seorang pemimpin tidak mungkin sukses memberdayakan warga atau bawahannya tanpa keterlibatannya secara aktif dalam berbagai kegiatan. Dengan kata lain seorang pemimpin hendaknya mampu memberdayakan dirinya dalam berpartisipai sebelum ia berupaya memberdayakan warganya.&lt;br /&gt;k. Taat hukum&lt;br /&gt;Sebagai pemimpin, kepala sekolah hendaknya selalu taat pada hukum yang berlaku. Pemimpin yang taat hukum akan dihormati dan disegani oleh bawahan, dan hal ini akan menambah wibawa pemimpin yang bersangkutan. Terhadap kepemimpinan yang demikian, mungkin saja ada bawahan yang merasa kecewa akibat keinginannya tidak dikabulkan karena ia melanggar peraturan. Tetapi hati kecilnya pasti akan berkata bahwa pimpinannya itu benar-benar memiliki sifat terpuji, karena tidak dapat diajak kompromi untuk berbuat sesuatu yang melanggar hukum.&lt;br /&gt;l. Dapat diteladani&lt;br /&gt;Setiap pemimpin hendaknya mampu menjadi teladan bagi yang dipimpinannya. Demikian pula kepala sekolah, hendaknya menjadi teladan bagi warga sekolah lainnya. Keteladanan pemimpin memiliki pengaruh besar bagi warganya terutama bagi masyarakat Indonesia yang bersifat paternalistik, yang melihat contoh dari atasannya.  Anjuran yang sangat bijak dari Ki Hadjar Dewantoro: “Ing Ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani” (apabila anda di depan memberi contoh, di tengah memberi masukan/pendapat, dan di belakang tetap memberi arahan) harus benar-benar menjadi ruh kepala sekolah dalam bertindak.&lt;br /&gt;m. Berorientasi pada konsensus&lt;br /&gt;Selain sebagai teladan, kepala sekolah hendaknya juga bersedia menjadi penengah terhadap masalah warga sekolah dan membiasakan diri dalam mengambil keputusan berdasarkan kesepakatan. Oleh karena itu kepala sekolah hendaknya memiliki sikap mementingkan “musyawarah”, sebelum mengambil suatu keputusan untuk kepentingan bersama.&lt;br /&gt;n. Saling berkaitan&lt;br /&gt;Hal ini menekankan bahwa pemimpin hendaknya mempunyai sikap terbuka untuk bekerjasama dengan pihak lain, saling membantu, saling melengkapi, dan saling menguntungkan (mutual benefit).  Hal ini sesuai kenyataan alamiah bahwa tidak ada sesuatu yang berdiri sendiri dan terpisah dengan yang lainnya.  Kepala sekolah pasti dan sudah seharusnya berhubungan dan bekerjasama dengan pemimpin masyarakat sekitar sekolah, misalnya Ketua RW (Rukun Warga), Kepala Kampung, Kepala Desa/Lurah, Camat, dll. Oleh karena itu, kepentingan pemimpin-pemimpin lain itu hendaknya menjadi perhatian kepala sekolah, menjauhkan sikap ingin menang sendiri dan berupaya agar semua merasa senang dan menang.&lt;br /&gt;Di samping memiliki dan mampu menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang baik dalam mengelola sekolah, kepala sekolah juga dituntut untuk berinisiatif dan berkomunikasi yang baik dengan guru dan tata usaha.  Kepala sekolah juga harus mampu mengembangkan kegiatan untuk meningkatkan proses belajar mengajar ataupun kegiatan lainnya dalam pengembangan intelektual maupun emosional.  Kepala Sekolah perlu mengetahui dengan pasti isi pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran yang dilakukan oleh guru, dengan maksud agar bilamana ada peserta didik yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku, kepala sekolah dapat mengingatkan guru tentang adanya tindakan yang menyimpang dari nilai-nilai karakter yang dikembangkan di sekolah.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, peran kepala sekolah dalam manajemen sekolah yang memadukan dengan nilai-nilai karakter diharapkan dapat : &lt;br /&gt;1) berpedoman pada rencana yang sudah disusun sebagai patokan untuk bekerja, &lt;br /&gt;2) selalu memperhatikan pembiayaan, perlengkapan, cara yang ditempuh, dan stakeholder, &lt;br /&gt;3) memperhatikan pengorganisasian secara benar, &lt;br /&gt;4) memperhatikan kemampuan orang yang akan mengerjakan tugas, &lt;br /&gt;5) berupaya menempatkan orang pada posisi yang tepat sesuai kemampuan dan keahliannya, &lt;br /&gt;6) membangun suasana yang menyenagkan dengan transparan, &lt;br /&gt;7) selalu memperhatikan waktu dan situasi yang berkembang, &lt;br /&gt;8) berupaya secara optimal agar semua program dapat dilaksanakan, dan &lt;br /&gt;9) melakukan kontrol terhadap setiap unsur manajemen secara konsisten. &lt;br /&gt;Peran lain kepala sekolah dilihat dari sudut pandang fungsi yang dijalankan antara lain:&lt;br /&gt;1) Kepala Sekolah Sebagai Leader, yaitu dapat memberikan pengaruhnya terhadap kemajuan sekolah untuk mencapai tujuan yang ditetapkan serta dapat mendorong, membimbing, mengarahkan guru, staf, siswa atau pihak lain yang terkait dalam menerapkan nilai-nilai karakter. Pada intinya pempimpin tidak boleh takut mengambil keputusan apapun resikonya asalkan benar; &lt;br /&gt;2) Kepala Sekolah Sebagai Educator, yaitu berkewajiban menunjukkan sikap dan perilaku yang berkarakter baik di hadapan warga yang dipimpinnya; &lt;br /&gt;3) Kepala Sekolah Sebagai Manajer, yaitu mampu merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengawasi terhadap semua program dan hasil-hasilnya; &lt;br /&gt;4) Kepala Sekolah Sebagai Administrator, yaitu mengadministrasikan perencanaan, pengorganisasian, kurikulum, ketatausahaan, kesiswaan, keuangan, laboratorium, perpustakaan, bimbingan konseling  mengarah pada pembentukan peserta didik yang berkarakter dan kinerja sekolah yang efektif dan efisien; &lt;br /&gt;5) Kepala Sekolah Sebagai Supervisor, yaitu memsupervisi guru, staf, maupun sarana prasarana ataupun lainnya yang dilaksanakan secara periodik; dan &lt;br /&gt;6) Kepala Sekolah Sebagai Wirausaha, yaitu memajukan sekolah dengan menerapkan teknologi baru sehingga hasilnya akan lebih maksimal. Untuk itu perlu kerjasama dengan instasi atau lembaga yang ada di sekitar sekolah. Kepala sekolah jangan hanya tergantung pada dana dari pemerintah tetapi harus dapat mencari peluang, mendayagunakan potensi tenaga maupun dana dari masyarakat.&lt;br /&gt;6. Implementasi pengelolaan lingkungan dan pembudayaan nilai-nilai karakter di sekolah &lt;br /&gt;Sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana sekolah yang kondusif untuk mewujudkan nilai-nilai karakter dalam tindakan sehari-hari di sekolah.  Kepala sekolah, guru, karyawan dan tenaga kependidikan lainnya mampu menjadi contoh para siswa dan warga sekolah. Dengan demikian, nilai-nilai karakter dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah oleh semua warga sekolah sebagai suatu kebiasaan (habituasi).&lt;br /&gt;Di lingkungan sekolah guru mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam menciptakan habituasi nilai-nilai karakter tersebut.  Perilaku guru akan memberi warna terhadap watak peserta didik, diantaranya dengan cara: &lt;br /&gt;1) menciptakan kondisi kelas/sekolah yang mencerminkan nialai-nilai keberagamaan, kemandirian, dan kesusilaan; &lt;br /&gt;2) bekerjasama dengan teman sejawat dalam pembinaan karakter siswa; &lt;br /&gt;3) memberdayakan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya dalam melaksanakan nilai-nilai karakter; &lt;br /&gt;4) melakukan layanan konseling, &lt;br /&gt;5) memberi keteladanan yang mencerminkan nilai-nilai keberagamaan, kemandirian, dan kesusilaan, &lt;br /&gt;6) membuat jaringan dengan pihak lain yang bertujuan membina perkembangan perilaku berkarakter bagi siswa, dan &lt;br /&gt;7) memantau dan mencatat perkembangan perilaku siswa dan melaporkan pada wali kelas atau orang tua anak.&lt;br /&gt;Pegawai tata usaha sekolah juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah sebagai wahana pembinaan karakter. Beberapa hal dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter oleh pegawai tata usaha sekolah adalah: &lt;br /&gt;1) menciptakan karakter yang mencerminkan nilai-nilai keberagamaan, kemandirian, dan kesusilaan; &lt;br /&gt;2) memberi keteladanan perilaku yang berbudi pekerti luhur; &lt;br /&gt;3) membantu pihak lain dalam merencanakan program pembinaan karakter; dan &lt;br /&gt;4) Ikut serta dalam melakukan pemantauan terhadap perkembangan pendidikan karakter siswa.&lt;br /&gt;Terwujudnya keharmonisan hubungan antar semua unsur sekolah dapat merupakan kunci keberhasilan program sekolah yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter tersebut. Semua warga sekolah harus mengupayakan terciptanya suasana yang kondusif dan berlangsungnya tatanan sosio-kultural yang harmonmis di lingkungan sekolah. Untuk mewujudkan keharmonisan dalam menciptakan lingkungan/budaya sekolah yang berkarakter baik, maka ada beberapa hal yang penting untuk dilaksanakan, yaitu: &lt;br /&gt;1) kepala sekolah melakukan kerjasama yang baik dan harmonis dengan guru untuk mewujudkan sekolah yang efektif, baik dalam kapasitas hubungan kedinasan, kemitraan, maupun kekeluargaan; &lt;br /&gt;2) kepala sekolah dan guru memiliki visi yang sama; &lt;br /&gt;3) kepala sekolah bersikap terbuka terhadap semua masukan, saran, dan kritik; &lt;br /&gt;4) kepala sekolah membantu guru dalam mencari alternatif dan pemecahan masalah yang berhubungan dengan proses pembelajaran, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Demikian halnya hubungan antara guru dengan guru atau antar warga sekolah lainnya harus dilakukan dan diwujudkan untuk menjalin hubungan kerja yang baik sehingga tercipta suasana yang harmonis, misalnya: &lt;br /&gt;1) saling pengertian dan tenggang rasa antara sesama guru; &lt;br /&gt;2) saling membantu dalam melaksanakan tata tertib sekolah dan melaksanakan tugas pokok guru; mau menerima pendapat sesama guru dan saling membantu memecahkan masalah;&lt;br /&gt;3) menepati janji terhadap teman sejawat, konsisten terhadap kesepakatan yang dibuat demi peningkatan mutu sekolah; &lt;br /&gt;4) berkomunikasi aktif sehingga dapat menyampaikan saran dan kritik dengan bahasa yang sopan dan santun; &lt;br /&gt;5) saling tukar informasi positif demi kemajuan pembelajaran dan program inovasi pembelajaran; &lt;br /&gt;6) memberi contoh positif yang dapat memotivasi teman dalam peningkatan profesionalisme; &lt;br /&gt;7) memberi pujian bila teman guru melakukan hal yang baik; &lt;br /&gt;8) tidak menjelekan atau atau mengkritik guru atau pegawai sekolah di depan siswa; &lt;br /&gt;9) tidak bertengkar dengan guru atau pegawai sekolah di depan siswa; &lt;br /&gt;10) mengingatkan teman guru yang melakukan kesalahan secara sopan; &lt;br /&gt;11) tidak menjelekan atau mengkritik pimpinan/warga lain di depan siswa atau di depan umum; &lt;br /&gt;12) saling menghormati dan berlaku sopan santun&lt;br /&gt;7. Implementasi Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi dalam Pendidikan Karakter&lt;br /&gt;Supervisi dan monitoring tidak bisa dipisahkan, yaitu sama-sama untuk memberikan solusi ketika terjadi permasalahan di lapangan. Keuntungan atau tujuan khusus supervisi adalah untuk memberikan solusi, sedangkan monitoring untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan. Untuk tujuan tertentu, supervisi, monitoring, dan evaluasi dapat dilaksanakan secara bersama-sama.  Dalam kerangka pelaksanaan supervisi dan monitoring program dan kegiatan pendidikan karakter, dapat dikembangkan berbagai macam instrumen sesuai dengan tujuan supervisi dan monitoring.&lt;br /&gt;Langkah-langkah utama yang perlu ditempuh dalam supervisi dan monitoring pelaksanaan program pendidikan karakter ini antara lain: &lt;br /&gt;1) Pengembangan instrumen, &lt;br /&gt;2) Evaluasi diri oleh sekolah, &lt;br /&gt;3) Verifikasi dan klarifikasi oleh petugas supervisi dan monitoring, &lt;br /&gt;4) Melaksanakan observasi lapangan tentang pelaksanaan pendidikan karakter, &lt;br /&gt;5) Mendiskusikan temuan dan permasalahan di lapangan, dan &lt;br /&gt;6) Memberikan jalan keluar atau mengatasi permasalahan. &lt;br /&gt;Kegiatan supervisi dan monitoring dapat dilakukan oleh internal sekolah seperti kepala sekolah atau penanggungjawab kegiatan, sedangkan dari luar sekolah dapat dilakukan oleh berbagai instansi yang terkait (pemerintah daerah, pemerintah, komite sekolah) dan orang tua peserta didik serta masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-2828389506697313691?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/2828389506697313691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/07/pendidikan-karakter-secara-terpadu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2828389506697313691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2828389506697313691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/07/pendidikan-karakter-secara-terpadu.html' title='PENDIDIKAN KARAKTER SECARA TERPADU MELALUI MANAJEMEN SEKOLAH (2)'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-1960250968700241325</id><published>2011-06-24T01:30:00.000-07:00</published><updated>2011-06-24T01:33:29.005-07:00</updated><title type='text'>KULIAH SEKARANG JUGA, BIAYA BUKAN KENDALA!!</title><content type='html'>KULIAH SEKARANG JUGA, BIAYA BUKAN KENDALA!!&lt;br /&gt;Sampoerna School of Education (SSE) adalah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang didirikan oleh Putera Sampoerna Foundation. Program pendidikan yang ditawarkan adalah:&lt;br /&gt;++ Pendidikan Matematika&lt;br /&gt;++ Pendidikan Bahasa Inggris&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melalui STUDENT FINANCING PROGRAMME, setiap siswa/i lulusan SMA, SMK maupun MA tahun 2011, 2010 dan 2009 berkesempatan untuk dapat melanjutkan kuliah di Sampoerna School of Education tanpa membebani orang tua. &lt;br /&gt;MANFAAT yang diperoleh melalui STUDENT FINANCING PROGRAMME&lt;br /&gt;++ Tunjangan biaya hidup selama kuliah di SSE (4 tahun masa kuliah)&lt;br /&gt;++ Pembayaran secara cicilan dilakukan setelah siswa lulus kuliah (4 tahun masa kuliah)&lt;br /&gt;++ Besar cicilan disesuaikan dengan besarnya penghasilan&lt;br /&gt;++ Pinjaman tanpa bunga&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;GELOMBANG TERAKHIR AKAN KAMI TUTUP 02 JULI 2011&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Formulir pendaftaran dapat diunduh secara gratis melalui website di www.sampoernaeducation.ac.id&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;INFORMASI:&lt;br /&gt;Ige – 0812 3637 5857 – arief.purwoko@sampoernaeducation.ac.id&lt;br /&gt;Emma – 08588 234 9553 – emawati@sampoernaeducation.ac.id&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SAMPOERNA SCHOOL OF EDUCATION&lt;br /&gt;Creating A New Generation of Teachers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : emawati@sampoernaeducation.ac.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-1960250968700241325?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/1960250968700241325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/06/kuliah-sekarang-juga-biaya-bukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/1960250968700241325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/1960250968700241325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/06/kuliah-sekarang-juga-biaya-bukan.html' title='KULIAH SEKARANG JUGA, BIAYA BUKAN KENDALA!!'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-5348088314486594065</id><published>2011-06-19T07:25:00.000-07:00</published><updated>2011-06-22T08:06:00.226-07:00</updated><title type='text'>We are just like dust .......................................................</title><content type='html'>Take time to think it is a source of strength.&lt;br /&gt;Take time to pray it is a source of tranquility.&lt;br /&gt;Take time to learn it is a source of wisdom.&lt;br /&gt;Take time to love is the source loved God.&lt;br /&gt;Take time to act is the key to the Almighty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do you know? angel of death executioners of human attention and behavior in the face of this earth 70 times a day, so we are noticed by the angels to take lives of 21 minutes or so, so immediately we repent&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never tired to educate ourselves to become better again.&lt;br /&gt;Because the devil is never tired of trying to mislead mankind to make us part of the fuel the fire of hell, naudzubillah&lt;br /&gt;Be smart people who just think there is life after death, so from now on, keep the faith, keep praying, keep the morals, keep our hearts in order to include rather than servants of the losers in the hereafter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are just like dust, which one day will be lost and gone, pride will only lead to the downfall of that in, hopefully we can remind each other to always keep our hearts from temptation "arrogance"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-5348088314486594065?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/5348088314486594065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/06/we-are-just-like-dust.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5348088314486594065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5348088314486594065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/06/we-are-just-like-dust.html' title='We are just like dust .......................................................'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-3354496888437576507</id><published>2011-06-14T09:17:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T09:19:22.765-07:00</updated><title type='text'>Guru Jadi Ujung Tombak Pembangunan Pendidikan Nasional</title><content type='html'>Guru menjadi ujung tombak dalam pembangunan pendidikan nasional. Utamanya dalam membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal.&lt;br /&gt;Guru profesional dan bermartabat menjadi impian kita semua karena akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak. Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat. Sertifikasi guru mendulang harapan agar terwujudnya impian tersebut. Perwujudan impian ini tidak seperti membalik talapak tangan. Karena itu, perlu kerja keras dan sinergi dari semua pihak yakni, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan guru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-3354496888437576507?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/3354496888437576507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/06/guru-jadi-ujung-tombak-pembangunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/3354496888437576507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/3354496888437576507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/06/guru-jadi-ujung-tombak-pembangunan.html' title='Guru Jadi Ujung Tombak Pembangunan Pendidikan Nasional'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-5316320991230128476</id><published>2011-06-06T01:35:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T01:37:26.305-07:00</updated><title type='text'>"Air ini hanya khusus untuk insinyur"</title><content type='html'>(Kisah Nyata Inspiratif)&lt;br /&gt;oleh "KATA-KATA HIKMAH" pada 27 Mei 2011 jam 16:19&lt;br /&gt;Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an.&lt;br /&gt;Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.&lt;br /&gt;Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur" Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. &lt;br /&gt;Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika. &lt;br /&gt;Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka? &lt;br /&gt;Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "SIKAP POSITIF" . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya. &lt;br /&gt;Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda  ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur. &lt;br /&gt;Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu" &lt;br /&gt;Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini. &lt;br /&gt;Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil,  lalu apakah ceritanya sampaidi sini?&lt;br /&gt;Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab. &lt;br /&gt;Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas. &lt;br /&gt;Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia. &lt;br /&gt;Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi. &lt;br /&gt;Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia. &lt;br /&gt;Itulah kekuatan"SIKAP POSITIF"&lt;br /&gt;Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita.&lt;br /&gt;Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita. &lt;br /&gt;Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya.&lt;br /&gt;Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat "Bersikap Positif" dan menjadi bagian dari solusi.&lt;br /&gt; Sumber : http://kembanganggrek.wordpess.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-5316320991230128476?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/5316320991230128476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/06/air-ini-hanya-khusus-untuk-insinyur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5316320991230128476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5316320991230128476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/06/air-ini-hanya-khusus-untuk-insinyur.html' title='&quot;Air ini hanya khusus untuk insinyur&quot;'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-6759499525840470017</id><published>2011-05-31T15:26:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T15:28:51.469-07:00</updated><title type='text'>MEMBANGUN SEKOLAH BERBASIS SPIRITUAL</title><content type='html'>Oleh : Subagio,M.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Era sekarang yang identik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan implikasi yang demikian dahsyat bagi kehidupan manusia yang serba tak menentu (turbulen), hal tersebut diindikasikan dengan transformasinya newtonian menjadi quantum dan economical capital menjadi intellectual capital. Perubahan-perubahan ini juga akan mentransformasi realitas konsumtif menuju realitas reinventor bahkan juga mengkonstruk realitas menjadi realitas kompetitif-global. Bahkan diantaranya adalah kompetisi (persaingan) yang semakin tajam dan perubahan di masa yang akan datang tidak hanya konstan, tetapi berubah menjadi pesat, radikal, dan serentak. Oleh sebab itu, pada era globalisasi –era persaingan dan perubahan- kesuksesan tidak dapat dirancang dengan “bagaimana caranya”. Namun, peluang-peluang keberhasilan hanya akan ditentukan dan didapatkan oleh pribadi-pribadi yang mampu menemukan dan mengembangkan kepemimpinan dalam dirinya dalam melakukan perubahan-perubahan yang sejalan dengan alur zaman.&lt;br /&gt; Begitu juga dengan dunia pendidikan tidak akan lepas dari unsur perubahan. Maka sangat wajar, jika filosofis learning oleh Peter M. Senge diartikan dengan study and practice constanly. Karena hal tersebut tidak lepas dari natural law yang akan merongrong pendidikan untuk menapak tangga yang lebih tinggi dan juga harus menempatkan eksistensinya sesuai dengan tuntutan realitas. Tetapi walaupun dalam realitas tersebut terus mengalir perubahan-perubahan yang menuntut hal lain pada dunia pendidikan dan juga pada manusia tetapi curiosity harus tetap menjadi spirit dalam hidup dan eksis dengan eksistensinya sendiri, artinya kedinamisan realitas harus diimbangi dengan gerakan konstruktif-solutif. Meminjam statemen dari Betrand Russel, seperti yang dikutip oleh Abdurrahman Mas’ud (2002), bahwa “it is better to be clearly wrong than vaguely right”, maka sikap seperti itu seharusnya yang dikonstruk dalam tatanan kehidupan pendidikan dan manusia sendiri untuk memunculkan suatu sikap optimistik-selektif dan juga untuk menumbuhkan spirit dalam mencari problem soulving untuk menjawab tuntutan realitas terhadap pendidikan (way of life long education).&lt;br /&gt; Sumber Daya Manusia (SDM) manusia modern adalah manusia yang mempunyai potensi kualitas intelektual yang memadai. Namun terkadang potensi tersebut menjadi kosong karena tidak diimbangi oleh kualitas iman atau emosional yang baik. Lalu, manusia modern mencari “obat” untuk pencapaian potensi spiritualitas dan emosinya. Ia berharap “obat” itu bisa digunakan berulang-ulang.  perkembangan masa depan, untuk menjadi SDM yang sukses dalam arti bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi dan golongannya; maka syarat IQ saja tidak lagi memenuhi kriteria. Diperlukan EQ (Emotional Quotient: tingkat emosional atau kepribadian), CQ (Creativity Quotient: tingkat kreatifitas) dan SQ (Spiritual Quotient), tingkat religiusitas atau keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan.&lt;br /&gt; Dengan adanya statemen ini, maka pendidikan yang merupakan suatu sistem yang dalam perspektif ontologik adalah suatu upaya pemanusiaan manusia (humanisasi) dengan cara yang manusiawi untuk mencapai nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Hasan Langgulung (1985) memberi makna pada pendidikan secara luas sebagai suatu upaya merubah dan memindahkan nilai kebudayaan kepada setiap individu dalam masyarakat. Akan tetapi, upaya-upaya ke arah terwujudnya konstruksi tersebut ditanggapi secara sinis oleh para ahli, setelah mengamati relevansi pendidikan secaara internal maupun eksternal dengan perubahan yang terjadi. Keabsahan konstruksi pendidikan secara umum, termasuk dalam hal ini juga pendidikan Islam, sebenarnya telah lama dipertanyakan. Seperti sikap pesimis sosok Neil Postman (2002) dalam bukunya “Matinya Pendidikan” yang mengatakan bahwa manusia akan berhasil menata masa depannya tanpa harus “menerima” pendidikan.&lt;br /&gt; Dengan demikian, sistem pendidikan nasional harus mampu memberikan tawaran solutif yang mampu keluar dari lingkaran yang tanpa nilai dan moral yang selama ini terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia dengan memunculkan kecerdasan yang mampu mengisi kekosongan itu yaitu dengan mensinergikan dan mengintegrasikan antara kecerdasan intelektua (IQ), Kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Tanpa kesinergian antara aspek “vertikal” dan aspek “horizontal” akan memangkas salah satu aspek yang lain. &lt;br /&gt; Artinya, fenomena perkembangan abad mutakhir menghendaki adanya suatu sistem pendidikan integral. Karena perkembangan masyarakat dewasa ini menghendaki adanya pembinaan peserta didik yang dilaksanakan secara seimbang antara nilai dan sikap, pengetahuan, kecerdasan, keterampilan, kemampuan komunikasi , dan kesadaran antara IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan IMTAQ (Iman dan Takwa) yakni meliputi IQ (Intellectual Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spriritual Quotient)&lt;br /&gt; Oleh sebab itu, wilayah Emotional Spiritual Quotient (ESQ) merupakan wilayah kepemimpinan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA), Money, dan lain sebagainya. Perfomance dari pemimpin yang dimunculkan merupakan pedoman bagi kehidupan paradigma organisasi kependidikan. Dengan kata lain, apabila Emotional Spriritual Quptient (ESQ) diaplikasikan dalam tataran kepemimpinan kependidikan, ini akan bermanfaat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan organisasi kependidikan dengan pertumbuhan nilai dan moral. Pada konteks ini Emotional Spiritual Quotient (ESQ) digunakan sebagai kerangka dasar dalam bertindak oleh bawahan, sehingga nilai dan moral kemanusiaan akan mampu menjadi hal yang biasa dilakukan.&lt;br /&gt; Jika ketiga kecerdasan ini yaitu IQ, EQ, dan SQ dikelola dengan baik, maka akan lahir manusia-manusia yang mengetahui untuk apa ia diciptakan; apa tujuan hidupnya; dan hendak kemana kelak ia pergi. Fungsi IQ adalah “what I think” (apa yang saya pikirkan) untuk mengelola kekayaan fisik atau materi (physical capital); fungsi EQ adalah “what I feel” (apa yang saya rasakan) untuk mengelola kekayaan sosial (Social Capital); dan fungsi SQ adalah “who am I” (siapa saya) untuk mengelola kekayaan spiritual (spiritual capital). Inilah makna tertinggi kehidupan (the ultimate meaning) yang menjadi tuntutan yang harus dijawab oleh semua manusia.&lt;br /&gt; Dengan paradigma memadukan antara aspek “horizontal (EQ)” dan  “vertikal (SQ)”, khususnya yang berkaitan dengan aspek ESQ Model, yang dipadu sedemikian harmonisnya dalam setiap policy yang muncul di ranah program sekolah, mampu membawa setiap Sumber Daya Manusia (SDM) terhanyut dalam “spiritualisme progresif”. Dikatakan progresif, karena ide-ide program sekolah terbungkus aspek spiritual yang disodorkan oleh kepala sekolah harus mengggugah setiap potensi untuk berkreasi dan berinovasi dalam kehidupan dilingkungan sekolah dengan menghasilkan “pengabdian” terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan di akhirat kelak. Ide-ide program sekolah yang terbungkus aspek spiritual yang dikembangkan oleh kepala sekolah tidak membuat Sumber Daya manusia (SDM) di sekolah tersebut menjadi “bersikap mementingkan diri sendiri”, bersikap individualistik ataupun sufistik yang menjauhi duniawi, akan tetapi lingkungan sekolah menjadi lebih kondusif dan menjadikan lebih harmonis dengan tatanan kinerja yang produktif.&lt;br /&gt; Dengan adanya sistem sekolah yang kondusif dan tatanan tenaga pengajar serta karyawan yang produktif, akan menciptakan suatu kondisi yang kondusif pula dalam proses belajar peserta didik. Proses belajar ini merupakan jalan yang harus ditempuh oleh seorang pelajar untuk mengerti suatu hal yang sebelumnya tidak diketahui, dan proses belajar merupakan tujuan dari sistem sekolah. Ketercapaian tujuan sistem sekolah atau pendidikan secara umum sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Hal ini juga disinyalir oleh Wahjosumidjo (2004) yang mengatakan bahwa kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik, serta mampu melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seorang yang diberi tanggungjawab untuk memimpin sekolah. Artinya keberhasilan kepala sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan tujuan pendidikan yang dicapai oleh sekolah tersebut.&lt;br /&gt; Pemimpin adalah inti dari manajemen, hal ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seorang yang mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian atau pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama.&lt;br /&gt; George R. Terry seperti yang dikutip oleh Miftah Thoha (2009) mengartikan kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi. Sedangkan Robbins, seperti yang dikutip oleh Sudarwan Danim dan Suparno (2009), mendefinisikan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi kelompok kearah pencapaian tujuan. Owens mendefinisikan kepemimpinan sebagai suatu interaksi antara satu pihak sebagai yang memimpin dengan pihak yang dipimpin. Sedangkan James Lipham, seperti yang diikuti oleh M. Ngalim Purwanto (2007), mendefinisikan kepemimpinan adalah permulaan dari suatu struktur atau prosedur baru untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaran organisasi atau untuk mengubah tujuan-tujuan dan sasaran organisasi. J Salusu (2000) mendefinisikan kepemimpinan sebagai kekuatan dalam mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. Dan E. Mulyasa (2004) mendefinisikan kepemimpinan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang yang diarahkan terhadap pencapain tujuan organisasi.&lt;br /&gt; Dalam tulisan ini, kepemimpinan pendidikan merupakan suatu bentuk aktivitas dalam mempengaruhi dan menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan pendidikan.&lt;br /&gt; Apabila pendidikan saat ini sangat sumbang untuk didengarkan, salah satunya dikarenakan perilaku menyontek (cheating atau academic cheating). Perilaku ini merupakan fenomena yang sudah lama ada dikalangan pelajar. Peserta didik yang melakukan hal tersebut, seperti yang disimpulkan Mujadilah(2008), karena faktor personal yang meliputi kurang percaya diri, sef-esteem, dan need for approval, ketakutan terhadap kegagalan, dan kompetisi dalam memperoleh nilai dan peringkat akademis. Hal ini berarti bahwa secara personal peserta didik kurang memiliki rasa tanggungjawab secara moral kepada sesama manusia bahkan kepada Tuhannya. Faktor ini mengindikasikan bahwa peserta didik tidak memiliki kecerdasan emosional spiritual (Emotional Spiritual quotient (ESQ))&lt;br /&gt; Anita E. Woolfolk mengemukakan bahwa menurut teori-teori lama, inteligensi itu meliputi tiga pengertian, yaitu: 1) Kemampuan untuk belajar; 2) Keseluruhan pengetahuan yang diperoleh; dan 3) Kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. Selanjutnya Woolfolk mengemukakan inteligensi itu merupakan satu atau beberapa kemampuan untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan dalam rangka memecahkan masalah dan beradaptasi dengan lingkungan.&lt;br /&gt; Oleh sebab itu, kecerdasan bukanlah benda yang dapat dilihat atau dihitung. Kecerdasan adalah potensi –bisa dianggap potensi pada level sel- yang dapat atau tidak dapat diaktifkan, tergantung pada nilai dari suatu kebudayaan tertentu, kesempatan yang tersedia dalam kebudayaan itu dan keputusan yang dibuat oleh pribadi dan atau keluarga, guru sekolah dan lain-lain. Begitu juga kecerdasan emosional spiritual merupakan potensi yang ada dalam diri manusia dalam membentuk karakter dirinya dengan sesama mahkluk Tuhan untuk menghadapi dan memecahkan masalah makna dan nilai menempatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya; menilai bahwa tindakan atau jalan hidup hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.&lt;br /&gt; Dalam kerangka tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Model adalah kemampuan akal budi manusia berdasarkan kepekaan hati bahwa keberadaannya selalu bersinggungan dengan sesamanya, mahkluk lain, dan alam sekitar yang didasari oleh kekuatan iman kepada Allah. Ary Ginanjar Agustian (2007) mendefinisikan Emotional Spriritual Quotient (ESQ) Model sebagai sebuah kecrdasan yang meliputi emosi dan spiritual dengan konsep universal yang mampu menghantarkan pada predikat memuaskan bagi dirinya dan orang lain, serta dapat menghambat segala hal yang kontraproduktif terhadap kemajuan umat manusia. Jadi Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Model adalah kemampuan manusia yang meliputi kecerdasan emosional dan spiritual yang mampu membangun hal-hal yang konstruktif dan juga mampu menghambat hal-hal yang kontraproduktif bagi dirinya serta bagi orang lain berlandaskan pada kekuatan iman kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Subagio,M.Pd, adalah Kepala SMPN 2 Cibeureum Kab. Kuningan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-6759499525840470017?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/6759499525840470017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/05/membangun-sekolah-berbasis-spiritual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/6759499525840470017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/6759499525840470017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/05/membangun-sekolah-berbasis-spiritual.html' title='MEMBANGUN SEKOLAH BERBASIS SPIRITUAL'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-5045392669548754326</id><published>2011-05-28T22:17:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T22:18:53.160-07:00</updated><title type='text'>Peserta UN SMP/M Ts di Kuningan Diprediksi 100% Lulus</title><content type='html'>SUKAMULYA : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kuningan yakin jika tingkat kelulusan khususnya peserta UN SMP/MTs di Kabupaten Kuningan tahun ini seratus persen lulus. &lt;br /&gt;Hal itu dilihat dari hasil ujian sekolah dan nilai raport siswa pada beberapa semester cukup menggembirakan. Nilai itu akan mendukung dan berpeluang dalam kelulusan, karena UN tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;Kepala Seksi SMP Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kunigan , Hj. Sri Sunarsih, kepada kuninganmedia.com mengatakan, nilai kelulusan minimal angka 4 sudah&lt;br /&gt;terukur hampir semua siswa peserta UN. &lt;br /&gt;Selain itu pertimbangan ujian sekolah dan nilai raport yang menggembirakan memberikan peluang guna membantu kelulusan, karena nantinya menjadi nilai gabungan mata pelajaran yang diujianasinalkan dengan nilai UN dengan pembobotan 40 persen untuk nilai sekolah dan 60 persen untuk nilai UN.&lt;br /&gt;“Peserta didik dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata semua nilai akhir mencapai paling rendah 5,5 dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0,” kata Sri.&lt;br /&gt;Di Kuningan sendiri, total peserta UN SMP sebanyak 13.376, dan MTs&lt;br /&gt;sebanyak 4.552 siswa. Yang tidak ikut UN sendiri ada 37 siswa SMP, dan&lt;br /&gt;20 siswa MTs. Mereka kebanyakan adalah siswa dari sekolah terbuka. &lt;br /&gt;Sri berharap kepada seluruh siswa khususnya SMP yang ikut UN, agar tidak resah dengan&lt;br /&gt;hasil UN yang rencananya akan diumumkan pada 4 Juni mendatang. (KM-03)*&lt;br /&gt;Sumber : &lt;br /&gt;http://kuninganmedia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-5045392669548754326?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/5045392669548754326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/05/peserta-un-smpm-ts-di-kuningan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5045392669548754326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5045392669548754326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/05/peserta-un-smpm-ts-di-kuningan.html' title='Peserta UN SMP/M Ts di Kuningan Diprediksi 100% Lulus'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-98679338899102761</id><published>2011-05-23T01:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T02:00:13.169-07:00</updated><title type='text'>Implementasi Lesson Study pada Program Induksi Guru Pemula</title><content type='html'>Oleh : Subagio,M.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Program induksi guru pemula (PIGP) progam yang sudah mulai dikembangkan dan dilegalkan dalam sistem pendidikan di Indonesia melalui Permendiknas no 27 tahun 2010. Belum adanya sistem induksi yang diatur secara formal ditengarai menjadi salah satu penyebab rendahnya kualitas guru di Indonesia.&lt;br /&gt;Penulis termasuk salah seorang peserta kegiatan Training of Trainer ( ToT) Program Induksi Guru Pemula (PIGP) bagi kepala sekolah, pengawas sekolah dan widyaiswara dari 16 propinsi “BERMUTU” di Indonesia  yang dilaksanakan dari tanggal 16 sampai dengan 20 Mei 2011 di Hotel Grand Jayaraya Jl. Raya Puncak Km 17, Cipayung, Bogor, Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementrian Pendidikan Nasional, sehingga tulisan ini berdasar pada materi-materi yang penulis dapatkan ketika mengikuti kegiatan tersebut.&lt;br /&gt; Program induksi merupakan program yang memberi kesempatan kepada guru pemula untuk dapat mengembangkan kompetensi mereka sebagai  guru dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan budaya sekolah tempat mereka bertugas. Selama masa induksi ini guru pemula bersama pembimbing melakukan kerja sama kolegialitas melalui diskusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dikembangkan oleh guru pemula maupun untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi guru pemula. Dalam Pasal 1  ayat 1 Permendiknas no 27 tahun 2010 dijelaskan (1).  Program  induksi   bagi   guru pemula yang selanjutnya disebut  program induksi adalah kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja, pengembangan, dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/ bimbingan dan  konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. Lebih lanjut dalam ayat 2 dijelaskan “Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali  ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada  satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat”.&lt;br /&gt; Peserta program induksi dalam Pasal 4 Permendiknas tersebut adalah : (a). guru pemula berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang  diselenggarakan  oleh    Pemerintah      atau   pemerintah     daerah; (b).   guru pemula berstatus pegawai negeri sipil  (PNS) mutasi dari jabatan lain; (c). guru  pemula bukan  PNS yang ditugaskan pada    sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.&lt;br /&gt; Dalam mengembangkan budaya peningkatan profesionalitas pembelajaran serta dalam menumbuhkan kerjasama kesejawatan untuk meningkatkan efektifitas belajar siswa pada masa induksi ini dilakukan melalui rancangan kegiatan Lesson Study (LS). Desain Lesson Study (LS) ini digunakan dengan pertimbangan bahwa melalui kegiatan Lesson Study (LS) guru dan siswa akan terbiasa dengan budaya peningkatan mutu serta terbuka terhadap masukan.&lt;br /&gt;Hasil studi The International Association for the  Evaluation of Educational Achievement (IEA) membuat gusar Amerika Serikat. IEA, organisasi yang bergerak di bidang penilaian dan pengukuran pendidikan  yang  berkedudukan  di  Belanda,  menyelenggarakan  studi kemampuan matematika dan sains bagi siswa kelas 8. Studi berlabel The Third International Mathematics and Science Study  (TIMSS) tahun 1994-1995 menempatkan nilai matematika rata-rata siswa Amerika Serikat yang mendapat   skor   500, berada di rangking ke-28 dari  41 negara peserta. &lt;br /&gt; Amerika kemudian mengadakan studi banding ke Jepang dan Jerman. Tim studi banding merekam pembelajaran matematika di Jepang dan Jerman.Mereka melakukan analisis, membandingkan dengan pembelajaran matematika di Amerika. Hasilnya, Amerika menyadari tidak memiliki sistem untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Mereka menilai Jepang dan Jerman memiliki sistem peningkatan mutu pembelajaran berkelanjutan. &lt;br /&gt;Para ahli pendidikan Amerika mempelajari jugyokenkyu, yang sudah diterapkan sekolah-sekolah di Jepang untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.Jugyokenkyu konon telah berkembang di Jepang sejak 1870-an. Jugyo bermakna pembelajaran (lesson) dan kenkyu yang bermakna pengkajian (study, research). Tak lama, jugyokenkyu  pun diterapkan di sekolah-sekolah di Amerika, dengan nama populer lesson study. &lt;br /&gt;Lesson study kemudian juga berkembang ke sejumlah negara Eropa  dan Australia. Buku The Teaching Gap: Best Ideas from the World’s Teachers for Improving Education in the Classroom (1999) yang ditulis J W Stigler dan J Hiebert turut mendorong perkembangan lesson study di dunia. Buku ini memberi gambaran proses pembelajaran di Jepang, Jerman dan Amerika Serikat. Tradisi pembelajaran yang dilakukan di Jepang, yang dipopulerkan Amerika dengan nama lesson study, menarik perhatian dunia. &lt;br /&gt;Setelah menerapkan lesson study, peringkat Amerika Serikat pada TIMSSRepetition (TIMSS-R) 1999 memang tidak serta merta naik drastis. Skor siswa Amerika hanya naik sedikit menjadi 502 dan berada di peringkat ke-19 dari 39 negara. Namun sudah cukup jauh di atas skor rata-rata internasional  yakni 487. Indonesia meraih skor 403 dan berada di posisi ke-35, hanya di atas Chili (392), Filipina (345), Marokko (337), dan Afrika Selatan (275). &lt;br /&gt;Pada The Trend International Mathematics and Science Study (TIMSS) 2003, Amerika Serikat berada di posisi ke-15 dengan skor 504. Capaian ini sudah jauh dari skor rata-rata internasional dari 45 negara peserta studi TIMSS 2003, yang hanya 466. Siswa SMP kelas 8 Indonesia hanya berada di peringkat ke-34 dengan skor 411, masih di bawah skor rata-rata internasional. &lt;br /&gt;Herannya, negara Singapura yang selalu menempati peringkat pertama TIMSS mau mempelajari lesson study. Negeri Asia Tenggara lainnya yang menerapkan lesson study di sekolah-sekolah adalah Thailand dan Vietnam. &lt;br /&gt;Indonesia termasuk negara yang beruntung bisa mempelajari lesson study dengan bantuan dari pemerintah Jepang, melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Kerjasama teknis berlabel Indonesia Mathematics and Science Teacher Education Profect (IMSTEP) ditandatangani pada Oktober 1998. IMSTEP dilakukan di IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia), IKIP Yogyakarta (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta), dan IKIP Malang (sekarang Universitas Negeri Malang). &lt;br /&gt; Lesson Study adalah sebuah kegiatan untuk guru yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan professional mereka dengan cara meneliti dan mempelajari implementasi pembelajaran nyata mereka secara obyektif (Hand Out : Yoshitaka Tanaka, JICA Projekt Team,17 Mei 2011). Menurut beberapa ahli,  Lesson Study adalah suatu proses sistematis yang digunakan oleh guru-guru Jepang untuk menguji keefektifan pengajarannya dalam rangkan meningkarkan hasil pembelajaran (Garfield,2006). Proses sistematis yang dimaksud adalah kerja guru-guru secara kolaboratif untuk mengembangkan rencana dan perangkat pembelajaran, melakukan observasi, refleksi dan revisi rencana pembelajaran secara bersiklus dan terus menerus. Walker (2005) menyatakan bahwa Lesson Study merupakan suatu metode pengembangan profesional guru. Jadi jelas, selain untuk meningkatkan efeftivitas pembelajaran, Lesson Study juga akan bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi guru, yang pada akhirnya meningkatkan profesionalisme guru.&lt;br /&gt; Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu plan (merencanakan), do (melaksanakan), dan see (mereflesikan) yang secara bersiklus dan berkelanjutan. Lesson Study merupakan salah satu wujud pengembangan komunitas belajar (learning community).&lt;br /&gt;Plan bertujuan merancang pembelajaran yang dapat membelajarkan siswa dan berpusat pada siswa,  bagaimana supaya siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Perencanaan yang baik tidak dilakukan sendirian, tetapi bersama-sama.  Beberapa  guru  dapat  berkolaborasi  merancang  rencana  pelaksanaan  pembelajaran (RPP). &lt;br /&gt;Perencanaan diawali analisis permasalahan  dalam  pembelajaran.Masalah itu kemudian dibahas bersama guru-guru, hingga melahirkan lesson plan, teaching materials, berupa media pembelajaran, lembar kerja siswa, dan metode evaluasi. Fokus diskusi pada materi ajar,teaching materials, dan strategi pembelajaran. Diskusi mendorong lahirnya kolegalitas antarguru. Di sini juga tercipta iklim saling belajar antarguru. &lt;br /&gt;Pada tahap ini, pengetahuan guru bisa berkembang secara produktif melalui pertukaran pemahaman tentang masalah yang diajukan. Setiap peserta diskusi mengajukan pendapatnya menurut sudut pandang dan pengalaman masing-masing. Diskusi melahirkan kesepakatan bersama yang bisa jadi merupakan pengetahuan baru dan dapat diterima secara bersama. &lt;br /&gt;       Tahap plan juga dilakukan untuk membahas rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan dilaksanakan oleh guru model pada tahapan do.Artinya, RPP merupakan hasil pembahasan bersama, sehingga para guru ketika melakukan observer tidak lagi mempersoalkan hal-hal yang sudah disepakati bersama dalam RPP. RPP yang disusun bersama diharapkan kualitasnya lebih baik jika dibandingkan RPP yang dikembangkan secara individual. &lt;br /&gt;        Berkembangnya pengetahuan guru bisa juga  didapat  saat  ia menjadi   pengamat (observer),    atau melaksanakan tahap do. Tahapan do atau pelaksanaan adalah menerapkan apa yang sudah direncanakan. Biasanya, dalam perencanaan telah disepakati siapa guru yang akan mengimplemen tasikan  pembelajaran,  atau  biasa  disebut  guru  model. Pada pelaksanaan induksi guru modelnya sudah pasti guru pemula. Ditetapkan juga kelas model untuk mengujicoba efektivitas model pembelajaran yang telah dirancang. &lt;br /&gt;Guru-guru lain, bertindak sebagai pengamat pembelajaran (observer). Pengamat pada pelaksanaan induksi yang utama adalah guru pembimbing, biasanya sebelum pembelajaran ada briefieng untuk menjelaskan kegiatan open class, atau pembelajaran di kelas model &lt;br /&gt;        Selama pembelajaran berlangsung  pengamat tidak boleh berbicara dengan sesama pengamat. Apalagi terlibat aktivitas pembelajaran. Para pengamat dapat melakukan perekaman kegiatan pembelajaran melalui video atau foto digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan studi. &lt;br /&gt;Keberadaan  para pengamat  di  dalam  ruangan  kelas  disamping mengumpulkan informasi juga dimaksudkan untuk bisa belajar. Pengamat bukan melakukan evaluasi terhadap guru model. Observer mengamati respons dan perilaku siswa RPP yang disusun bersama para guru. Latar belakang para observer yang berbeda ini tentunya memunculkan variasi hasil pengamatan. Temuan hasil observasi yang beragam tersebut memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan secara lebih produktif sehingga masing- masing guru mampu mendapatkan pengetahuan pembelajaran yang lebih komplit. &lt;br /&gt;       Apa yang jadi pengamatan dalam pembelajaran dibahas dalam tahap ketiga, yakni see (refleksi). Pada refleksi, yang dilakukan seusai pembelajaran, guru dan pengamat mendiskusikan hasil pelaksanaan. Diskusi dipandu oleh moderator yang sudah ditunjuk. Releksi dimulai dengan memberikan kesempatan kepada guru menyampaikan kesan saat pembelajaran. Setelah itu para pengamat diminta berkomentar berkenaan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Kritik dan saran para pengamat disampaikan secara bijak, buka untuk mengevaluasi guru.&lt;br /&gt;Hal-hal yang lebih terperinci dari setiap tahapan. Tahapan Plan mencakup empat langkah; (1) Menganalisis topik (2) Menganalisis realitas siswa, (3) Membuat Rencana Pembelajaran, dan (4) Memeriksa Rencana Pembelajaran. Pada tahapan Do mencakup tiga langkah; (5) Membangkitkan minat siswa, (6) Menyadari pembelajaran bermakna bagi siswa, dan  (7) Menyimpulkan  pelajaran. Tahapan  See adalah (8) Merefleksi pelajaran. Hasil dari tahapan See akan diberikan kembali pada tahapan  Plan dan  Do untuk peningkatan pelajaran selanjutnya. &lt;br /&gt;Implementasi lesson study pada program induksi adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.Tahapan “Plan” pada PIGP kegiatan yang dilakukan adalah : Persiapan Pembimbingan : dalam Menyusun Perencanaan Pembelajaran, yang mengembangkan  Model Pembelajaran dengan pen dekatan Student centered dan strategi discovery inquiry &lt;br /&gt;2. Tahapan “Do” pada PIGP kegiatan yang dilakukan adalah :&lt;br /&gt;Observasi Pembelajaran dalam pembimbingan (a) Pembimbing observasi pada fokus sub kompetensi yang disepakati, maksimal 5 (lima) sub kompetensi dari 14 kompetensi guru pada setiap pelaksanaan,     kemudian pelaksanaan observasi yang dilakukan terhadap focus sub-kompetensi yang   telah  disepakati,    dan diakhiri pertemuan pascaobservasi  untuk membahas hasil  observasi  dan memberikan umpan     balik   berdasarkan focus sub-kompetensi  yang telah disepakati   bersama,   berupa   ulasan   tentang   hal-hal   yang   sudah   baik   dan   hal yang perlu dikembangkan. (b) Observer lain mengamati interaksi peserta didik-peserta didik dengan kelompok, dengan bahan ajar, dengan guru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahapan “See” pada PIGP kegiatan yang dilakukan adalah : (a) Refeksi proses pembelajaran pada pasca observasi (PIGP) (b) Pengkajian Hasil Refleksi di MGMP Sekolah dan MGMP Kab/Kota&lt;br /&gt;Subagio,M.Pd, adalah Kepala SMP Negeri 2 Cibeureum Kab. Kuningan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-98679338899102761?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/98679338899102761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/05/implementasi-lesson-study-pada-program.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/98679338899102761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/98679338899102761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/05/implementasi-lesson-study-pada-program.html' title='Implementasi Lesson Study pada Program Induksi Guru Pemula'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-8323377188490404697</id><published>2011-05-09T07:12:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T07:14:37.257-07:00</updated><title type='text'>Model Pembelajaran Sekolah Kategori Mandiri-Sekolah Standar Nasional</title><content type='html'>Oleh: Depdiknas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutu kegiatan belajar-mengajar akan mempengaruhi tingkat keberhasilan pelaksanaan SKM/SSN. Oleh karena itu, kegiatan belajar-mengajar bagi peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa perlu dirancang dan diatur sedemikian rupa sehingga dapat dicapai hasil percepatan belajar secara optimal, dan sebaliknya. Seperti dikemukakan Caroll dan Bloom (1974 dalam Munandar, 2001) bahwa banyak peserta didik yang memiliki bakat, minat, kemampuan dan kecerdasan luar biasa, bahkan sebaliknya maka dalam mengelola kegiatan belajar-mengajar dapat diterapkan pelayanan individual dan pelayanan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian layanan secara individual membawa implikasi dalam manajemen yakni penambahan tenaga, sarana dan dana. Oleh karena itu dilakukan gabungan antara layanan individual dan kelompok, dengan pengertian bahwa pada umumnya layanan pendidikan diberikan pada kelompok peserta didik yang memiliki kemampuan dalam matapelajaran yang sama. Meskipun kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara kelompok, penilaian terhadap kemajuan hasil belajar merupakan penilaian kemampuan individu setiap peserta didik. Kecuali penilaian yang dirancang untuk mengetahui kemampuan dan kemajuan belajar/ hasil kerja kelompok.&lt;br /&gt;Model pembelajaran yang dilaksanakan saat ini mengacu pada prinsip-prinsip yang dikemukakan Bruner (Munandar, 2001) yaitu memberikan pengalaman khusus yang dapat dipahami peserta didik; pengajaran diberikan sesuai dengan struktur pengetahuan/keilmuan sehingga peserta didik lebih siap menyerapnya; susunan penyajian pengajaran yang lebih efektif dan dipertimbangkan ganjaran yang sesuai. Dalam pelaksanaan pembelajaran pada SKM/SSN tidak hanya ditekankan pada pencapaian aspek intelektual saja, melainkan dalam pembelajaran perlu diciptakan kegiatan dan suasana belajar yang memungkinkan berkembangnya semua dimensi dalam pendidikan, seperti: watak, kepribadian, intelektual, emosional dan sosial. Sehingga diharapkan tercapai kemajuan dan perkembangan yang seimbang antara semua dimensi tersebut.&lt;br /&gt;Strategi pembelajaran yang sesuai untuk mencapai dimensi di atas, adalah strategi pembelajaran yang terfokus pada belajar bagaimana seharusnya belajar (Zamroni, 2000). Strategi ini harus menekankan pada perkembangan kemampuan intelektual tinggi, memiliki kepekaan (sensitif) terhadap kemajuan belajar dari tingkat konseptual rendah ke tingkat intelektual tinggi. Untuk itu metode pembelajaran yang paling sesuai antara lain metode pembelajaran induktif, divergen dan berpikir evaluatif. Pembelajaran model hafalan pada pembelajaran program siswa yang memiliki kemampuan lebih sejauh mungkin dicegah dengan memberikan tekanan pada teknik yang berorientasi pada penemuan (discovery oriented) dan pendekatan induktif.&lt;br /&gt;Dari pemaparan di atas sesungguhnya pembelajaran yang terjadi merupakan impelemntasi dari model Dick dan Carey dimana peran guru atau tugas utama guru adalah sebagai perancang pembelajaran, dengan peranan tambahan sebagai pelaksana dan penilai kegiatan belajar mengajar (Riyanto, 2001). Dengan kata lain strategi belajar mengajar yang terapkan dalam mengajar pada SKM/SSN bukan hanya menekankan pada aspek intelektual saja melainkan pada juga pada proses kreatif dan berfikir tinggi dalam bentuk strategi belajar yang bervariasi yang harus diciptakan oleh guru secara kreatif.&lt;br /&gt;Menurut Arends (2001) seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran harus menampilkan tiga aspek penting. Ketiga aspek ini adalah: (1) kepemimpinan, (2) pemberian instruksi melalui tatap muka dengan peserta didik, (3) bekerja dengan peserta didik, kolega, dan orang tua. Untuk membangun kelas dan sekolah sebagai organisasi belajar, ketiga aspek tersebut harus terpadu.&lt;br /&gt;Pada aspek kepemimpinan, banyak peran guru sama dengan peran pemimpin yang bekerja pada tipe organisasi lain. Pemimpin diharapkan mampu merencanakan, memotivasi, dan mengkoordinasi pekerjaan sehingga tiap individu dapat bekerja secara independen, dan membantu memformulasi serta menilai pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam melaksanakan pembelajaran guru harus merancang dan melakukan pekerjaan secara efisien, kreatif, tampil menarik dan berwibawa sebagai seorang aktor di depan kelas, serta hasilnya harus memenuhi standar kualitas.&lt;br /&gt;Pada aspek pemberian instruksi, guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas melalui tatap muka menyampaikan informasi dan mengarahkan apa yang harus dilakukan peserta didik. Pada apsek ini hal yang perlu diperhatikan adalah unsur konsentrasi atau perhatian peserta didik terhadap uraian materi yang disampaikan guru. Pada umumnya perhatian penuh peserta didik berlangsung pada 5 sampai 10 menit pertama, setelah itu perhatiannya akan turun. Untuk itu guru harus berusaha menjaga perhatian peserta didik, misalnya dengan memberi contoh penggunaan materi atau konsep yang diajarkan di lapangan.&lt;br /&gt;Pada aspek kerja sama, untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal guru harus melakukan kerjasama dengan peserta didik, kolega guru, dan orang tua. Masalah yang dihadapi guru dapat berupa masalah di kelas, atau masalah individu peserta didik. Masalah di kelas dapat didiskusikan dengan guru lain yang mengajar di kelas yang sama atau yang mengajar mata pelajaran sama di kelas lain. Masalah individu peserta didik dibicarakan dengan orang tua peserta didik. Dengan demikian semua masalah yang terjadi di kelas dapat diselesaikan.&lt;br /&gt;Pembelajaran pada dasarnya merupakan interaksi antara peserta didik dan sumber belajar. Pembelajaran di kelas terjadi karena ada interaksi antara peserta didik dengan guru. Guru tidak saja memberi instruksi, tetapi juga bertindak sebagai anggota organisasi belajar dan sebagai pemimpin pada lingkungan kerja yang komplek. Semua perilaku guru di dalam dan di luar kelas akan mempengaruhi keberhasilan kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;Model pembelajaran dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu model tradisional yang berpusat pada guru dan model konstruktivis yang berpusat pada peserta didik (Arends, 2001). Model pembelajaran tradisonal terdiri atas ceramah atau presentasi, instruksi langsung, dan pengajaran konsep. Model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik atau konstruktivis terdiri atas belajar kooperatif, instruksi berbasis masalah, dan diskusi kelas.&lt;br /&gt;Ada dua hal utama yang perlu diperhatikan pada model pembelajaran sekolah mandiri, yaitu : (1) pembelajaran, dan (2) evaluasi. Peran utama guru di sekolah adalah melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran merupakan kegiatan yang menggunakan teknik, metode, dan strategi yang sistematik untuk mengkreasi perpaduan yang ideal antara kurikulum dan peserta didik secara sistematik.&lt;br /&gt;Teknik pembelajaran adalah bagian dari setiap metode, dan beberapa metode digabung menjadi strategi, yang merupakan kombinasi kemampuan dan keterampilan guru untuk menerapkan metode dan strategi pembelajaran. Teknik yang banyak digunakan antara lain : (1) menyampaikan informasi, (2) memotivasi, (3) memberi penguatan, (4) mendengarkan, (5) memberi dan menjawab pertanyaan, dan (6) pengelolaan.&lt;br /&gt;Strategi pembelajaran adalah kombinasi metode yang berurutan dan dirancang agar peserta didik mencapai standar kompetensi. Menururt Kindsvatter, Wilen, &amp; Ishler (1996:169) strategi formal yang dikembangkan berdasarkan penelitian pembelajaran yang efektif dan menekankan pada hasil belajar yang lebih tinggi adalah:&lt;br /&gt;1. Pengajaran aktif : fokus akademik, pembelajaran diarahkan oleh guru dengan menggunakan bahan yang terstruktur dan berurutan.&lt;br /&gt;2. Pembelajaran masteri: suatu pendekatan diagnostik individu pada pembelajaran di mana peserta didik melakukan pembelajaran dan diuji sesuai dengan kecepatannya untuk mencapai kompetensi.&lt;br /&gt;3. Pembelajaran kooperatif : penggunaan tutor sebaya, pembelajaran grup, dan kerjasama untuk mendorong peserta didik belajar.&lt;br /&gt;Model pembelajaran pada SKM/SSN menekankan pada potensi dan kebutuhan peserta didik agar mampu belajar mandiri yang dibangun melalui komunitas belajar di kelas. Strategi untuk memotivasi peserta didik membangun komunitas belajar tersebut meliputi : (1) meyakini potensi peserta didik, (2) membangun motivasi intrinsik, (3) menggunakan perasaan positif, (4) membangun minat belajar peserta didik, (5) membangun belajar yang menyenangkan, (6) memenuhi kebutuhan peserta didik, (7) mencapai tujuan pembelajaran, dan (8) memfasilitasi pengembangan kelompok.&lt;br /&gt;Secara ringkas prinsip pembelajaran pada SKM/SSN adalah :&lt;br /&gt;1. Berpusat pada peserta didik, yaitu bagaimana peserta didik belajar.&lt;br /&gt;2. Menggunakan berbagai metode yang memudahkan peserta didik belajar.&lt;br /&gt;3. Proses pembelajaran bersifat kontekstual.&lt;br /&gt;4. Interaktif, inspiratif, menyenangkan, memotivasi, menantang dan dalam iklim yang kondusif.&lt;br /&gt;5. Menekankan pada kemampuan dan kemauan bertanya dari peserta didik&lt;br /&gt;6. Dilakukan melalui kelompok belajar dan tutor sebaya.&lt;br /&gt;7. Mengalokasikan waktu sesuai dengan kemampuan belajar peserta didik&lt;br /&gt;8. Melaksanakan program remedial dan pengayaan sesuai dengan hasil evaluasi formatif.&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Depdiknas.2008. Model Penyelenggaraan Sekolah Kategori Mandiri /Sekolah Standar Nasional. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Mengah Atas. Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-8323377188490404697?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/8323377188490404697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/05/model-pembelajaran-sekolah-kategori.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/8323377188490404697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/8323377188490404697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/05/model-pembelajaran-sekolah-kategori.html' title='Model Pembelajaran Sekolah Kategori Mandiri-Sekolah Standar Nasional'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-5010430294310731135</id><published>2011-05-06T08:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-06T09:01:05.910-07:00</updated><title type='text'>Manajerial Pilar Peningkatan Mutu Sekolah</title><content type='html'>Oleh : Subagio,M.Pd.&lt;br /&gt;(Kepala SMPN 2 Cibeureum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajerial dan supervisi sekolah merupakan kemampuan yang mesti dimiliki Kepala Sekolah. Di samping dari tiga kompetensi lainnya yang juga tidak kalah pentingnya, yaitu kepribadian, kewirausahaan, dan sosial., merupakan lima kompetensi Kepala Sekolah dalam Permendiknas RI No 13 Tahun 2007 dibuat Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP), yang mengacu pada UU No 20 Tahun 2003 Tentang Standar Nasional Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kompetensi Manajerial yang harus dimiliki kepala sekolah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Mampu menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan:&lt;br /&gt;• Menguasai teori perencanaan dan seluruh kebijakan pendidikan nasional sebagai landasan dalam perencanaan sekolah, baik perencanaan strategis, perencanaan operariosanal, perencanaan tahunan, maupun rencana angaran pendapatan dan belanja sekolah,  &lt;br /&gt;• Mampu menyusun rencana strategis (renstra) pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan kebijakan pendidikan nasional, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan strategis yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencara strategis baik  &lt;br /&gt;• Mampu menyusun rencana operasional (Renop) pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan rencana strategis yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan renop yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencana operasional yang baik.  &lt;br /&gt;• Mampu menyusun rencana tahunan pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan rencana operasional yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan tahunan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencana tahunan yang baik.  &lt;br /&gt;• Mampu menyusun rencana anggaran belanja sekolah (RAPBS) berlandaskan kepada keseluruhan rencana tahunan yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan RAPBS yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan RAPBS yang baik.  &lt;br /&gt;• Mampu menyusun perencanaan program kegiatan berlandaskan kepada keseluruhan rencana tahunan dan RAPBS yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, da proses penyusunan perencanaan program kegiatan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan perencanaan program yang baik.  &lt;br /&gt;• Mampu menyusun proposal kegiatan melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan program kegiatan yang memegang teguh prinsip-prinsip - prinsip penyusunan proposal yang baik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Mampu mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menguasai teori dan seluruh kebijakan pendidikan nasional dalam pengorganisasian kelembagaan sekolah sebagai landasan dalam mengorganisasikan kelembagaan maupun program insidental sekolah.  &lt;br /&gt;• Mampu mengembangkan struktur organisasi formal kelembagaan sekolah yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik.  &lt;br /&gt;• Mampu mengembangkan deskripsi tugas pokok dan fungsi setiap unit kerja melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik.  &lt;br /&gt;• Menempatkan personalia yang sesuai dengan kebutuhan  &lt;br /&gt;• Mampu mengembangan standar operasional prosedur pelaksanaan tugas pokok dan fungsi setiap unit kerja melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik  &lt;br /&gt;• Mampu melakukan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan prinsip-prinsip tepat kualifikasi, tepat jumlah, dan tepat persebaran.  &lt;br /&gt;• Mampu mengembangkan aneka ragam organisasi informal sekolah yang efektif dalam mendukung implementasi pengorganisasian formal sekolah dan sekaligus pemenuhan kebutuhan, minat, dan bakat perseorangan pendidikan dan tenaga kependidikan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memimpin guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu mengkomunikasikan visi, misi, tujuan, sasaran, dan program strategis sekolah kepada keseluruhan guru dan staf.  &lt;br /&gt;• Mampu mengkoordinasikan guru dan staf dalam merelalisasikan keseluruhan rencana untuk mengapai visi, mengemban misi, mengapai tujuan dan sasaran sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu berkomunikasi, memberikan pengarahan penugasan, dan memotivasi guru dan staf agar melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan  &lt;br /&gt;• Mampu membangun kerjasama tim (team work) antar-guru, antar- staf, dan antara guru dengan staf dalam memajukan sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu melengkapi guru dan staf dengan keterampilan-keterampilan profesional agar mereka mampu melihat sendiri apa yang perlu dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing  &lt;br /&gt;• Mampu melengkapi staf dengan ketrampilan-ketrampilan agar mereka mampu melihat sendiri apa yang perlu dan diperbaharui untuk kemajuan sekolahnya  &lt;br /&gt;• Mampu memimpin rapat dengan guru-guru, staf, orangtua siswa dan komite sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu melakukan pengambilan keputusan dengan menggunakan strategi yang tepat  &lt;br /&gt;• Mampu menerapkan manajemen konflik  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Mampu mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu merencanakan kebutuhan guru dan staf berdasarkan rencana pengembangan sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu melaksanakan rekrutmen dan seleksi guru dan staf sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki oleh sekolah &lt;br /&gt;• Mampu mengelola kegiatan pembinaan dan pengembangan profesional guru dan staf  &lt;br /&gt;• Mampu melaksanakan mutasi dan promosi guru dan staf sesuai kewenangan yang dimiliki sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola pemberian kesejahteraan kepada guru dan staf sesuai kewenangan dan kemampuan sekolah  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mampu mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal:  &lt;br /&gt;• Mampu merencanakan kebutuhan fasilitas (bangunan, peralatan, perabot, lahan, infrastruktur) sekolah sesuai dengan rencana pengembangan sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola pengadaan fasilitas sesuai dengan peraturan yang berlaku.  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola pemeliharaan fasilitas baik perawatan preventif maupun perawatan terhadap kerusakan fasilitas sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola kegiatan inventaris sarana dan prasarana sekolah sesuai sistem pembukuan yang berlaku.  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola kegiatan penghapusan barang inventaris sekolah  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Mampu mengelola hubungan sekolah – masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu merencanakan kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat  &lt;br /&gt;• Mampu melakukan pendekatan-pendekatan dalam rangka mendapatkan dukukungan dari lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat  &lt;br /&gt;• Mampu memelihara hubungan kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mampu mengelola kesiswaan, terutama dalam rangka penerimaan siswa baru, penempatan siswa, dan pengembangan kapasitas siswa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu mengelola penerimaan siswa baru terutama dalam hal perencanaan dan pelaksanaan penerimaan siswa baru sesuai dengan kebutuhan sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola penempatan dan pengelompokan siswa dalam kelas sesuai dengan maksud dan tujuan pengelompokan tersebut.  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola layanan bimbingan dan konseling dalam membantu penguatan kapasitas belajar siswa  &lt;br /&gt;• Mampu menyiapkan layanan yang dapat mengembangkan potensi siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, bakat, kreativitas dan kemampuan  &lt;br /&gt;• Mampu menetapkan dan melaksanakan tata tertib sekolah dalam memelihara kedisiplinan siswa  &lt;br /&gt;• Mampu mengembangkan sistem monitoring terhadap kemajuan belajar siswa  &lt;br /&gt;• Mampu mengembangkan sistem penghargaan dan pelaksanaannya kepada siswa yang berprestasi  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menguasai seluk beluk tujuan nasional, tujuan pembangunan nasional, dan tujuan pendidikan nasional, regional, dan lokal secara tepat dan kompherensif sehingga memiliki sikap positif akan pentingnya tujuan-tujuan tersebut sebagai arah penyelenggaraan pendidikan dan terampil menjabarkannya menjadi kompetensi lulusan dan kompetensi dasar.  &lt;br /&gt;• Memiliki wawasan yang tepat dan komprehensif tentang kedirian peserta didik sebagai manusia yang berkarakter, berharkat, dan bermartabat, dan mampu mengembangan layanan pendidikan sesuai dengan karakter, harkat, dan martabat manusia.  &lt;br /&gt;• Memiliki pemahaman yang komprehensif dan tepat, dan sikap yang benar tentang esensi dan tugas profesional guru sebagai pendidik  &lt;br /&gt;• Menguasai seluk beluk kurikulum dan proses pengembangan kurikulum nasional sehingga memiliki sikap positif terhadap kebaradaan kurikulum nasional yang selalu mengalami pembaharuan, serta terampil dalam menjabarkannya menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan  &lt;br /&gt;• Mampu mengembangkan rencana dan program pembelajaran sesuai dengan kompetensi lulusan yang diharapkan  &lt;br /&gt;• Menguasai metode pembelajaran efektif yang dapat mengembangkan kecerdasan intelektual, spritual, dan emosional sesuai dengan materi pembelajaran  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola kegiatan pengembangan sumber dan alat pembelajaran di sekolah dalam mendukung pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan  &lt;br /&gt;• Menguasai teknik-teknik penilaian hasil belajar dan menerapkannya dalam pembelajaran  &lt;br /&gt;• Mampu menyusun program pendidikan per tahun dan per semester  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola penyusunan jadwa pelajaran per semester  &lt;br /&gt;• Mampu melaksanakan monitoring dan evaluasi program pembelajaran dan melaporkan hasil-hasilnya kepada stakeholders sekolah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mampu mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu merencanakan kebutuhan keuangan sekolah sesuai dengan rencana pengembangan sekolah, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.  &lt;br /&gt;• Mampu mengupayakan sumber-sumber keuangan terutama yang bersumber dari luar sekolah dan dari unit usaha sekolah.  &lt;br /&gt;• Mampu mengkoordinasikan pembelanjaan keuangan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan berdasarkan asas prioritas dan efisiensi  &lt;br /&gt;• Mampu mengkoordinasikan kegiatan pelaporan keuangan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Mampu mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung kegiatan-kegiatan sekolah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu mengelola administrasi surat masuk dan surat keluar sesuai dengan pedoman persuratan yang berlaku  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola administrasi sekolah yang meliputi administrasi akademik,&lt;br /&gt;kesiswaan, sarana/prasarana, keuangan, dan hubungan sekolah-masyarakat  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola administrasi kearsipan sekolah baik arsip dinamis maupun arsip lainnya  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola administrasi akreditasi sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip tersedianya dokumen dan bukti-bukti fisik  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan kesiswaan di sekolah:&lt;br /&gt;• Mampu mengelola laboratorium sekolah agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan pembelajaran siswa  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola bengkel kerja agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan pembelajaran keterampilan siswa  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola usaha kesehatan sekolah dan layanan sejenis untuk membantu siswa dalam pelayanan kesehatan yang diperlukan  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola kantin sekolah berdasarkan prinsip kesehatan, gizi, dan keterjangkauan  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola koperasi sekolah baik sebagai unit usaha maupun sebagai sumber belajar siswa  &lt;br /&gt;• Mampu mengelola perpustakaan sekolah dalam menyiapkan sumber belajar yang diperlukan oleh siswa  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Mampu menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu bertindak kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pekerjaan melalui cara berpikir dan cara bertindak  &lt;br /&gt;• Mampu memberdayakan potensi sekolah secara optimal ke dalam berbagai kegiatan-kegiatan produktif yang menguntungkan sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan (kreatif, inovatif, dan produktif) di kalangan warga sekolah  &lt;br /&gt;13.Mampu menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif bagi pembelajaran siswa:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu menata lingkungan fisik sekolah sehingga menciptakan suasana nyaman, bersih dan indah  &lt;br /&gt;• Mampu membentuk suasana dan iklim kerja yang sehat melalui penciptaan hubungan kerja yang harmonis di kalangan warga sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu menumbuhkan budaya kerja yang efisien, kreatif, inovatif, dan berorientasi pelayanan prima  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Mampu mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu mengembangkan prosedur dan mekanisme layanan sistem informasi  &lt;br /&gt;• Mampu menyusun format data base sekolah sesuai kebutuhan  &lt;br /&gt;• Mampu mengkoordinasikan penyusunan data base sekolah baik sesuai kebutuhan pendataan sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu menerjemahkan data base untuk merencanakan program pengembangan sekolah  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Terampil dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan&lt;br /&gt;pembelajaran dan manajemen sekolah:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam manajemen sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komukasi dalam pembelajaran, baik sebagai sumber belajar maupun sebagai alat pembelajaran  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.Terampil mengelola kegiatan produksi/jasa dalam mendukung sumber pembiayaan sekolah dan sebagai sumber belajar sisiwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu merencanakan kegiatan produksi/jasa sesuai dengan potensi sekolah  &lt;br /&gt;• Mampu membina kegiatan produksi/jasa sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan yang profesional dan akuntabel  &lt;br /&gt;• Mampu melaksanakan pengawasan kegiatan produksi/jasa dan menyusun laporan  &lt;br /&gt;• Mampu mengembangkan kegiatan produksi/jasa dan pemasarannya  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Mampu melaksana-kan pengawasan terhadap pelaksana-an kegiatan sekolah sesuai standar pengawasan yang berlaku:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Memahami peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan standar pengawasan sekolah  &lt;br /&gt;• Melakukan pengawasan preventif dan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan sekolah  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan pada kompetensi supervisi,  yang harus dimiliki kepala sekolah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mampu melakukan supervisi sesuai prosedur dan teknik-teknik yang tepat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu merencanakan supervisi sesuai kebutuhan guru  &lt;br /&gt;• Mampu melakukan supervisi bagi guru dengan menggunakan teknik-teknik supervisi yang tepat  &lt;br /&gt;• Mampu menindaklanjuti hasil supervisi kepada guru melalui antara lain pengembangan profesional guru, penelitian tindakan kelas, dan sebagainya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Mampu melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan program pendidikan sesuai dengan prosedur yang tepat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mampu menyusun standar kinerja program pendidikan yang dapat diukur dan dinilai.  &lt;br /&gt;• Mampu melakukan monitoring dan evaluasi kinerja program pendidikan dengan menggunakan teknik yang sesuai  &lt;br /&gt;• Mampu menyusun laporan sesuai dengan standar pelaporan monitoring dan evaluasi &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara kualifikasi, , seorang kepala sekolah minimal bependidikan S-1,  berusia setinggi-tingginya 56 tahun, memiliki pengalaman belajar minimal 5 tahun, memiliki pangkat serendah-rendahnya III C. &lt;br /&gt;Dalam semangat desentralisasi pendidikan pada otonomi daerah, semestinya pengangkatan kepala sekolah didasarkan pada profesionalitas dan kompetensinya, jangan ada tendesi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kepala sekolah, kini tidak mudah lagi. Mengacu pada aturan baru Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Menjadi Kepala Sekolah, orang yang memimpin sebuah sekolah harus memiliki kompetensi dan professional memadai. Dalam Permendiknas No 28 itu, ada syarat khusus untuk bisa menjadi kepala sekolah. Kepala daerah juga tidak bisa lagi seenaknya mengangkat kepala sekolah baru sesuai keinginannya;  Diketahui, Permendiknas No 28 merupakan pengganti Kepmendiknas No 162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. sebetulnya sudah menerapkan aturan Permendiknas No 28. Ketika itu, peraturan tersebut masih berbentuk draft, ke depan proses pengangkatan calon kepala sekolah baik tingkat SD, SMP maupun SMA sederajat sudah mempunyai acuan yang jelas. Semuanya bertujuan agar didapatkan kepala sekolah dengan kemampuan memimpin dan memajukan sekolah yang mumpuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa menjadi seorang kepala sekolah, perlu ada persiapan-persiapan khusus.  Mulai proses administrasi hingga akademik yang harus terpenuhi. Calon kepala sekolah wajib mengikuti proses pendidikan dan pelatihan minimal 100 jam serta praktik lapangan minimal tiga bulan.&lt;br /&gt;Selain itu, harus ada suatu bukti bahwa calon kepala sekolah tersebut berkompeten dan punya keterampilan manajerial di dalam mengelola sekolah.  Intinya, mereka harus punya standar kompetensi calon kepala sekolah. Dengan begitu, diharapkan pengangkatan kepala sekolah tidak lagi didasarkan pada prinsip like and dislike.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pengangkatannya, calon kepala sekolah/madrasah harus pula melalui penilaian akseptabilitas oleh tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah yang ditetapkan oleh pemerintah. Baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota atau penyelenggara sekolah/madrasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa jabatan kepala sekolah pun saat ini dibatasi. Seorang kepala sekolah diperbolehkan menjabat kedua kalinya bila dinilai memiliki prestasi dan kinerja minimal baik. Kalau sudah dua periode bisa diangkat kembali, tetapi pada sekolah yang lain dengan prestasi amat baik, &lt;br /&gt;Sebelum bisa diangkat lagi, kepala sekolah itu harus turun jabatan dulu menjadi guru biasa. Penerapan ketentuan-ketentuan dalam Permendiknas baru ini sedikit banyak mengalami kendala di daerah. Pasalnya, tidak semua daerah kondisinya sama. Misalnya saja, kualitas sumber daya manusia (SDM) dari jenjang pendidikan calon kepala sekolah tiap daerah berbeda-beda.&lt;br /&gt;Faktanya, tidak semua siap menerapkan aturan baru ini. Makanya, penerapan Permendiknas itu akan sangat tergantung pada kepala daerah dan kondisi daerah masing-masing. Bukan dalam artian pemerintah daerah ’menipu’ aturan yang berlaku tersebut. Namun, dengan keterbatasan kesiapan daerah tentu saja ketentuan dalam Permendiknas No 28 Tahun 2010 itu tidak akan bisa diterapkan seluruhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-5010430294310731135?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/5010430294310731135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/05/manajerial-pilar-peningkatan-mutu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5010430294310731135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5010430294310731135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/05/manajerial-pilar-peningkatan-mutu.html' title='Manajerial Pilar Peningkatan Mutu Sekolah'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-1771985671776534871</id><published>2011-04-20T05:42:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T05:58:27.477-07:00</updated><title type='text'>DAFTAR PESERTA UJIAN SEKOLAH DAN UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011</title><content type='html'>RAYON         : 02 KAB. KUNINGAN&lt;br /&gt;KODE SEKOLAH : 02.20.042&lt;br /&gt;ALAMAT SEKOLAH : KUNINGAN&lt;br /&gt;STATUS SEKOLAH : NEGERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG : 1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;NO      NOIMOR INDUK NOMOR PESERTA NAMA SISWA      KETERANGAN&lt;br /&gt;1 08097001 20-042-001-8 Ade Darmawan KELAS 9A&lt;br /&gt;2 08097013 20-042-002-7 Ari Ratnasari KELAS 9A&lt;br /&gt;3 08097014 20-042-003-6 Budiman         KELAS 9A&lt;br /&gt;4 08097020 20-042-004-5 Dinar Juliani Safari KELAS 9A&lt;br /&gt;5 08097035 20-042-005-4 Eka Nengsih KELAS 9A&lt;br /&gt;6 08097030 20-042-006-3 Elsa Desriawati KELAS 9A&lt;br /&gt;7 08097039 20-042-007-2 Fajar Muhamad Sidiq KELAS 9A&lt;br /&gt;8 08097045 20-042-008-9 Hamdani         KELAS 9A&lt;br /&gt;9 08097046 20-042-009-8 Herli Nurhalimah Jaya Sondari KELAS 9A&lt;br /&gt;10 08097049 20-042-010-7 Ikbal Ade Iswara KELAS 9A&lt;br /&gt;11 08097054 20-042-011-6 Iwan Ridwan KELAS 9A&lt;br /&gt;12 08097055 20-042-012-5 Iyus Rustini KELAS 9A&lt;br /&gt;13 08097059 20-042-013-4 Kusdiana KELAS 9A&lt;br /&gt;14 08097060 20-042-014-3 Kusmana KELAS 9A&lt;br /&gt;15 08097063 20-042-015-2 Lia Dahlia KELAS 9A&lt;br /&gt;16 08097067 20-042-016-9 Maman KELAS 9A&lt;br /&gt;17 08097066 20-042-017-8 Mia Sumiati KELAS 9A&lt;br /&gt;18 08097073 20-042-018-7 Perawati KELAS 9A&lt;br /&gt;19 08097076 20-042-019-6 Rika Damayanti KELAS 9A&lt;br /&gt;20 08097082 20-042-020-5 Riska KELAS 9A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG : 2&lt;br /&gt;NO      NO INDUK        NOMOR PESERTA NAMA SISWA KETERANGAN&lt;br /&gt;1 08097079 20-042-021-4 Rizki Julianto KELAS 9A&lt;br /&gt;2 08097084 20-042-022-3 Rohaman         KELAS 9A&lt;br /&gt;3 08097088 20-042-023-2 Setiani         KELAS 9A&lt;br /&gt;4 08097089 20-042-024-9 Sri Mulyani KELAS 9A&lt;br /&gt;5 08097098 20-042-025-8 Susi Trisnawati KELAS 9A&lt;br /&gt;6 08097103 20-042-026-7 Veni Mulyasariningsih KELAS 9A&lt;br /&gt;7 08097108 20-042-027-6 Windy Nuraeni KELAS 9A&lt;br /&gt;8 08097119 20-042-028-5 Yaya Cahya Purnama KELAS 9A&lt;br /&gt;9 08097112 20-042-029-4 Yayah Nariah KELAS 9A&lt;br /&gt;10 08097114 20-042-030-3 Yesi Yistiani KELAS 9A&lt;br /&gt;11 08097115 20-042-031-2 Yuyu Yuhaenah KELAS 9A&lt;br /&gt;12 08097007 20-042-032-9 Agung Subana KELAS 9B&lt;br /&gt;13 08097010 20-042-033-8 Agus Cahaya KELAS 9B&lt;br /&gt;14 08097003 20-042-034-7 Ai Kurnaida KELAS 9B&lt;br /&gt;15 08097008 20-042-035-6 Ai Putri Widya KELAS 9B&lt;br /&gt;16 08097016 20-042-036-5 Cahya         KELAS 9B&lt;br /&gt;17 08097017 20-042-037-4 Cher Novita KELAS 9B&lt;br /&gt;18 08097022 20-042-038-3 Dadan Hamdani KELAS 9B&lt;br /&gt;19 08097023 20-042-039-2 Dadan Ramdan KELAS 9B&lt;br /&gt;20 08097029 20-042-040-9 Deni Siswanto KELAS 9B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG : 3&lt;br /&gt;NO      NO INDUK        NOMOR PESERTA   NAMA SISWA      KETERANGAN&lt;br /&gt;1 08097031 20-042-041-8 Endah Cahyani KELAS 9B&lt;br /&gt;2 08097051 20-042-042-7 Iman Suhendra KELAS 9B&lt;br /&gt;3 08097053 20-042-043-6 Ivon Sulisa KELAS 9B&lt;br /&gt;4 08097065 20-042-044-5 Lela Nurmala KELAS 9B&lt;br /&gt;5 08097069 20-042-045-4 Norma Dwi Septiani KELAS 9B&lt;br /&gt;6 08097071 20-042-046-3 Nurohman KELAS 9B&lt;br /&gt;7 08097078 20-042-047-2 Rasidi KELAS 9B&lt;br /&gt;8 08097085 20-042-048-9 Rudi Suanto KELAS 9B&lt;br /&gt;9 08097077 20-042-049-8 Rusdeni Andiano KELAS 9B&lt;br /&gt;10 08097092 20-042-050-7 Sandi Irwansyah KELAS 9B&lt;br /&gt;11 08097094 20-042-051-6 Sri Handayani KELAS 9B&lt;br /&gt;12 08097096 20-042-052-5 Sri Wijayanti KELAS 9B&lt;br /&gt;13 08097106 20-042-053-4 W a n d r i KELAS 9B&lt;br /&gt;14 08097105 20-042-054-3 Widianti KELAS 9B&lt;br /&gt;15 08097113 20-042-055-2 Yeni Anggiani Dewi KELAS 9B&lt;br /&gt;16 08097118 20-042-056-9 Yoyoh Astiyah KELAS 9B&lt;br /&gt;17 08097120 20-042-057-8 Zarot Abdul Rohman KELAS 9B&lt;br /&gt;18 08097011 20-042-058-7 Ahmad KELAS 9C&lt;br /&gt;19 08097004 20-042-059-6 Andi Rustandi KELAS 9C&lt;br /&gt;20 08097012 20-042-060-5 Anita Rahayu KELAS 9C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;RUANG :4&lt;br /&gt;NO      NO INDUK        NOMOR PESERTA   NAMA SISWA      KETERANGAN&lt;br /&gt;1 08097027 20-042-061-4 Dahlia         KELAS 9C&lt;br /&gt;2 08097024 20-042-062-3 Diana Alpian KELAS 9C&lt;br /&gt;3 08097038 20-042-063-2 Fitri Dewi Sri Febriyanti KELAS 9C&lt;br /&gt;4 08097041 20-042-064-9 Guntur Gumelar KELAS 9C&lt;br /&gt;5 08097044 20-042-065-8 Hadi Ariyanto KELAS 9C&lt;br /&gt;6 08097043 20-042-066-7 Hani Setiani KELAS 9C&lt;br /&gt;7 08097042 20-042-067-6 Herlina KELAS 9C&lt;br /&gt;8 08097048 20-042-068-5 Ijun Juansih KELAS 9C&lt;br /&gt;9 08097050 20-042-069-4 Imam Kasyana KELAS 9C&lt;br /&gt;10 08097052 20-042-070-3 Inah Rohinah KELAS 9C&lt;br /&gt;11 08097058 20-042-071-2 Julaeha  KELAS 9C&lt;br /&gt;12 08097056 20-042-072-9 Junengsih KELAS 9C&lt;br /&gt;13 08097061 20-042-073-8 Kosim    KELAS 9C&lt;br /&gt;14 09108171 20-042-074-7 Nurkhasanah KELAS 9C&lt;br /&gt;15 08097072 20-042-075-6 Oom Nurohmah KELAS 9C&lt;br /&gt;16 08097074 20-042-076-5 Panny Kusmana KELAS 9C&lt;br /&gt;17 08097121 20-042-077-4 Puza Seftiagraha KELAS 9C&lt;br /&gt;18 08097083 20-042-078-3 Rita Apriani KELAS 9C&lt;br /&gt;19 08097080 20-042-079-2 Rizki Octaviani KELAS 9C&lt;br /&gt;20 08097081 20-042-080-9 Rustini KELAS 9C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG : 5&lt;br /&gt;NO      NO INDUK        NOMOR PESERTA   NAMA SISWA      KETERANGAN&lt;br /&gt;1 08097090 20-042-081-8 Sri Widiawati KELAS 9C&lt;br /&gt;2 08097100 20-042-082-7 Teguh Santosa KELAS 9C&lt;br /&gt;3 091087170 20-042-083-6 Wahyu         KELAS 9C&lt;br /&gt;4 08097104 20-042-084-5 Wanimaya KELAS 9C&lt;br /&gt;5 08097107 20-042-085-4 Windiani KELAS 9C&lt;br /&gt;6 08097116 20-042-086-3 Yatin Cahyatin KELAS 9C&lt;br /&gt;7 08097117 20-042-087-2 Yessi Titis Wulandari KELAS 9C&lt;br /&gt;8 08097002 20-042-088-9 Ade Deni Nugraha KELAS 9D&lt;br /&gt;9 08097006 20-042-089-8 Agum Gumelar KELAS 9D&lt;br /&gt;10 08097005 20-042-090-7 Anggit Ambiya KELAS 9D&lt;br /&gt;11 08097009 20-042-091-6 Anisa Anugraeni KELAS 9D&lt;br /&gt;12 08097015 20-042-092-5 Cahyani         KELAS 9D&lt;br /&gt;13 08097018 20-042-093-4 D a n i         KELAS 9D&lt;br /&gt;14 08097026 20-042-094-3 Dadi Hamdani KELAS 9D&lt;br /&gt;15 08097028 20-042-095-2 Dedeh Komalasari KELAS 9D&lt;br /&gt;16 08097019 20-042-096-9 Dewi Astuti KELAS 9D&lt;br /&gt;17 08097025 20-042-097-8 Diky Lesmana KELAS 9D&lt;br /&gt;18 08097021 20-042-098-7 Dudi Purwadi KELAS 9D&lt;br /&gt;19 08097032 20-042-099-6 Ega Tridia KELAS 9D&lt;br /&gt;20 08097033 20-042-100-5 Eha Julaeha KELAS 9D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG : 6&lt;br /&gt;NO      NO INDUK        NOMOR PESERTA   NAMA SISWA      KETERANGAN&lt;br /&gt;1 08097036 20-042-101-4 Erlangga KELAS 9D&lt;br /&gt;2 08097040 20-042-102-3 Gumelarna KELAS 9D&lt;br /&gt;3 08097047 20-042-103-2 Herliana KELAS 9D&lt;br /&gt;4 08097057 20-042-104-9 Jejen Jeni Usman KELAS 9D&lt;br /&gt;5 08097064 20-042-105-8 Latipah Nurohimah KELAS 9D&lt;br /&gt;6 08097062 20-042-106-7 Lena Selviana KELAS 9D&lt;br /&gt;7 08097068 20-042-107-6 Nia Rosmiati KELAS 9D&lt;br /&gt;8 08097075 20-042-108-5 Rena Herawati KELAS 9D&lt;br /&gt;9 08097086 20-042-109-4 Sanita         KELAS 9D&lt;br /&gt;10 08097087 20-042-110-3 Septiawan KELAS 9D&lt;br /&gt;11 08097093 20-042-111-2 Sri Gumilang KELAS 9D&lt;br /&gt;12 08097097 20-042-112-9 Suhendri KELAS 9D&lt;br /&gt;13 08097099 20-042-113-8 T e t i KELAS 9D&lt;br /&gt;14 08097101 20-042-114-7 Tedi Sucipto KELAS 9D&lt;br /&gt;15 08097102 20-042-115-6 Teti Fitriyani KELAS 9D&lt;br /&gt;16 08097109 20-042-116-5 Warno KELAS 9D&lt;br /&gt;17 08097110 20-042-117-4 Wulansari KELAS 9D&lt;br /&gt;18 08097111 20-042-118-3 Yani Suryani KELAS 9D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui&lt;br /&gt;Kepala SMPN 2 Cibeureum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBAGIO, M.Pd.&lt;br /&gt;NIP: 19650607 198903 1 008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-1771985671776534871?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/1771985671776534871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/04/daftar-peserta-ujian-sekolah-dan-ujian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/1771985671776534871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/1771985671776534871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/04/daftar-peserta-ujian-sekolah-dan-ujian.html' title='DAFTAR PESERTA UJIAN SEKOLAH DAN UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-151828079828453858</id><published>2011-04-09T16:55:00.000-07:00</published><updated>2011-04-09T17:04:22.678-07:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI SEKOLAH</title><content type='html'>Oleh : Subagio,M.Pd&lt;br /&gt;          Murgatroyd dan Morgan (1994) menyatakan bahwa fokus mutu bagi pelanggan adalah hal yang mengantarkan pada perkembangan batang tubuh teori, alat, dan aplikasinya didalam dunia manajemen. Bennet dkk. (1992) menghindari untuk mendefinisikan dan mengkonseptualisasikan Total Quality Management (TQM) karena tidak satupun teori TQM yang bisa dianggap satu-satunya. karena itu mereka mengidentifikasi prinsip-prinsip mendasar dengan memadukan hal-hal yang dianggap penting (kunci) yang tidak boleh tidak (seharusnya) pada awal dikembangkannya TQM, seperti: (1) definisi kualitas lebih mengacu pada konsumen, bukan pada pemasok, (2) konsumen adalah seseorang memperoleh produk atau layanan, seperti mereka yang secara internal dan eksternal terkait dengan organisasi dan bukannya yang hanya menjadi “pembeli” atau “pembayar”, (3) mutu harus mencukupi persyaratan kebutuhan, persyaratan, dan standar, (4) mutu dicapai dengan mencegah kerja yang tidak memenuhi standar, bukannya dengan melacak kegagalan melainkan dengan peningkatan layanan dan produk yang terus menerus, (5) peningkatan mutu dikendalikan oleh manajemen tingkat senior, namun semua yang terlibat di dalam organisasi harus ikut bertanggung jawab; mutu harus dibangun di dalam setiap proses, (6) mutu diukur melalui proses statistik, anggaran mutu adalah anggaran (biaya) yang tidak disesuaikan dengan tuntutan persyaratan, sehingga terjadi “kesenjangan” antara dugaan dan penyerahan barang, (7) alat yang paling ampuh untuk menjamin terjalinnya mutu adalah kerjasama (tim) yang efektif, dan (8) pendidikan dan pelatihan merupakan hal fundamental terhadap organisasi yang bermutu. Di bidang pendidikan, manajemen peningkatan mutu dapat didefinisikan sebagai sekumpulan prinsip dan teknik yang menekankan bahwa peningkatan mutu harus bertumpu pada lembaga pendidikan untuk secara terus menerus dan berkesinambungan meningkatkan kapasitas dan kemampuan organisasinya guna memenuhi tuntutan dan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Di dalam Manajemen Peningkatan Mutu (MPM) terkandung upaya: (1) mengendalikan proses yang berlangsung di lembaga pendidikan/sekolah baik kurikuler maupun administrasi, (2) melibatkan proses diagnosis dan proses tindakan untuk menindaklanjuti diagnosis, dan (3) peningkatan mutu harus didasarkan atas data dan fakta, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif, (4) peningkatan mutu harus dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan, (5) peningkatan mutu harus memberdayakan dan melibatkan semua unsur yang ada di lembaga pendidikan, dan (6) peningkatan mutu memiliki tujuan yang menyatakan bahwa sekolah dapat memberikan kepuasan kepada peserta didik, orang tua dan masyarakat.&lt;br /&gt;     Sejak diberlakukannya otonomi daerah (otda), muncul banyak masalah seperti makna otonomi kurang dihayati dan diterapkan sebagai tercapainya demokrasi, kemandirian, dan pemberdayaan, tetapi lebih terfokus pada proses interaksi politik. Wujudnya adalah tarik-menarik kepentingan antara pusat ¬daerah, provinsi-kabupaten/kota, dan kabupaten/kota-kabupaten kota, baik dalam lingkup eksekutif maupun legislatif UU RI No. 22 Tahun 1999, dan UU RI No.25 Tahun 1999 direvisi menjadi UU RI No. 32 Tahun 2004 dan UU RI No. 33 Tahun 2004, baik dalam kaitannya dengan Pemerintah Daerah maupun Perimbangan Keuangan antara Pusat-Daerah mewujudkan gejala tersebut. Revisi ini pun akan menimbulkan masalah baru karena sosialisasinya terlalu cepat dan singkat serta belum siapnya perubahan pola pikir (mindset) menuju tatanan pemerintahan yang disepakati. Tentu saja revisi tersebut memiliki dampak positif dan negatif. &lt;br /&gt;     Masalah baru tersebut, yaitu (1) perubahan kedudukan kabupaten/kota dari otonomi menjadi bagian provinsi, (2) perubahan DPRD dari badan legislatif menjadi unsur pemda, (3) perubahan peran DPRD dalam pemilihan kepala daerah langsung dari menentukan pilihan menjadi penonton, (4) RAPBD Kabupaten/Kota dapat “dianulir” provinsi, (5) perubahan Badan Perwakilan Desa dari “DPR-nya desa” menjadi Badan Permusyawaratan Desa, (6) perubahan 11 urusan diserahkan ke kabupaten/kota menjadi adanya urusan wajib dan urusan pilihan yang penyerahannya pun harus memenuhi persyaratan tertentu, dan (7) perubahan jabatan sekretaris desa menjadi jabatan PNS.&lt;br /&gt;          Otonomi daerah telah dimulai sejak 1 Januari 2001. Sejalan dengan reformasi dan demokratisasi pendidikan yang sedang bergulir, pemerintah telah bertekad bulat untuk melaksanakan desentralisasi pendidikan yang bertumpu pada pemberdayaan sekolah di semua jenjang pendidikan.&lt;br /&gt;          Tujuan otda di bidang pendidikan antara lain (1) meningkatkan pelayanan pendidikan yang lebih dekat, cepat, mudah, murah, dan sesuai kebutuhan masyarakat dengan menekankan pada prinsip demokratis dan berkeadilan, tidak  diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa (memperhatikan potensi dan keaneka¬ragaman daerah), sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna; (2) pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sepanjang hayat; (3) memberikan keteladanan, membangun kemauan; (4) mengembangkan kreativitas peserta didik, (5) mengembangkan budaya membaca, menulis, berhitung, dan memberdayakan seluruh komponen masyarakat (peran serta masyarakat); (6) pemerataan dan keadilan; (7) meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga ; kependidikan; (8) akuntabilitas publik; (9) transparansi; (10) memperkuat ; integritas bangsa (memelihara hubungan yang serasi antara pusat dan daerah dan antar daerah dalam rangka keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI); (11) meningkatkan daya saing di era global. Jika tujuan ini tercapai maka hal-hal inilah yang menjadi dampak positif otda terhadap input pendidikan.&lt;br /&gt;         Wawasan tentang manajemen peningkatan mutu seharusnya dikaji dengan membandingkan karakteristik antara manajemen tradisional dengan manajemen peningkatan mutu atau TQM. Cole (dalam A. Sonhadji, 1999) mengemukakan setidak-tidaknya terdapat sepuluh hal yang membedakan keduanya. &lt;br /&gt;         Secara singkat kesepuluh perbedaan itu dapat diringkas sebagai berikut: (1) cara mencari pendekatan pemecahan masalah, (2) metode yang digunakan, (3) penggunaan inovasi, (4) upaya peningkatan, (5) jangka waktu yang difokuskan, (6) cara memperlakukan kesalahan, (7) penggunaan opini vs fakta, (8) penekanan sumber daya, (9) motivasi peningkatan kualitas, dan (10) arah pengembangan.&lt;br /&gt;         Dalam banyak hal, manajemen tradisional sering menggunakan paradigma lama dalam membuat kepuasan. Sementara itu, Manajemen Peningkatan Mutu (MPM) memanfaatkan hasil inovasi-inovasi baru dalam menentukan tindakannya. Pengendalian kualitas tradisional lebih diarahkan pada mekanisme defensif, yang cenderung berusaha mengurangi kegagalan atau mengeliminasi deteksi. Hal ini berbeda dengan Manajemen Peningkatan Mutu (MPM)  yang selalu memajukan metodologi pengendalian mutu dan mengembangkan teori dan teknik baru dalam meningkatkan mutu.&lt;br /&gt;          Dapat dimengerti apabila Manajemen Peningkatan Mutu (MPM) menggunakan model perencanaan strategik dalam memformulasikan strateginya, karena Manajemen Peningkatan Mutu (MPM) berorientasi pada strategi jangka panjang. Model ini secara spesifik disebut perencanaan kualitas strategik (strategic quality planning). Perencanaan strategik memiliki peran simulasi dan stimulasi. Perencanaan strategik memuat stimulasi masa depan yang diinginkan dan sekaligus pula merupakan stimulasi bagi eksekutif untuk bertanggung jawab melaksanakan rencana yang telah disusun secara efektif.&lt;br /&gt;          Manajemen tradisional cenderung menggunakan pendekatan inspeksi terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi, kemudian berupaya melakukan koreksi. Hal ini, berbeda dengan MPM yang berusaha mencegah kesalahan dan mencapai tingkat kualitas tertentu, sejak perencanaan sampai dengan implementasinya secara terus-menerus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA KOMPONEN PENUNJANG MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU (MPM)&lt;br /&gt;          Manajemen peningkatan mutu mempersyaratkan integrasi dari berbagai faktor yang perlu diintegrasikan. Faktor itu adalah klien (pelanggan), kepemimpinan, tim, proses, dan struktur.&lt;br /&gt;          Pelanggan atau klien. Dalam organisasi MPM pelanggan atau klien adalah seseorang atau kelompok yang menerima produk atau jasa layanan. Jadi, klien tidak berada secara eksternal terhadap organisasi tetapi berada pada setiap tahapan yang mempersyaratkan penyempurnaan hasil sebuah produk atau pemberian layanan. Hal ini menggambarkan bahwa terdapat mata rantai dari klien, yang keterkaitannya bersama dengan proses. Manajemen mutu mempersyaratkan organisasi melakukan penggalian dengan bertanya atau mendengarkan, yang tentunya kepada klien yang tepat. Dalam hal ini diperlukan umpan balik yang pasti untuk menjamin bahwa layanan yang dikerjakan memang tepat. Hal-hal yang tercakup di dalam MPM terhadap pelanggan adalah nilai-nilai organisasi, visi, dan misi yang perlu dikomunikasikan, yang dikerjakan dengan memperhatikan etika dalam pengambilan keputusan dan perencanaan anggaran.&lt;br /&gt;          Kepemimpinan. Jika integritas moral merupakan hal yang fundamental bagi MPM, maka kepemimpinan merupakan cara mengerjakannya. Kepemimpinan dalam konteks MPM adalah menetapkan dan mengendalikan visi. MPM secara tajam menggambarkan perbedaan antara memimpin, memanaj, dan mengadministrasikan. Mutu kepemimpinan mencukupi : visi, kreativitas, sensitivitas, pemberdayaan (empowerment), manajemen perubahan. Pemimpin dalam MPM pada dasarnya peduli dengan nilai-nilai dan orang, menetapkan arah dan mengijinkan orang untuk mencapai target, yang berhubungan dengan hal¬-hal makro maupun mikro. Isu dalam pendidikan adalah sejauh mana kepemimpinan dibedakan dad manajemen dan administrasi.&lt;br /&gt;          Tim. Sebuah tim merupakan kualitas kelompok. Hampir semua kepustakaan menekankan pentingnya kejelasan tujuan dan hubungan interpersonal yang efektif sebagai dasar terjadinya kerja kelompok yang efektif. Baik secara teoretik maupun praktek tim dipandang sebagai hal yang fundamental terhadap manajemen mutu di dalam organisasi.&lt;br /&gt;          Proses. Kunci penting dalam manajemen mutu adalah menetapkan komponen proses kerja. Pada dasarnya, sekali klien menetapkan persyaratan yang telah disepakati, maka hal penting untuk dilakukan adalah menetapkan proses dan prosedur yang menjamin kesesuaiannya dengan persyaratan.&lt;br /&gt;          Struktur. Organisasi yang mencoba memperkenalkan MPM tanpa meninjau strukturnya mungkin akan menghadapi kegagalan. Beberapa organisasi memiliki struktur yang berfokus pada klien cenderung mendasarkan diri pada hirarki formal sekaligus membatasi kerja praktis yang berfokus. Misalnya: organisasi secara utuh memiliki “kedekatan” dengan klien, pemasok berbicara langsung dengan klien.&lt;br /&gt;          MPM yang efektif perlu juga memperhatikan beberapa hal yang mempengaruhi mutu yang dikemukakan oleh Murgatroyd dan Morgan (1994) sebagai "3 Cs of TQM", yaitu: culture, commitment, dan communication.&lt;br /&gt;          Budaya yang dimaksudkan di sini meliputi aturan-aturan, asumsi-¬asumsi, dan nilai-nilai yang mengikat kebersamaan dalam organisasi. Keberhasilan MPM dari suatu organisasi ditentukan bagaimana organisasi menciptakan budaya, seperti: (a) inovasi dipandang bernilai tinggi, (b) status dinomor6uakan, yang dipentingkan adalah performansi dan kontribusi, (c) kepemimpinan adalah sebuah kunci dari kegiatan/tindakan, bukan posisi, (d) ganjaran dibagi rata melalui kerja tim, (e) pengembangan, belajar dan pelatihan dipandang sebagai sarana penunjang, dan (f) pemberdayaan untuk mencapai tujuan yang menantang didukung oleh pengembangan yang berkelanjutan dan keberhasilan seharusnya merupakan iklim untuk memotivasi diri sendiri.&lt;br /&gt;          Keberhasilan MPM suatu organisasi seharusnya melahirkan rasa kebanggaan dan kesempatan untuk berkembang bagi orang-orang di dalamnya (staf dan klien) sehingga mereka merasa sebagai pemilik (ikut memiliki) perwujudan tujuan organisasi bersama dan di antara semua karyawan. Komitmen berarti juga keterlibatan menanggung akibat dalam pencapaian tujuan, menuntut kerja yang sistematik, meneruskan informasi mengenai adanya kesempatan untuk melakukan inovasi dan pengembangan. Komitmen sifatnya normatif.&lt;br /&gt;          Komunikasi di antara anggota tim memiliki kekuatan, walaupun sederhana tetapi efektif. Komunikasi harus didasarkan pada kenyataan dan pengertian yang murni, bukannya asumsi apalagi yang sifatnya humor. Komunikasi memiliki alur yang bebas dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) &lt;br /&gt;          Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Provinsi sebagai daerah otonom mengisyaratkan adanya hak dan kewenangan pemerintah pusat untuk menetapkan kebijakan tentang perencanaan nasional yang menjadi pedoman atau acuan bagi penyelenggaraan pendidikan di provinsi, kabupaten/ kota sebagai daerah otonom. Dalam rangka standardisasi itulah, maka Mendiknas menerbitkan Kepmen No. 053/U/2001 tanggal 19 April 2001 tentang pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.&lt;br /&gt;          Isi SPM tersebut adalah Pedoman SPM Penyelenggaraan TK, SD, SMP. SMA, SMK, dan SLB sebagai berikut.(1). Dasar hukum (2). Tujuan penyelenggaraan sekolah (3).    Standar kompetensi (4). Kurikulum (5). Peserta didik (6). Ketenagaan (7). Sarana dan prasarana (8). Organisasi (9). Pembiayaan (10). Manajemen (11). Peran serta masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman administrasi Sekolah Menengah Pertama berisikan.&lt;br /&gt;1.  Pendahuluan (latar belakang, tujuan, pendekatan, dan ruang lingkup). &lt;br /&gt;     2.  Organisasi sekolah (struktur, fungsi dan tugas, mekanisme hubungan kerja, dan alur kerja).&lt;br /&gt;3.  Penyelenggaraan administrasi sekolah (pengertian, tujuan, dan ruang lingkup).&lt;br /&gt;     4.  Komponen administrasi (kurikulum, kesiswaan, tenaga kependidikan, sarana, persuratan dan kearsipan, dan peran serta masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 129a/U/2004 Tentang Standar Pelayanan Minimal ( SPM ) bidang Pendidikan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)   SPM Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs) terdiri atas : (a). 90 persen anak dalam kelompok usia 13-15 tahun bersekolah di  SMP/MTs. ( b).   Angka Putus Sekolah (APS) tidak melebihi 1 persen dari  jumlah siswa yang ber-sekolah. ( c).  90 persen sekolah memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai dengan standar teknis yang di-tetapkan secara nasional. (d). 80 persen  sekolah  memiliki   tenaga   kependidikan     non  guru  untuk melaksanakan tugas administrasi dan kegiatan non mengajar lainnya. (e).  90 persen dari jumlah guru SMP  yang diperlukan ter-penuhi.(f). 90 persen guru  SMP/MTs memiliki kualifikasi, sesuai  dengan  kompetensi yang ditetapkan secara nasional. ( g). 100 persen siswa memiliki buku pelajaran yang lengkap setiap mata pelajaran. (h). Jumlah siswa SMP/MTs per kelas antara 30– 40 siswa. (i).  90 persen dari siswa yang mengikuti uji sampel mutu pendidikan standar nasional mencapai nilai “memuaskan”   dalam   mata   pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, dan IPS di kelas I dan II. (j). 70 persen dari lulusan SMP/ MTs melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas    (SMA)/  Madrasah Aliyah (MA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar&lt;br /&gt;Kemdiknas terbitkan Permendiknas nomor 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal atau SPM pendidikan dasar.&lt;br /&gt;Kemdiknas telah menerbitkan regulasi baru yakni Permendiknas nomor 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal atau SPM pendidikan dasar. Oleh karen itu Direktorat Mandikdasmen mengadakan sosialisasi Standar pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Jakarta. SPM Pendidikan Dasar ini bertujuan untuk peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan SD/MI dan SMP/ MTs.&lt;br /&gt;SPM pendidikan dasar dapat diartikan sebagai ketentuan tentang jumlah dan mutu layanan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten/kota untuk SD dan SMP dan Kandepag untuk MI dan MTs secara langsung maupun secara tidak langsung melalui sekolah dan madrasah. &lt;br /&gt;SPM diharapkan mampu mempersempit kesenjangan mutu pendidikan  yang kedepannya juga diharapkan berimplikasi pada mengecilnya kesenjangan sosial ekonomi.&lt;br /&gt;SPM mulai diberlakukan tahun 2011 dengan tahapan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah pelatihan guru dan tenaga pendidik. Maka diharapkan dalam waktu tiga tahun atau pada tahun 2013 seluruh SD/MI dan SMP/MTs sudah melaksanakan SPM.&lt;br /&gt;Standar pelayanan minimal pendidikan dasar selanjutnya disebut SPM Pendidikan Dasar adalah tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan formal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan merupakan  ketentuan tentang jumlah dan mutu layanan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota secara langsung maupun secara tidak langsung melalui sekolah dan madrasah. Penerapan SPM dimaksudkan untuk memastikan bahwa di setiap sekolah dan madrasah terpenuhi kondisi minimum yang dibutuhkan untuk menjamin terselenggaranya proses pembelajaran yang memadai. &lt;br /&gt;SPM Pendidikan meliputi layanan-layanan :&lt;br /&gt;* yang merupakan tanggung-jawab langsung Pemerintah Kabupaten/Kota yang menjadi tugas pokok dan fungsi dinas pendidikan untuk sekolah atau kantor departemen agama untuk madrasah (misalnya: penyediaan ruang kelas dan penyediaan guru yang memenuhi persyaratan kualifikasi maupun kompetensi);&lt;br /&gt;* yang merupakan tanggung-jawab tidak langsung Pemerintah Kabupaten/Kota c/q Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama - karena layanan diberikan oleh pihak sekolah dan madrasah, para guru dan tenaga kependidikan, dengan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kantor Kementerian Agama (contoh: persiapan rencana pembelajaran dan evaluasi hasil belajar siswa terjadi di sekolah, dilaksanakan oleh guru tetapi diawasi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota). &lt;br /&gt;SPM Pendidikan menyatakan secara tegas dan rinci berbagai tanggungjawab Pemerintah Kabupaten/Kota c/q oleh Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama dalam menyelenggarakan layanan pendidikan. &lt;br /&gt;SPM Pendidikan menyatakan secara tegas dan rinci berbagai hal yang harus disediakan dan dilakukan oleh dinas pendidikan, sekolah/madrasah untuk memastikan bahwa pembelajaran bisa berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;SPM menyatakan dengan jelas dan tegas kepada warga masyarakat tentang tingkat layanan pendidikan yang dapat mereka peroleh dari sekolah/ madrasah di daerah mereka masing-masing.&lt;br /&gt;SPM tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan tahapan menuju pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP).  &lt;br /&gt;Dengan ditetapkannya SPM Bidang Pendidikan Dasar maka setiap daerah perlu menyusun perencanaan program/kegiatan untuk mencapai SPM. Untuk mengukur sejauh mana kinerja dinas pendidikan telah mencapai SPM atau belum maka dinas pendidikan perlu melakukan pemetaan terhadap kinerja layanan dinas pendidikan/depag serta sekolah-sekolah (SD/MI dan SMP/MTs). Dari pemetaan tersebut diketahui kinerja mana yang belum mencapai SPM dan kinerja mana yang sudah mencapai SPM. &lt;br /&gt;Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, dinas pendidikan perlu menganalisis pencapaian masing-masing indikator yang tercantum dalam standar pelayanan minimum (SPM) bidang pendidikan. Hasil analisis kondisi pencapaian SPM digunakan sebagai bahan masukan dalam merumuskan kebijakan, program, kegiatan dan juga pembiayaan ketika menyusun dokumen rencana strategis pencapaian SPM.&lt;br /&gt;Dengan demikian dalam mengembangkan rencana peningkatan mutu pendidikan setiap kabupaten/kota perlu memperhatikan kondisi pencapaian SPM di daerah masing-masing. Setiap tahun program pencapaian SPM perlu dilaksanakan sampai SPM benar-benar tercapai. Pelaksanaan dan capaian program juga di monitor dan dievaluasi sehingga diketahui indikator apa saja yang belum dicapai, dan berapa perkiraan biaya yang diperlukan untuk mencapai SPM. Sehingga diharapkan semua kabupaten/kota telah mencapai SPM pada tahun 2014.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-151828079828453858?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/151828079828453858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/04/manajemen-standar-pelayanan-minimal-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/151828079828453858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/151828079828453858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/04/manajemen-standar-pelayanan-minimal-di.html' title='MANAJEMEN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI SEKOLAH'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-2413644893272662130</id><published>2011-04-02T03:50:00.000-07:00</published><updated>2011-04-02T04:00:54.923-07:00</updated><title type='text'>RENOVASI MESJID AT-TARBIYAH</title><content type='html'>PROPOSAL &lt;br /&gt;RENOVASI MESJID AT-TARBIYAH&lt;br /&gt;SMP NEGERI 2 CIBEUREUM&lt;br /&gt;Jl.RAYA CIBEUREUM KEC. CIBEUREUM  &lt;br /&gt;KABUPATEN KUNINGAN&lt;br /&gt;Kata Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad wa Alihi Sayyidina Muhammad&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;Allah dan Rasul-Nya Muhammad SAW. memerintahkan umat Islam dimanapun mereka berada agar membangun masjid. Alangkah indah dan bahagianya umat Islam apabila memiliki sarana peribadatan yang memadai keberadaannya.&lt;br /&gt;Kami, Panitia Renovasi Mesjid At-Tarbiyah bersama dengan Warga masyarakat internal Sekolah SMPN 2 Cibeureum, termasuk juga para Alumni yang berlokasi di Jl.Raya Cibeureum No 2 Desa Cibeureum Kec. Cibeureum Kab. Kuningan, berkeinginan merehab dan membangun pusat kegiatan da'wah Islam di lingkungan institusi kami yang lebih memadai dan layak untuk melayani masyarakat Islam Internal sekolah maupun masyarakat eksternal Islam disekitarnya yang membutuhkan.&lt;br /&gt;Saat ini kami terus berupaya mengembangkan Mesjid At-Tarbiyah dengan melakukan perbaikan-perbaikan seperlunya namun tidak begitu berkembang/berhasil secara signifikan. Hal ini dikarenakan pendanaan yang terbatas yang bersumber dari infaq/sodaqoh para siswa/wali murid. Lebih lanjut tidak tertutup kemungkinan kami akan mengerjakan pembangunan sarana penunjang untuk kegiatan-kegiatan imtaq para siswa khususnya seperti ruang kesekretariatan, ruang perpustakaan serta tempat berwudhu yang lebih presentatif. Semua pembangunan sarana penunjang ini akan kami bangun secara bertahap dan tentunya berkesinambungan.&lt;br /&gt;Dengan mengharapkan karunia dan Rahmat Allah Swt, serta bertawasul kepada Sang penutup Rasulullah SAW., beserta Ahlibaitnya as., kami mengetuk hati para dermawan muslimin untuk turut membantu meringankan beban pembiayaan renovasi maupun pembangunan, Semoga kemurahan hati para dermawan mendapat balasan dari Allah Swt., serta pahala yang berlipat ganda. Amin yaa Robbal 'Alamin…. &lt;br /&gt;Terimakasih…., Jazakumullahu Khairon Katsiro.&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuningan, April 2011 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia Pelaksana Renovasi &amp; Pembangunan &lt;br /&gt;Mesjid At-Tarbiyah SMPN 2 Cibeureum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Pelaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eman Leman,S.Ag,M.Pd &lt;br /&gt;Ketua DKM At-Tarbiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Mesjid At-Tarbiyah sejak pertama diresmikan penggunaannya telah menjadi pusat kegiatan keislaman dan mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan dakwah Islam. Selain fungsinya sebagai sarana tempat ibadah (sholat ), Mesjid At-Tarbiyah juga berfungsi sebagai sarana menanamkan nilai–nilai islam kepada civitas SMP Negeri 2 Cibeureum, khususnya siswa-siswi muslim dan sangat berpengaruh secara signifikan terhadap proses pembentukan moral dan prilaku. Di mesjid At-Tarbiyah inilah berbagai kegiatan pelatihan dan kajian keislaman dilakukan, dan secara intensif berlangsung kegiatan pendampingan mata pelajaran agama Islam dan pembinaan keimanan dan ketaqwaan (imtaq) pada waktu-waktu yang ditentukan oleh DKM. Setiap hari Jum’at bagi sebagian siswa (terjadwal) SMP Negeri 2 Cibeureum digunakan sebagai salah satu mesjid yang dipakai membaca surat Yasin berjamaah setiap hari Jum’at. Dari kegiatan mesjid At-Tarbiyah ini pulalah telah banyak dilahirkan siswa-siswi muslim yang berkomitmen tinggi pada nilai moral dan berkemampuan melakukan perubahan masyarakat untuk menuju masyarakat yang Islami.&lt;br /&gt;Seiring perkembangan waktu, jumlah civitas muslim di SMP Negeri 2 Cibeureum dari tahun ketahun semakin meningkat. Saat ini di SMPN 2 Cibeureum terdapat sekitar kurang lebih 415 siswa dan 30 guru/karyawan, jumlah tersebut belum ditambah dengan masyarakat eksternal di lingkungan Cibeureum. Untuk merespon antusiasme jamaah yang sedemikian tinggi terhadap aktivitas spiritual yang diselenggarakan di Mesjid At-Tarbiyah, yang ditandai dengan melimpahnya jumlah jamaah menginspirasi kepengurusan mesjid untuk melakukan renovasi serta perluasan mesjid.&lt;br /&gt;Kondisi pembangunan mesjid saat ini sudah tidak lagi refresentatif, selain ruangan yang sudah terasa sempit dibandingkan jumlah jamaah, serta saat ini telah terjadi berbagai kerusakan fisik bangunan masjid karena umur maupun imbas dari bencana banjir yang beberapa kali melanda lingkungan sekolah, sehingga berkesan ‘kumuh’ dan jauh dari nilai-nilai islami sebagai rumah Allah. Terlihat banyak sekali atap yang bocor, kondisi eternit banyak yang jebol, genting banyak bergelombang dan pecah disebabkan karena rangka atap yang sudah mulai lapuk, serta lantai mesjid yang amblas dibeberapa bagian, sehingga keramik yang menutupi lantai banyak yang pecah/retak bahkan terlepas. Akibat kondisi fisik bangunan yang sudah mulai keropos inilah dikhawatirkan dapat menyebabkan hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan dan kenyamanan jamaah. Atas dasar inilah, maka timbul ide atau gagasan untuk segera dilakukan renovasi khususnya bagian atap mesjid At-Tarbiyah SMP Negeri 2 Cibeureum maupun merubah tampak dan struktur agar terlihat lebih indah, nyaman dan aman. Dengan demikian diharapkan akan menciptakan suasana kondusivitas mesjid sebagai pusat kegiatan keislaman yang melahirkan civitas muslim yang berdedikasi dan kompeten yang berakhlak islami.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan sangat besarnya peran serta dan kontribusi mesjid At-Tarbiyah SMP Negeri 2 Cibeureum  terhadap perkembangan dakwah islam selama ini, baik di internal kampus SMP Negeri 2 Cibeureum pada khususnya, maupun di wilayah sekitar Cibeueum pada umumnya, maka sudah selayaknya tanggung jawab program renovasi mesjid Al-Hidayah SMP Negeri 2 Cibeureum ini bukan hanya menjadi tanggung jawab civitas akademika SMP Negeri 2 saja melainkan menjadi tanggung jawab dari semua pihak yang peduli terhadap perkembangan dakwah Islam dimuka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. LANDASAN&lt;br /&gt;A. “Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Alloh, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Alloh ialah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Alloh, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. At Taubah : 17 – 18).&lt;br /&gt;B. Keutamaan masjid dibandingkan tempat yang lainnya&lt;br /&gt;Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagian negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.TUJUAN&lt;br /&gt;1. Menyediakan tempat ibadah yang representatif, nyaman, dan indah bagi civitas SMP Negeri 2 Cibeureum dan masyarakat sekitar sekolah.&lt;br /&gt;2. Sebagai pusat syiar agama Islam di SMP Negeri 2 Cibeureum dan Masyarakat disekitarnya.&lt;br /&gt;3. Menyediakan tempat ibadah yang multifungsi, yaitu selain sebagai tempat melakukan ibadah sholat, juga bisa berfungsi sebagai tempat untuk melakukan aktivitas sosial keagamaan, berdiskusi tentang berbagai permasalahan umat, tempat menuntut ilmu agama, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya.&lt;br /&gt;4. Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan pembinaan mental siswa dan masyarakat yang berada disekitar lingkungan SMP Negeri 2 Cibeureum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.SUSUNAN KEPANITIAAN&lt;br /&gt;Penasehat : &lt;br /&gt;1. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kabupaten Kuningan &lt;br /&gt;2. Ketua Komite Sekolah &lt;br /&gt;3. Kepala SMP Negeri 2 Cibeureum (Sekaligus Penanggung Jawab)&lt;br /&gt;Ketua Pelaksana : Eman Leman,S.Ag,M.Pd (Ketua DKM)&lt;br /&gt;Sekretaris : Eman Suherman,S.Pd.I &lt;br /&gt;Bendahara : 1. Empat Fatiroh,S.Pd.&lt;br /&gt;2. Suyat&lt;br /&gt;Anggota : &lt;br /&gt;1. Samsu Bachtiar,S.Pd. &lt;br /&gt;2. Oo Kosasih,S.Pd&lt;br /&gt;3. Ketua Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Cibeureum&lt;br /&gt;4. Ketua OSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. ESTIMASI ANGGARAN&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil peninjauan dan perhitungan oleh team TEKNIS (Panitia Renovasi) maka estimasi anggaran biaya tahap I (pertama) terhitung Rp. 74.824.000 ( Tujuh Puluh Empat Juta Delapan Ratus Dua Puluh Empat Ribu Rupiah) (hasil pembulatan) &lt;br /&gt;Catatan : Perhitungan anggaran tersebut belum termasuk perbaikan/pembenahan interior,finishing maupun kelengkapan sound system mesjid, Serta tidak tertutup kemungkinan apabila diperjalanan waktu kita menerima dana melebihi batas rencana, maka akan digunakan sekaligus untuk keperluan perluasan masjid serta sarana pendukung lainnya dengan melakukan revisi ulang RAB dan gambar rencana secara terbuka dan transparan.&lt;br /&gt;( RAB, Photo existing &amp; Gambar Terlampir )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. SUMBER DANA&lt;br /&gt;Berupa uang (zakat mal , infak, sodaqoh, wakaf) dari :&lt;br /&gt;1. Donatur tetap&lt;br /&gt;2. Jama'ah mesjid At-Tarbiyah &lt;br /&gt;3. Instansi/organisasi/perusahaan yang tidak mengikat&lt;br /&gt;4. Masyarakat muslim secara umum&lt;br /&gt;5. Berupa uang (untuk bahan bangunan) sesuai dengan rencana kebutuhan bangunan&lt;br /&gt;6. Usaha lain yang halal dan tidak mengikat.&lt;br /&gt;Sehubungan dalam kegiatan pengumpulan dana renovasi mesjid At-Tarbiyah ini melibatkan peran aktif para Alumni SMP Negeri 2 Cibeureum, Donatur tetap, serta masyarakat luar sekolah yang kemungkinan juga berada ditempat yang jauh bahkan berada di luar kota, maka untuk memudahkan sistem pengumpulan (penyetoran) dana bagi mereka yang akan turut membantu dalam pendanaan namun tempatnya berjauhan dengan lokasi, kami memfasilitasi pengumpulan dana dapat dilakukan dengan cara mentransfer ke rekening khusus Renovasi masjid At-Tarbiyah di :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bank BJB KCP LURAGUNG No.REKENING : 0011288154100 Atas nama : SMP NEGERI 2 CIBEUREUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Photo copy Buku Tabungan terlampir )&lt;br /&gt;Tim Penggalian Dana : Seluruh Pengurus aktif DKM At-Tarbiyah Al-Hidayah, Para Guru &amp; Karyawan, OSIS, serta Para Alumni SMPN 2 Cibeureum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. PENUTUP&lt;br /&gt;"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah, yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan tidak takut melainkan kepada Allah. Lantaran itu mudah-mudahan mereka menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk". (QS. At-Taubah:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu adalah sebaik-baiknya umat yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan kamu beriman kepada Allah". (QS. Al-Imran :110)&lt;br /&gt;Demikian rangkuman proposal renovasi Mesjid At-Tarbiyah SMP Negeri 2 Cibeureum  ini kami ajukan kepada para dermawan muslimin dan muslimat dimanapun berada. Dengan harapan seluruh warga muslim dapat membantu kami.&lt;br /&gt;Tentunya melalui pemaparan ini, kami berharap para dermawan muslimin dan muslimat dimanapun berada mendapatkan informasi yang seluas-luasnya tentang renovasi mesjid, sehingga dapat disebar luaskan kepada sesama warga muslim sehingga dapat memberi masukan dan saran bagi kelanjutan proses renovasi mesjid di lingkungan SMPN 2 Cibeureum ini.&lt;br /&gt;“Tidak diperkanankan memiliki sifat hasad (iri hati) kecuali dalam dua perkara yaitu terhadap seseorang yang didatangi Allah dengan Al-Qur’an dan ia menunaikannya sepanjang malam dan siang hari. Juga terhadap orang yang diberi harta oleh Allah SWT dan menafkahkannya sepanjang malam dan siang hari (dijalan Allah).” ( H.R. Imam Bukhari, hadist ke 5026, Kitab Shahih Bukhari ).&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah turut serta berpartisipasi sehingga proses renovasi mesjid “At-Tarbiyah” ini dapat berjalan seperti sekarang ini. Tak lupa kami juga mohon ma’af yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga muslim apabila dalam melaksanakan proses pembangunan mesjid At-Tarbiyah ini, kami banyak mengganggu waktu dan privasi para dermawan muslimin dan muslimat baik secara langsung maupun tidak langsung. Kami berharap dan berdo’a agar para dermawan sekalian tetap dilindungi oleh Allah SWT, dan tetap diberikan nikmat kesehatan dan Iman. Amien….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuningan, April 2011 Panitia Renovasi Masjid At-Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SMP Negeri 2 Cibeureum                                           Ketua Pelaksana,&lt;br /&gt;(Penanggung Jawab)                                                                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subagio,M.Pd. &lt;br /&gt;NIP.19650607 18903 1 008                                                     KETUA DKM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-2413644893272662130?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/2413644893272662130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/04/renovasi-mesjid-at-tarbiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2413644893272662130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2413644893272662130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/04/renovasi-mesjid-at-tarbiyah.html' title='RENOVASI MESJID AT-TARBIYAH'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-4993879580612125890</id><published>2011-03-14T09:29:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T09:33:30.533-07:00</updated><title type='text'>SMPN 2 CIBEUREUM KEMBANGKAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK</title><content type='html'>By : Admin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyongsong tahun pelajaran 2011/2012 SMPN 2 Cibeureum terus melakukan inovasi dan kreatifitas dalam memajukan sekolah dengan beberapa program kegiatan yang sudah direncanakan baik di bidang fisik maupun dibidang pembinaan SDM guru untuk peningkatan mutu sekolah. Dari tahun ketahun dibidang fisik sekolah ini telah menunjukkan beberapa perubahan antara lain pelebaran lapangan volley ball, penyediaan sarana tempat parkir, pembuatan jalan siswa dengan paving block, dibidang pembinaan SDM guru sekolah ini mengharuskan semua guru menguasai teknologi khususnya pemakaian laptop sebagai sarana penunjang KBM dengan aplikasi pogram power point,dan mengarah pada pembelajaran berbasis TIK. Sekolah yang saat ini dikepalai oleh bapak Subagio,M.Pd meskipun keberadaannya jauh dari pusat kota Kuningan namun dalam hal pemanfaatan teknologi komunikasi (internet) tidak ketinggalan dengan sekolah-sekolah yang ada di kota hal ini ditandai dengan adanya blog sekolah dengan alamat http://smpnduacibeureum.blogspot.com sehingga informasi-informasi perkembangan kemajuan sekolah sudah dapat terexpose.&lt;br /&gt;“Untuk tahun pelajaran ini sekolah kami sudah ada 4 orang guru yang berijazah S2, sehingga mudah-mudahan dapat mempercepat program-program untuk kemajuan sekolah apabila ditunjang dengan sumber daya guru yang memadai” ujar Subagio pada saat wawancara dengan Admin. Lebih lanjut Subagio menjelaskan  “Untuk memajukan sekolah ada beberapa hal yang sangat penting diantaranya guru,kurikulum, siswa,kepala sekolah dan kemitraan dengan masyarakat”.&lt;br /&gt;Pada saat lampau sekolah ini pernah hanya mencapai kelulusan 47,01 persen dari jumlah peserta UN 135 siswa yang lulus hanya 63 siswa orang dan yang tidak lulus 72 siswa sehingga hal ini mengakibatkan kurang mendapat kepercayaan dari masyarakat Cibeureum untuk melanjutkan ke sekolah ini, Permasalahan yang diungkap di atas sampailah pada bagaimana mengelola sekolah agar lebih efektif dan efisien sesuai ketentuan berlaku dan kemampuan yang dimiliki pada fase pengembangan selanjutnya supaya bisa mendapat kepercayaan lagi dari masyarakat. Untuk itu Subagio mencoba merefleksikan tindakan berkenaan dengan pemecahan masalah tersebut dimulai dengan Peningkatan Program Pengembangan Diri Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan.&lt;br /&gt;Sehingga memasuki tahun ketiga kepemimpinan bapak Subagio,M.Pd di sekolah ini sudah ada kemajuan yang cukup signifikan terutama dari disiplin siswanya ada perubahan yang sangat menonjol ditandai dengan penggunaan seragam celana panjang bagi laki-laki dan pemberlakuan mengucapkan salam dan berjabat tangan bila siswa bertemu dengan kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi, dan kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat Cibeureum hal ini ditandai dengan pendaftar siswa baru yang terus meningkat setiap memasuki tahun pelajaran.&lt;br /&gt;Dalam hal penguasaan manajemen sekolah Subagio sudah tidak diragukan lagi banyak tulisan-tulisannya yang telah dimuat diberbagai media cetak baik lokal maupun nasional untuk kemajuan pendidikan dan mungkin satu-satunya kepala SMP di Kabupaten Kuningan yang mempunyai blog pribadi dengan alamat http://subagio-subagio.blogspot.com.&lt;br /&gt;Pada saat wawancara Admin juga sempat mengunjungi mesjid At-Tarbiyah SMPN 2 Cibeureum yang pernah dinobatkan sebagai juara harapan 2 tingkat kabupaten Kuningan pada Hari Amal Bakti Kementrian Pendidikan Agama tahun 2010. “Untuk tahun ini dibidang fisik bapak kepala sekolah merencanakan pengadaan tempat wudhu pria disisi sebelah utara dari mesjid At Tarbiyah hal ini untuk lebih meningkatkan lagi pembinaan siswa dibidang keagamaan”. Ujar pembina bidang keagamaan Eman Leman,S.Ag,M.Pd.&lt;br /&gt;Merupakan suatu harapan bagi SMPN 2 Cibeureum apabila pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan sarana pembelajaran yang cukup representatif sebab masih ada 3 lokal yang perlu mendapatkan rehabilitasi berat dan ruang laboratorium IPA yang sudah tidak layak untuk disebut sebagai sebuah laboratorium karena kondisinya yang sangat memprihatinkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-4993879580612125890?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/4993879580612125890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/03/smpn-2-cibeureum-kembangkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4993879580612125890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4993879580612125890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/03/smpn-2-cibeureum-kembangkan.html' title='SMPN 2 CIBEUREUM KEMBANGKAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-4137510616304982465</id><published>2011-03-03T06:44:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T08:29:54.653-08:00</updated><title type='text'>Peningkatan Mutu Guru Era Sertifikasi</title><content type='html'>Oleh : Subagio,M.Pd. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; UU Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru merupakan suatu profesi tersendiri di masyarakat yang setara dengan profesi-profesi lain seperti dokter, akuntan, notaris, pengacara, atau apoteker. UU ini juga mengatur kualifikasi pendidikan minimal untuk memenuhi persyaratan profesi, serttifikasi profesi, pendidikan keprofesian berkelanjutan, hak dan kewajiban pendidik, kesejahteraan pendidik, pengangkatan, mutasi, pemberian penghargaan, pemberhentian pendidik, dan organisasi profesi pendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; UU Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Untuk melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru tidak hanya memiliki kepribadian yang dapat diandalkan sehingga menjadi sosok panutan bagi peserta didik, keluarga maupun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selaras dengan kebijaksanaan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan nasional, maka kedudukan dan peran guru semakin bermakna strategis dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas. Di sinilah makin disadari akan kebutuhan guru-guru berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; UU Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru yang berhak mendapatkan sertifikat profesi harus melalui syarat-syarat tertentu, salah satunya adalah berijazah S-1 atau D-4. Hal ini berlaku bagi guru mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat. UU Guru dan dosen juga menjadi payung hukum peningkatan kompetensi guru, dan dosen, melalui program sertifikasi pendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sertifikasi guru setidaknya memiliki tiga tujuan utama, Pertama sertifikasi merupakan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kedua, peningkatan proses dan mutu hasil pendidikan. Ketiga, peningkatan profesionalitas guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sertifikasi pendidik diharapkan mampu meningkatkan mutu guru disertai peningkatan kesejahteraan guru, sehingga ujungnya dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Mereka yang sudah lulus sertifikasi akan mendapat peningkatan kesejahteraan guru berupa pemberian tunjangan profesi, yang besarnya satu kali gaji pokok. Tunjangan profesi tersebut untuk semua guru, baik guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun guru non PNS/swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Proses sertifikasi pendidik sebenarnya sudah dilaksanakan mulai tahun 2006. Namun, saat itu ada beberapa masalah yang menjadi penghambat, di antaranya Rancangan peraturan Pemerintah (RPP) tentang Guru yang masih tertahan di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Faktor penghambat lain saat itu adalah belum siapnya Lembaga Pendidikan tenaga Kependidikan (LPTK) dalam melaksanakan uji sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Meski PP Guru hingga pertengahan 2007 belum disahkan, sertifikasi pendidik akhirnya dilaksanakan berbekal Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 18 Tahun 2007. Tahap awal sertifikasi itu dilaksanakan dengan format uji portofolio. Portofolio adalah bukti fisik berupa dokumen yang menggambarkan pengalaman berkarya/prestasi yang dicapai dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru dalam interval waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara lebih rinci, ada 10 komponen portofolio, yakni (1) kualifikasi akademik, (2) pendidikan dan pelatihan, (3) pengalaman mengajar, (4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, (5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6) prestasi akademik, (7) karya pengembangan profesi, (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman organisasi bidang kependidikan dan sosial, dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sungguh tepat langkah Mendiknas Bambang Sudibyo membentuk direktorat jenderal baru yang khusus menangani guru da tenaga kependidikan, yaitu Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) pada tahun 2005. Ditjen PMPTK pun menjadi institusi yang bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Upaya Ditjen PMPTK dalam rangka peningkatan mutu guru adalah dengan pembinaan melalui berbagai wahana. Di antaranya mengembangkan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran  (MGMP). Berbagai pendidikan dan pelatihan juga diberikan melaui Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) dan Lembaga Penjami Mutu Pendidikan (LPMP) yang berkedudukan di ibukota propinsi, sebelum era otonomi adalah Balai Penataran Guru (BPG).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Peran P4TK dan LPMP dalam menunjang mutu guru sangat besar agar arah penjaminan mutu, khususnya dari sisi SDM, focus pada peningkatan mutu guru yang dikelompokan menjadi dua, yakni dari segi kulifikasi dan kompetensi. Dari sisi kualifikasi tinggal memilih saja, mana guru-guru yang sudah lulus S-1 atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sementara dari sisi kompetensi bisa dipilah-pilah menjadi tiga hal, Pertama, guru harus membangun komitmen sebagai guru yang baik, artinya, guru benar-benar mengajar karena cita-cita bukan sekadar pekerjaan rutin, Kedua, guru harus menguasai materi atau kompetensi, Ketiga, guru harus menguasai teaching skill atau keterampilam mengajar dengan baik. Guru yang menguasai tiga kompetensi ini baru bisa melakukan proses pembelajaran dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ditjen PMPTK juga menggulirkan program Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU). Program  BERMUTU merupakan strategi terbaik dalam meningkatkan kualifikasi dan penerapan sertifikasi guru. Sekaligus sebagai uji coba hasil rekomendasi studi yang dilakukan pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda didukung Bank Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cikal bakal program tentang manajemen guru ini sudah dilaksanakan pada tahun 2006. Ketika itu, pemerintah Indonesia, melalui Ditjen PMPTK, bekerjasama dengan pemerintah Belanda, didukung Bank Dunia, dan USAID melakukan studi mengenai manajemen guru. BERMUTU menekankan pada perbaikan manajemen pendidikan dan manajemen kinerja guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apreiasi tinggi pada profesi guru itu merupakan bagian dari tuntuan dunia internasional. ILO dan UNESCO sebagai organisasi di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), misalnya, mengakui staus profesi guru pada tempat tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kata “status” yang digunakan di dalam rekomendasi ILO/UNESCO mengenai Status Guru (The Status of Teachers) tahun 1966, bermakna bahwa kedudukan dan penghormatan yang diberikan kepada guru harus sesuai. Hal itu dibuktikan dengan tingkat penghargaan akan pentingnya fungsi dan kemampuannya melaksanakan fungsi, kondisi kerja, pengupahan dan keuntungan-keuntungan material lain yang diberikan kepada mereka dibandingkan dengan kelompok-kelompok profesi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ILO/UNESCO merekomendasikan bahwa status guru hendaklah sebanding dengan kebutuhan dan tuntutan akan maksud dan tujuan pendidikan, serta harus diakui bahwa status guru yang tepat dan penghormatan umum bagi profesi pengajaran sangat penting untuk mewujudkan maksud dan tujuan pendidikan seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lahirnya UU Guru dan Dosen menempatkan Indonesia sebagai negara yang telah memposisikan profesi guru di tempat yang sangat terhormat, baik secara formal maupun sosial. Sebelum ditetapkannya UU Guru dan Dosen, “guru sebagai profesi” telah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada 2 Desember 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pencanangan guru sebagai profesi merupakan pengakuan formal atas profesi guru sebagai profesi yang bermartabat. Yang diharapkan menjadi tonggak awal bangkitnya apresiasi tinggi pemerintah dan masyarakat terhadap profesi guru, ditandai dengan pemberian penghargaan, perbaikan kesejahteraan, perlindungan hukum, perlindungan profesi, perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja bagi para guru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-4137510616304982465?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/4137510616304982465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/03/peningkatan-mutu-guru-era-sertifikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4137510616304982465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4137510616304982465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/03/peningkatan-mutu-guru-era-sertifikasi.html' title='Peningkatan Mutu Guru Era Sertifikasi'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-5440972363651590594</id><published>2011-03-02T01:34:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T05:25:19.639-08:00</updated><title type='text'>METODE PEMBELAJARAN INQUIRI</title><content type='html'>Oleh : Ayati,M.Pd.*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kualitas hasil belajar bertujuan untuk meningkatkan Sumber daya manusia, yang mampu berkompetisi dengan bangsa lain..Untuk mencapai hal itu diperlukan sistem pendidikan dan kurikulum yang bersifat fleksibel dan dinamis serta mampu mengakomodasi keanekaragaman kemampuan peserta didik, potensi sekolah, kualitas guru dan sarana pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat.&lt;br /&gt;              Menyadari hal itu, pemerintah telah melakukan penyempurnaan sistem pendidikan. Undang-undang RI No.20 tahun 2003 menjelaskan bahwa pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses pembelajaran. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan anak didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berahlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara. Jadi jelas akhir proses pendidikan seharusnya mampu mengukur potensi keseluruhan anak didik dan bukan hanya pada aspek kognitif tetapi menjangkau afektif dan memiliki seperangkat keterampilan.&lt;br /&gt;       Pembelajaran yang dilakukan guru umumnya dalam bentuk satu arah dan sementara pesrta didik hanya sebagai pendengar. Hal ini menyebabkan peserta didik kurang aktif dan kreatif. Menurut Nursid Sumaatmaja (1997:1) menyatakan: Sebagai individu yang utuh, anak memiliki dasar mental yang mencirikan       vitalitas hidupnya. Dasar mental meliputi dorongan ingin tahu (sense of curosty), minat (sense of interenst), dorongan ingin melihat kenyataan (sense of realitiy), dorongan ingin menemukan sendiri gejala-gejala dalam kehidupan (sense of discovery).&lt;br /&gt;       Pembelajaran yang kurang menyentuh dasar mental anak mengakibatkan anak kurang menyenangi salah satu mata pelajaran. Semestinya guru lebih memperhatikan proses pembelajaran di dalam kelas agar mendorong kemampuan peserta didik untuk berpikir dan akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar. Dengan demikian guru dituntut mampu mengembangkan ide  atau gagasan kreatif agar dapat mengelola pembelajaran dengan baik. Keterampilan dan kecermatan seorang guru dalam menentukan metode pembelajaran yang dapat mengembangkan kreatifitas berpikir anak adalah salah satu kemampuan yang dituntut dari seorang guru.&lt;br /&gt;       Prestasi belajar siswa adalah hasil dari berbagai upaya dan daya yang tercermin dari partisifasinya belajar yang dilakukan siswa dalam mempelajari materi pelajaran yang diajarkan guru. Kuat lemahnya partisifasi belajar yang dilakukan siswa bergantung pada seberapa kuat motivasinya dalam belajar. Dalam hal ini motivasi merupakan unsur yang kuat dalam menentukan hasil belajar siswa karena salah satu fungsi motivasi adalah mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan, dalam hal ini belajar.&lt;br /&gt;       Hasil belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku sebagai hasil proses belajar yang mencakup penguasaan peserta didik terhadap seperangkat pengetahuan, keterampilan, setelah peserta didik menjalani proses belajar. Surya (1996 : 19) mengatakan bahwa hasil pembelajaran adalah perubahan perilaku individu secara keseluruhan yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor.&lt;br /&gt;       Untuk menciptakan situasi pembelajaran yang baik, dalam hal ini situasi yang dapat membawa anak mencapai perubahan tingkah laku yang diharapkan maka seorang guru harus dapat memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar yang akan diberikan. Memilih metode pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi peserta didik untuk kreatif berpikir, dapat menggunakan nalar berpikir yang sistematis sehingga menghasilkan hasil belajar yang optimal, adalah tugas guru sebagai pencipta suasana pembelajaran yang kondusif. Guru harus dapat menggali potensi yang ada pada setiap anak, oleh sebab itu pemilihan metode pembelajaran harus benar-benar berpegang pada konsep bahwa siswa memiliki potensi yang hidup yang sedang berkembang. Sebagaimana dikemukakan oleh Oemar Hambalik (2001:170) Siswa adalah suatu organisme yang hidup, di dalam dirinya beraneka ragam kemungkinan dan potensi yang hidup yang sedang berkembang. Di dalam dirinya terdapat prinsip aktif, keinginan untuk berbuat dan bekerja sendiri.&lt;br /&gt;       Guru memegang peran yang sangat sentral dalam keseluruhan proses belajar mengajar, guru dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas belajar siswa dalam bentuk kegiatan belajar yang dapat menghasilkan pribadi yang mandiri, pelajar yang aktif, pekerja yang produktif dan anggota masyarakat yang baik. Guru tidak terbatas hanya sebagai pengajar dalam arti penyampai pengetahuan, akan tetapi lebih meningkat sebagai perancang pengajaran, manajer pengajaran, pengevaluasi hasil belajar dan direktur belajar, sebagaimana dikemukakan Muhammad Surya (2004 : 53).&lt;br /&gt;       Guru merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pendidikan. Sebaik apapun kurikulum yang dikembangkan dan sarana yang disediakan pada akhirnya guru yang melaksanakannya dalam proses pembelajaran. Karena banyak ahli menyebutkan bahwa guru merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan. Guru yang berperan langsung dalam proses pembelajaran di kelas, metode pembelajaran yang menjadi alat untuk mengaktualisasikan perencanaan pengajaran itu menjadi kunci keberhasilan penyampaian pengajaran. Bagaimana membangkitkan motivasi anak untuk aktif belajar menjadi pertimbangan dalam pemilihan metode pembelajaran,  metode pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi anak didik sehingga memperoleh hasil belajar yang optimal.&lt;br /&gt;       Pemilihan metode pembelajaran Inquiri diharapkan dapat menggali potensi peserta didik karena metode ini dipandang sebagai metode yang dalam proses belajar anak dituntut untuk mampu mencari dan menemukan informasi belajar baru untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sebagaimana dinyatakan oleh Richard Schuman (1962), bahwa teori mengajar inquiri adalah teori mengajar yang dikembangkan berdasarkan pemikiran bahwa siswa memiliki kemampuan untuk percaya pada diri sendiri dengan cara berpikir dan belajar sendiri sehingga ia mampu menemukan jawaban dan menganalisanya sendiri hingga pada akhirnya mampu menjelaskan hasil belajar sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Metode Pembelajaran Inquiri&lt;br /&gt;        Metode pembelajaran Inquiri merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar pemikiran ilmiah kepada siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreatifitas sendiri dalam memecahkan masalah. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Peranan guru dalam metode Inquiri sebagai fasilisator, tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah.&lt;br /&gt;       Di bawah ini akan dikemukakan beberapa pendapat mengenai metode Inquiri menurut bebera ahli :&lt;br /&gt;      Mulyasa (2003:234) menyatakan bahwa : Metode Inquiri adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiri menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar yang aktif.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;      Roestiyah (2001 : 75) menyatakan bahwa : metode Inquiri adalah merupakan suatu teknik atau cara yang dipergunakan guru untuk mengajar di depan kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah kepada siswa di dalam kelas.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Suryo Subroto (2002 : 192) menyatakan bahwa : Metode Inquiri adalah perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam, artinya proses Inquiri mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan masalah, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisa data dan menarik kesimpulan.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;       Richard Schuman (1962) seperti dikutip oleh Moh.Ali (2007:66) menyatakan bahwa: Metode Inquiri adalah teori mengajar yang dikembangkan berdasarkan pemikiran bahwa siswa memiliki kemampuan untuk percaya pada diri sendiri dengan cara berpikir dan belajar sendiri sehingga ia mampu menemukan jawaban dan analisanya sendiri hingga pada akhirnya mampu menjelaskan hasil belajarnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dalam mempraktekan metode ini maka seorang guru diharapkan mampu mendekati, mengenali, menggali dan mengembangkan potensi-potensi belajar anak. Berdasarkan pemikiran ini maka teori mengajar inquiri akan lebih bermanfaat dan efektif untuk memberikan kesempatan pada anak agar bisa mandiri dalam belajar dan berfikir tentang sesuatu hingga mereka memiliki pemahaman berdasarkan pola dan proses belajar yang ia alami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Walaupun dalam prakteknya aplikasi metode pembelajaran Inquiri sangat beragam,tergantung pada situasi dan kondisi sekolah, namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran melalui Inquiri terdapat  lima komponen yang umum yaitu Question, Student Engangement, Cooverative Interaction, Performanvce Evalution, dan Variety of Resoureces (Garton,2005).&lt;br /&gt;       Questions : Pembelajaran biasanya dimulai dengan pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan kekaguman siswa akan suatu fenomena.&lt;br /&gt;       Student Engangement : keterlibatan siswa merupakan suatu keharusan sedang peran guru adalah sebagai fasilisator, sedangkan siswa dituntut untuk terlibat dalam menemukan jawaban terhadap konsep yang dipelajari.&lt;br /&gt;       Cooveratif Interaction : Siswa diminta untuk kooperatif, bekerja dalam kelompok mendiskusikan berbagai gagasan.&lt;br /&gt;       Perfomance Evaluation : Dalam menjawab permasalahan, siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dihadapi.&lt;br /&gt;       Variaty of Resources : siswa dapat menggunakan berbagai sumber belajar, misalnya buku teks, televise, website, poster, wawancara dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;       Kendatipun metode ini berpusat pada peserta didik, namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan. Kadang kala guru perlu memberikan komentar dan saran kepada peserta didik. Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif dengan menggunakan pasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi.&lt;br /&gt;       Inquiri pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang telah dialami karena itu Inquiri menuntut peserta didik berpikir. Metode pembelajaran ini menuntut peserta didik memproses pengalaman belajar, mencari sesuatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. Dengan demikian melalui metode ini peserta didik dibiasakan untuk produktif, analitis dan kritis.&lt;br /&gt;       Langkah-langkah dalam proses Inquiri adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu, mempraduga suatu jawaban, serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan itu untuk menganalisa data yang baru.(Mulyasa,2005:235).&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt; Strategi pelaksanaan Inquiri adalah :&lt;br /&gt;1. Guru memberikan penjelasan, intruksi atau pertanyaan terhadap materi yang diajarkan.&lt;br /&gt;2. Memberi tugas kepada peserta didik  untuk menjawab pertanyaan yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa.&lt;br /&gt;3. Guru memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik.&lt;br /&gt;4. Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya.&lt;br /&gt;5. Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.(Mulyasa,2005:236)&lt;br /&gt;Beberapa keunggulan metode Inquiri :&lt;br /&gt;1. Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide dengan lebih baik.&lt;br /&gt;2. Membantu dalam menggunakan ingatan dan transper pada situasi proses belajar yang baru.&lt;br /&gt;3. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikaf jujur, objektif dan terbuka.&lt;br /&gt;4. Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri.&lt;br /&gt;5. Memberi kepuasan yang bersifat instrinsik.&lt;br /&gt;6. Situasi belajar lebih menggairahkan.&lt;br /&gt;7. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu.&lt;br /&gt;8. Memberi kebebasan kepada siswa untuk belajar sendiri.&lt;br /&gt;9. Menghindari diri dari cara belajar tradisional.&lt;br /&gt;10. Dapat memberikan wakktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.(Roestiyah,2001:77)&lt;br /&gt;        Beberapa kelemahan metode Inquiri :&lt;br /&gt;1. Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini.&lt;br /&gt;2. Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar.&lt;br /&gt;3. Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional.&lt;br /&gt;4. Mengajar dengan metode ini mungkin akan dipandang sebagai terlalu memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan sikap dan keterampilan.&lt;br /&gt;5. Dalam beberapa ilmu (misalnya IPA) fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide mungkin tidak ada.&lt;br /&gt;6. Strategi ini mungkin tidak akan member kesempatan untuk berpikir kreatif, kalau pengertian-pebgertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru.(Suryosubroto, 2002:201)&lt;br /&gt;       Dalam proses belajar siswa memerlukan waktu untuk menggunakan daya otaknya untuk berpikir dan memperoleh pengertian tentang konsep, prinsip dan teknik menyelidik masalah.&lt;br /&gt;       Untuk meningkatkan teknik Inquiri dapat ditimbulkan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Membimbing kegiatan laboratorium&lt;br /&gt;       Guru menyediakan petunjuk yang lebih luas kepada siswa, dan sebagian besar perencanaanya dibuat oleh guru. Di mana siswa melakukan kegiatan percobaan/penyelidikan untuk menemukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang telah ditetapkan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Modifikasi Inquiri&lt;br /&gt;       Dalam hal ini guru hanya menyediakan masalah-masalah, dan menyediakan bahan/alat yang diperlukan untuk memecahkan masalah secara perseorangan ataupun kelompok. Bantuan yang bisa diberikan harus berupa pertanyaan-pertanyaan , yang memungkinkan siswa dapat berpikir dan menemukan cara-cara penelitian yang tepat.&lt;br /&gt;3) Kebebasan Inquiri&lt;br /&gt;       Setelah siswa mempelajari dan mengerti tentang bagaimana memecahkan masalah suatu problema dan memperoleh pengetahuan cukup tentang mata pelajaran tertentu; serta telah melakukan modifikasi inquiri maka siswa telah siap untuk melakukan kegiatan kebebasan inquiri. Dimana guru dapat mengundang siswa untuk melibatkan diri dalam kegiatan kebebasan inquiri dan siswa dapat mengidentifikasi dan merumuskan macam-macam masalah yang akan dipelajari.&lt;br /&gt;4) Inquiri Pendekatan Peranan&lt;br /&gt;       Siswa dilibatkan dalam pemecahan proses pemecahan masalah, yang cara-caranya serupa dengan cara-cara yang biasanya diikuti oleh para ilmuwan. Suatu undangan memberikan suatu masalah kepada siswa, dan dengan pertanyaan yang telah direncanakan dengan teliti, mengundang siswa untuk melakukan beberapa kegiatan seperti : merancang eksperimen, merumuskan hipotesa, menetapkan pengawasan dan seterusnya.&lt;br /&gt;5) Mengundang Kedalam Inquiri&lt;br /&gt;       Merupakan kegiatan proses belajar mengajar yang melibatkan siswa dalam tim-tim yang masing-masing terdiri dari empat anggota untuk memecahkan masalah, masing-masing anggota diberi tugas suatu peranan yang berbeda-beda seperti : coordinator tim, penasihat teknis, merekam data, proses penilaian. Anggota tim menggambarkan peranan-peranan di atas, bekerja sama untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan topic yang akan dipelajari.&lt;br /&gt;6) Teka-Teki Bergambar&lt;br /&gt;       Adalah salah satu teknik untuk mengembangkan motivasi dan perhatian siswa di dalam diskusi kelompok kecil/besar. Gambar, peragaan atau situasi yang sesungguhnya dapat digunakan untuk meningkatkan cara berpikir kritis dan kreatif siswa.&lt;br /&gt;7) Syinestis Lesson&lt;br /&gt;       Pendekatan ini untuk menstimulir bakat-bakat kreatif siswa. Misalnya science dan ilmu-ilmu sastra lebih lanjut dikatakan bahwa emosi, efektif dan komponen-komponen a –rasional kreatif pada permulaanya adalah lebih penting dibandingkan dengan pikiran-pikiran rasional. Pada dasarnya “synectics” memusatkan pada keterlibatan siswa untuk membuat berbagai macam bentuk kiasan agar supaya dapat membuka intelegensinya dan mengembangkan daya kreativitasnya. Hal itu dapat dilaksanakan karena kiasan dapat membantu dalam melepaskan ikatan structural mental yang melekat kuat dalam memandang suatu masalah sehingga dapat menunjang timbulnya ide-ide kreatif.&lt;br /&gt;8) Kejelasan Nilai-Nilai&lt;br /&gt;       Perlu diadakan evaluasi lebih lanjut tentang keuntungan-keuntungan pendekatan ini, terutama yang menyangkut sikap, nilai-nilai dan pembentukan “self concept” siswa. Ternyata dengan teknik Inquiri siswa melakukan tugas-tugas kognitif lebih baik.&lt;br /&gt;       Agar teknik ini dapat dilaksanakn dengan baik memerlukan kondisi-kondisi sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Kondisi yang fleksibel.&lt;br /&gt;2. Kondisi lingkungan yang resfonsif.&lt;br /&gt;3. Kondisi yang memudahkan untuk memusatkan perhatian.&lt;br /&gt;4. Konndisi yang bebas dari tekanan&lt;br /&gt;       Dalam teknik Inquiri guru berperan untuk :&lt;br /&gt;1. Menstimulir dan menantang siswa untuk berpikir.&lt;br /&gt;2. Memberi fleksibilitas dan kebebasan untuk berinisiatif dan bertindak.&lt;br /&gt;3. Memberikan dukungan untuk Inquiri.&lt;br /&gt;4. Menentukan diagnose kesulitan-kesulitan siswa dan membantu mengatasinya.&lt;br /&gt;5. Mengidentifikasi dan memnggunakan “teach able moment” sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;       Hal-hal yang perlu distimulir dalam proses belajar melalui Inquiri :&lt;br /&gt;1) Otonomi siswa.&lt;br /&gt;2) Kebebasan dan dukungan pada siswa.&lt;br /&gt;3) Sikap keterbukaan.&lt;br /&gt;4) Percaya pada diri sendiri dan kesadaran akan harga diri.&lt;br /&gt;5) Self-concept.&lt;br /&gt;6) Pengalaman inquiri, terlibat dalam masalah-masalah.&lt;br /&gt;*) Penulis adalah Guru SMPN 2 Cibeureum Kab. Kuningan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-5440972363651590594?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/5440972363651590594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/03/metode-pembelajaran-inquiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5440972363651590594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/5440972363651590594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/03/metode-pembelajaran-inquiri.html' title='METODE PEMBELAJARAN INQUIRI'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-2186229129536876346</id><published>2011-03-01T04:04:00.000-08:00</published><updated>2011-03-01T04:06:17.226-08:00</updated><title type='text'>Mendagri dan Mendiknas Bahas Pencairan Dana Bos</title><content type='html'>Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M. Nuh bertemu dengan para sekretaris daerah provinsi untuk membahas pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS).&lt;br /&gt;Mendagri menuturkan, di Jakarta, Selasa, daerah seharusnya segera mencairkan dana BOS, sehingga tidak mengganggu aktivitas pendidikan.&lt;br /&gt;Untuk itu, pemerintah mengumpulkan sekda provinsi agar segera berkoordinasi dengan sekda kabupaten/kota soal pencairan dana BOS.&lt;br /&gt;"Kita undang sekretaris daerah provinsi, supaya nanti bisa mengundang sekretaris daerah kabupaten/kota soal dana BOS. Ini kan persiapan untuk ujian nasional, supaya pendistribusian lancar," kata Mendagri saat ditemui bersama Mendiknas di Nuh Gedung Kementerian Dalam Negeri.&lt;br /&gt;Menambahkan penjelasan Mendagri, Mendiknas menuturkan pertemuan dengan sekda provinsi ini dalam rangka mengingatkan daerah terutama kabupaten/kota untuk segera mencairkan dana BOS yang merupakan hak dari sekolah-sekolah.&lt;br /&gt;Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menyalurkan dana BOS tersebut ke kabupaten/kota. Dana BOS tersebut, sebanyak 70 persen dialokasikan untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;"Pertemuan ini untuk "memaksa", saya pakai tanda petik, supaya kabupaten/kota itu segera mungkin mencairkan dana, segera ditransfer ke sekolah-sekolah," kata Mendiknas.&lt;br /&gt;Ia menjelaskan hingga saat ini baru 77 kabupaten/kota yang telah mencairkan dana BOS, sementara selebihnya sekitar 400 kabupaten/kota belum menyalurkan dana tersebut. Mendiknas mengingatkan dana BOS itu harus disalurkan segera.&lt;br /&gt;"Kita sepakat bersama kawan-kawan sekda, biro keuangan, untuk segera mengundang kabupaten/kota untuk ada unsur memaksa, supaya segera cair," katanya.&lt;br /&gt;Sementara itu, sebelumnya, Mendagri dan Mendiknas mengeluarkan surat edaran tentang pedoman pengelolaan dana BOS dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2011.&lt;br /&gt;Surat edaran tersebut berisi instruksi agar kepala daerah menyediakan BOS dari sumber APBD, memasukkan program BOS dalam agenda audit pemerintah daerah, dan menyediakan dana untuk pengawasan dan evaluasi BOS yang bersumber dari APBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://id.news.yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-2186229129536876346?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/2186229129536876346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/03/mendagri-dan-mendiknas-bahas-pencairan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2186229129536876346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/2186229129536876346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/03/mendagri-dan-mendiknas-bahas-pencairan.html' title='Mendagri dan Mendiknas Bahas Pencairan Dana Bos'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-1301972777990387873</id><published>2011-03-01T03:13:00.000-08:00</published><updated>2011-03-01T03:27:09.727-08:00</updated><title type='text'>MENUJU SMP BERMUTU</title><content type='html'>Oleh : Subagio,M.Pd.*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tuntutan untuk menyelenggarakan pendidikan bermutu merupakan amanat dari UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 50 ayat 2 berbunyi :”Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional”. Selanjutnya, untuk menjamin terselenggaranya pendidikan bermutu yang didasarkan pada standar nasional pendidikan, maka pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tersebut dinyatakan ada delapan komponen Standar Nasional Pendidikan (SNP), yakni standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar sarana dan prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Seluruh penyelenggaraan pendidikan harus mengacu pada tercapainya delapan standar nasional tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain amanat undang-undang sebagaimana dikemukakan di atas, sekurang-kurangnya ada Sembilan alasan yang mendasari perlunya penyelenggaraan pendidikan SMP yang bermutu. Pertama, dewasa ini kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap pendidikan bermutu semakin tinggi. Jika penyelenggaraan pendidikan berlangsung ala kadarnya, maka lambat laun akan ditinggalkan oleh masyarakat. Masyarakat menyadari bahwa pendidikan telah menjadi salah satu pranata kehidupan social yang kuat dan berwibawa, serta memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan peradaban bangsa kita. Pendidikan mampu melahirkan masyarakat terpelajar dan berakhlak mulia yang menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat sejahtera. Pendidikan juga meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga mampu hidup harmonis dan toleran dalam kemajemukan, sekaligus memperkuat kohesi social dan memantapkan wawasan kebangsaan untuk mewujudkan masyarakat yang demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain itu, masyarakat menyadari pula bahwa penyelenggaraan pendidikan bermutu bisa memberikan sumbangan nyata bagi pertumbuhan ekonomi memperlihatkan adanya korelasi positif antara tingkat pendidikan suatu masyarakat dengan kemajuan ekonomi (Depdiknas,2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kedua, secara umum prestasi belajar anak-anak SMP kita jika dibandingkan dengan anak-anak dari Negara lain masih jauh ketinggalan. Paling tidak, gambaran seperti itu tampak pada studi yang dilakukan oleh IEA (The International Association for the Evaluation of education Achievement), sebuah organisasi yang bergerak di bidang penilaian dan pengukuran pendidikan yang berpusat di Belanda. Berdasarkan hasil survey TIMSS (TRENDS IN International Mathematics and Science Study) tahun 2003 yang diselenggarakan oleh IEA, kemampuan anak-anak Indonesia dalam bidang matematika dan IPA masing-masing berada pada peringkat 34 dan 36 dari 46 negara yang di survey. Singapura menduduki peringkat pertama baik matematika maupun IPA. Malaysia berada di peringkat 10 untuk matematika, dan 20 untuk IPA. Sejumlah Negara maju di kawasan Asia Timur seperti Korea Selatan, jepang, Taiwan, dan Hongkong, mendominasi peringkat teratas baik bidang matematika maupun IPA. Negara-negara tersebut, termasuk Singapura dan Malaysia, dikenal mempunyai perhatian sangat tinggi terhadap pembangunan pendidikan. Hasil survey TIMSS tahun 2007 yang diikuti oleh 48 negara juga menunjukkan bahwa mutu pendidikan SMP kita jauh ketinggalan dari negara-negara lain. Dalam bidang matematika dan IPA masing-masing berada di peringkat 36 dari 48 negara peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketiga, penyelenggaraan pendidikan SMP bermutu bernilai sangat strategis karena memungkinkan tersedianya sumber daya manusia (SDM) berkualitas dalam jumlah memadai, yang dikenal dengan critical mass. Ketersediaan SDM berkualitas dalam jumlah cukup itu sangat penting untuk mendorong percepatan pembangunan, khususnya bidang ekonomi. Hal ini terkait erat dengan paradigm kejayaan suatu bangsa, yang kini bertumpu pada knowledge based.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Keempat, SMP merupakan satuan pendidikan yang bertugas memberikan bekal kepada siswa agar setelah lulus mereka mampu melanjutkan ke pendidikan menengah atau pendidikan yang lebih tinggi. Di SMP memang diberikan pula keterampilan dasar. Tetapi karena kecil kemungkinan seorang anak lulusan SMP siap memasuki dunia kerja, maka yang paling utama dari penyelenggaraan pendidikan SMP adalah menyiapkan mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, apakah SLTA umum (SMA/MA) maupun kejuruan (SMK/MAK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kelima, masyarakat yang berpendidikan relative lebih mudah diajak maju. Pengalaman selama ini menunjukkan, banyak program pembangunan yang gagal dalam implementasinya lantaran tidak didukung tingkat pendidikan masyarakat. Mereka sangat sulit diajak melakukan hal-hal yang berbau modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Keenam, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut masyarakat lebih berpendidikan. Pada tahun 1980-an pelipatgandaan kemajuan ilmu pegetahuan membutuhkan waktu hamper 20 tahun, sekarang ini berlipat ganda hanya dalam hitungan hari. Jadi setiap hari ilmu pengetahuan berkembang luar biasa pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketujuh, tingginya tingkat pendidikan suatu bangsa bisa meningkatkan daya saing sebagai contoh Singapura, Korea Selatan, dan Jepang yang suah tuntas pada tingkat wajib belajar 12 tahun. Bahkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tingginya sudah mencapai sekitar 70%. Sementara APK perguruan tinggi Indonesia baru pada kisaran 18%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kedelapan, ketuntasan program Wajar Dikdas Sembilan Tahun berkualitas merupakan bagian dari komitmen bangsa Indonesia terhadap gerakan Education for All (EFA) yang diprakasai UNESCO. EFA menargetkan pada tahun 2015 semua penduduk dunia harus mempunyai akses yang sama untuk memperoleh pendidikan dasar berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Negara-negara di dunia sangat peduli dan berkomitmen melaksanakan EFA karena keberadaan Negara-negara yang tingkat pendidikan penduduknya terbelakang akan menyulitkan Negara-negara lain dalam kancah pergaulan internasional. Jepang, misalnya, yang sekitar 80% daratannya terdiri dari tanah pegunungan sehingga sulit ditanami, sangat bergantung pada suplai makanan dari Negara-negara lain, termasuk dari Indonesia. Sebaliknya Negara-negara lain, termasuk Indonesia, yang membutuhkan kendaraan bermotor, sangat bergantung pada Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sehingga tingkat kecerdasan suatu bangsa sangat dibutuhkan dalam pergaulan internasional. Investasi yang dating dari luar negeri tidak hanya mempertimbangkan situasi plitik dan keamanan maupun ketersediaan infrastruktur suatu Negara, tetapi juga bagaimana kualitas SDM-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kesembilan, dilihat dari peserta didik, penyelenggaraan pendidikan SMP bermutu bisa memungkinkan mereka untuk mengarungi hidup yang lebih baik. Mereka akan lebih siap dalam memasuki era globalisasi, sehingga tidak mengalami keterkejutan budya (culture shock). Asumsinya, anak-anak lulusan SMP/ sederajat memiliki kemampuan dasar minimal, yang diharapkan membantu mereka baik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan di atasnya maupun memasuki kehidupan nyata di masyarakat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditempuhnya, akan semakin member peluang lebih besar dalam meraih kesuksesan hidup di masyarakat. Dalam konteks globalisasi, dengan berpendidikan minimal SMP/sederajat maka bangsa kita tidak akan menjadi korban dari derasnya arus globalisasi, melainkan ikut memainkan peranan.&lt;br /&gt;Penulis adalah Kepala SMPN 2 Cibeureum Kab. Kuningan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-1301972777990387873?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/1301972777990387873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/03/menuju-smp-bermutu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/1301972777990387873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/1301972777990387873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/03/menuju-smp-bermutu.html' title='MENUJU SMP BERMUTU'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-4188323225311016162</id><published>2011-02-18T21:14:00.000-08:00</published><updated>2011-02-18T21:16:14.354-08:00</updated><title type='text'>BEASISWA PROGRAM SAMPOERNA</title><content type='html'>Beasiswa Program Sampoerna Academy&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SMA Sampoerna (Sampoerna Academy), Bogor Campus&lt;br /&gt;Sekolah Bertaraf Internasional Berasrama&lt;br /&gt;Tahun Akademis 2011/2014&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai bagian dari Program Sampoerna Academy, SMA Sampoerna (Sampoerna Academy), Bogor Campus, dengan dukungan dari Sampoerna Foundation menerapkan program sekolah bertaraf internasional berasrama. Program ini memberikan beasiswa penuh bagi 200 siswa untuk masa studi selama 3 tahun, dari tahun ajaran 2011/2012 hingga 2013/2014 yang ditujukan untuk siswa terbaik dari seluruh Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kombinasi antara kurikulum internasional IGCSE dari Cambridge University dan kurikulum nasional (KTSP), serta didukung oleh pendidikan asrama (boarding education), merupakan salah satu keunggulan sekolah ini. Sekolah menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk beberapa mata pelajaran, dan dilengkapi dengan fasilitas belajar mengajar yang lengkap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beasiswa Program Sampoerna Academy yang bernilai total Rp. 150.000.000,- per siswa selama 3 tahun, mencakup:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.       Biaya pendidikan&lt;br /&gt;2.       Biaya tempat tinggal dan makan di asrama&lt;br /&gt;3.       Buku pelajaran&lt;br /&gt;4.       Asuransi kesehatan&lt;br /&gt;5.       Seragam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I.        Persyaratan Dasar&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.        Warga Negara Indonesia kelas 3 SMP berusia antara 14 – 16 tahun&lt;br /&gt;2.       Memiliki nilai akademik rata-rata minimum 7.5 dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 (semester ganjil)&lt;br /&gt;3.       Peringkat 15 besar di kelas 3 SMP (semester ganjil)&lt;br /&gt;4.       Berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;II.      Persyaratan Dokumen&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.       Formulir aplikasi yang telah diisi lengkap dan ditandatangani&lt;br /&gt;2.       Fotokopi rapor (lengkap) dari kelas 1 (semester 1) SMP sampai dengan kelas 3 (semester 5)&lt;br /&gt;3.       Fotokopi Kartu Keluarga&lt;br /&gt;4.       Fotokopi KTP Orang Tua (Bapak &amp; Ibu) / Wali&lt;br /&gt;5.       Fotokopi ijasah atau sertifikat training Bahasa Inggris, bukti keanggotaan suatu organisasi atau perkumpulan, penghargaan lain bisa dilampirkan (opsional, jika ada)&lt;br /&gt;6.       Pasfoto berwara ukuran 4x6 sebanyak 2 buah&lt;br /&gt;7.       Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua (slip gaji) atau Surat Keterangan Tidak Mampu dari RT setempat (harus melengkapi salah satu) &lt;br /&gt;8.       Fotokopi rekening listrik / bukti pembayaran sewa rumah tiga bulan terakhir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;III.    Jadwal Seleksi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Registrasi 11 April 2011 Batas waktu formulir aplikasi beserta semua dokumen pendukung diterima oleh Sampoerna Foundation, tidak berdasarkan cap pos&lt;br /&gt;Proses Seleksi Minggu II April s/d II Mei 2011 Penilaian dokumen, interview dan proses seleksi lainnya&lt;br /&gt;Pengumuman Minggu IV Mei 2011 Pemberitahuan pemenang beasiswa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi situs kami: www.sampoernafoundation.org atau menghubungi bagian beasiswa program Sampoerna Academy di telepon bebas pulsa: 0-800-1-900009 (Senin s/d Jumat, jam 09.00 s/d 17.00 WIB) atau melalui e-mail: delfi.lora@sampoernafoundation.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/503235156090427551-4188323225311016162?l=smpnduacibeureum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/feeds/4188323225311016162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/02/beasiswa-program-sampoerna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4188323225311016162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/503235156090427551/posts/default/4188323225311016162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smpnduacibeureum.blogspot.com/2011/02/beasiswa-program-sampoerna.html' title='BEASISWA PROGRAM SAMPOERNA'/><author><name>SMP N 2 CIBEUREUM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10673811287268737288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vvJTx9270gE/S15vo60_MnI/AAAAAAAAAAM/l9G3J6nRf24/S220/DpnKntr1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-503235156090427551.post-8126442756290181548</id><published>2011-02-18T07:06:00.000-08:00</published><updated>2011-02-18T07:32:11.166-08:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN KESISWAAN ( PESERTA DIDIK ) SMP</title><content type='html'>By : admin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara sosiologis, peserta didik mempunyai kesamaan-kesamaan. Kesamaan-kesamaan itu dapat ditangkap dari kenyataan bahwa mereka sama-sama anak manusia, dan oleh karena itu mempunyai kesamaan-kesamaan unsur kemanusiaan. Fakta menunjukkan bahwa tidak ada anak yang lebih manusiawi dibandingkan dengan anak lainnya; dan tidak ada anak yang kurang manusia dibandingkan dengan anak yang lainnya. Adanya kesamaan-kesamaan yang dipunyai anak inilah yang melahirkan kensekuensi samanya hak-hak yang mereka punyai. Di antara hak-hak tersebut, yang juga tidak kalah pentingnya adalah hak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Samanya hak-hak yang dimiliki oleh anak itulah, yang kemudian melahirkan layanan pendidikan yang sama melalui sistem persekolahan (schooling). Dalam sistem demikian, layanan yang diberikan diaksentuasikan kepada kesamaan-kesamaan yang dipunyai oleh anak. Pendidikan melalui sistem schooling dalam realitasnya memang lebih bersifat massal ketimbang bersifat individual. Keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh sistem schooling memang lebih memberi porsi bagi layanan atas kesamaan dibandingkan layanan atas perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sungguhpun demikian, layanan yang lebih diaksentuasikan kepada kesamaan anak ini, kemudian digugat. Gugatan demikian, berkaitan erat dengan pandangan psikologis mengenai anak. Sungguhpun anak-anak manusia tersebut diyakini mempunyai kesamaan-kesamaan, ternyata jika dilihat lebih jauh sebenarnya berbeda. Pandangan ini kemudian menunjukkan bukti-bukti yang meyakinkan, bahwa di dunia ini tak ada dua anak atau lebih yang benar-benar sama. Dua anak atau lebih yang kelihatan samapun, misalnya saja si kembar, pada hakekatnya adalah berbeda. Oleh karena berbeda, maka mereka membutuhkan layanan-layanan pendidikan yang berbeda. Layanan atas kesamaan yang dilakukan oleh sistem schooling tersebut dipertanyakan, dan sebagai responsinya kemudian diselipkan layanan-layanan yang berbeda pada sistem schooling tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada dua tuntutan, yakni aksentuasi pada layanan kesamaan dan perbedaan anak itulah, yang melahirkan pemikiran pentingnya pengaturan. manajemen peserta didik tingkat satuan pendidikan, adalah kegiatan yang bermaksud untuk mengatur bagaimana agar tuntutan dua macam layanan tersebut dapat dipenuhi di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Baik layanan yang teraksentuasi pada kesamaan maupun pada perbedaan peserta didik, sama-sama diarahkan agar peserta didik berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuannya. Sebagai akibat dari adanya perbedaan bawaan peserta didik, maka akan ada peserta didik yang lambat dan ada peserta didik yang cepat perkembangannya. Kompetisi yang sehat akan memungkinkan jika ada usaha dan kegiatan manajemen, ialah manajemen peserta didik tingkat satuan pendidikan. demikian juga peserta didik yang bermasalah sebagai akibat dari adanya kompetisi akan dapat ditangani dengan baik manakala manajemen peserta didik tingkat satuan pendidikan-nya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam upaya mengembangkan diri tersebut, ada banyak kebutuhan yang sering kali tarik-menarik dalam hal pemenuhan pemrioritasnnya. Di satu sisi, para peserta didik ingin sukses dalam hal prestasi akademiknya, di sisi lain, ia ingin sukses dalam hal sosialisasi dengan sebayanya. Bahkan tidak itu saja, dalam hal mengejar keduanya, ia ingin senantiasa berada dalam keadaan sejahtera. Pilihan-pilihan yang tepat atas ketiga hal yang sama-sama menarik tersebut, tidak jarang menimbulkan masalah bagi para peserta didik. Oleh karena itu diperlukan layanan tertentu yang dikelola dengan baik. manajemen peserta didik tingkat satuan pendidikan berupaya mengisi kebutuhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan Manajemen Peserta Didik&lt;br /&gt; Secara etimologis, kata manajemen merupakan terjemahan dari 
